Bahaya Komplikasi Penyakit Sirosis Hati

Adanya anggota keluarga yang pernah terkena penyakit Sirosis Hati, membuat ku ingin mengetahui dan memahami tentang penyakit tersebut.

Posting yang ku tulis berikut ini adalah hasil resume dari beberapa artikel tentang Sirosis Hati yang kudapat dari beberapa sumber di internet dan ingin membaginya dengan Anda.

Agar kita sama-sama mengetahui bahaya penyakit ini dan bisa mencegahnya karena Mencegah memang lebih baik dari Mengobati.

Baca juga: Gejala Umum Penyakit Diabetes

Bahaya Komplikasi Penyakit Sirosis Hati
Sirosis Hati merupakan sekelompok penyakit hati kronis yang ditandai dengan kerusakan sel-sel hati oleh jaringan-jaringan ikat, diikuti dengan parut (fibrosis) dan sering disertai pembentukan ratusan benjolan (nodelus).

Dengan kata lain, penyakit ini mengubah struktur hati dari jaringan hati normal menjadi benjolan-benjolan kera yang abnormal mempengaruhi regenerasi sel-sel hati sehingga berakibat kerusakan pada hati dan secara bertahap kehilangan fungsinya.

Hati yang mengalami sirosis kelihatan berbenjol-benjol, berlemak, berwarna kuning jingga dan penuh parut. Kemungkinan lainnya hati jadi mengecil, berkerut dan keras.

Peningkatan jaringan parut pada hati menimbulkan distorsi struktur hati yang normal sehingga menghambat aliran darah melalui hati dan menambah tekanan darah di perut.

Bila dokter mencurigai pasien terkena sirosis, dia dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui adanya pembesaran hati dan penumpukan cairan. Kecurigaan sirosis terutama muncul bila pasien mengalami gejala dan terkena hepatitis kronis atau beriwayat peminum alkohol berat.

Pemeriksaan darah dapat mengkonfirmasi kegagalan fungsi hati. USG dapat menunjukkan apakah ada kerusakan di hati pasien. Untuk mengkonfirmasi, biopsi (sampel kecil) dari hati dapat diambil untuk dilihat di bawah mikroskop.

Jika penyebab sirosis tidak jelas, maka pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk memperjelas penyebabnya, misalnya dengan memeriksa antibodi virus hepatitis atau auto-antibodi yang mungkin telah menyerang sel-sel hati, kelebihan zat besi atau tembaga di dalam darah, dll.

Klasifikasi sirosis yang sering dilakukan adalah sebagai berikut :
  1. Sirosis pascahepatits yang dapat terjadi akibat infeksi virus hepatitis B, hepatitis C atau hepatitis kronis aktif tipe autoimun.
  2. Sirosis alkoholik yang dapat terjadi akibat minum alkohol berlebihan. Penghentian minum alkohol dapat memulihkan penyakit ini.
  3. Sirosis biliaris primer, ditandai oleh peradangan kronis dan obliterasi fibros saluran empedu intrahepatik yang diperkirakan bersifat autoimun.


Sebagaimana kita ketahui, Hati merupakan organ pada bagian kanan atas perut yang memiliki banyak fungsi, di antaranya:
  • Menyimpan glikogen (bahan bakar untuk tubuh) yang terbuat dari gula. Saat diperlukan, glikogen dipecah menjadi glukosa kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah.
  • Membantu proses pencernaan lemak dan protein serta memproduksi protein yang penting bagi pembekuan darah.
  • Mengolah berbagai obat yang kita minum dan membantu pembuangan racun dari tubuh.


Sirosis menjadi sangat berbahaya karena mengganggu fungsi-fungsi kerja hati di atas. Selain itu, risiko kanker hati (hepatocellular carcinoma) juga dapat berkembang pada penyakit sirosis. Risiko bervariasi sesuai penyebab sirosis.

Risiko terbesar adalah pada sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, diikuti dengan sirosis yang disebabkan oleh hemokromatosis.

Selain itu, jaringan parut membatasi aliran darah melalui vena portal sehingga terjadi tekanan balik (dikenal sebagai hipertensi portal). Vena portal adalah vena yang membawa darah berisi nutrisi dari usus dan limpa ke hati.


Normalnya, darah dari usus dan limpa dipompa ke hati melalui vena portal. Namun, sirosis menghalangi aliran normal darah melalui hati sehingga darah terpaksa mencari pembuluh baru di sekitar hati.

Pembuluh-pembuluh darah baru yang disebut "varises" ini terutama muncul di tenggorokan (esofagus) dan lambung sehingga membuat usus mudah berdarah.

Jika perdarahan usus terjadi, Anda mungkin muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui kotoran (feses). Kondisi ini adalah darurat medis yang harus segera ditangani.

Tes fungsi hati dapat mendeteksi perubahan yang mengarah pada disfungsi hati, seperti:
  • Kegagalan membuat cukup protein seperti albumin yang membantu pengaturan komposisi cairan di dalam aliran darah dan tubuh.
  • Gangguan fungsi berbagai macam enzim, metabolisme kolesterol dan faktor-faktor pembekuan empedu.
  • Gangguan penyimpanan energi (glikogen) dan metabolisme karbohidrat.
  • Kegagalan membuat bahan kimia yang cukup diperlukan untuk proses pembekuan darah.
  • Ketidaksempurnaan hati dalam mengolah limbah kimia dalam tubuh seperti bilirubin sehingga menumpuk di dalam tubuh.
  • Gangguan proses detoksifikasi obat, racun serta bahan kimia lainnya yang kemudian bisa menumpuk di dalam tubuh serta menghambat regulasi berbagai macam hormon.


Mendeteksi sirosis sejak dini memang agak sulit dilakukan karena pada tahap awal sirosis tidak menimbulkan gejala apapun sehingga pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya.

Penyakit ini tergolong sangat berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai penyakit fan gangguan metabolis, seperti edema, hipertensi portal, varises gastroesofagus, asietes, ikterus, koagulopati, splenomegali dan ensefalopati hepatis.

Prognosis penyakit sirosis hati akhirnya meninggal akibat pendarahan varises masif atau ensefalopati hati.


Related Posts

Bahaya Komplikasi Penyakit Sirosis Hati
4/ 5
Oleh

1 komentar:

27 Januari 2014 01.37 delete

Sumber/gambar:

http://sirosishati.com/
http://majalahkesehatan.com/penyebab-gejala-dan-penanganan-sirosis-hati/
http://sirosishepatis.com/wp-content/uploads/2012/04/sirosis-hepatitis.jpg

Reply
avatar