Jenis-jenis Surat Izin Mengemudi (SIM) di Indonesia

Jenis-jenis Surat Izin Mengemudi (SIM) di Indonesia

Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan salah satu dokumen penting yang wajib kita miliki apabila hendak mengemudikan suatu kendaraan bermotor.

Menurut Pasal 77 ayat 1 Undang-undang No. 22 Tahun 2009, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM), sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Di Indonesia, SIM merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada seseorang yang sudah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani maupun rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Baca juga: Mudahnya Proses Perpanjangan SIM C di Satlantas Polres Pemalang

Sebelum melakukan proses pembuatan SIM, ada baiknya kita ketahui dahulu jenis-jenis Surat Izin Mengemudi (SIM) yang ada di Indonesia. Berikut ulasannya!


1. Surat Izin Mengemudi (SIM) Perseorangan

Golongan SIM perseorangan ialah sebagai berikut:

SIM A

SIM A digunakan untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 kilogram.

SIM B1

SIM B1 digunakan untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram.

SIM B2

SIM B2 digunakan untuk mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan penarik, atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan maupun gandengan lebih dari 1.000 kilogram.

SIM C

SIM C digunakan untuk mengemudikan kendaraan bermotor roda dua yang dirancang dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam.

SIM D

SIM D digunakan untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.


2. Surat Izin Mengemudi (SIM) Umum

Golongan SIM Umum ialah sebagai berikut:

SIM A Umum

SIM A Umum digunakan untuk mengemudikan mobil umum dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak lebih dari 3.500 kilogram.

SIM B1 Umum

SIM B1 Umum digunakan untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram.

SIM B2 Umum

SIM B2 Umum digunakan untuk mengemudikan kendaraan penarik atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kilogram.


Itulah jenis dari SIM yang ada di Indonesia, namun ada beberapa kemudahan yang diberikan oleh Polri untuk pemegang SIM supaya tidak perlu mempunyai banyak jenis SIM ketika harus berganti-ganti kendaraan bermotor yang dikemudikan.

SIM untuk kendaraan bermotor tertentu bisa dipakai sebagai SIM kendaraan bermotor yang jumlah beratnya sama atau lebih rendah. Berikut penjelasannya!

- SIM A Umum diperbolehkan untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A.

- SIM B1 diperbolehkan untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A.

- SIM B1 Umum diperbolehkan untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A, SIM A Umum, maupun SIM B1.

- SIM B2 diperbolehkan untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A dan SIM B1.

- SIM B2 Umum diperbolehkan untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A, SIM A Umum, SIM B1, SIM B1 Umum, dan SIM B2.


Nah, bagaimana? Sudah tahukan jenis-jenis SIM dan berbagai kemudahan yang diberikan. Semoga informasi di atas bermanfaat!

sumber:
https://www.cermati.com/artikel/cara-membuat-sim-dan-biaya-pengurusannya

Beberapa Kelemahan Teori Moneter Milton Friedman

Milton Friedman merupakan seorang ahli yang terkenal sebagai perintis golongan monetarisme, dengan teori moneternya yang beraliran kuantitas modern.

Milton Friedman mengatakan bahwa teori kuantitas adalah teori tentang permintaan uang, bukan teori tentang penentuan produk, pendapatan, maupun harga.

Ia berpendapat, uang merupakan salah satu bentuk kekayaan, seperti halnya bentuk-bentuk kekayaan yang lain, seperti surat berharga, tanah, atau kepandaian.

Menurutnya, uang juga merupakan barang yang produktif, karena bila uang dikombinasikan dengan faktor produksi lainnya, dapat menghasilkan barang lain. Jadi, teori permintaan uang dapat pula dipandang sebagai teori modal (capital theory).

Baca juga: Perbedaan Pendapat Alfred Marshall Dengan Irving Fisher Mengenai Permintaan Uang

Dari segi teori modal, teori permintaan uang bisa dilihat dari dua sudut, yaitu sudut pemilik perseorangan dan sudut pemilik perusahaan.

Banyak pertentangan dalam teori Friedman dengan teori Keynes, sehingga ahli-ahli ekonomi dunia banyak yang memberi kritikan terhadap teori Friedman.

Perbedaan utama antara pendekatan Friedman dengan aliran Keynes terletak pada penjelasan mengenai mekanisme transmisi yang menghubungkan perubahan jumlah uang dengan pengeluaran total.


Kritik Terhadap Teori Friedman Dalam Menafsirkan Teori Keynes

Terdapat tiga kesalahan Friedman dalam menafsirkan teori Keynes, dan kritik tersebut disampaikan oleh Paul Davidson, antara lain:


1. Pengertian Tentang Konsep Ketidakpastian, Kontrak, dan Fleksibilitas Tingkat Upah

Secara eksplisit, Friedman mengklaim bahwa persamaan-persamaan keseimbangan umum dari Walras menjadi dasar dari teori moneternya.

Selain itu, Ia juga menyatakan bahwa semua antisipasi akan menjadi fakta pada rentan waktu jangka panjang.

Kebalikannya dengan Keynes yang menyatakan bahwa uang penting karena sebagai media penghubung masa sekarang dan masa mendatang.

Keinginan orang untuk menyimpan uang sebagai bentuk kekayaan menunjukkan bahwa mereka tidak percaya seratus persen terhadap prediksi dan perhitungan masa mendatang. Artinya terdapat ketidakpastian yang selalu mungkin terjadi dan tidak bisa dihindari.

Menurut Keynes, jika keadaan dunia kerap dipenuhi kepastian, dan semua harapan serta antisipasi masyarakat selalu terwujud, tidak ada alasan orang untuk menyimpan uang karena tidaklah rasional.

Kaum klasik mengasumsikan uang merupakan salah satu jenis aset yang memberikan jasa berupa likuiditas yang lebih kecil dibandingkan dengan biaya memegangnya, jadi return memegang uang adalah negatif, yang tidak mungkin terjadi.


2. Permintaan dan Penawaran Uang

Friedman memandang variabel pengeluaran yang direncanakan (planned expenditure) sebagai suatu variabel bebas tersendiri. Sedangkan, menurut Keynes motif pembelanjaan (pengeluaran untuk transaksi) dalam permintaan uang seseorang merupakan hal yang penting.

Dari sudut teori Keynes, terdapat “kekurangan” dalam model permintaan uang dari Friedman, karena:

a. Berakar dari pendapat Irving Fisher yang membedakan tingkat bunga riil dengan tingkat bunga nominal. Keynes menolaknya dengan alasan dapat mengaburkan efek inflasi yang diharapkan terhadap Marginal Efficiency of Capital dengan efeknya terhadap uang.

b. Teori Keynes berpendapat bahwa keadaan dunia selalu dipenuhi ketidakpastian, berlawanan dengan asumsi Friedman yang menyatakan bahwa nilai yang diantisipasi (nilai permanen) tidak berubah, artinya nilai dari variabel pertumbuhan dan tingkat bunga riil ditentukan secara eksogen dan antisipasi itu sangat dipercaya dan dipegang kuat.

c. Friedman berasumsi bahwa penawaran uang ditentukan secara eksogen dan elstisitas pendapatan terhadap permintaan uang adalah satu. Asumsi ini tidak sesuai dengan motif pembelanjaan dalam analisa Keynes terhadap permintaan uang.


Sedangkan dalam hal penawaran uang, Friedman menyatakan bahwa penawaran uang ditentukan secara eksogen. Berbeda dengan pendapat Keynes yang menyatakan bahwa uang tidak masuk begitu saja dalam perekonomian, namun melalui dua proses yang berbeda, yaitu proses pembelanjaan yang bersumber dari pendapatan, dan proses perubahan portofolio.

Kondisi tersebut hanya dapat terpenuhi apabila terdapat dua syarat, yaitu:

- Ada tingkat upah yang kaku atau dengan kata lain jasa likuiditas uang lebih besar dari biaya memegangnya dan obligasi kontrak dalam surat berharga merupakan penyimpanan nilai yang aman.

- Ada ketidakpastian serta ada biaya transaksi dan pemeliharaan yang tinggi dalam pembelian barang-barang fisik ketimbang biaya dalam transaksi “hak” barang fisik.


Selain itu, Friedman juga menganut asumsi bahwa uang dan surat berharga di satu pihak, serta barang produksi tahan lama di pihak lain, mempunyai elastisitas yang sangat tinggi sehingga ada perbedaan dengan kondisi Keynes.


3. Konsep Mengenai Likuiditas Aset dan Sistem Penyelenggaraan Pasar

Dalam kerangka analisisnya, Friedman menyatakan bahwa perbedaan antara aliran Keynes dan aliran kuantitas dalam mekanisme transmisi bersumber pada perbedaan asumsi mengenai harga.

Keynes tidak menyetujui hal ini karena menganggap perbedaan tersebut terletak pada issue mengenai likuiditas barang konsumen tahan lama sebagai penyimpan nilai.

Mekanisme transmisi dari Friedman hanya bisa terjadi bila semua aset, termasuk barang konsumsi tahan lama memiliki cukup liquid yang berarti mereka mudah dijual kembali di pasar pada masa yang akan datang. Keynes menilai bahwa kondisi tersebut tidak sesuai dengan konsep likuiditas dalam dunia nyata.

Barang tahan lama memiliki tingkat likuiditas yang selalu lebih kecil dibandingkan dengan uang dan aset finansial lainnya. Artinya, sebagai sarana penyimpan nilai, barang konsumsi tahan lama selalu lebih buruk dibandingkan dengan uang dan surat berharga.

Kecuali, pada situasi di mana sistem penyelenggaraan pasar telah cukup terorganisir, barang modal dan tahan lama tersebut menjadi cukup menarik karena dapat dijual seketika untuk memperoleh uang.

Dengan demikian, Keynes menganggap bahwa perbedaan dalam mekanisme transmisi pada kedua aliran bersumber pada perbedaan asumsi tentang tingkat keorganisasian pasar barang tahan lama yang mempengaruhi tingkat likuiditas barang-barang tahan lama tersebut.


Kritik Atas Pandangan Friedman Perihal Teori Kuantitas

Dinyatakan oleh Friedman bahwa teori kuantitas awalnya berkembang dari versi transaksi, versi income, dan versi Cambridge.

Disebutkan pula oleh Friedman bahwa teori Keynes tentang preferensi likuiditas hanya sebagai penegasan atas pergeseran teori kuantitas dari versi transaksi menjadi versi keseimbangan tunai.

Dalam hal ini, dijelaskan oleh Friedman bahwa perbedaan mendasar antara teori kuantitas dengan teori Keynes terletak pada asumsi elastisitas permintaan uang terhadap tingkat bunga.

Teori Keynes dinyatakan memiliki elastisitas permintaan uang terhadap tingkat bunga yang tinggi, sedangkan pada teori kuantitas, elastisitas tersebut dianggap tidak ada (nol).

Kerangka kerja yang digunakan Friedman dalam analisanya terhadap permintaan uang sama seperti pada Keynes yaitu dengan mempertimbangkan peranan tingkat bunga.

Menurut Patinkin, meski Friedman menyatakan bahwa secara empiris fungsi permintaan uang tidak memiliki elastisitas yang tinggi terhadap tingkat bunga, namun kerangka analisis Friedman sebenarnya cenderung mengikuti aliran Keynes dan bukan kuantitas.


1. Teori Friedman Dalam Kerangka Teori Kuantitas

Terdapat kesalahan dalam tafsiran Friedman mengenai teori kuantitas dengan membedakan persamaan Fisher, MV=PT dengan versi income, MV=P.y dimana y adalah tingkat pendapatan riil dan V merupakan velositas uang beredar.

Friedman menganggap bahwa kedua versi tersebut mempunyai konsep mengenai peranan uang beredar yang berbeda.

Versi Fisher menyebutkan pentingnya uang sebagai sesuatu yang dipegang. Padahal menurut Patinkin, pendekatan versi income hanya sebagai variasi dari bentuk versi transaksi, tanpa perbedaan penekanan dalam peranan uang.

Alasan penggunaan versi income semata-mata karena masalah data, dan pertimbangan bahwa variabel tingkat pendapatan riil (output riil lebih berarti secara ekonomis dibandingkan variabel transaksi.

Anggapan Friedman juga salah karena mengatakan bahwa dalam jangka pendek, tingkat pendapatan riil konstan dan hanya tingkat harga yang berubah. Tingkat harga yang berubah secara proporsional terhadap jumlah uang beredar hanya berlaku dalam jangka panjang.

Dalam jangka pendek, perubahan velositas dan tingkat output riil bisa terjadi seperti tingkat harga sebagai akibat perubahan jumlah uang beredar.

Hal ini bisa kita lihat pada model yang dibentuk oleh Friedman dalam teori kuantitas yang mengasumsikan bahwa y=yo. Di mana y merupakan variabel pendapatan riil dan ditetapkan secara eksogen.

Menurut Patinkin, sebelum menyatakan bahwa pendapatan riil (y) ditentukan secara eksogen, persamaan-persamaan Walras dari keseimbangan umum pada awal model perlu ditambahkan.

Hal ini berguna untuk menentukan pendapatan riil secara endogen. Jadi, fungsi produksi dan persamaan ekses permintaan dalam pasar tenaga kerja perlu ditambahkan. Dengan asumsi tingkat harga dan upah berlangsung fleksibel, tercapainya ekuilibrium pasar tenaga kerja, dan stok modal dianggap konstan. Maka, penentuan tingkat ekuilibrium dari output riil (y) dalam fungsi produksi dapat dilakukan.

Dalam jangka panjang, proporsionalitas hubungan tingkat harga dan uang beredar dapat dibenarkan, meskipun tidak dalam kondisi dikotomi seperti yang dinyatakan oleh teori klasik dan Friedman.


2. Teori Friedman Dalam Ekonomi Keynes

Berdasarkan model yang dinyatakan oleh Friedman, dalam jangka pendek Keynes mengasumsikan bahwa tingkat harga stabil/tetap, atau p=po dan tingkat output riil dapat berubah-ubah.

Teori Keynes tentang pengangguran didasarkan pada asumsinya mengenai tingkat absolute dan kekakuan tingkat harga.

Teori tersebut disebutkan oleh Friedman tidak dapat berlaku secara umum, terutama pada kasus di mana tingkat upah dan tingkat harga yang fleksibel.

Kesimpulan tersebut merupakan hal yang salah, karena Friedman mengabaikan pernyataan Keynes dalam analisisnya tentang implikasi fleksibilitas harga dan tingkat upah.

Diabaikan pula oleh Friedman dalam interpretasi teori Keynes yang disampaikan oleh Mondigliani yang menyatakan bahwa tingkat upah yang turun dan tingkat harga yang fleksibel akan menekan tingkat bunga dan mendorong ke dalam situasi perangkap likuiditas. Interpretasi ini bahkan telah dianut oleh banyak buku ekonomi.

Lebih lanjut dikatakan oleh Keynes bahwa penurunan tingkat harga yang disebabkan oleh tekanan pengangguran diharapkan akan bisa meningkatkan kesempatan kerja. Namun Keynes juga menyatakan bahwa dengan saranan kebijaksanaan, dan tingkat upah yang fleksibel saja tidak cukup menjamin tercapainya full employment.

Jadi, tidak seperti yang dikatakan oleh Friedman bahwa konsep tentang kekakuan tingkat upah merupakan asumsi dari analisa Keynes. Namun, hal tersebut hanya simpulan kebijaksanaan yang diusulkan oleh Keynes.


***

Dari uraian di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan tentang kelemahan teori yang dinyatakan oleh Milton Friedman, antara lain:

1. Friedman menyatakan bahwa dasar dari teori moneternya ialah persamaan-persamaan keseimbangan umum dari Walras dan juga menyatakan bahwa semua antisipasi akan menjadi kenyataan dalam jangka panjang. Padahal menurut Keynes, uang merupakan media yang akan menjembatani masa sekarang dan masa mendatang serta selalu ada ketidakpastian yang akan terjadi dan tidak dapat dihindari.

2. Variabel pengeluaran yang direncanakan dihilangkan oleh Friedman dan dijadikan sebagai suatu variabel bebas tersendiri.

3. Perbedaan antara aliran Keynes dan aliran kuantitas dalam mekanisme transisi dinyatakan Friedman bersumber dari perbedaan asumsi mengenai harga.

4. Friedman salah menafsirkan teori kuantitas dengan membedakan persamaan Irving Fisher MV=PT dengan versi income MV=P.y di mana y adalah tingkat pendapatan riil dan V merupakan velositas uang beredar.

Sumber:
http://cicitkomariyah.blogspot.co.id/2012/03/kelemahan-teori-moneter-milton-friedman.html
Perbedaan Pendapat Alfred Marshall Dengan Irving Fisher Mengenai Permintaan Uang

Perbedaan Pendapat Alfred Marshall Dengan Irving Fisher Mengenai Permintaan Uang

Teori klasik merupakan teori tentang permintaan dan penawaran terhadap uang, beserta interaksi antara keduanya.

Teori ini memfokuskan masalah pada hubungan antara penawaran uang atau jumlah uang beredar dengan nilai uang atau tingkat harga.

Hubungan dua variabel dijabarkan melalui konsepsi teori mereka tentang permintaan akan uang. Nilai uang ditentukan dari perubahan akan jumlah uang beredar atau penawaran uang berinteraksi dengan permintaan akan uang.

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Arti Monetarisme

Definisi yang dikemukakan oleh Alfred Marshall dalam bukunya yang berjudul Principles of Economics (1890) ialah “Economics or Political Economics is a study of mankind in the ordinary business of life: Examines that part of individual and social action which is mostly associated with pattainment and with the use of the matrial requirement of well being. Tekanan utama pada definisi tersebut ialah pada kesejahteraan (walfare).

Teori ini seperti teori Fisher dan teori-teori klasik lainnya, berpangkal pokok pada fungsi uang sebagai alat tukar umum (means of 25 exchange).

Oleh karena itu, kebutuhan uang atau permintaan akan uang dari masyarakat dilihat oleh teori-teori klasik sebagai kebutuhan akan alat tukar yang liquid hanya untuk tujuan transaksi.

Perbedaan mendasar antara teori tersebut dengan Fisher terletak pada tekanan dalam teori permintaan uang Cambridge yaitu perilaku individu dalam mengalokasikan kekayaannya antara berbagai kemungkinan bentuk kekayaan yang salah satunya berbentuk uang.

Perilaku ini dipengaruhi oleh pertimbangan untung-rugi dari pemegang kekayaan dalam bentuk uang. Penekanan teori Cambridge lebih kepada faktor-faktor perilaku (pertimbangan untung-rugi) yang menghubungkan antara permintaan akan uang seseorang dengan volume transaksi yang direncanakannya.

Teoritisi Cambridge mengemukakan bahwa permintaan akan uang tidak hanya dipengaruhi oleh volume transaksi dan faktor kelembagaan (Fisher), tapi dipengaruhi pula oleh tingkat bunga, besar kekayaan warga masyarakat, dan ramalan atau harapan dari masyarakat tentang masa mendatang.

Jadi, teoritisi Cambridge menganggap bahwa dalam jangka pendek, jumlah kekayaan, volume transaksi dan pendapatan nasional memiliki hubungan yang proporsional-konstan satu dengan lainnya.

Teori Cambridge menganggap bahwa ceteris paribus permintaan akan uang bersifat proporsional dengan tingkat pendapatan nasional.

Bila kita membandingkan teori yang dikemukakan Alfred Marshall dengan Irving Fisher didapat kesimpulan sebagai berikut:

- Alfred Marshall memasukkan unsur pendapatan nasional dalam merumuskan teori nilai uang, sedangkan pendapat Irving Fisher dan juga kedua ahli lainnya (David Ricardo dan DH Robertson) mengaitkan nilai uang dengan harga barang.

- Irving Fisher memaparkan teori nilai uang yang disebut Transaction Velocity Theory, melengkapi teori dari David Ricardo yang tidak memperhatikan faktor kecepatan perputaran uang. Fisher berpendapat bahwa kecepatan uang beredar serta kecepatan perputaran barang dan jasa merupakan faktor yang sangat penting dalam pengukuran nilai uang.

Sumber:
http://stimbedua.blogspot.co.id/2014/12/perbedaan-pendapat-alfred-marshall-dan.html
Mengenal Lebih Dalam Arti Monetarisme

Mengenal Lebih Dalam Arti Monetarisme

Monetarisme merupakan istilah yang pertama kali digagas oleh KarlBrunner pada tahun 1968. Istilah ini bukan sebuah aliran pemikiran yang ketat karena terdapat banyak perbedaan pendapat di kalangan ahli-ahli moneter itu sendiri.


Teori Kuantitas

Ditegaskan dalam Teori Kuantitas bahwa perubahan harga dan pendapatan nominal dapat dijelaskan oleh perubahan dalam penawaran uang yang tidak dengan sendirinya disebabkan perubahan permintaan uang.

Misalnya, cadangan bank (bank reserves) ditingkatkan oleh bank sentral, sehingga bank-bank juga meningkatkan outstanding depositnya. Ketika itu masyarakat memegang lebih banyak uang nominal, sehingga mereka membelanjakan kelebihan uang karena simpanan yang dulu berkaitan dengan simpanan yang diinginkan.

Baca juga: Definisi dan Ruang Lingkup Perilaku Konsumen

Meningkatnya permintaan akan membuat perusahaan menaikkan harga. Dan akan tetap naik selama terdapat kelebihan permintaan, atau selama penawaran uang riil lebih besar daripada sebelumnya.

Pada akhirnya, harga naik dalam proporsi yang sama dengan peningkatan awal dalam penawaran uang nominal sehingga penawaran uang riil akan kembali pada titik sebelumnya dan membuat harga menjadi stabil atau tidak akan naik lagi.

Proses tersebut juga akan mengubah output dan employment. Meningkatnya permintaan ditanggapi perusahaan dengan menaikkan penawaran dan employment.

Akan tetapi, ketika stok uang riil bersama permintaan agregat dikembalikan ke tingkat semula, maka output juga akan kembali lagi ke tingkat sebelumnya.

Dasar pemikiran teori kuantitas adalah keinginan publik untuk mempertahankan uang riil dalam kuantitas tertentu bila penawaran uang nominal lebih besar, kenaikkan harga akan terjadi sampai kuantitas riil dari uang menjadi seimbang lagi dengan yang diinginkan publik.

Penawaran nominal atas uang dilihat oleh Kelompok Monetaris sebagai sebuah fungsi yang stabil dari pendapatan nominal dan suku bunga sehingga perubahan dalam penawaran uang nominal dapat diketahui.

Tetapi teori kuantitas menolak pandangan kaum monetaris yang menyatakan bahwa fluktuasi dalam penawaran uang menjelaskan sebagian besar fluktuasi dalam pendapatan nominal.

Mereka mengaitkan hal yang lebih penting untuk insentif pembelanjaan, seperti keuntungan-keuntungan investasi, atau perubahan-perubahan dalam pembelanjaan pemerintah. Makanya, mereka menganggap masalah tersebut berasal dari perubahan yang terjadi dalam penawaran uang.

Perubahan dalam permintaan uang juga merupakan hal yang penting. Misalnya, bila inovasi finansial mengurangi permintaan uang, publik akan mengadakan pembelanjaan lebih banyak walaupun penawaran uang bersifat tetap.

Sebagian besar orang percaya bahwa perubahan penawaran uang kerap kali disebabkan oleh perubahan permintaan uang.

Ketika permintaan uang meningkat, suku bunga juga naik, sehingga bank sentral akan meningkatkan penawaran uang guna menekan suku bunga untuk sementara waktu.

Dengan begitu, korelasi yang ada antara perubahan uang dan pendapatan yang dikatakan kaum monetaris tidak berarti bahwa uang menyebabkan pendapatan.

Ketidakpastian terhadap definisi uang membuat beberapa pengikut Keynes menyatakan bahwa tingkat pertumbuhan yang didasarkan oleh alat ukur uang tidak lagi relevan.

Jadi, hal yang membedakan teori kuantitas dari teori Keynesian hanyalah isu-isu empiris seperti:

- Stabilitas dan prediktabilitas dari permintaan uang.
- Independensi perubahan penawaran uang terhadap perubahan permintaan uang.
- Nilai penting relatif dari penawaran uang serta motif-motif pembelanjaan lain sebagai penentu pendapatan nominal.

Perbedaan lainnya ialah monetaris yakin bahwa sektor privat pada dasarnya stabil, namun hal ini diragukan oleh pengikut Keynes.

Perhatian monetaris juga lebih fokus pada hal yang bersifat jangka panjang. Dalam hal ini, pengikut Keynes mungkin setuju dengan monetaris bahwa dalam jangka panjang, defisit tidak mengurangi pengangguran, namun lebih memusatkan perhatian pada jangka pendek di mana ada kemungkinan untuk itu. Perbedaan ini juga mencerminkan pertentangan empiris periode waktu jangka pendek tersebut.


Teori Klasik Baru

Saingan lain bagi monetarisme ialah teori klasik baru yang berpendapat bahwa ketika publik merasakan adanya perubahan dalam penawaran uang, mereka akan segera menyesuaikan harga dan upah, bukan mengubah output.

Dalam teori klasik baru, banyak yang menghubungkan resesi dengan penurunan pertumbuhan produktivitas, bukannya dengan penurunan dalam laju pertumbuhan penawaran uang.

Pandangan monetaris dan kelompok Keynesian terhadap kebijakan juga membentuk sebuah kontinum atau rangkaian kesatuan.

Di Amerika Serikat, monetaris lebih memberi perhatian terhadap inflasi dan kurang berminat pada pengangguran bila dibandingkan dengan Keynesian.

Sementara di Inggris, Keynesian menekankan pada kebijakan manajemen permintaan sebagai penawar untuk mengatasi pengangguran, sedangkan monetaris lebih memperhatikan kebijakan pasar tenaga kerja.

Dengan demikian, monetaris meyakini kebijakan ekspansionis tidak efektif mengurangi pengangguran. Karena, pada dasarnya monetaris mementingkan kebijakan moneter ketimbang kebijakan fiskal. Namun, di Inggris keduanya saling terikat karena penawaran uang sangat responsif terhadap pinjaman pemerintah.

Kebijakan monetaris yang paling dikenal ialah membiarkan uang tumbuh dengan suku bunga tetap fixed rate tanpa mempedulikan kondisi ekonomi.

Namun, tidak satupun monetans yang dapat menjalankan ketegakkan tersebut, sebagian besar hanya menginginkan uang untuk tumbuh dengan tingkat yang lebih stabil daripada saat ini.

Mereka yang mendukung suku bunga tetap berpendapat bahwa pada masa lalu kebijakan-kebijakan stabilitas bank sentral justru mengakibatkan destabilisasi ekonomi. Perubahan penawaran uang mempengaruhi pendapatan nominal dalam waktu yang lama dan berbelit-belit, serta adanya keterbatasan kemampuan manusia untuk memperkirakannya.

Dengan demikian, kebijakan apapun yang diambil oleh bank sentral yang didasarkan atas kondisi yang ada maupun atas dasar perkiraan, dapat menjadi tidak tepat dan bila diterapkan akan mengakibatkan destabilisasi.

Ada kalanya, bank sentral juga tidak dapat dipercaya, karena digerakkan oleh tekanan-tekanan politik atas inflasi dan suku bunga nominal yang stabil serta oleh kepentingan-kepentingan birokratis mereka sendiri.

Bisa dikatakan mereka akan berusaha menahan suku bunga pada setiap ekspansi sambil memperlunak penurunan suku bunga yang biasanya terjadi selama masa resesi. Dalam penawaran uang, hal ini akan menimbulkan fluktuasi pro-siklikal.


Sejarah Monetarisme

Agar lebih ringkas, sejarah monetarisme diawali setelah revolusi Keynesian (Keynes (1936), di mana teori kuantitas kehilangan sebagian besar dukungannya.

Aliran ini mulai mendapat perhatian kembali ketika Friedman (1956) mengembangkannya lagi dalam bentuk yang sangat oleh Keynes.

Dukungan kuat kepada aliran ini kembali didapatkan dari beberapa sumber berikut ini:

- Friedman dan Schwartz (1936), memperlihatkan bahwa faktor-faktor moneter telah memainkan peranan yang sangat besar dan secara menyeluruh dalam masa Great Depression, karena mampu menerangkan dengan baik sejarah ekonomi makro Amerika Serikat.

- Brunner dan Meitzer (1989), menunjukkan bahwa Federal Reserve telah beroperasi tanpa kerangka kena analisis ekonomi yang koheren. Semenjak pertengahan tahun 1960-an sampai tahun 1970-an tingkat inflasinya tinggi dan terus meningkat. Pada akhirnya, velositas uang tumbuh dalam tingkat yang makin dapat diprediksi.

Teori Keynesian telah menyerap banyak pemikiran monetarisme dan memberikan nilai penting yang lebih besar terhadap penawaran uang daripada ajarannya yang terdahulu.

Tekanan-tekanan politik terhadap bank sentral kini juga lebih diperhatikan Keynesian, dan cenderung lebih mengikuti kebijakan yang bersifat inflasioner.

Terdapat pengakuan yang luas mengenai hambatan-hambatan dalam melakukan finetuning, dan tentang kurva Phillips yang akan menjadi garis vertikal dalam jangka panjang.

Kemungkinan monetarisme kembali lagi sebagai sebuah perkembangan independen yang besar bisa saja terjadi, namun tergantung pada apakah permintaan uang akan menjadi lebih predictable kembali.

Sumber:
google.co.id

Deskripsi Umum Tugas dan Wewenang Bagian-bagian Kerja di Bank

Bekerja di dunia perbankan masih menjadi incaran para pencari kerja di Indonesia. Apalagi saat ini pekerjaan di bank untuk bagian tertentu bisa dimasuki oleh tenaga kerja dari berbagai jurusan program studi.

Berikut ini kami akan berbagi beberapa bagian-bagian kerja di bank beserta deskripsi tugas dan wewenang kerjanya secara umum.

1. Kepala Cabang

Tugas dan wewenang dari Kepala Cabang di suatu bank antara lain:

- Mengarahkan, mengkoordinasikan dan mengawasi tugas-tugas bawahannya.

- Mengawasi jalannya operasional di unit pelayanan yang menjadi tanggung jawab bawahannya.

- Melakukan fungsi manajemen personalia seperti pendelegasian wewenang, penilaian karyawan, dan pengendalian lingkungan kerja.

Baca juga: Deskripsi Tugas dan Tanggung Jawab Kerja Pegawai Administrasi Perkantoran


2. Kepala Bagian Operasional

Tugas dan wewenang dari Kepala Bagian Operasional antara lain:

- Mengawasi dan mengendalikan operasi bank agar terlaksana dengan baik.

- Menjalankan fungsi kepemimpinan pada bagian operasional.

- Menyusun anggaran atau rencana kerja pada bidang operasional.

- Melaksanakan program kerja sesuai dengan rencana anggaran kantor.


3. Head Teller

Tugas dan wewenang dari Head Teller antara lain:

- Melakukan pengarahan langsung, memonitor secara aktif dan mengkoordinasi seluruh jalannya transaksi yang ditangani teller, misalnya setoran, penarikan, pemindah bukuan, dan lain-lain.

- Memberi solusi jika terjadi masalah di counter dan apabila teller selisih melakukan balancing akhir hari.

- Memberikan offer rate atas transaksi yang melebihi wewenang teller.

- Memverifikasi dan mencocokan balancing akhir hari.

- Memeriksa cash box teller.

- Menyelesaikan pos-pos terbuka atau selisih yang belum tersesuaikan.

- Melaporkan transaksi valas kepada Kepala Bagian Operasional.

- Menentukan pembukaan counter tambahan sesuai dengan kebutuhan.


4. Customer Service Officer

Fungsi dasar dari customer service officer ialah memberi layanan kepada nasabah dalam hal memberikan informasi, menampung keluhan nasabah, cross selling, dan membantu nasabah dalam penyelesaian masalah.

Tugas Customer Service Officer (CSO)

- Melayani pendaftaran produk bank dan membantu menjawab pertanyaan nasabah mengenai produk atau jasa yang ada di bank bersangkutan.

- Menyelesaikan permasalahan atas komplain dari nasabah yang merasa tidak puas terhadap layanan atau produk bank.

- Melayani dan memenuhi harapan nasabah dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat.

- Melakukan beberapa pekerjaan administrasi seperti melakukan sistem filying atas berkas-berkas yang ada dalam tanggung jawab bank bersangkutan dengan benar dan rapi agar dapat dengan cepat ditemukan ketika suatu saat diperlukan.

Peranan Customer Service Officer (CSO)

- Membentuk persepsi nasabah terhadap kualitas layanan suatu bank dengan citra yang baik.

- Sebagai front office, CSO merupakan ujung tombak dalam pemberian layanan langsung kepada nasabah.

- Penghubung antara bank dengan para nasabah, terutama dalam membuka hubungan bank dengan nasabah-nasabah baru.

- CSO berperan sebagai Deskman, yaitu petugas yang membantu pelayanan berbagai aplikasi termasuk mengarahkan nasabah dalam pengisian formulir aplikasi serta bertanggung jawab atas kelancaran proses pelayanan tersebut.

- CSO merupakan komunikator yang menyampaikan kepada nasabah tentang produk maupun jasa yang ditawarkan oleh bank dan keunggulan dari masing-masing produk tersebut dengan penyampaian yang jelas, mudah dimengerti, serta menarik perhatian nasabah.


5. Teller

Fungsi teller secara umum ialah memberikan layanan transaksi baik bersifat tunai maupun non tunai kepada nasabah, dengan ruang lingkup sebagai berikut:

- Penerimaan dan pembayaran tunai atau non tunai dalam bentuk Rupiah maupun valuta asing untuk produk-produk perbankan seperti: tabungan (giro), deposito, kliring, kiriman uang dalam dan luar negeri, inkaso dalam dan luar negeri, bank note/traveler cheque, serta berbagai jasa pembayaran yang termasuk dalam pelayanan bank (misalnya: pembayaran listrik, telepon, PAM, dan lain-lain).

- Memeriksa kelengkapan transaksi yang sedang ditangani.

- Memeriksa saldo uang tunai teller pada cash box.

- Melaksanakan system failing dan arsip sesuai prosedur yang berlaku.

- Melayani nasabah dalam transaksi financial yang bersifat fisik.

- Pengaturan uang tunai dan penyelesaian proses transaksi.

- Verifikasi atau pencocokan tanda tangan pada formulir dengan dokumen asli untuk memastikan tanda tangan tersebut sah.

- Memeriksa kelengkapan formulir transaksi, keaslian dan pengisian warkat (cek atau bilyet giro) yang dilakukan oleh nasabah.

- Melaksanakan pengoperasian BDS (Brach Delivery System) dan IDS (Intergrated Deposit System).


6. Cash Vault

Cash Vault bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Operasional dalam menjalankan tugas-tugas sebagai berikut:

- Mengelola kas besar.

-  Melakukan penyetoran dan pengambilan uang tunai oleh teller.

- Memeriksa dan mengisi mesin ATM bersama Kepala Bidang Operasional.


7. Driver

Tugas kerja dari Driver antara lain:

- Menunjang kelancaran transportasi yang diperlukan kantor.

- Mengurus dan merawat mobil agar tetap bersih dan siap pakai.

- Melaporkan kerusakan kendaraan agar segera dilakukan perbaikan.

- Bersama petugas kantor dan satpam membawa uang setoran dari kantor cabang utama ke kantor cabang pembantu, atau sebaliknya.


8. Security (Satpam)

Tugas dari Security atau Satuan Pengamanan (Satpam) antara lain:

- Bertanggung jawab kepada Kepala Cabang dalam hal keamanan.

- Mengawasi dan menjaga keamanan dari kegiatan operasional kantor.

- Mengawal penyetoran dan pengambilan uang dari Kantor Cabang ke Kantor Cabang Pembantu.

- Selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya kejahatan yang dapat mengganggu kegiatan operasional.


9. Cleaning Service / Office Boy

 Tugas kerja dari Cleaning Service dan Office Boy antara lain:

- Menjaga kebersihan kantor secara keseluruhan.

- Membantu penyimpanan arsip dan dokumen nasabah.

- Sewaktu-waktu bila dibutuhkan, melakukan kegiatan pengiriman (kurir) dokumen ke Kantor Cabang Pembantu atau Kantor lainnya.

Sumber:
http://tulisanterkini.com/artikel/artikel-ilmiah/6701-tugas-dan-wewenang-bank-bca.html

Sejarah dan Dasar Hukum Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT)

Samsat merupakan singkatan dari Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap atau dalam Bahasa Inggris disebut “One Roof System” yang dapat diartikan sebagai suatu sistem administrasi yang kegiatannya diselenggarakan dalam satu gedung, dan dibentuk guna memperlancar serta mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Semisal dalam pengurusan dokumen atau pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Di Indonesia, Samsat merupakan suatu sistem kerjasama secara terpadu antara Dinas Pendapatan Provinsi, Polri, dan PT Jasa Raharja (Persero) dalam pelayanannya untuk penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (plat nomor).

Baca juga: Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Secara Online dan Offline

Kegiatan tersebut dikaitkan dengan pemasukan uang ke kas Negara baik melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, maupun Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Pelaksanaan dari kegiatan ini dilaksanakan dalam satu kantor yang biasa disebut dengan “Kantor Bersama Samsat”.

Dalam hal ini, masing-masing instansi memiliki fungsi sebagai berikut:
- Polri memiliki fungsi menerbitkan STNK.
- Dinas Pendapatan Provinsi memiliki fungsi menetapkan besarnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB).
- PT Jasa Raharja memiliki fungsi untuk mengelola Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ.

Samsat terdapat di masing-masing provinsi dan memiliki unit pelayanan di setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Bagi Anda yang ingin mengetahui sejarah dan dasar hukum Samsat, simak ulasannya di bawah ini!

Sebelum Tahun 1974

Proses perpanjangan STNK menghabiskan waktu cukup lama dikarenakan harus mendatangi tiga kantor, yaitu ke kantor pajak untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), hari berikutnya ke kantor Asuransi Jasa Raharja untuk membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), dan terakhir harus mendatangi kantor Polisi Lalu Lintas untuk memperoleh STNK.

Masing-masing kantor tersebut belum terintegrasi sehingga prosesnya jadi berbelit dan sangat memakan waktu.

Tahun 1974 s/d 1976

Dilakukan ujicoba pembentukan Samsat di Polda Metro Jaya dengan tujuan agar Registrasi dan Identifikasi Forensik Ranmor serta data pengemudi menjadi lebih akurat juga memberi kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Tahun 1976 s/d 1988

Konsep Samsat mulai diberlakukan di seluruh Indonesia bersama-sama Polri, PT Jasa Raharja (Persero), dan Dinas Pendapatan Provinsi dengan mengacu pada INBERS 3 Menteri, Menhankam, Menkeu, dan Mendagri No. Pol. KEP/13/XII/1976, No. KEP-1693/MK/IV/12/1976, 311 TAHUN 1976.

Walau demikian, belum ada penyederhanaan dokumen karena masih diperlukan tanda bukti dari masing-masing instansi untuk setiap pelunasan kewajiban di SAMSAT.

Tahun 1988 s/d 1993

Dilakukan penyederhanaan dokumen, berdasarkan INBERS, Menhankam, Menkeu & Mendagri No. INS/03/X/1988, No. 5/IMK.013/1988, No. 13A Tahun 1988, antara lain:
- Formulir permohonan atau pendaftaran STNK/Pajak/SWDKLLJ digabung menjadi satu.
- Tanda Pelunasan Pembayaran SWDKLLJ PT Jasa Raharja (Persero) yang tercantum dalam STNK/STCK berlaku sebagai pengganti polis Asuransi (sertifikat).

Tahun 1993 s/d 1999

Berdasarkan INBERS Panglima Angatan Bersenjata, Menkeu & Mendagri No. INS/02/II/1993, No. 01/IMK.01/1993, No.2A Tahun 1993, diberlakukan revisi masa berlaku STNK dan TNKB dari 1 tahun menjadi 5 tahun, namun harus dilakukan pengesahan STNK di setiap tahun. Selain itu juga mekanisme Perpanjangan STNK dibentuk 5 pokja (loket) untuk pelayanan.

Tahun 1999 Hingga Sekarang

Berdasarkan INBERS Menhankam, Menkeu & Mendagri No. Pol. INS/03/M/X/1999, No. 6/IMK.014/1999, No. 29 Tahun 1999 menetapkan penyempurnaan dan penyederhanaan sistem operasi pelayanan dari 5loket menjadi 2 loket.

Dan juga pembayaran SWDKLLJ yang tercantum pada Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) berfungsi sebagai pengganti sertifikat (polis asuransi). Tanda Pelunasan dan Pengesahan digabung dengan SKPD yang sudah divalidasi cash register sebagai tanda bukti pembayaran.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_administrasi_manunggal_satu_atap

Alat-alat Canggih Untuk Membantu Jaga Kesehatan

Menjaga kesehatan diri setelah beraktivitas sepanjang hari merupakan hal yang penting untuk dilakukan, apalagi setelah terpapar polusi, kemacetan, dan pola makan seharian yang tidak teratur.

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan dalam menjaga kesehatan, seperti mengasup vitamin secara rutin, menjaga pola makan, olahraga teratur di akhir pekan, atau melakukan fitness sepulang kerja.

Pesatnya kemajuan teknologi pun memiliki peran besar dalam membantu hidup manusia menjadi lebih mudah. Banyak alat-alat canggih diciptakan, termasuk alat yang bermanfaat untuk kesehatan manusia.

Baca juga: 5 Alat Teknologi yang Akan Membantu Ibu Selama Masa Kehamilan

Nah, berikut ini kami akan berbagi kepada Anda mengenai mengenai 5 alat kesehatan baru yang bisa dimanfaatkan untuk menciptakan gaya hidup sehat sehari-hari. Simak ulasannya di bawah ini!


1. Healbe GoBe

Healbe GoBe merupakan alat yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga asupan kalori Anda sehari-hari. Alat ini dilengkapi sensor canggih yang mampu mengukur jumlah glukosa yang terdapat dalam tubuh melalui kulit.

Tak hanya itu, alat ini selanjutnya akan menghitung jumlah kalori dengan tepat sehingga Anda dapat menakar makanan yang hendak diasup.

GoBe juga mempunyai kemampuan untuk memantau tingkat detak jantung, mengukur tingkat stres serta hidrasi ketika sedang tidur.


2. Gymwatch

Gymwatch adalah alat kesehatan yang canggih dengan fungsi untuk mendeteksi kesalahan dari performa fitness seseorang.

Gadget ini akan membantu Anda memaksimalkan capaian fitness. Alat ini akan dipasangkan dengan sebuah aplikasi smartphone yang dapat berfungsi layaknya pelatih pribadi namun tidak mengintimidasi secara psikologis.


3. The TempTraq

Fungsi alat bernama TempTraq ini ialah memonitor suhu tubuh selama 24 jam. Alat ini terhubung ke sebuah aplikasi smartphone melalui Bluetooth dan akan merekam temperatur tubuh secara terus-menerus.

Gadget ini juga bisa diatur untuk mengirim pesan ke telepon genggam sebagai pemberi peringatan apabila suhu tubuh meningkat di atas normal, dan memberikan saran waktu yang baik untuk segera berobat.


4. Melomind

Gadget yang dibanderol seharga US$ 299 ini diklaim dapat membuat otak lebih tenang hanya dalam waktu 15 menit.

Bentuknya seperti headset dan terhubung melalui Bluetooth ke sebuah aplikasi di smartphone Anda, gadget ini menyediakan sebuah sistem yang akan memandu Anda dalam memilih musik yang sesuai untuk relaksasi.


5. Activite Pop

Activite Pop dapat Anda manfaatkan untuk menemani aktivitas fitness. Berbentuk jam tangan pintar yang dilengkapi baterai dengan ketahanan hingga 8 bulan dan dapat terhubung ke aplikasi smartphone melalui Bluetooth.

Gadget ini dapat melakukan panggilan analog yang menunjukkan seberapa aktif seseorang dalam aktivitas fitnessnya.


Nah, itulah kelima alat yang bisa kita manfaatkan untuk membantu dalam menjaga kesehatan. Kira-kira alat mana yang cocok untuk Anda?

Sumber:
http://health.liputan6.com/read/2158656/5-gadget-terbaru-yang-bantu-jaga-kesehatan