Cara Komunikasi Jitu Untuk Sukses Berjualan Online

Mungkin banyak dari Anda para pebisnis online yang bertanya-tanya, mengapa produk yang Anda jual hanya sedikit yang membeli padahal yang like/comment cukup banyak.

Ada banyak hal yang menjadi penyebabnya, namun salah satu yang terpenting ialah tidak semua copywriting atau post yang kita bagikan di media sosial akan berujung dengan pembelian.

Sebagian besar pelanggan pasti akan bertanya-tanya terlebih dulu, mereka tidak serta-merta akan menerima penawaran Anda, mereka butuh untuk diyakinkan kembali oleh penjual.

Baca juga: 12 Jurus Ampuh Dalam Menentukan Barang Dagangan Untuk Online Shop

Perlu Anda ketahui bahwa 80% pembelian membutuhkan 5 kali follow up, tapi 44% pebisnis online sudah berhenti ketika baru melakukan penawaran yang pertama.

Sebagai penjual online, kita membutuhkan skill follow up yang mumpuni agar calon pembeli benar-benar tertarik dan membeli barang yang kita tawarkan melalui internet.

Nah, pada posting berikut ini kami akan berbagi kepada Anda beberapa tips sederhana dalam berjualan online dengan menggunakan teknik “closing” jualan online yang ampuh mendatangkan pembeli.


1. Ajukan Pertanyaan Pilihan

Banyak orang mengalami kegagalan saat melakukan follow up, karena mereka salah bertanya, contohnya:
“Ibu, jadi beli kerudungnya atau tidak?” (jawabnya TIDAK).
“Gan, jadi beli kaosnya?” (Jawabnya TIDAK).

Bahkan, calon pembeli ada yang tidak merespon sama sekali. Oleh sebab itu, cobalah untuk mengajukan pertanyaan dengan pilihan yang pasti dijawab “YA”.

Contoh:
“Pak, order kemarin jadi mau dikirim pakai JNE atau melalui Pos?”
“Mas, order kemarin mau dikirim sore ini atau besok?”


2. Asumsikan Bahwa Pembeli Pasti Beli

Banyak penjual yang pesimis dan mengasumsikan kalau pembeli tidak jadi beli. Justru sebaliknya, gunakan asumsi terselubung bahwa pembeli jadi membeli barang di tempat kita.

“Pak, barangkali ada hal yang ingin ditanyakan mengenai produknya sebelum Anda transfer?” (Asumsikan pembeli segera melakukan transaksi).

“Barangnya sudah siap diproses pak, kapan Anda mau transfer uangnya?” (Asumsikan pembeli jadi beli dan tinggal mentranfer uangnya).


3. Tanyakan Alasan Mereka Membeli

Masih menggunakan cara asumsi pasti beli, saat kita tanyakan kepada pembeli alasan mereka mau beli, biasanya mereka cenderung menjawab “karena bla…bla…bla”. Nah, alasan yang mereka ungkapkan bisa berarti bahwa mereka telah setuju membeli produk kita.


4. Sampaikan Testimoni dari Beberapa Pembeli Sebelumnya

Terkadang, oleh karena kurang yakin dan masih banyak pertimbangan, pembeli akhirnya menunda pembelian.

Sampaikan testimoni Anda dari beberapa pembeli sebelumnya untuk lebih meyakinkan mereka membeli produk kita.


5. Tawarkan Bantuan

Tunjukan respek Anda terhadap mereka bahwa sebenarnya Anda ingin “membantu” pembeli, bukan sekadar “menjual”.

Timbulkan kesan bahwa Anda tidak hanya sekadar ingin meraup untung semata, jadilah penjual yang seolah menjadi jawaban dari apa yang konsumen butuhkan.


Demikian tips dari kami dan semoga dapat mendongkrak penjualan produk yang Anda pasarkan melalui online. Selamat mencoba!

http://ads.id/forums/showthread.php/248244-Teknik-Closing-Jualan-Online

8 Strategi Untuk Efisiensi Waktu Dalam Pemasaran Lewat Media Sosial

source: google.co.id
Media sosial banyak dilihat oleh pemasar sebagai sebuah strategi pemasaran yang cukup efektif untuk dilakukan. Namun, strategi ini juga terkadang menimbulkan kerugian yaitu menghabiskan banyak waktu.

Berdasarkan laporan Industri Pemasaran Media Sosial dari Social Media Examiner, kebanyakan pemasar (64%) mendedikasikan 6 jam atau lebih dalam seminggu di media sosial, 41% menghabiskan 11 jam atau lebih, dan hampir 19% menghabiskan lebih dari 20 jam dalam seminggu.

Nah, bagi Anda yang ingin melakukan pemasaran di media sosial secara efisien, berikut ini kami akan berbagi tips-tips yang dapat membuat Anda lebih menghemat waktu dalam melakukannya.


1. Buat Rencana dan Strategi

Buatlah rencana untuk menentukan orang-orang yang ingin dijangkau, target yang hendak dicapai, dan strategi media sosial apa yang paling cocok dengan tujuan Anda.

Baca juga: Memberdayakan Pelanggan Dalam Strategi Marketing Bisnis Anda

Menurut Brad Smith, pendiri Codeless Interactive, rencana dan strategi yang dibuat tersebut berperan sebagai paduan dalam usaha pemasaran dan membantu Anda untuk menghindari upaya yang membuang waktu dan tidak efektif.


2. Stop Pemasaran Pada Platform Tanpa Hasil

Untuk membantu Anda dalam memfokuskan usaha, ada baiknya hentikan pemasaran pada platform social media yang tidak memberikan hasil.

Strategi terbaik untuk seorang pemasar media sosial ialah fokus pada dua atau tiga jaringan favorit yang lebih produktif dan menghasilkan.


3. Penggunaan Software Otomatis

Dengan penggunaan software otomatis yang banyak tersedia baik gratis maupun berbayar, Anda akan dapat mengatur sebgian atau dua pertiga dari update media sosial Anda secara otomatis.

Software yang gratis biasanya memiliki beberapa kekurangan, misalnya terbatasnya fitur yang tersedia dibandingkan dengan software berbayar.

Namun, penggunaannya juga harus dilakukan secara bijak, karena bila tidak akan dirasa mengganggu dan dianggap spam oleh follower Anda.


4. Manajemen Waktu

Cegah diri Anda menghabiskan terlalu banyak waktu di jejaring sosial dengan manajemen waktu yang tepat. Menurut Edie Melson, seorang konsultan media sosial, manajemen waktu yang baik akan membantu Anda lebih aktif dan efisien dalam memasarkan usaha di media sosial sehingga produktivitas Anda akan tetap terjaga.


5. Gunakan Layanan Pantauan Media Sosial

Biasanya, banyak pemasar akan mencari beberapa kata kunci di jejaring sosial secara manual guna mencari tahu mention mengenai perusahaannya.

Hal ini tentu akan menghabiskan banyak waktu. Siasati dengan penggunaan layanan pantauan media sosial yang secara otomatis akan lebih teliti dan menghasilkan data yang lebih rinci tentang pembaca, penghasil lead, dan banyak keunggulan lainnya yang bisa didapatkan.


6. Atur Waktu Rutin Dalam Menganalisis Data

Analisis data merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam memprioritaskan jaringan dan jenis konten. Namun, pemeriksaan data dan laporan tentu akan menghabiskan banyak waktu.

Ada baiknya untuk tidak terlalu sering dalam memeriksa statistik Anda. Aturlah waktu rutin dengan rentang mingguan atau bulanan untuk analisis data hasil pemasaran media sosial agar lebih menghemat waktu.


7. Kurangi Publikasi Yang Tak Perlu

Pertimbangkan untuk agak mengurangi publikasi. Publikasikan hanya post yang dibutuhkan untuk lebih menghemat waktu.

Kemungkinan Anda akan dapat memperoleh keuntungan pemasaran lebih besar setelah mengurangi 20 sampai 50 persen publikasi yang ‘dirasa’ kurang penting.

Untuk mencegah Anda kehilangan pembaca, sebaiknya lakukan pemeriksaan media sosial secara rutin, mungkin konten yang Anda publikasikan memang kurang menarik.


8. Publikasi Ulang Konten yang Menarik

Mempublikasikan ulang 5 sampai 10 persen konten Anda tidak akan mengganggu follower. Beberapa dari mereka biasanya akan melihat dua kali atau lebih konten yang telah Anda publikasikan ulang.

Namun, hanya publikasikanlah konten terbaik yang Anda miliki, tentunya dalam waktu yang berbeda agar para pembaca tidak merasa bosan.


Nah, itulah beberapa tips yang dapat kami bagikan kepada Anda. Pemasaran di media sosial akan menghabiskan waktu Anda yang berharga bila tidak dilakukan dengan hati-hati.

Pada prinsipnya, tetap berusaha untuk “bekerja lebih cerdas” dan jangan mempublikasikan konten secara berlebih dalam luasnya dunia jejaring sosial. Selamat mencoba!

Sumber:
subiz.com/blog/9-tips-untuk-menghemat-waktu-dalam-pemasaran-di-media-sosial.html
Kendala dan Strategi Pengembangan Pasar Modal Berbasis Syariah

Kendala dan Strategi Pengembangan Pasar Modal Berbasis Syariah

Investasi dalam Islam adalah salah satu kegiatan muamalah yang sangat dianjurkan, karena dengan berinvestasi harta yang dimiliki akan menjadi lebih produktif dan juga mendatangkan manfaat untuk orang lain.

Aktivitas penimbunan (iktinaz) terhadap harta yang dimiliki juga di dalam Al-Quran dilarang dengan tegas (9:33).

Agar seruan investasi tersebut dapat terimplementasi, maka suatu sarana untuk berinvestasi perlu diciptakan.

Sekarang ini, orang memiliki banyak pilihan untuk berinvestasi, salah satunya dengan menanamkan hartanya di pasar modal.

Pada dasarnya, Pasar Modal dapat diartikan sebagai pasar untuk berbagai instrument keuangan atau surat-surat berharga jangka panjang dapat diperjualbelikan baik dalam bentuk modal sendiri maupun dalam bentuk utang.

Baca juga: Gebyar Industri e-Commerce Indonesia di Tahun 2015

Pasar modal termasuk dalam salah satu pilar penting perekonomian dunia saat ini. Institusi pasar modal banyak digunakan oleh pelaku industri dan perusahaan sebagai media untuk menyerap investasi serta memperkuat posisi keuangan perusahaannya.

Seperti diutarakan oleh Irfan Syawqy, secara factual pasar modal sudah menjadi saraf finansial dunia (financial nerve-centre) dalam dunia ekonomi modern.

Bahkan, tanpa adanya pasar modal yang terorganisir dengan baik, perekonomian modern tidak akan mungkin dapat eksis.


Perbedaan Spekulan dan Pelaku Bisnis (Investor)

Pasar modal sebagai institusi keuangan modern tak terlepas dari berbagai kelemahan dan kesalahan. Salah satunya ialah tindakan spekulasi.

Pelaku bisnis di bidang investasi selalu memperhatikan perubahan pasar, membuat bermacam analisis dan perhitungan, serta melakukan tindakan spekulasi di dalam pembelian ataupun penjualan saham.

Aktivitas inilah yang membuat pasar tetap aktif. Namun, aktivitas tersebut tidak selamanya memberi keuntungan, terutama ketika menimbulkan depresi yang luar biasa.

Menurut derajat ketidakpastian yang dihadapinya, dalam pasar modal dibedakan antara spekulan dengan pelaku bisnis (investor), antara lain:

1. Spekulan cenderung memiliki tujuan untuk mendapatkan gain yang biasanya dilakukan dengan upaya “goreng-menggoreng” saham. Sedangkan investor benar-benar memanfaatkan pasar modal sebagai saranan untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan Tbk yang diyakini baik dan menguntungkan.

2. Meskipun ada kemiripan, sesungguhnya spekulasi bukan merupakan investasi. Perbedaan mendasar di antara keduanya ialah pada spiritnya, bukan pada bentuknya. Para spekulan membeli sekuritas untuk memperoleh keuntungan dengan menjualnya kembali secara “short therm”. Sementara para investor berpartisipasi secara langsung dalam bisnis yang lazimnya bersifat “long therm”.

3. Spekulasi merupakan kegiatan “game of chance”, sedangkan dalam bisnis bersifat “game of skill”.

4. Spekulasi telah memberikan unearned income bagi sekelompok orang dalam masyarakat, namun tak ada kontribusi apapun yang diberikan oleh mereka baik yang bersifat positif maupun produktif.

5. Spekulasi kerap menjadi sumber penyebab terjadinya krisis keuangan. Hingga saat ini, para ahli keuangan dan otoritas moneter senantiasa disibukkan untuk mengambil langkah-langkah dalam mengantisipasi tindakan serta dampak yang mungkin timbul dari permainan para spekulan.

6. Spekulasi merupakan sikap mental yang berorientasi “ingin cepat kaya”. Seseorang yang sudah terjebak dalam sikap mental seperti ini cenderung akan berusaha menghalalkan segala cara tanpa menghiraukan rambu-rambu agama maupun etika.


Oleh sebab itu, dalam Agama Islam tindakan spekulasi dilarang secara tegas. Secara diametral, spekulasi bertentangan dengan nilai-nilai illahiyah dan insaniyyah.

Larangan melakukan spekulasi bukan karena ketidakpastian yang dihadapkannya, namun karena niat atau tujuan serta cara orang mempergunakan ketidakpastian tersebut demi keuntungan semata yang seringkali menimbulkan mudharat, negative result, dan bahaya (hazard).

Di pasar modal berbasis syariah, diperlukan adanya implementasi dalam bentuk aturan main yang mencegah praktik spekulasi, riba, gharar, dan masyir.

Salah satunya adalah dengan adanya penetapan minimum holding period (jangka waktu memegang saham minimum).

Dengan adanya aturan semacam ini, saham tidak dapat diperjualbelikan setiap saat, sehingga motivasi untuk mencari keuntungan sesaat dari pergerakan harga saham semata akan dapat diredam.

Dengan demikian, saham-saham akan dapat diperjualbelikan secara wajar dengan harga pasar yang rasional.

Di samping itu, sekuritas-sekuritas juga bisa diperjualbelikan dengan menggunakan mekanisme pasar sebagai penentu harga, sehingga capital gain dan profit sharing dari dividen bisa didapatkan secara layak.


Kendala Dalam Mengembangkan Pasar Modal Syariah

Menurut Nurul Huda, Ahli Pasar Modal Syariah Pascasarjana UI (2006), terdapat beberapa kendala yang mungkin dihadapi dalam mengembangkan pasar modal syariah di Indonesia, antara lain:

1. Belum adanya ketentuan yang menjadi legitimasi pasar modal syariah dari Bapepam atau Pemerintah, misalnya Undang-undang sebagai landasan hukumnya.

2. Pasar modal syariah selama ini lebih populer hanya dalam tatanan sebuah wacana namun pada praktiknya masih sulit dipisahkan dari riba, masyir dan gharar.

3. Sosialisasi instrumen syariah di pasar modal memerlukan dukungan dari berbagai pihak karena ternyata perkembangan Jakarta Islamic Index, dan Reksadana Syariah kurang tersosialisasi dengan baik sehingga perlu dukungan dari berbagai pihak, baik dari kalangan praktisi maupun akademisi.


Strategi Pengembangan Pasar Modal Syariah

Berdasarkan ketiga kendala yang dihadapi di atas, maka beberapa strategi yang dapat dikembangkan antara lain:

1. Dibuatnya Undang-undang Pasar Modal Syariah guna mendukung keberadaan pasar modal syariah atau setidaknya ada penyempurnaan dalam UUPM No 8 Tahun 1995 sehingga diharapkan dapat semakin mendorong perkembangan pasar modal syariah.

2. Adanya peran aktif dari pelaku bisnis atau pengusaha muslim untuk membentuk kehidupan ekonomi yang islami agar dapat memotivasi dan meningkatkan image pelaku pasar terhadap keberadaan instrumen pasar modal yang sesuai dengan syariah.

3. Adanya rencana jangka pendek dan jangka panjang oleh Bapepam guna mengakomodir perkembangan instrumen-instrumen syariah dalam pasar modal.

4. Diperlukan dukungan dari para akademisi dalam melakukan kajian-kajian ilmiah mengenai pasar modal syariah guna menanamkan pemahaman keberadaan pasar modal syariah di Indonesia.

Sumber:
http://pasarmodal.blog.gunadarma.ac.id/?p=4165

7 Langkah Keuangan Mengatasi Kebangkrutan

Kita mungkin pernah mendengar atau mengalami sendiri ketika harta yang kita miliki hanya tinggal tersisa uang dikantong.

Di zaman sekarang, hal itu mungkin saja terjadi pada siapa saja termasuk menimpa diri kita. Itulah mengapa beragam iklan asuransi sangat gencar dalam mempromosikan perlindungan terhadap diri kita, keluarga, atau harta benda yang kita miliki.

Hal yang akan dibahas pada posting kali ini ialah ketika kesulitan ekonomi sedang menimpa pada kita, dan terjadi begitu mendadak.

Baca juga: 5 Tips Mengelola Keuangan untuk Orangtua Tunggal

Situasi tersebut mungkin saja terjadi entah dikarenakan sedang terkena musibah, bencana, tindak kejahatan, atau mungkin usaha yang telah kita bangun selama bertahun-tahun tiba-tiba saja bangkrut, dan harta yang kita miliki hanya tersisa pada apa yang ada di kantong.

Itulah sebabnya penting sekali Anda untuk memiliki dana darurat. Namun, masalah menjadi rumit ketika dana darurat yang sedang Anda persiapkan ternyata belum mencukupi dan tiba-tiba Anda terkena musibah.

Ibarat Anda menekan tombol RESET pada keuangan, namun harus memulainya kembali dari minus, bukan dari nol, karena Anda sudah memiliki pengeluaran harian yang lebih besar dibandingkan saat Anda masih muda dulu.

Nah, berikut ini kami akan berbagi mengenai langkah-langkah yang harus Anda lakukan ketika mengalami ‘kebangkrutan’ dan tidak memiliki cukup tabungan untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Pertama, Anda harus paham bahwa saat ini sedang dalam kondisi darurat. Segera buat daftar skala prioritas pengeluaran, penuhi hanya kebutuhan utama, dan pangkas semua kebutuhan yang tidak begitu penting, seperti misalnya internet, TV berlangganan, atau yang lainnya.

Kedua, amankan alur kas Anda. Bila dihitung-hitung Anda sudah tidak dapat bertahan dengan dana yang ada, cari pinjaman ke kerabat (orantua maupun saudara) atau teman dekat.

Bila terpaksa, Anda bisa memilih opsi untuk mengajukan pinjaman berbunga. Namun, harus diingat bahwa uang tersebut merupakan hutang yang wajib dikembalikan saat waktunya tiba (jatuh tempo).

Ketiga, ketika alur kas Anda sudah dirasa cukup aman, carilah cara agar uang tersebut bisa menjadi produktif.

Mulai usaha kecil-kecilan untuk menambah penghasilan, setidaknya bisa untuk menyicil hutang Anda (bila ada).

Keempat, cari pekerjaan tambahan. Tidak harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan, bila perlu tak masalah bila pekerjaan tersebut bersifat semi formal. Asalkan dapat dengan cepat menambah penghasilan.

Kelima, bila Anda sebelumnya telah berhutang untuk mengamankan alur kas pribadi, maka utamakan pelunasan hutang tersebut.

Semakin cepat lunas, maka akan semakin baik. Carilah strategi untuk melunasi hutang tersebut, bukan malah mencari strategi untuk berkelit dari hutang.

Bila Anda memiliki lebih dari satu tempat berhutang, maka prioritaskan untuk melunasi hutang yang bunganya paling besar.

Keenam, jangan lupa untuk menabung ketika kondisi keuangan Anda sudah mulai membaik. Perlahan tapi pasti, kumpulkan kembali dana darurat dan sedapat mungkin kurangi risiko agar pengalaman yang tidak mengenakkan ini terulang kembali.

Ketujuh, apabila kondisi keuangan bisa dikatakan telah sehat atau bahkan berkembang, jangan lupa untuk beramal dan membantu mereka yang tengah mengalami kesulitan keuangan.

Anda tentu sudah tahu bagaimana rasanya berada dalam kondisi keuangan yang sulit, maka bantulah mereka semoga akan menambah berkah dari harta yang Anda miliki saat ini.

Ingatlah bahwa roda kehidupan selalu berputar, ada saatnya Anda berada di atas dan suatu saat nanti akan tiba masanya ketika Anda berada di bawah.

Sumber:
http://blog.ngaturduit.com/uang-di-kantong/

Tips dan Persiapan Memelihara Kucing Persia Bagi Pemula

Kucing merupakan hewan mamalia yang cukup populer dijadikan peliharaan. Tidak jarang orang mengadopsi kucing dan menjadikannya bagian dari keluarga.

Namun, sebelum kita memutuskan untuk mengadopsi kucing, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Pastikan semua anggota keluarga Anda setuju dan tidak ada yang memiliki alergi terhadap bulu kucing.

2. Siapkan anggaran untuk perawatan, pembelian makanan kucing, dan juga pengobatan bila suatu saat kucing mengalami sakit.

Baca juga: Cara Mudah Merawat Kucing Persia Bagi Pemula

3. Tersedia waktu luang untuk menjadwalkan perawatan rutin kucing Anda, seperti memandikannya atau mengajaknya bermain.

4. Anda harus siap dengan risiko terkena cakaran atau gigitan kucing, baik dikarenakan kucingnya memang galak, atau karena sekadar ingin bercanda. Sesekali kucing Anda pasti akan menggaruk atau menggigit.

5. Memelihara kucing berarti akan ada banyak bulu kucing yang bertebaran di sekitar rumah Anda.

6. Ketahui apakah di sekitar tempat Anda ada tempat penitipan hewan peliharaan apabila suatu saat Anda harus pergi ke luar kota selama beberapa waktu.

7. Kucing dapat hidup selama 15 tahun, artinya Anda harus siap untuk mengurusnya dan merawatnya dalam waktu lama.



Persiapan Sebelum Kucing Tiba Di Rumah

Beberapa perlengkapan berikut ini sebaiknya sudah Anda siapkan sebelum kucing tiba di rumah agar nantinya tidak terlalu merepotkan.

1. Tempat air khusus kucing, dan peralatan untuk membuang kotoran maupun sampah bekas kucing seperti sekop kecil, tempat sampah, dan pasir beserta kotaknya.

2. Siapkan pula keranjang atau pet cargo untuk membawa kucing dari tempat adopsi ke rumah Anda.

3. Siapkan kandang atau tempat tidur yang nyaman untuk kucing.

4. Persiapkan alat makan dan minum, serta wadah penyimpanan makanan.

5. Sediakan kalung untuk identitas kucing dan tali leher untuk mengajaknya jalan-jalan.

6. Sediakan shampoo, sikat, handuk, dan sisir kucing untuk nanti Anda memandikannya.

7. Anda juga perlu menyediakannya mainan untuknya, bisa Anda buat sendiri atau membelinya di toko hewan perliharaan.


Di samping berbagai perlengkapan di atas, hal lain yang perlu diperhatikan saat hendak memelihara kucing ialah Anda harus memastikan bahwa kucing yang Anda adopsi dalam keadaan sehat, serta bebas kutu dan jamur.

Anak kucing yang dianjurkan untuk diadopsi yaitu pada usia 2 bulan ke atas, karena pada usia tersebut biasanya anak kucing sudah bisa mandiri (makan, buang kotoran, dan pipis) dan siap untuk meninggalkan ibu mereka.


Pilihan Makanan dan Cara Perawatan Kucing

Kucing merupakan jenis hewan karnivora atau pemakan daging yang jinak. Namun, ada baiknya bila kucing Anda dibelikan makanan kucing yang tersedia di petshop atau supermarket.

Ada dua pilihan makanan kucing di pasaran, yaitu makanan kering dan makanan basah. Jangan bolehkan kucing Anda makan sembarangan, karena selain dapat mengakibatkan sakit pada kucing juga dapat membuat bulu kucing mengalami kerontokan.

Jangan pula memberikannya susu yang biasa Anda minum kepada kucing karena dapat membuat perutnya sakit dan mencret. Berikan kucing makanan dengan kandungan protein yang banyak namun rendah karbohidrat.

Hati-hati bila memberi makanan ikan atau daging utuh, karena tulangnya dapat membuat kucing tersedak dan muntah.

Kita harus senantiasa memeriksa kesehatan kucing peliharaan, ada beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan sendiri untuk mendeteksi apakah kucing terkena sakit atau tidak, antara lain:

- Belai bulu kucing Anda dan amati pada bagian-bagian tersembunyi apakah ada luka atau jamur di tubuhnya.

- Periksa telinga dan mulut kucing, bila ada bau tak sedap maka kemungkinan kucing Anda mengalami sakit.

- Periksa mata kucing dengan mengarahkan lampu pada matanya, mata kucing yang sehat tampak bercahaya dan pupilnya akan mengecil bila terkena sorot cahaya.

- Kucing yang sehat lidahnya berwarna pink.


Nah, itulah sekilas tentang persiapan dan perawatan yang perlu Anda ketahui sebelum Anda memutuskan untuk mengadopsi kucing.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan ialah cucilah tangan dengan sabun setiap habis membelai, memandikan, atau membuang kotoran kucing Anda, jangan biarkan kucing naik dan menjelajah ke atas meja dapur atau meja makan serta makan dari piring Anda.

Ingatlah untuk memperlakukan kucing dengan kasih sayang, jangan pernah sengaja mengagetkannya atau bahkan sampai memukulnya karena bila demikian kucing bisa berubah menjadi galak dan balas menyerang Anda.

Cara Mudah Merawat Kucing Persia Bagi Pemula

Salah satu ras kucing yang banyak dicari orang untuk dijadikan peliharaan ialah jenis kucing Persia. Biaya perawatan kucing ini memang cukup tinggi, sehingga harganya pun tergolong relatif mahal.

Namun, meski harga dan biaya perawatannya mahal, kucing ini tetap saja menjadi incaran para penghobi kucing Persia.

Nah, bagi Anda yang baru ingin mulai memelihara kucing Persia atau bisa dikatakan sebagai pemula, mungkin akan mengalami sedikit kebingungan mengenai cara perawatan kucing jenis ini.
Berikut kami akan berbagi kepada Anda tentang cara merawat kucing Persia yang benar bagi pemula. Simak ulasannya di bawah ini!


1. Sisir Bulu Kucing Setiap Hari

Jenis kucing Persia mayoritas berbulu panjang. Agar bulu mereka tetap sehat, tidak kusut dan mudah rontok maka Anda harus menyisir bulu mereka setiap hari secara rutin.

Bulu kucing yang kusut (gimbal) dapat menyakitkan karena membuat kulit mereka tertarik sehingga bisa terluka. Oleh karena itu, sisirlah bulu kucing Persia Anda setiap hari menggunakan sisir logam atau sisir khusus kucing.


2. Berikan Pakan Yang Bernutrisi

Makanan kucing Persia juga harus selalu diperhatikan. Berikanlah mereka makanan dengan kandungan protein atau nutrisi dan vitamin yang cukup setiap hari.

Hal ini tidak hanya akan membuat kucing Anda tetap sehat dan lincah, tapi juga akan membuat bulu mereka tumbuh dengan indah.


3. Rajinlah Membersihkan Area Mata Dan Hidung

Masalah yang sering dialami oleh pemilik kucing Persia khususnya jenis flatnose atau peaknose ialah pada saluran air mata, oleh karena itu kucing Persia jenis ini matanya sering kotor atau ‘belekan’, bahkan Kotoran tersebut juga seringkali melebar hingga ke area sekitar hidung.

Bila hal ini terjadi pada kucing Anda, maka belilah tisu khusus dan bersihkan area mata serta hidung kucing secara rutin.


4. Luangkan Waktu Bermain Bersamanya

Dengan memutuskan untuk memelihara kucing Persia, berarti Anda sudah siap dengan konsekuensi waktu yang harus di luangkan bersamanya.

Anda harus siap meluangkan waktu Anda untuk memberinya makan, menyisir bulunya, memandikannya, membuang kotorannya, termasuk juga bermain bersamanya setiap hari.

Bermain atau bercandaan dengan kucing akan membuat kucing Anda lebih jinak dan mematuhi perintah Anda. Lakukanlah kegiatan ini secara rutin meski hanya sebentar.


5. Jemur Kucing Di Pagi Hari

Biasakan untuk menjemur kucing Anda di pagi hari. Panas yang dikeluarkan oleh sinar matahari pagi sangat bagus untuk kesehatan kucing Persia kesayangan Anda.


6. Jaga Kebersihan Kandang

Usahakan agar kandang kucing Persia Anda tetap bersih dan nyaman untuknya, bersihkan kandang setiap hari agar kebersihannya tetap terjaga.

Dengan demikian tidak hanya kucing Anda saja yang sehat, tapi juga Anda dan keluarga di rumah dapat terhindar dari penyakit yang mungkin bisa ditimbulkan dari kandang kucing yang kotor.


7. Sayangi Kucing Anda

Jangan sekali-kali melakukan kekerasan, membentak, atau mengagetkan kucing Persia kesayangan Anda. Hal ini dapat mengakibatkan kucing menjadi stres, tidak mau makan, atau berubah perilaku menjadi galak terhadap Anda.


8. Gunakan Tisu Bayi Untuk Membuat Kucing Tetap Wangi

Bagi Anda yang ingin kucing tetap wangi, Anda bisa menyeka bulu kucing menggunakan tisu bayi setiap hari. Penggunaan tisu bayi merupakan cara yang aman untuk kucing dan tidak akan membuatnya alergi.


9. Rawat Dengan Sungguh-sungguh

Umumnya, kucing Persia mampu hidup selama lebih dari 15 tahun. Rawatlah ia dengan sungguh-sungguh agar tidak gampang terserang penyakit.



Demikian informasi yang dapat kami bagikan mengenai cara merawat kucing Persia bagi pemula. Mengingat kucing ras Persia tergolong rentan terhadap serangan penyakit, maka tips-tips di atas semoga dapat membantu Anda dalam merawat dan menjaga kucing layaknya anggota keluarga Anda sendiri.
Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Secara Online dan Offline

Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Secara Online dan Offline

Layanan asuransi kesehatan diberikan untuk seluruh warga Indonesia oleh pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Program yang dijalankan sejak awal 2014 lalu ini dapat Anda nikmati apabila telah memenuhi persyaratan yang diminta, mengisi data, dan memberikan bukti pembayaran.

Untuk mendapatkan layanan BPJS, Anda diharuskan mendaftar terlebih dahulu yang bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu melalui online dan offline.

Pendaftaran BPJS secara online lebih disarankan karena Anda akan terhindar dari antrian di tempat dan mempermudah pelayanan bagi diri sendiri.
Pendaftaran BPJS juga bisa diperuntukkan secara kolektif bersama seluruh anggota dalam Kartu Keluarga baik dilakukan melalui online maupun offline. Namun, untuk sekadar berjaga-jaga bila mendaftar online, pastikan KK telah di-fotocopy sebanyak jumlah anggota keluarga yang hendak didaftarkan.


Pendaftaran BPJS Kesehatan Melalui Online

Berikut langkah-langkah dalam mendaftar BPJS Kesehatan secara online:

1. Siapkan persyaratan yang diperlukan, antara lain Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Kartu NPWP, dan juga alamat email serta nomor HP aktif untuk konfirmasi pendaftaran.

2. Buka situs web bpjs-kesehatan.go.id dari browser Anda baik melalui PC, Smartphone, ataupun Tablet.

3. Isi formulir yang tersedia dengan data diri Anda seperti identitas, pilihan kelas yang ditawarkan, alamat lengkap, serta  fasilitas kesehatan yang mencakup Faskes Tingkat I dan Faskes Gigi dengan pilihan instansi yang akan dipilih sebagai tempat rujukan. Dan ada juga pilihan khusus untuk Warga Negara Asing (WNA) yang ingin mendapatkan fasilitas BPJS.

4. Pilih biaya iuran perbulan yang akan dibayarkan. Terdapat 3 pilihan, mulai dari kelas III sampai kelas I dengan rentang biaya dari Rp 25.500 s/d Rp 59.500 perbulannya.

5. Simpan data yang telah Anda isi pada formulir dan tunggu email konfirmasi nomor registrasi di email Anda. Lalu cetak lembar Virtual Accountnya.

6. Lakukan pembayaran pada bank yang telah ditunjuk untuk menerima pembayaran, antara lain BNI, BRI, atau Bank Mandiri. Bila uang telah ditransfer dan Nomor Virtual telah diserahkan pada Teller Bank, Anda akan mendapat bukti pembayaran.

7. Sekarang BPJS Anda telah aktif, selanjutnya cek email dan lihat balasan dari BPJS yang berupa E-ID Card BPJS valid dan dapat Anda print di Kantor Cabang BPJS terdekat.

8. Untuk mencetak kartu BPJS, Anda tetap harus datang ke Kantor Cabang BPJS terdekat, namun Anda tidak perlu lagi mengambil nomor antrian, langsung saja ke bagian Print kartu BPJS Kesehatan dan memberikan semua data hasil pendaftaran online yang telah Anda lakukan sebelumnya, seperti form data diri, virtual account, dan bukti pembayaran.


Pendaftaran BPJS Kesehatan Secara Offline

Berikut langkah-langkah dalam mendaftar BPJS Kesehatan secara offline:

1. Siapkan persyaratan yang diperlukan seperti fotocopy KTP, KK, pas foto 3x4 berwarna 2 lembar, dan formulir yang akan diisi pada tempat Anda mendaftar. Formulir yang akan diisi memiliki format yang sama dengan formulir pada pendaftaran secara online.

2. Datang ke Kantor Cabang BPJS terdekat dan langsung mengambil nomor kode pendaftaran. Sebaiknya datang agak pagi untuk mengantisipasi lamanya antrian.

3. Setelah nomor kode pembayaran Anda dapatkan, setorlah sejumlah uang ke bank (BRI/BNI/Mandiri) sebagai iuran BPJS Kesehatan Anda.

4. Datang kembali ke kantor BPJS dan bawa bukti setoran untuk mendapatkan kartu anggota BPJS.


Itulah cara pendaftaran BPJS Kesehatan secara offline, ketika hendak mendaftar BPJS perlu kiranya Anda perhatikan beberapa hal di bawah ini!

- Sebaiknya lakukan pendaftaran pada saat awal bulan.

- Faskes Keterangan (IGD) hanya dimaksudkan untuk melayani keadaan darurat, dan tidak melayani pengobatan.

- Faskes Keterangan (JST) ialah bekas kerjasama dengan Jamsostek, dapat digunakan untuk seluruh layanan BPJS Kesehatan.

- Kartu E-ID yang Anda dapatkan pada saat pendaftaran BPJS online via email boleh diprint sendiri dan tetap valid.

- Pembayaran iuran BPJS Kesehatan paling lambat sampai tanggal 10 setiap bulannya, Anda akan terkena denda sebesar 2% apabila mengalami keterlambatan pembayaran.

- Dalam pelayanan medis di kelas I, kelas II, ataupun kelas III semua sama saja, baik dalam hal penanganan medis maupun jenis dan kualitas obat yang diterima. Semuanya sama rata, perbedaan hanya dari sisi pelayanan non-medis, seperti kualitas ruang inap masing-masing kelas, biasanya memang ada perbedaan.

Adapun biaya naik kelas Kamar Rawat Inap sebagai berikut:

Misal, Anda terdaftar di kelas 1 dengan biaya ruang inap 13 juta/hari dan ingin naik ke kelas VIP dengan biaya ruang inap sebesar 16 juta. Maka total biayanya yaitu harga VIP (16 juta dikurangi Tarif INA-CBGs (5 juta).


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang cara pendaftaran BPJS via online maupun offline, semoga bermanfaat untuk pembaca.

Sumber:
http://www.artikel.web.id