Gejala dan Penyebab Sirosis Hati

Adanya anggota keluarga yang pernah terkena penyakit Sirosis Hati, membuat ku ingin mengetahui dan memahami tentang gejala dan penyebab penyakit tersebut.

Posting yang ku tulis berikut ini adalah hasil resume dari beberapa artikel tentang gejala dan penyebab sirosis hati yang kudapat dari beberapa sumber di internet dan ingin membaginya dengan Anda.

Gejala dan Penyebab Sirosis Hati
Sirosis Hati merupakan sekelompok penyakit hati kronis yang ditandai dengan kerusakan sel-sel hati oleh jaringan-jaringan ikat, diikuti dengan parut (fibrosis) dan sering disertai pembentukan ratusan benjolan (nodelus).

Dengan kata lain, penyakit ini mengubah struktur hati dari jaringan hati normal menjadi benjolan-benjolan kera yang abnormal mempengaruhi regenerasi sel-sel hati sehingga berakibat kerusakan pada hati dan secara bertahap kehilangan fungsinya.

Baca juga: Hati-hati Jamur Yang Membandel Pada Kaki

Pada sirosis dini biasanya ditandai dengan hati membesar, terasa kenyal, tepi tumpul dan terasa nyeri bila ditekan. Sedangkan, di tahap akhir sirosis terkait dengan banyak gejala.

Sebagian besar merupakan akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati.

Gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita antara lain:
  • Sering merasa kelelahan dan tubuh menjadi lemah. Gejala ini menjadi tanda pertama dan satu-satunya.
  • Kehilangan nafsu makan yang disertai dengan penurunan berat badan, juga sering merasa mual dan ingin muntah.
  • Hati jadi membesar yang disebabkan oleh penumpukkan produk empedu dalam hati.
  • Pembentukan batu empedu dikarenakan kurangnya empedu dalam batu empedu.
  • Warna kuning yang tampak pada bagian kulit dan putih mata atau dalam istilah kedokteran disebut Jaundice, hal ini disebabkan karena penumpukan bilirubin.
  • Penumpukan cairan di perut (ascites) dan di kaki (edema) karena bocornya cairan dari aliran darah.
  • Mudah terjadi memar atau pendarahan.
  • Gatal-gatal karena penumpukan racun.
  • Pada kasus berat, terjadi gangguan kesehatan mental yang disebabkan oleh racun dalam aliran darah yang mempengaruhi otak. Hal ini dapat terlihat pada perubahan kepribadian dan perilaku seperti kebingungan, pelupa dan sulit berkonsentrasi.

Lambatnya penyaringan racun yang disebabkan sirosis memungkinkan racun untuk tetap berada dalam aliran darah, mempengaruhi otak dan menyebabkan kebingungan mental (ensefalopati).

Kemampuan Hati untuk memproses obat-obatan juga terpengaruhi. Pada tingkat biasa, hati tidak dapat menghapus obat dari darah sehingga obat bekerja lebih lama dari yang diharapkan.

Sirosis bisa disebabkan banyak hal. Namun, penyebab yang paling umum adalah kebiasaan meminum alkohol dan infeksi virus hepatitis C. Sel-sel hati yang kita miliki berfungsi mengurai alkohol, tetapi terlalu banyak alkhohol justru dapat merusak sel-sel hati.

Sedangkan, pada penderita yang terinfeksi kronis virus hepatitis C menyebabkan peradangan jangka panjang dalam hati sehingga mengakibatkan sirosis.

Satu dari lima penderita hepatitis C kronis mengembangkan sirosis, tetapi hal ini biasanya terjadi setelah sekitar 20 tahun atau lebih sejak infeksi awal.

Penyebab umum sirosis lainnya meliputi:
  • Infeksi kronis virus hepatitis B.
  • Hepatitis autoimun. Sistem kekebalan tubuh yang harusnya bertugas membuat antibodi untuk menyerang virus, bakteri dan kuman lainnya malah membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan sirosis.
  • Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga tekanan darah terhambat dan merusak sel-sel hati. Contohnya, sirosis bilier primer, primary sclerosing, dan masalah bawaan pada saluran empedu.
  • Non-alcohol steato-hepatitis (NASH). Kondisi dimana lemak menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis. Risiko ini biasanya berkembang akibat kelebihan berat badan (obesitas).
  • Reaksi parah terhadap obat tertentu.
  • Beberapa racun dan polusi lingkungan.
  • Infeksi tertentu yang disebabkan bakteri dan parasit.
  • Gagal jantung parah yang dapat menyebabkan tekanan balik darah dan kemacetan di hati.
  • Beberapa penyakit warisan langka yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati, misalnya penyakit Wilson (kondisi yang menyebabkan penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian tubuh lain) dan hemokromatis (kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh).

Mendeteksi sirosis sejak dini memang agak sulit dilakukan karena pada tahap awal sirosis tidak menimbulkan gejala apapun sehingga pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya.

Secara umum, kerusakan pada sel-sel hati tidak dapat direhabilitasi. Pengobatan pada penderita sirosis bertujuan untuk memperlambat kerusakan sel-sel hati lebih meluas dengan mencegah pembentukan jaringan parut lebih lanjut.

Kecenderungan sirosis semakin memburuk jika penyebab yang mendasarinya tetap ada.

Sumber: Google.co.id


Related Posts

Gejala dan Penyebab Sirosis Hati
4/ 5
Oleh

1 komentar:

27 Januari 2014 01.39 delete

Sumber/gambar:

http://sirosishati.com/
http://majalahkesehatan.com/penyebab-gejala-dan-penanganan-sirosis-hati/
http://www.herbalxamthone.com/images/penyakit-sirosis-hepatis-sembuh-berkat-xamthone.jpg

Reply
avatar