Lakukan Hal Berikut Ini Sebelum Memilih Pemborong Renovasi Rumah

Sekarang kita tidak perlu pusing lagi jika hendak renovasi rumah atau hanya sekedar memperbaiki atap bocor karena jasa pemborong renovasi dan perbaikan rumah sudah banyak tersedia. Ada yang berupa perusahaan kontraktor (PT, CV) ataupun kontraktor perorangan (independen).

Memang seringkali perbaikan atau melakukan renovasi rumah terkendala oleh kesibukan, dana pas-pasan, atau bingung mencari tukang yang handal dan dapat dipercaya untuk melakukan pekerjaan.

Sebetulnya, dengan makin banyaknya pemborong jasa renovasi rumah, kita tidak perlu lagi bingung. Hanya dengan melakukan beberapa tips pada posting kami berikut ini, akan memudahkan sahabat semua dalam memilih jasa pemborong renovasi rumah anda.

Baca juga: Cara Menata Taman Mungil Pada Rumah Berlahan Sempit


Pilih Pemborong yang Paling Mudah Dihubungi dan Mudah Didatangi

Cobalah hubungi pemborong yang lokasi kantor atau workshopnya jelas, dekat atau satu wilayah dengan tempat tinggal kita dan paling mudah untuk dihubungi.

Setidaknya, kita bisa mendatangi lokasinya dengan mudah bila benar-benar diperlukan. Jadi, akan lebih meminimalisir resiko tertipu oleh pemborong nakal.


Hemat Biaya dengan Layanan Survey dan Konsultasi Gratis

Kita bisa manfaatkan layanan survey gratis (tanpa dipungut biaya) yang biasanya disediakan oleh beberapa pemborong.

Hal ini dapat menghemat biaya pengeluaran, dan jangan ragu untuk meminta dilakukan survey gratis ke rumah anda karena ada banyak keuntungan yang dapat kita peroleh, seperti; konsultasi detil renovasi rumah yang akan dilakukan, negosiasi harga, serta kesempatan untuk mengenal lebih dekat pemborong yang akan kita pilih.

Bahkan ada juga kontraktor renovasi rumah yang bersedia melayani mulai dari survey, konsultasi, sampai pembuatan RAB (Rencana Anggaran Biaya) gratis tanpa dikenai biaya apapun.

Dengan begitu, kita hanya akan mengeluarkan biaya untuk pelaksanaan pekerjaan renovasinya saja dan tentu saja jadi lebih hemat.


Sampaikan Detil Renovasi yang Kita Inginkan Dengan Jelas

Jelaskan dengan detil renovasi yang kita inginkan pada saat dilakukan survey di lokasi pengerjaan (rumah) anda supaya pemborong renovasi tidak salah dalam menghitung atau memprediksi harga renovasi yang dibutuhkan.

Hal ini akan membuat anda terhindar dari pengeluaran biaya tambahan yang tidak terduga.


Beri Patokan Budget yang Bisa Anda Keluarkan

Biasanya karena alasan privasi, kebanyakan pemilik rumah kurang setuju memberi gambaran budget yang dimiliki, padahal hal tersebut dapat mempermudah si pemborong dalam menganalisa dan menghitung harga sesuai dengan kebutuhan anda.

Sehingga anda akan memperoleh harga yang wajar dan juga menghemat waktu dalam tawar-menawar (negosiasi) yang justru biasanya malah menyita waktu lebih lama dari proses analisa, hingga penghitungan dari RAB itu sendiri.


Gunakan Sistem Borongan dengan Penghitungan yang Akurat

Boleh saja kita menggunakan hitungan borongan per meter persegi, namun fakta di lapangan membuktikan ternyata hitungan per meter persegi lebih banyak meleset daripada tepatnya, atau bisa dikatakan kurang begitu akurat.

Sebaiknya gunakan hitungan per satuan pekerjaan yang akan lebih menguntungkan anda karena harga satuan per pekerjaan dapat dengan mudah kita analisa dan buat perbandingan serta kita dapat memeriksa sendiri detil pekerjaan yang akan atau sedang dilakukan.

Di sinilah survey dan konsultasi saat sebelum pengerjaan akan berguna bagi anda.


Dapatkan Kualitas yang Sesuai dengan Harga Wajar

Harga murah belum tentu memiliki kualitas yang sesuai dengan harapan kita. Usahakanlah memperoleh harga yang wajar, tidak terlalu murah atau terlalu mahal, sesuai dengan bentuk renovasi yang diinginkan dan kualitas material yang digunakan.

Kerap terjadi pemborong renovasi rumah yang demi untuk mendapatkan proyek berani mematok harga semurah-murahnya, akan tetapi malah menimbulkan masalah di kemudian hari, misalnya pada saat pelaksanaan pekerjaan, mulai dari ketidaktepatan waktu (molor) karena material tidak siap atau terlambat tiba di proyek, sampai pemborong yang lari meninggalkan tanggung jawab dan pekerjaannya karena kehabisan dana.


Pilih Sistem Pembayaran yang Paling Sesuai

Singkat saja, pilihlah cara pembayaran yang wajar dan sesuai dengan kemampuan anda. Bisa gunakan cara pembagian pembayaran 50% uang muka (DP) dan 50% pelunasan, atau tiga kali pembayaran; 30% DP, pembayaran kedua 40%, dan pelunasan 30%.

Terserah anda pilih yang mana, tapi yang jelas hindari cara pembayaran yang tidak sewajarnya seperti; membayar lunas dimuka, atau membayar DP terlalu besar.

Umumnya untuk pekerjaan yang tergolong kecil (misal di bawah nilai Rp 40juta) digunakan sistem pembayaran 50%-50%, sedangkan pekerjaan yang tergolong sedang hingga besar (di atas Rp 40 juta) digunakan sistem 3 kali pembayaran atau 4 x pembayaran.

sumber
http://mitrarenovasirumah.com/7-tips-memilih-pemborong-renovasi-rumah/


Related Posts

Lakukan Hal Berikut Ini Sebelum Memilih Pemborong Renovasi Rumah
4/ 5
Oleh