Belajar Sukses dari Usahawan Muda Billy Boen

Belajar Sukses dari Usahawan Muda Billy Boen
Banyak orang yang memiliki impian sukses di usia muda. Tetapi, tak sedikit yang takut untuk mewujudkan impian tersebut.

 Sebab, banyak dari mereka yang bingung bagaimana memulai dan mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan.

Berbeda halnya dengan Billy Boen. Dia justru berkeyakinan bahwa mengapa harus menunggu tua terlebih dahulu jika bisa meraih sukses di usia muda.

Baca juga: Seorang Lumpuh yang Mampu Memiliki Tiga Toko Elektronik

Baginya, sukses yang sesungguhnya tidak diraih secara instan, melainkan butuh proses dan setiap orang ada baiknya mengalami kegagalan terlebih dahulu agar mentalnya menjadi semakin kuat dalam menekuni bisnis.

Pengusaha kelahiran Jakarta, 13 Agustus 1978 ini menjadikan didikan sang ayah sebagai sumber inspirasinya untuk terus berkarya dan melakukan yang terbaik demi memberikan nilai kepada orang lain.

Ayah Billy, Henry Boen yang seorang pekerja keras selalu mengingatkan putranya bahwa dalam berbisnis itu dasarnya tetap sama, yaitu memiliki karakter (attitude) yang baik dan saling menghormati serta selalu bekerja dengan memberi lebih dari ekspektasi orang lain (extra mile).

Melalui perjalanan hidup yang penuh warna, pada 2005 Billy mampu menjadi pimpinan di beberapa perusahaan. Bahkan, ia dinobatkan sebagai General Manager PT Oakley Indonesia termuda saat usianya baru 26 tahun dan sekaligus menjadi GM Oakley termuda di dunia.

Bersama Richard Buntaran, pemilik Optik Seis, di tahun 2009 mereka mendirikan Jakarta International Consulting (JIC) dan Jakarta International Management (JIM).


Berbagi Melalui Tulisan

Di tahun 2009, ia juga bergabung dengan Majalah Roling Stone Indonesia dan menjadi direkturnya. Setelah itulah, ia mulai menulis buku berjudul Young on Top yang diterbitkan oleh GagasMedia. Billy Boen, Founder dan CEO PT Young On Top Nusantara sangat bersyukur dari bukunya yang menjadi best seller itulah hidupnya mulai berubah.

Hal itu pun yang membuatnya berpikir bahwa ia punya banyak waktu dan kesempatan untuk berbagi melalui tulisan. Bukan hanya memiliki beberapa perusahaan, tetapi juga keistimewaan yang didapatnya ketika menulis untuk berbagi kepada orang lain.

Menurutnya, ada sebuah tanggung jawab moril untuk membuat edisi barunya. Setelah peluncuran buku YOT pada April 2009, ia pun meluncurkan seri ke 2 nya pada Oktober 2012 karena ada beberapa chapter yang dulu tak kepikiran, lalu kemudian terpikirkan juga.

Namun, dari ke 2 seri tersebut yang menjadi benang merah adalah ‘kita sudah harus tahu apa passion kita’ dan harus tahu mimpi secara jelas dan tinggi, serta memiliki karakter atau attitude yang baik.

Pada intinya, sepintar apapun orang, sebanyak apapun kekayaan yang dia miliki, tapi kalau tak mempunyai karakter yang baik akan sulit memperoleh teman. Billy pun mengakui juga kalau malas berteman dengan orang seperti itu.


Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Diri Sendiri

Billy Boen juga berpendapat bahwa motivasi bisnis di kalangan anak muda saat ini sudah bagus. Bisa dilihat pada data BPS yang pernah mengumumkan di tahun 2008-2009 nilai entrepreneur (pengusaha) di Indonesia hanya 0,18 persen dari jumlah seluruh penduduknya.

Namun, perkembangan yang signifikan juga ditunjukkan dua tahun lalu, dengan meningkatnya jumlah tersebut menjadi 1,47 persen.

Dilihat dari antusiasme rata-rata orang Indonesia khususnya anak muda, yang ingin menjadi pengusaha cukup besar. Namun, seringnya pertama kali yang menjadi kekhawatiran mereka adalah masalah modal.

Bagaimanapun namanya sebuah bisnis pasti akan sulit berjalan tanpa adanya modal. Tapi yang terpenting adalah kita harus tahu dulu dimana letak kelebihan dan kekurangan diri sendiri.

Jika kekurangan yang menjadi momok menakutkan adalah modal, maka hal yang perlu dilakukan adalah mencari mitra bisnis yang memiliki modal.

Memang bukan hal mudah pula meyakinkan seseorang menaruh modalnya, maka dari itu kita perlu melengkapi diri dengan banyak kelebihan, seperti mengetahui betul apa industri yang akan dijalani, apakah kita memiliki skill atau kemampuan di bidang itu, mempunyai attitude yang baik, passion yang kuat dan tujuan yang jelas dalam menjalani bisnis itu.


Banyak Cara Untuk Belajar Menjadi Pengusaha

Butuh proses dan pembelajaran yang mudah jika ingin menjadi seorang pengusaha. Bila ingin serius belajar, sebenarnya banyak hal yang bisa ditempuh, misalnya melalui televisi, radio, internet, membaca buku, maupun belajar dari pengalaman orang lain terkait untuk memperluas wawasan dalam berbisnis.

Jangan pernah merasa puas dan berpikir bahwa kita tahu segalanya. Usahakan perbanyak teman dan banyaklah bertanya. Karena jika kita ingin sukses, harus mempunyai network yang luas juga.

Intinya, menjadi pengusaha itu harus memiliki mental yang kuat. Selalu belajar dari kesalahan atau kegagalan yang terjadi, sehingga ke depannya tidak akan gagal pada hal yang sama.

Dengan demikian, sukses yang sesungguhnya tidak didapatkan secara instan, melainkan melalui proses yang ada. Suatu hari nanti, Billy juga berharap dapat menulis buku bagaimana membangun bisnis yang baik.

Baginya tak ada cita-cita yang dapat dibanggakan karena sudah punya segalanya, atau sudah melakukan segalanya. Sampai detik ini, ia selalu ingin dapat berbagi dengan orang lain.

Namun demikian, kita tetap harus punya target dalam hidup. Billy selalu memegang prinsip bahwa setiap detik yang dirinya lakukan agar selalu sebisa mungkin berusaha memberikan nilai bagi orang lain.

Sumber/Gambar: http://analisis.news.viva.co.id/news/read/593069-pebisnis-sukses-harus-punya-karakter


Related Posts

Belajar Sukses dari Usahawan Muda Billy Boen
4/ 5
Oleh