Penanganan Pada Penderita Sirosis Hati

Adanya anggota keluarga yang pernah terkena penyakit Sirosis Hati, membuat ku ingin mengetahui dan memahami bagaimana penanganannya pada si penderita.

Posting yang ku tulis berikut ini adalah hasil resume dari beberapa artikel tentang penanganan pada penderita sirosis hati yang kudapat dari beberapa sumber di internet dan ingin membaginya dengan Anda.

Penanganan Pada Penderita Sirosis Hati
Sirosis Hati merupakan sekelompok penyakit hati kronis yang ditandai dengan kerusakan sel-sel hati oleh jaringan-jaringan ikat, diikuti dengan parut (fibrosis) dan sering disertai pembentukan ratusan benjolan (nodelus).

Dengan kata lain, penyakit ini mengubah struktur hati dari jaringan hati normal menjadi benjolan-benjolan kera yang abnormal mempengaruhi regenerasi sel-sel hati sehingga berakibat kerusakan pada hati dan secara bertahap kehilangan fungsinya.

Baca juga: Gejala dan Penyebab Sirosis Hati

Pada sirosis dini biasanya ditandai dengan hati membesar, terasa kenyal, tepi tumpul dan terasa nyeri bila ditekan. Sedangkan, di tahap akhir sirosis terkait dengan banyak gejala.

Sebagian besar merupakan akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati.

Secara umum, kerusakan pada sel-sel hati tidak dapat direhabilitasi. Pengobatan pada penderita sirosis bertujuan untuk memperlambat kerusakan sel-sel hati lebih meluas dengan mencegah pembentukan jaringan parut lebih lanjut.

Kecenderungan sirosis semakin memburuk jika penyebab yang mendasarinya tetap ada. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menghentikan penyebab sirosis tersebut, di antaranya:
  • Berhenti minum alkohol jika alkohol adalah penyebabnya.
  • Pengobatan untuk mengendalikan virus hepatitis.
  • Steroid atau obat penekan kekebalan lainnya untuk mengobati penyakit autoimun yang menyebabkan kerusakan hati.
  • Penghapusan kelebihan zat besi yang terjadi pada hemokromatosis.


Berbagai pengobatan mungkin disarankan, tergantung pada tingkat keparahan sirosis dan gejala yang berkembang, antara lain:
  • Diet rendah natrium atau diuretik untuk mengurangi cairan yang terakumulasi dalam tubuh.
  • Obat-obatan yang dapat membantu mengurangi hipertensi portal.
  • Obat untuk mengurangi gatal.
  • Pengurangan cairan yang menumpuk di perut (ascites).


Dalam masa pengobatan, diet cocok diterapkan pada penderita sirosis. Penderita hanya bisa mengkonsumsi minum-minuman seperti teh, sirup dan sari buah.

Makanan yang dapat dikonsumsi adalah makanan yang halus atau mudah ditelan, tetapi tetap harus dalam pengawasan dokter atau ahli gizi. Lamanya diet yang dilakukan tergantung pada tahapan gejala sirosis hati yang berkembang.

Makanan yang mengandung protein dapat diberikan, tetapi dalam jumlah terbatas dan dilakukan secara bertahap 20-60 gram protein/hari.

Dalam memilih menu makanan bagi penderita sirosis hati, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini:
  • Hindari konsumsi makanan yang dapat menimbulkan penimbunan gas dalam lambung seperti singkong, ubi, kol, sawi, nangka, durian, lobak dan kacang merah.
  • Usahakan selalu mengkonsumsi makanan segar dan hindari makanan yang telah diawetkan, seperti ikan asin, kornet, hamburger dan sosis.
  • Pilih bahan makanan yang kandungan lemaknya tidak banyak seperti ikan segar, daging yang tidak berlemak atau ayam tanpa kulit. Makanan yang terlalu banyak mengandung lemak seperti daging, otak, santan kental, sumsum, dan usus sebaiknya dihindari.
  • Pilih sayuran rendah serat, seperti bayam, labu siam, buncis muda, kacang panjang muda, daun kangkung dan wortel.
  • Jangan mengkonsumsi masakan dengan bumbu-bumbu yang terlalu banyak, gunakan bumbu masakan dalam batas normal, seperti lengkuas, bawang merah, bawang putih, kunyit, salam, dan ketumbar asal tidak terlalu banyak.

Tindakan harus segera dilakukan oleh dokter apabila kondisi pasien mengalami perdarahan usus sehingga muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui tinja. Berbagai teknik bedah dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi risikonya lebih lanjut.

Dalam kasus yang parah dimana jaringan parut meluas dan hati nyaris tidak bisa berfungsi, maka transplantasi hati mungkin adalah satu-satunya pilihan.

Pencegahan menjadi hal penting untuk dilakukan mengingat pengobatan yang dilakukan sebenarnya tidak dapat menyembuhkan, hanya memperlambat sirosis yang semakin meluas.

Secara umum, penyakit Sirosis hati dapat dicegah dengan tidak mengkonsumsi alkohol serta menghindari risiko infeksi hepatitis C dan hepatitis B. Sirosis hati umumnya terjadi secara diam-diam (silent) sehingga sering tidak disadari oleh penderita.

Sebaiknya kita lebih waspada terhadap penyakit ini dan melakukan pencegahan sedini mungkin.

Sumber: Google.co.id


Related Posts

Penanganan Pada Penderita Sirosis Hati
4/ 5
Oleh

2 komentar

27 Januari 2014 01.41 delete

Sumber:

http://sirosishati.com/
http://majalahkesehatan.com/penyebab-gejala-dan-penanganan-sirosis-hati/

Reply
avatar
20 April 2014 21.25 delete

terima kasih informasi yang bermanfaat

Reply
avatar