5 Cara Menghindari Konflik dalam Persaingan Kerja yang Tidak Sehat

Konflik, bahkan hingga berujung perkelahian antar sesama rekan kerja kerap terjadi dikarenakan persaingan di dunia kerja yang tidak sehat.

Hal seperti ini bukanlah sikap yang bijak mengingat persaingan tersebut dilakukan oleh mereka orang-orang terpelajar dan profesional dalam perusahaan.

Seharusnya, persaingan kerja dapat memacu seseorang untuk meningkatkan prestasi kerja dengan berusaha melakukan semua pekerjaannya sebaik mungkin.

Namun, memang menjadi tidak bisa dihindari ketika pekerjaan sedang menumpuk, ketatnya deadline, ditambah provokasi menyebabkan konflik atau “gesekan” yang memperburuk keadaan.
Berikut ini kami akan berbagi mengenai hal-hal yang harus dilakukan ketika ketatnya persaingan kerja terjadi di lingkungan perusahaan anda bekerja.


1. Positif Thingking

Hal pertama yang harus anda lakukan sebagai seorang individu adalah tetap memiliki sudut pandang positif dan hati yang bersih. Pendapat ini disampaikan oleh motivator dan pembicara Andrie Wongso dalam seminar tentang pengembangan diri.

Jika sudut pandang positif dan hati yang bersih sudah kita miliki, bisa dipastikan ke depannya kita akan mudah menghindari persaingan tidak sehat itu. Kita tidak boleh terjebak pada arus dan suasana kerja dimana ada pihak-pihak lain yang mulai keluar dari batasan dan etika berkompetisi secara sehat.


2. Menjadi Lebih Waspada dan Termotivasi

Anda harus lebih waspada bila mengetahui ada orang yang ingin atau sengaja menjatuhkan, sehingga timbul motivasi dalam diri anda untuk lebih memaksimalkan potensi yang dimilik.

Usahakan agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan, hadapi persaingan tersebut dengan respon positif dan sikapi dengan hati yang bersih. Adanya orang-orang yang berusaha untuk menjatuhkan kita harus dimanfaatkan dalam pengembangan kualitas diri yang dimiliki.


3. Asah Terus Kemampuan

Kemampuan yang kita miliki jika terus di asah atau dikembangkan, maka secara perlahan bisa menjauhkan diri dari persaingan.

Mencari peluang baru dan meningkatkan atau memunculkan potensi diri yang terpendam merupakan cara untuk menghasilkan kualitas jati diri atau kemampuan yang di atas rata-rata. Persaingan akan semakin ketat jika kita hanya memposisikan diri masih di rata-rata.

Semakin tinggi posisi kemampuan kita di atas rata-rata, semakin sedikit pula persaingan di dunia kerja yang kita hadapi.


4. Beretika dalam Bekerja

Sebenarnya banyak orang yang tidak mempunyai kemampuan untuk menduduki jabatan tingkat atas. Namun, mereka berhasil mendapatkannya dengan menggunakan berbagai cara. Sementara anda tidak mendapatkan promosi apapun walau sudah bekerja dengan keras.

Bagus jika anda mempunyai prinsip untuk tetap tunjukkan etika kerja dan etika bergaul dengan pemimpin dan rekan kerja secara positif sembari terus meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam bekerja.


5. Buktikan Anda memang Layak

Seorang pakar sumber daya manusia, Ir. Timotius Oyong mengatakan, cobalah menjadi seseorang yang memang layak untuk dipromosikan (deserved person), sehingga terjadinya persaingan tak sehat antar sesama rekan kerja bisa dihindarkan.

Tunjukkan prestasi yang telah diraih pada pimpinan serta tetap fokus pada pekerjaan yang dilakukan.

Persaingan tidak hanya terjadi di dalam lingkungan kerja saja, tetapi ketika masa seleksi pun kita sudah dihadapkan dengan persaingan yang begitu ketat. Intinya adalah kita harus terus berusaha melatih kualitas dan kemampuan (skill) diri yang berguna dalam dunia kerja.

Agar ketika sudah memasuki lingkungan kerja, persaingan pun dapat diminimalisir dikarenakan mereka para calon pesaing melihat dan mengakui kemampuan anda yang di atas mereka.

Sumber: http://wolipop.detik.com/read/2015/03/20/154517/2864817/1133/5-cara-bijak-menghadapi-persaingan-di-dunia-kerja


Related Posts

5 Cara Menghindari Konflik dalam Persaingan Kerja yang Tidak Sehat
4/ 5
Oleh