Tips Berpakaian Bagi Wanita Bertubuh Besar

Kesamaan wanita bertubuh besar ialah mereka memiliki berat badan di atas standar. Namun bentuk atau figur tubuh mereka bisa berbeda-beda.

Ada yang lebar di bagian atas dan mengecil di bagian bawah, atau sebaliknya. Ada pula yang bentuknya seimbang antara atas dan bawah.

Agar terbentuk karakter tersendiri dalam berpakaian bagi wanita bertubuh besar, maka cara berpakaian pun harus disesuaikan dengan perbedaan bentuk tubuh tersebut.

Berikut kami akan bagikan tips untuk Anda wanita yang memiliki tubuh besar dalam berpakaian agar penampilan tetap menarik dan sesuai dengan bentuk tubuh masing-masing.


1. Tubuh Dengan Bentuk Seperti Berlian



Wanita dengan tubuh seperti ini memiliki ciri-ciri pinggang yang lebih besar dari dada dan proporsi wajah, leher, dan dada yang pas, serta menampakkan keseimbangan pada kaki dan lengan sehingga menonjolkan figure cantik Anda.

Tips berpakaian bagi wanita bertubuh seperti berlian antara lain:

- Pamerkan garis leher dengan atasan model scoop, cowl, sweetheart, dan v-neck. Tambahkan pula kalung dan scarf untuk lebih menarik perhatian.

- Panjangkan bagian tengah tubuh Anda dengan atasan faux-wrap yang menutupi area dada hingga perut.

- Pakai celana flat-front dengan ukuran yang pas di kaki, bootleg atau straight-leg, celana kapri dan legging. Pamerkan pula kaki Anda dengan rok belahan tinggi, gaya lurus, pensil, bertingkat, tulip, atau terompet.


Baca juga: Beberapa Hal Mendasar Tentang Jenis Jas Yang Perlu Anda Ketahui


2. Tubuh Dengan Bentuk Seperti Jam Pasir


Wanita dengan tubuh seperti ini memiliki ciri-ciri lekukan tubuh yang sepadang, garis pinggang jelas, bentuk dada proporsional, dan pinggul yang penuh menampilkan lekukan indah dan feminim.

Tips berpakaian bagi wanita bertubuh seperti jam pasir antara lain:

- Kenakan atasan berkerut atau detail draped yang lembut, kerah terbuka atau potongan asimetris yang menampilkan garis leher Anda.

- Gunakan belt, ikatan, rok pensil, gaun wrap dan pakaian lainnya dengan detail di bagian pinggang agar pinggang terlihat menonjol.

- Mengenakan celana flared, lebar, bootleg, atau rok flared akan membuat pinggul nampak lebih seimbang.


3. Tubuh Dengan Bentuk Seperti Angka Delapan



Wanita dengan tubuh seperti ini memiliki siluet tubuh yang montok dan bahenol. Bahu dan pinggul segaris dengan siluet secara keseluruhan.

Tips berpakaian wanita dengan tubuh seperti angka delapan antara lain:

- Perbesar torso atas dengan kerah terbuka, potongan asimetris, garis leher v-neck dan sweetheart, atau detail seperti draped yang lembut.

- Utamakan lekukan dengan belt lebar, pakaian bergaris empire atau di bawah dada, detail di sekitar pinggang, atau model model faux-wrap.

- Seimbangkan proporsi bentuk tubuh dengan bawahan berwarna gelap, rok flare A-line, dan celana lebar.


4. Tubuh Dengan Bentuk Persegi

Wanita dengan tubuh seperti ini memiliki rangka tubuh yang indah dan sejajar dengan seluruh bagian tubuh, pinggul proporsional, paha seimbang, kaki rupawan, dan lengan yang penuh.

Tips berpakaian untuk wanita dengan tubuh persegi antara lain:

- Gunakan atasan yang menonjolkan lekukkan Anda, seperti model empire, rumbai, detail front panel, dan lipatan.

- Tampilkan sisi feminim dengan garis leher seperti sweetheart, v-neck, crew, asimetris, bateau, jewel, dan cowl.

- Serasikan siluet tubuh memakai celana narrow, lurus, atau sedikit melebar di bagian bawah. Jangan ragu untuk menggunakan bawahan berwarna.


5. Tubuh Dengan Bentuk Segitiga

Wanita bertubuh seperti ini memiliki ciri-ciri tubuh bagian atas yang lebih kecil dari pinggul dan garis pinggang yang tegas menciptakan lekukan istimewa.

Tips berpakaian untuk bentuk tubuh segitiga antara lain:

- Gunakan garis leher scoop, bateau, sweethearth, jewel, dan v-neck agar leher dan bahu terlihat panjang.

- Gunakan lipatan, rumbai, atau detail ekstra dan atasan ketat agar area dada lebih menonjol. Pertegas pinggang Anda dengan cincher, belt, atau siluet empire.

- Dengan Rok pensil, Anda akan tampil lebih menawan, jangan malu mengenakannya. Anda akan terlihat cantik pula dengan wrap di sekitar gaun Anda.

- Agar kaki terlihat lebih panjang, kenakan celana atau jeans lebar untuk keseimbangan proporsi atasan dan bawahan.


6. Tubuh Dengan Bentuk Oval

Wanita dengan tubuh seperti ini memiliki pinggang lebih besar dari dada dan pinggul. Wajah, leher, dan dada saling mendukung proporsi masing-masing. Anda juga memiliki betis yang ramping dan lengan yang menawan.

Tips berpakaian untuk wanita bertubuh oval antara lain:

- Pamerkan garis leher menggunakan cowl, scoop, bateau, dan v-neck agar bentuk tubuh tampak lebih panjang.

- Panjangkan pula pinggang dengan garis empire yang tinggi, gaun faux wrap, atasan bergaya blouson, dan jahitan ala putri.

- Mengenakan bawahan berwarna terang akan lebih menonjolkan bagian bawah Anda.


7. Tubuh Dengan Bentuk Segitiga Terbalik

Wanita dengan tubuh seperti ini memiliki dada lebih besar dan bahu yang lebih lebar dari pinggang. Pinggang Anda pun lebih besar dari pinggul, serta memiliki kaki yang panjang.

Tips berpakaian untuk wanita dengan bentuk tubuh segitiga terbalik antara lain:

- Gunakan V-neck, deep scoop, kerah bersyal, atau U-neck supaya garis leher Anda terlihat panjang.

- Atasan sweetheart dan bergaya faux wrap akan lebih memperindah bagian dada Anda. Agar torso lebih seimbang, kenakan atasan berwarna gelap dan bawahan berwarna terang.

- Untuk memamerkan lekukan Anda, kenakan pakaian yang pas di badan, rok pensil, gaun wrap dengan belt, atau rok A-line.


Demikian tips dari kami mengenai cara berpakaian untuk wanita bertubuh besar. Model pakaian tertentu yang Anda kenakan akan membuat bentuk badan Anda memiliki ciri khas tersendiri dan lebih menonjol keindahannya.

Kenali bentuk tubuh sehingga Anda akan semakin sadar bahwa kelebihan berat badan tidaklah menjadi penghalang Anda untuk tetap tampil menarik.

Sumber:
www.bigsize.co.id
Tahapan-tahapan Dalam Manajemen Risiko

Tahapan-tahapan Dalam Manajemen Risiko

Manajemen risiko merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk dapat menanggulangi semua risiko yang mungkin terjadi. Terdapat beberapa definisi manajemen risiko dalam literatur yang ada, antara lain:

- Manajemen Risiko adalah proses formal dimana faktor-faktor risiko secara sistematis diidentifikasi, diukur, dan dicari.

- Manajemen Risiko adalah metode penanganan sistematis formal dimana konsentrasinya terletak pada identifikasi dan pengontrolan peristiwa atau kejadian yang memiliki kemungkinan perubahan yang tidak diinginkan.

- Manajemen Risiko adalah seni dan pengetahuan dalam mengidentifikasi, menganalisa, dan menjawab faktor-faktor risiko sepanjang periode tertentu.

Baca juga: Teknik Analisis Risiko: Definisi dan Macam-macam Risiko

Terdapat beberapa tahapan dalam pelaksanaan manajemen risiko. Salah satunya yang dikemukakan oleh Al Bahar dan Crandall (1990), tahapan tersebut yaitu identifikasi dan analisa risiko, respon manajemen, serta administrasi sistem.

Dari ketiga tahapan tersebut akan kami jelaskan pada uraian berikut ini:


Identifikasi dan Analisa Risiko

Identifikasi risiko adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis dan terus-menerus bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan timbulnya risiko atau kerugian terhadap kekayaan, hutang, dan personil perusahaan.

Proses identifikasi risiko bisa dikatakan menjadi yang terpenting, sebab dari proses awal inilah semua risiko yang ada atau mungkin terjadi pada suatu proyek dapat diketahui secara jelas.

Proses identifikasi harus dilakukan secara cermat dan komprehensif, agar tidak ada risiko yang terlewatkan atau tidak teridentifikasi.

Beberapa teknik identifikasi risiko yang bisa dilakukan antara lain:
- Brainstorming.
- Questionnaire.
- Industry Benchmarking.
- Scenario analysis.
- Risk assessment workshop.
- Incident investigation.
- Auditing.
- Inspection.
- Checklist.
- HAZOP (Hazard and Operability Studies).

1. Cara Pelaksanaan Identifikasi Risiko

Adapin cara-cara dalam pelaksanaan identifikasi risiko secara nyata dalam sebuah proyek antara lain:

a. Membuat daftar bisnis yang berpotensi menimbulkan kerugian.

b. Membuat checklist kerugian potensial. Dalam checklist tersebut memuat daftar kerugian dan peringkat kerugian yang terjadi.

c. Membuat klasifikasi kerugian, yang terdiri dari kerugian atas kekayaan (property), kerugian atas hutang-piutang, dan kerugian atas personil perusahaan.

2. Kategori Dalam Identifikasi Risiko

Dalam mengidentifikasi risiko, Al Bahar dan Crandall (1990) membaginya jadi beberapa kategori, yang secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut:

- Risiko Finansial dan Ekonomi. Termasuk dalam kategori ini misalnya fluktuasi tingkat inflasi dan suku bunga, perubahan nilai tukar, kenaikan upah pekerja, dan sebagainya.

- Politik dan Lingkungan. Termasuk dalam kategori ini misalnya perubahan dalam hukum dan peraturan pemerintah, perubahan politik, perang, embargo, bencana alam, dan sebagainya.

- Konstruksi. Termasuk dalam kategori ini misalnya kecelakaan kerja, pencurian, perubahan desain, dan sebagainya.

Setelah identifikasi dilakukan, hal berikutnya yang diperlukan adalah suatu tindak lanjut untuk menganalisa risiko-risiko tersebut.

Menurut Al Bahar dan Cradall (1990) hal yang dibutuhkan untuk menganalisa berbagai risiko yang ada adalah dengan menentukan signifikansi atau dampak dari risiko melalui suatu analisa probabilitas, setelah itu barulan memasuki tahapan respon manajemen.

3. Analisa Risiko

Analisa risiko adalah sebuah proses yang menggabungkan ketidakpastian dalam bentuk quantitatif dengan menggunakan teori probabilitas untuk mengevaluasi dampak potensial suatu risiko.

Pengumpulan data-data yang relevan terhadap risiko yang akan dianalisa merupakan hal yang sangat penting dilakukan pada langkah pertama.

Data tersebut bisa didapat dari data historis perusahaan atau dari pengalaman proyek pada periode-periode sebelumnya.

Bila semua data yang dibutuhkan telah terkumpul, berikutnya dilakukan proses evaluasi dampak dari sebuah risiko.

Proses evaluasi dampak risiko dilakukan dengan mengkombinasikan antara probabilitas dan dampak atau konsekuensi dari terjadinya sebuah risiko.


Respon Manajemen dan Perencanaan Strategi Penanganan Risiko

Setelah semua risiko yang mungkin terjadi diidentifikasi dan dianalisa, manajer akan mulai memformulasikan strategi penanggulangan risiko yangtepat.

Strategi tersebut akan mengacu pada sifat dan dampak potensial atau konsekuensi dari risiko itu sendiri. Strategi ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan kendali terhadap risiko dan memindahkan sebanyak mungkin dampak potensial risiko yang akan terjadi.

Adapun 5 strategi alternatif dalam menangani risiko antara lain sebagai berikut:

1. Menghindari Risiko

Menghindari risiko merupakan strategi yang umum digunakan dan sangat penting untuk menangani risiko. Dengan menghindari risiko, manajer dapat mencegah perusahaannya dari mengalami kerugian akibat risiko yang telah dianalisa sebelumnya.

Namun, di sisi lain perusahaan juga akan kehilangan beberapa peluang untuk mendapatkan keuntungan yang mungkin bisa diperoleh dari asumsi risiko tersebut.

2. Mencegah Risiko dan Meminimalisir Kerugian

Strategi ini menitikberatkan pada mengurangi kemungkinan terjadinya risiko, dan mengurangi dampak finansial dari risiko apabila risiko tersebut benar-benar terjadi.

3. Merentensi Risiko

Retensi risiko juga merupakan aspek penting dari manajemen risiko. Retensi risiko adalah perkiraan secara internal, baik sebagian maupun secara utuh dari dampak finansial suatu risiko yang kemungkinan akan dihadapi oleh perusahaan.

Terdapat 2 jenis strategi dalam retensi risiko, antara lain sebagai berikut:

- Retensi risiko terencana, ialah asumsi yang secara sadar dan sengaja dilakukan oleh manajer untuk mengenali atau mengidentifikasi risiko. Risiko akan dapat ditahan dengan berbagai cara, sesuai kebutuhan, dan kapabilitas finansial dari perusahaan itu sendiri.

- Retensi risiko tidak terencana, biasanya terjadi saat manajer tidak mengenali atau mengidentifikasi keberadaan dari suatu risiko, namun secara tidak sadar tetap dapat mengasumsi kerugian yang akan muncul.

4. Mentransfer Risiko

Pada hakikatnya, transfer risiko dapat dilakukan dengan cara negosiasi, kapanpun saat manajer menjalani perencanaan baik kontraktual maupun permanen dengan berbagai pihak.

Transfer risiko berbeda dengan asuransi, biasanya dilakukan melalui syarat atau pasal-pasal dalam suatu perjanjian atau kontrak.

Karakteristik esensial dari transfer risiko ialah ketika risiko tersebut benar-benar terjadi, maka dampak dari terjadinya dapat ditanggung bersama, atau ditanggung secara utuh oleh salah satu pihak.

5. Asuransi

Di masa sekarang, asuransi telah menjadi bagian penting dalam program manajemen risiko, baik untuk digunakan secara pribadi maupun untuk sebuah organisasi.

Pada dasarnya, asuransi memang termasuk dalam strategi transfer risiko, dimana pihak asuransi setuju untuk menerima beban finansial yang muncul dari adanya kerugian terhadap risiko yang akan atau telah terjadi.

Asuransi dapat didefinisikan sebagai kontrak persetujuan antara 2 pihak yang terkait, yaitu insured (pengasuransi) dan insurer (pihak asuransi).

Dengan adanya persetujuan tersebut, pihak asuransi setuju untuk mengganti kerugian yang terjadi atau sesuai yang tercantum pada kontrak. Dengan ini, pihak pengasuransi (insured) memberikan balasan berupa sejumlah premi yang dibayarkan setiap periodenya.


Administrasi Sistem

Tahapan terakhir dari program manajemen risiko adalah administrasi sistem. Manajer harus menggunakan kemampuan manajerialnya untuk mengkoordinasi, mengorganisasi, mengarahkan, memotivasi, memfasilitasi, organisasi menuju rencana penanganan risiko yang rasional dan terintegrasi.

Menurut William, Smith, Young (1995), ada 5 hal manajerial penting yang dihadapi oleh seorang manajer risiko, antara lain:
-Tantangan untuk merancang prosedur dan kebijakan manajemen risiko.
- Pengkomunikasian risiko secara organisasi dan juga personal.
- Manajemen kontrak dan kontrak portofolio.
- Pengawasan klaim.
- Proses mengkaji ulang, memonitor, dan mengevaluasi program manajemen risiko.

Sumber:
http://googleartikel.blogspot.co.id/2011/04/bab-i-pendahuluan-1.html
Teknik Analisis Risiko: Definisi dan Macam-macam Risiko

Teknik Analisis Risiko: Definisi dan Macam-macam Risiko

Risiko merupakan hal yang tidak akan pernah dapat dihindari pada suatu kegiatan manusia. Dalam setiap kegiatan pasti ada berbagai ketidakpastian (uncertainty) yang menyertainya.

Faktor ketidakpastian inilah yang kemudian menimbulkan risiko di suatu kegiatan. Para ahli ekonomi mendefinisikan risiko dengan pengertian sebagai berikut:

- Risiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang bisa terjadi selama periode tertentu pada kondisi tertentu. (William & Heins, 1985)

- Risiko adalah sebuah potensi variasi dari sebuah hasil. (William, Smith, Young, 1995)

- Risiko adalah kombinasi probabilita suatu kejadian dengan konsekuensi atau akibatnya. (Siahaan, 2007)


Baca juga: Tahapan-tahapan Dalam Manajemen Risiko

Macam-macam Risiko

Risiko merupakan buah dari ketidakpastian, dan terdapat banyak faktor ketidakpastian dalam sebuah proyek yang dapat menghasilkan berbagai macam risiko.

Dari berbagai macam risiko yang ada bisa dikelompokkan menjadi beberapa menurut karakteristiknya.


1. Risiko Berdasarkan Sifat

- Risiko Murni (Pure Risk), ialah risiko yang tidak disengaja, dan bila terjadi bisa menimbulkan kerugian secara tiba-tiba. Misalnya: kebakaran, perampokan, kematian, dan sebagainya.

- Risiko Spekulatif (Speculative Risk), ialah risiko yang memang ada dengan sengaja agar diharapkan mendapatkan hal-hal yang lebih menguntungkan. Misalnya: Risiko yang disebabkan dalam hutang-piutang, pembangunan proyek, perjudian, penjualan produk, dan sebagainya.


2. Risiko Berdasarkan Dapat atau Tidaknya Dialihkan

- Risiko yang dapat dialihkan, yakni risiko yang dapat dipertanggungkan sebagai obyek yang terkena risiko kepada perusahaan asuransi dengan membayar sejumlah premi. Kerugian dari terjadinya risiko akan menjadi tanggungan atau beban perusahaan asuransi.

- Risiko yang tidak dapat dialihakan, ialah semua risiko yang termasuk dalam risiko spekulatif dan tidak dapat dipertanggungkan pada perusahaan asuransi.


3. Risiko Berdasarkan Asal Timbulnya

- Risiko Internal, ialah risiko yang asalnya dari dalam perusahaan itu sendiri. Contohnya, risiko kerusakan peralatan kerja pada proyek karena kesalahan operasi, risiko kecelakaan kerja, risiko mismanagement, dan lain-lain.

- Risiko Eksternal, adalah risiko yang asal timbulnya dari luar perusahaan atau lingkungan luar perusahaan. Contohnya, risiko pencurian, penipuan, perubahan stabilitas politik, fluktuasi harga, dan sebagainya.


4. Risiko Berdasarkan Berubahnya Ketidakpastian Karena Perubahan Waktu

- Risiko Statis, yaitu risiko yang asalnya dari masyarakat dan berada dalam keseimbangan stabil. Risiko statis tidak berubah dan dapat bersifat murni ataupun spekulatif. Contohnya menjalankan bisnis dalam kondisi ekonomi stabil, kematian secara acak, ketidakpastian dari terjadinya sambaran petir, dan sebagainya.

- Risiko Dinamis, ialah risiko yang timbul karena terjadi perubahan dalam masyarakat. Sama halnya seperti risiko statis, risiko dinamin pun dapat bersifat murni ataupun spekulatif. Contohnya, urbanisasi, perkembangan teknologi, perubahan kebijakan pemerintah, dan sebagainya.


5. Risiko Berdasarkan Suatu Perspektif

- Risiko Subyektif, ialah risiko yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang yang mengalami ragu-ragu atau cemas akan terjadinya hal tertentu.

- Risiko Obyektif, yaitu probabilita penyimpangan aktual dari yang diharapkan biasa terjadi sesuai pengalaman.


Baca juga:



Sumber:
http://googleartikel.blogspot.co.id/2011/04/bab-i-pendahuluan-1.html
Teknik Optimasi dan Pendugaan Dalam Analisis Manajerial

Teknik Optimasi dan Pendugaan Dalam Analisis Manajerial

Di setiap organisasi baik berupa perusahaan pencari laba, maupun organisasi nirlaba (seperti lembaga pendidikan atau rumah sakit), atau badan pemerintah senantiasa dihadapkan dengan masalah keputusan manajemen.

Dengan menerapkan teori ekonomi dan perangkat ilmu keputusan, suatu organisasi akan dapat memecahkan masalah keputusan manajemen yang dihadapinya.

Menurut M. Hirschey (2003) Ekonomi Manajerial merupakan aplikasi teori dan metode ekonomi dalam proses pengambilan keputusan manajerial dan administratif.

Baca juga: Sekilas Tentang Tiga Teknik Penting Dalam Analisis Manajerial

Jadi, ekonomi manajerial mengkaji dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan yang bisa digunakan sebagai rujukan guna meningkatkan kualitas dan efektivitas pengambilan keputusan manajerial.

Dengan ekonomi manajerial, para manajer akan terbantu untuk memahami bagaimana determinan ekonomi mempengaruhi kinerja organisasi dan perilaku manajerial.


Teknik Optimalisasi

Manusia memiliki banyak kebutuhan dan lebih banyak lagi keinginan, karena manusia terlahir sebagai mahluk yang tak pernah puas.

Akan tetapi sumber daya ekonomi sebagai pemuas kebutuhan dan keinginan tersebut relatif langka. Hal inilah yang menjadi latar belakang  kontradiktif yang mengharuskan manusia memilih sumber daya ekonomi yang paling tepat untuk digunakan sebagai pemuas kebutuhan dan keinginannya.

Pilihan yang terbaik sebagai solusi optimal harus senantiasa dilakukan agar kebutuhan dan keinginan yang tak terbatas itu dapat terpenuhi.

Dalam aspek Manajerial, pilihan yang optimal adalah solusi yang dinilai paling efektif dan efisien. Efektif berarti tepat guna, sedangkan efisien bermakna berhasil guna.

Solusi yang efektif merujuk pada alternatif proses produksi guna mencapai output maksimal pada tingkat penggunaan input yang telah ditentukan besarannya. Sedangkan solusi yang efisien merujuk kepada pilihan proses produk guna mencapai besaran output yang telah ditentukan dengan penggunaan input minimal.

Optimalisasi meliputi terminologi maksimalisasi output dan minimalisasi input atau biaya. Pemahaman terhadap solusi optimal tersebut dapat diaplikasikan tidak hanya pada kajian mengenai perilaku produksi, tapi juga dapat diterapkan pada perilaku konsumsi.

Dengan mempelajari proses maksimalisasi laba, analisis optimalisasi dapat dengan baik dilakukan oleh perusahaan. Perusahaan mentargetkan laba pada tingkat maksimum dimana perbedaan positif antara penerimaan total dan pengeluaran total terbesar, perolehan pendapatan marginal sama dengan biaya marginalnya.

Lebih umum dapat dijelaskan bahwa optimalisasi terjadi ketika keuntungan marginal suatu aktivitas sama dengan biaya marginalnya.

Pengambilan keputusan yang optimal seringkali menjadi kendala di lingkungan perusahaan. Jika fungsi kendala relatif sederhana, masalah optimalisasi dapat dipecahkan dengan substitusi yang meliputi antara lain:
- Memecahkan persamaan kendala untuk satu variabel keputusan.
- Mensubstitusikan nilai variabel kendala tersebut ke dalam fungsi tujuan yang akan dimaksimumkan atau diminimumkan oleh perusahaan.
- Memperlakukan masalah tersebut seperti masalah tanpa kendala.


Teknik Pendugaan (Peramalan)

Peramalan ekonomi perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi risiko atau ketidakpastian yang dihadapi suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan operasional jangka pendeknya dan dalam perencanaan pertumbuhan jangka panjangnya.

Terdapat berbagai variasi dalam teknik peramalan dari mulai yang paling sederhana dan murah, sampai yang paling canggih namun mahal.

Semua keuntungan dan batasan dari berbagai macam variasi teknik ramalan tersebut akan menjadi pertimbangan bagi para manajer dalam memilih metode atau kombinasi metode mana yang paling sesuai dengan kondisi perusahaannya.

Salah satu metode peramalan yang paling sering dipakai ialah metode analisis deret waktu. Biasanya, data deret waktu akan berfluktuasi disebabkan adanya tren sekuler, fluktuasi siklis, variasi musiman, maupun pengaruh randomisasi (tidak beraturan).

Proyeksi tren merupakan bentuk paling sederhana dari analisis deret waktu. Proyeksi ini mengambil data dari suatu tren yang linear, mengasumsikan perubahan absolute yang konstan dalam jumlah tertentu di setiap periode tertentu.

Kadang bisa berupa eksponensial, menunjukkan persentasi perubahan yang konstan di setiap periodenya.

Dengan memperhatikan variasi data musiman, manajer dapat meningkatkan ramalan tren secara lebih signifikan dan akurat.

Metode ekonometrik dapat digunakan pada peramalan secara meningkat. Tujuan dari model ini ialah menerangkan hubungan yang akan diprediksi guna menentukan kebijakan yang paling optimal.

Prediksi dengan model persamaan tunggal dapat melibatkan pensubstitusian ke dalam persamaan permintaan, nilai-nilai variabel penjelas atau bebas serta hasil ramalan untuk periode yang akan diramalkan dan memecahkan nilai ramalan dari variabel terikat.

Dalam model persamaan berganda, nilai estimasi dari variabel eksogen yang ditentukan di luar sistem harus disubstitusikan ke dalam model yang diestimasi untuk menghasilkan ramalan bagi variabel endogen.

Penggunaan table input output dapat juga digunakan oleh perusahaan dalam meramalkan penjualan. Table input-output menguji ketergantungan di antara berbagai industri dan sektor dalam perekonomiam.

Hal tersebut menunjukkan penggunaan output setiap industri dan input industri lainnya dan untuk konsumsi akhir. Dengan demikian manajer dapat menggunakan data tersebut untuk meramal. Namun, peramalan input-output sudah tidak populer lagi digunakan oleh perusahaan di masa sekarang ini.

Sumber:
http://googleartikel.blogspot.co.id/2011/04/bab-i-pendahuluan-1.html
Sekilas Tentang Tiga Teknik Penting Dalam Analisis Manajerial

Sekilas Tentang Tiga Teknik Penting Dalam Analisis Manajerial

Ekonomi Manajerial (manajerial economics) merupakan terapan teori ekonomi dan perangkat analisis keputusan guna membahas cara suatu organisasi dapat mencapai tujuan dengan upaya yang paling efisien.

Di setiap organisasi baik berupa perusahaan pencari laba, maupun organisasi nirlaba (seperti lembaga pendidikan atau rumah sakit), atau badan pemerintah senantiasa dihadapkan dengan masalah keputusan manajemen.

Dengan menerapkan teori ekonomi dan perangkat ilmu keputusan, suatu organisasi akan dapat memecahkan masalah keputusan manajemen yang dihadapinya.

Menurut M. Hirschey (2003) Ekonomi Manajerial merupakan aplikasi teori dan metode ekonomi dalam proses pengambilan keputusan manajerial dan administratif.

Baca juga: Fungsi, Sarana dan Prinsip Manajemen

Jadi, ekonomi manajerial mengkaji dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan yang bisa digunakan sebagai rujukan guna meningkatkan kualitas dan efektivitas pengambilan keputusan manajerial.

Dengan ekonomi manajerial, para manajer akan terbantu untuk memahami bagaimana determinan ekonomi mempengaruhi kinerja organisasi dan perilaku manajerial.

Teori dan metodologi ekonomi yang dibutuhkan oleh para eksekutif dalam pengambilan keputusan usaha akan bisa didapatkan dengan menggunakan ekonomi manajerial.

Konsep-konsep dan teknik-teknik yang biasa digunakan dapat dimanfaatkan dalam teori ekonomi serta teori pengambilan keputusan.

Beberapa topik yang dibahas antara lain meliputi optimasi ekonomi, analisis risiko, teori dan peramalan permintaan, analisis fungsi produksi, teori dan analisis biaya, analisis produk dan struktur pasar, analisis kebijakan harga, peraturan pemerintah dalam ekonomi serta perencanaan investasi.


1. Teknik Optimalisasi

Manusia mempunyai banyak kebutuhan dan lebih banyak keinginan, karena manusia memang terlahir sebagai mahluk yang tak pernah puas.

Di samping itu, sumber daya ekonomi selaku pemuas kebutuhan dan keinginan manusia yang tersedia relatif langka.

Dua hal inilah yang melatarbelakangi masalah kontradiktif yang terjadi dalam kehidupannya dan mengharuskan manusia untuk ‘memilih’.

Maka, manusia akan cenderung berupaya untuk menentukan pilihan yang terbaik sebagai solusi optimal dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya yang nyaris tak terbatas itu.

Lantas, seperti apa alternatif pilihan yang optimal itu? Konsep maksimalisasi tidaklah sama dengan optimalisasi.

Aspek manajerial mendefinisikan pilihan yang optimal sebagai solusi yang efektif dan efisien. Efektif berarti berdaya guna, sedangkan efisien bisa diartikan berhasil guna.

Pilihan yang efektif merujuk pada alternatif proses produksi guna mencapai output maksimal pada level pendayagunaan input yang besarannya telah ditetapkan.

Sementara pilihan yang efisien merujuk pada alternatif proses produksi guna mencapai besaran output tertentu dengan pendayagunaan input dengan jumlah minimal.

Optimalisasi dalam analisis manajerial mencakup terminology maksimalisasi output dan minimalisasi input atau biaya.

Pemahaman terhadap solusi optimal tersebut dapat diterapkan dengan baik pada kajian mengenai perilaku produksi maupun perilaku konsumsi.


2. Teknik Analisis Risiko

Di setiap kegiatan atau aktivitas yang dilakukan manusia, adanya risiko merupakan hal yang tak dapat dihindari. Begitu juga pada aktivitas organisasi maupun perusahaan.

Dalam setiap kegiatan pasti ada yang namanya ketidakpastian, dan hal inilah yang menyebabkan timbulnya suatu risiko.

Menurut William & Heins (1985), risiko dapat didefinisikan sebagai suatu variasi dari hasil-hasil yang bisa terjadi dalam periode tertentu pada kondisi tertentu.

Menurut Young Smith William (1995), risiko merupakan sebuah potensi variasi dari sebuah hasil. Sedangkan menurut Siahaan (2007), risiko adalah kombinasi probabilita dari suatu kejadian dengan konsekuensi atau akibat yang dapat timbul darinya.


3. Teknik Pendugaan/Peramalan

Peramalan atau prediksi ekonomi bertujuan untuk mengurangi risiko atau ketidakpastian yang dapat dihadapi suatu perusahaan atau organisasi dalam pengambilan keputusan operasional jangka pendek maupun dalam merencanakan pertumbuhan jangka panjangnya.

Terdapat berbagai macam variasi teknik peramalan, mulai dari yang sederhana dan murah hingga yang paling canggih dan mahal.

Manajer dapat memilih metode atau kombinasi dari metode yang paling sesuai dengan perusahaannya, merujuk pada pertimbangan semua keuntungan dan batasan dari berbagai macam teknik ramalan tersebut.

Peramalan kualitatif dalam didasari oleh survei terhadap rencana para eksekutif bisnis untuk rencana pengeluaran pembangunan dan peralatan, perubahan inventori, harapan penjualan, dan survei terhadap rencana pengeluaran konsumen.

Sedangkan ramalan penjualan bisa didasarkan pada jajak pendapat terhadap eksekutif perusahaan, tenaga penjual, dan konsumen perusahaan. Biasanya, meminta pandangan dari pejabat luar negeri atau orang-orang bisnis yang berhubungan bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut.

Sumber:
http://googleartikel.blogspot.co.id/2011/04/bab-i-pendahuluan-1.html

6 Fakta Unik Tentang Pejantan Penguin Dalam Menjaga Anaknya

6 Fakta Unik Tentang Pejantan Penguin Dalam Menjaga Anaknya
Sebagian besar di dunia hewan, para pejantan hanya menyumbang benih saja pas musin kawin, setelah itu mereka meninggalkan si betina untuk mengandung, melahirkan/bertelur, memberi makan, mengasuh, dan melindungi anak-anaknya dari bahaya hingga cukup kuat untuk bertahan hidup di alam liar.

Tetapi, lain halnya dengan pejantan Pinguin. Bisa dikatakan para pejantan penguin merupakan Ayah paling teladan di dunia hewan. Mengapa demikian? Berikut akan kami buktikan fakta-faktanya melalui uraian di bawah ini!


Baca juga: Ternyata Banyak Fakta Menarik Tentang Alis yang Belum Diketahui

1. Pejantan Penguin Bertanggung Jawab Mengerami Telur

Setelah betina dibuahi oleh pejantan, para ‘calon papa’ penguin tetap menunggu si betina hingga bertelur.

Setelah itu para pejantan akan mengambil alih telur tersebut untuk dierami dan memberi kesempatan kepada betina untuk pergi berburu ikan ke laut.


2. Menjaga Telur Tetap Hangat dan Berada di Posisi yang Tepat

Sejauh mata memandang, hanya ada salju di kutub selatan. Tidak ada daun-daunan atau ranting untuk membuat sarang yang hangat dan nyaman.

Supaya telur tetap hangat dan nyaman, pejantan penguin akan menggunakan badannya sendiri sebagai sarang bagi telurnya.

Pejantan penguin akan melindungi telur tersebut setiap saat dengan meletakkan telur di atas kakinya dan menutupi telur dengan lapisan bulu-bulu tebal yang ada diperutnya.

Pejantan penguin harus selalu berhati-hati agar telur tidak jatuh, karena bila terjatuh ke atas salju, maka telur akan langsung membeku dan calon anaknya tidak akan bisa menetas.

Si pejantan akan terus berdiri dan tak pernah meletakkan telurnya selama 2 sampai 3 bulan lamanya, hingga telur menetas.


3. Tubuh Pejantan Digunakan Sebagai Pelindung Telur dari Hawa Dingin dan Badai Salju

Habitat penguin berada di Antartika, musim dingin di tempat ini bisa berlangsung selama 6 bulan lamanya.

Saat musim dingin tiba, suhu di antartika bisa mencapai minus 60 derajat celcius. Bahkan, ketika terjadi badai salju, suhu bisa jauh lebih dingin dan hembusan anginnya dapat mencapai 200 km/jam.

Namun, anehnya para penguin justru memilih untuk bertelur saat dingin tiba. Agar mereka dapat bertahan dari kondisi yang ekstrem, selama 3 bulan tersebut para pejantan penguin akan saling merapatkan tubuh untuk berlidung dari angin yang dapat membuat mereka beku.

Dengan demikian, suhu tubuh mereka akan tetap terjaga dan mampu bertahan hidup hingga musin berakhir.


4. Cadangan Lemak dan Makan Salju Mampu Membuatnya Bertahan Hidup

Selama mengerami telurnya sekitar 2 hingga 3 bulan, para pejantan penguin hanya bertahan hidup dari makan salju dan cadangan lemak yang tersimpan di tubuhnya.

Kebanyakan dari mereka akan kehilangan setengah dari bobot tubuhnya ketika sang anak telah menetas.



5. Menyimpan Sisa Makanan di Tenggorokan Untuk Anaknya

Para pejantan penguin telah menyiapkan sisa makanan yang disimpan di dalam tenggorokannya. Makanan tersebut bukan untuk dirinya, melainkan untuk anaknya yang nanti akan menetas.

Ketika bayi penguin menetas, para ‘papa penguin’ akan menyuapi anaknya dengan sisa makanan tersebut (berbentuk cairan seperti susu).

Sedangkan si pejantan hanya akan makan salju saja ketika lapar, asalkan si anak tidak kelaparan ketika menetas nanti.


6. Menjaga Anaknya Hingga Sang Ibu Kembali

Tak lama sesudah anaknya menetas, para ‘mama penguin’ akan kembali pulang dari laut untuk ganti shift dengan pejantannya.

Para ‘mama penguin’ akan memberi makanan padat pertama untuk anak-anaknya yang mereka dapatkan dari hasil berburu di laut.

Penguin pejantan baru mulai meluncur ke laut untuk mencari makanan segar setelah si betina kembali.

6 Fakta Unik Tentang Pejantan Penguin Dalam Menjaga Anaknya


Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang pejantan penguin yang menakjubkan. Mereka mampu puasa hingga berbulan-bulan untuk menjaga telurnya dan harus bertahan dari cuaca dingin yang ekstrim di kutub selatan.

Sumber:
http://www.kaskus.co.id/thread/5589cbac507410ef588b4568/?ref=homelanding&med=hot_thread

4 Merek Mobil Keluarga Paling Irit Bensin di Indonesia

Memiliki mobil pribadi tentu sangat menyenangkan, karena mobil merupakan alat transportasi paling nyaman yang bisa kita gunakan.

Dengan mobil pribadi, Anda serta keluarga dapat pergi ke manapun tanpa perlu khawatir kepanasan atau kehujanan.

Tak seperti bila kita menggunakan angkutan umum, menggunakan mobil pribadi tidak membuat kita risau akan kehabisan angkot atau ketinggalan bus.

Hanya saja, kita harus siap mengeluarkan biaya lebih besar ketika menggunakan mobil pribadi, selain itu biaya perawatannya pun perlu diperhitungkan sehingga penggunaan mobil pribadi memang disarankan untuk kalangan ekonomi menengah dan atas.

Baca juga: Nissan Terrano – SUV Dengan Body Gagah dan Macho

Salah satu mensiasati biaya pengeluaran menggunakan mobil pribadi ialah dengan memilih jenis mobil yang irit konsumsi bahan bakar.

Nah, berikut ini kami akan berbagi kepada Anda beberapa jenis atau merek mobil keluarga yang tergolong irit dalam konsumsi bahan bakarnya. Jadi, Anda akan lebih hemat saat bepergian bersama teman maupun keluarga.


1. Honda Mobilio

Honda Mobilio, salah satu kendaraan produksi Perusahaan Otomotif raksasa asal Jepang ini menempati posisi teratas untuk mobil keluarga paling irit di Indonesia.

Pengukuran tingkat konsumsi bahan bakar yang telah dibuktikan oleh Honda Mobilio ialah hanya dengan 1 liter bensin, mampu mencapai jarak 23.7 kilometer.

Konsumsi bahan bakarnya yang irit membuat mobil ini termasuk salah satu produk otomotif yang paling laris di pasaran.


2. Nissan Grand Livina

Telah dibuktikan oleh banyak orang, Nissan Grand Livina menjadi salah satu mobil keluarga yang paling irit di Indonesia. Jarak tempuhnya bisa mencapai 18 kilometer hanya dengan 1 liter bensin saja.

Tak hanya itu, meski mobil ini tergolong irit namun performanya tetap bagus dan desain bodynya yang elegan juga membuatnya cukup laris di pasaran otomotif Indonesia.


3. Suzuki Ertiga

Mobil keluarga paling irit berikutnya ialah keluaran pabrik otomotif Suzuki, yaitu Suzuki Ertiga. Banyak sekali kelebihan yang dimiliki pada mobil ini. Salah satunya ialah konsumsi bahan bakarnya yang sangat irit.

Hanya berbekal 1 liter bahan bakar, Suzuki Ertiga mampu menempuh jarak sejauh 14 kilometer. Mobil keluarga satu ini cukup banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, selain irit juga harga jual kembalinya pun relatif stabil.


4. Toyota Avanza

Julukan sebagai mobil ‘sejuta umat’ memang cocok diberikan kepada produk keluaran Toyota yang satu ini. Berbekal 1 liter bensin, Toyota Avanza mampu menempuh jarak sejauh 13 kilometer.

Meskipun masih kalah bila dibandingkan dengan ketiga mobil sebelumnya, mobil ini tetap menjadi salah satu produk terlaris di pasaran karena kapasitas penumpangnya yang lebih lega dan mampu menampung hingga 7 penumpang (selain supir).


Demikian ulasan singkat kami mengenai mobil-mobil keluarga paling irit di Indonesia, memilih mobil irit bahan bakar merupakan pilihan bijak untuk membantu dalam penghematan keuangan Anda.

Sumber/gambar:
http://mobilterbaru2015.com/4-mobil-keluarga-paling-irit-di-indonesia/
wikipedia.org