Sudah Baikkah Kualitas Tidur Kita?

Sudah Baikkah Kualitas Tidur Kita?
Adakah di antara kita yang tidak suka tidur? Atau mungkin mengalami penyakit susah tidur? Sepertinya di dunia ini tidak ada orang yang tidak menyukai tidur.

Walau ada beberapa di antaranya yang mengalami penyakit susah tidur, atau mungkin jarang bisa menikmati tidur yang baik dikarenakan stress akibat pekerjaan, gaya hidup, serta kesibukan dalam aktivitas sehari-hari.

Apakah Anda termasuk salah satunya? Mari, sekarang kita coba memahami betapa pentingnya kualitas tidur yang baik bagi kesehatan dan kejiwaan.

Baca juga: Ada 2 Tipe Diabetes Mellitus


Manfaat Tidur Bagi Kesehatan

Kurangnya waktu tidur akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, bahkan bisa menyebabkan kematian dini. Hal ini bisa dihubungkan dengan memburuknya tekanan darah dan peningkatan kolesterol sehingga menyebabkan risiko terhadap penyakit jantung dan stroke.

Tidur yang baik disebutkan oleh para ahli kesehatan yaitu sekitar 7-9 jam setiap hari, kita akan merasakan tubuh akan lebih fit ketika bangun jika tidur dalam waktu yang disarankan.

Oleh sebab itu, kurangnya kesempatan tidur bagi tubuh kita merupakan suatu kerugian karena kualitas tidur yang baik dapat membantu peremajaan tubuh dan pikiran.

Sel-sel dalam tubuh memproduksi lebih banyak protein ketika tidur, protein ini berguna untuk memperbaiki kerusakan bagian-bagian dalam tubuh yang rusak. Tidur juga dapat mengurangi peradangan akibat dipicu oleh peningkatan hormon stres.

Banyak kasus serangan jantung dan stroke terjadi di waktu pagi atau subuh. Fakta ini disebabkan karena cara kita tidur sangat mempengaruhi interaksi kinerja pembuluh-pembuluh darah dalam tubuh.

Selain itu, orang yang bekerja pada malam hari atau biasa bekerja hingga larut malam lebih berisiko terkena kanker payudara dan kanker usus besar. Hal ini diyakini oleh para peneliti disebabkan karena paparan cahaya pada malam hari mengurangi kadar melatonin dalam tubuh seseorang.

Melatonin adalah hormon yang salah satu fungsinya adalah menjaga tubuh dalam melawan kanker dan menahan perkembangan tumor. Makanya, kalau tidur selalu pastikan lampu kamar dalam keadaan mati ya, agar tubuh bisa lebih optimal dalam memproduksi melatonin.

Coba kita lihat ciri orang yang kurang tidur, biasanya kulit terlihat pucat dan mata terlihat bengkak. Jika kurangnya waktu tidur Anda terus terjadi, maka kulit akan menjadi kusam serta munculnya garis-garis halus pada wajah dan lingkaran hitam di bawah mata.


Manfaat Tidur Bagi Kejiwaan dan Stabilitas Otak

Produksi dan kinerja zat-zat kimia dalam tubuh termasuk Serotin sangat dipengaruhi oleh kualitas tidur kita. Seseorang menjadi mudah stress, marah, sedih, dan kelelahan mental jika kekurangan serotin.

Hal inilah yang memicu tingkat depresi. Kita dapat mencegah depresi dengan memastikan tidur selama 7-9 jam setiap malam.

Kurangnya waktu tidur dapat memancing stress, dikarenakan fungsi tubuh berada pada kondisi sangat waspada yang akan menimbulkan pelepasan hormon stress dan naiknya tekanan darah.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti Amerika dan Perancis pada tahun 2009, kurang tidur dapat melemahkan memori dan akan menyebabkan kita menjadi pelupa.

Hal ini terjadi karena peristiwa otak yang disebut sharp wave ripples bertanggungjawab dalam menguatkan ingatan atau memori otak dan kebanyakan peristiwa tersebut terjadi pada saat kita tidur.

Sharp wave ripples juga mentransfer informasi dari hipokampus ke neokorteks di otak, tempat kenangan jangka panjang disimpan.

Walaupun hingga saat ini penelitian belum dapat memahami dengan begitu jelas kenapa saat tidur kita bermimpi, tetapi sebuah proses yang disebut memory consolidation (penggabungan memory) terjadi ketika kita tidur.

Otak tetap berproses, membuat koneksi antara kejadian-kejadian, perasaan dan memori. Kemampuan memproses ingatan tentang berbagai hal akan tetap terjaga apabila kita menjaga kualitas tidur secara teratur.

Otak manusia memerlukan istirahat yang cukup, layaknya sebuah baterai yang dicharge energi listriknya, jika daya berkurang tentu kinerjanya tidak maksimal.

Tidur terlalu larut akan mengurangi sebagian waktu otak untuk beristirahat sehingga daya berfikir dan konsentrasi otomatis akan menurun.

Bukan hanya itu, tingkat kewaspadaan, penalaran dan kemampuan pemecahan masalah pun akan terganggu. Hasilnya, produktivitas kerja juga akan menurun.


Banyak manfaat bisa kita dapatkan dengan istirahat atau tidur secara teratur. Tidak hanya menjaga daya tahan tubuh, tapi juga menjaga stabilitas otak. Tidurlah dalam waktu yang disarankan karena tidur terlalu lama juga tidak baik untuk kesehatan, badan akan terasa lemas dan persedian terasa kaku.

Evaluasi kembali pola hidup Anda, menurunnya produktivitas kerja Anda bisa juga disebabkan karena pola tidur yang salah. Semoga posting ini bisa memberikan manfaat bagi Anda dan selalu ingat bahwa kesehatan itu mahal harganya.


Sumber/gambar


Related Posts

Sudah Baikkah Kualitas Tidur Kita?
4/ 5
Oleh