Lima Masalah Pokok yang Membuat Pertanian di Indonesia Terus Merugi

Lima Masalah Pokok yang Membuat Pertanian di Indonesia Terus Merugi
Orang bilang tanah Indonesia adalah tanah surga yang memiliki banyak lahan subur dan makmur.

Bisa dikatakan berbagai macam tanaman bisa tumbuh subur di tanah air kita. Tapi, yang jadi pertanyaan adalah kenapa hal tersebut tidak berbanding lurus dengan nasib para petani?

Justru baru-baru ini Kementerian Pertanian menyatakan setiap tahun ada sebanyak 500 ribu rumah tangga petani yang beralih profesi ke bidang pekerjaan lain karena selalu mengalami kerugian.

Kerugian ini ternyata memang disebabkan berbagai faktor, termasuk meningkatnya risiko kerugian yang dialami petani akibat terlalu tingginya biaya produksi.

Baca juga: 4 Hal Penting dalam Memilih Bisnis yang Mendatangkan Keuntungan

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian (Kementan), Momon Resmono, selama mengadakan kunjungan ke 22 provinsi dan sejumlah kota di Indonesia, Menteri Pertanian menemukan sedikitnya lima masalah yang berkaitan dengan rencana swasembada pangan.

Apa saja masalah-masalah yang dihadapi negara kita di bidang pertanian? Berikut kami akan sampaikan informasi dan penjelasan dari kelima masalah tersebut.


1. Kerusakan Infrastruktur

Kerusakan dan kurangnya infrastruktur memang menjadi masalah yang kerap ditemui dalam pengembangan ekonomi di negara kita. Dalam bidang pertanian, ditemukan sedikitnya ada kerusakan infrastruktur terutama pada jaringan irigasi yang mencapai 52 persen.

Banyak irigasi baik primer ataupun sekunder telah sekian lama tidak tertangani dengan baik. Oleh sebab itu, rencana pemerintah melalui revolusi anggaran Kementan akan diprioritaskan perbaikan jaringan irigasi termasuk dari dana APBN Perubahan.

Ditargetkan dapat mengairi 3 juta hektare lahan pertanian dari jaringan irigasi yang akan diperbaiki ke depannya.

Selain itu, ada dukungan juga dari Kemen PU dalam perbaikan 49 waduk termasuk jaringan irigasi primer maupun sekunder. Anggaran yang direncanakan pada tahun 2015 ini mencapai Rp 4 triliun.


2. Penyediaan Benih

Realisasi benih secara nasional tidak lebih dari 20 persen pada 2014 lalu. Sehingga banyak benih impor yang digunakan dan harganya tentu lebih tinggi dari benih lokal.


3. Ketersediaan Pupuk

Ketersediaan pupuk di Indonesia belum memadai, terutama untuk memenuhi enam tempat di Jawa Tengah dan sempat beredarnya pupuk ilegal yang harganya lebih tinggi.

Hal ini sempat meresahkan petani karena mendatangkan kerugian cukup besar disebabkan kelanggkaan pupuk bersubsidi yang ternyata diubah oleh oknum menjadi pupuk non subsidi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementan telah berkoordinasi dengan TNI/POLRI dan telah berhasil menangkap pelakunya.


4. Tenaga Kerja Pertanian

Masalah ketenagakerjaan di bidang pertanian menjadi hal yang sangat memprihatinkan. Dimana pada 2003 berdasarkan data Biro Pusat Statistik ada sekitar 31 juta tenaga kerja di sektor pertanian.

Namun, pada 2013 lalu hanya tinggal 26,5 juta saja, sehingga rata-rata setiap tahun rumah tangga petani banyak yang beralih profesi sampai 500 ribu rumah tangga.


5. Perhiptani Belum Optimal

Masalah terakhir adalah persoalan Perhiptani yang nampaknya belum dapat berperan dengan optimal dalam program-program pertanian. Dan dari sini pemerintah berharap agar Perhiptani dapat meningkatkan peran penyuluhan dalam mendukung program-program pertanian.


Itulah masalah-masalah yang dihadapi pertanian di Indonesia berdasarkan hasil survei Kementan. Mengingat potensi pertanian Indonesia yang harusnya bisa menjadi komoditi unggulan, nampaknya pemerintah harus lebih serius lagi mengatasi masalah-masalah tersebut.

Semoga posting kali memberikan manfaat, dan jika anda berkenan silahkan klik tombol share di bawah ini agar banyak masyarakat yang membacanya. Terima kasih.

Sumber: http://www.suara.com/bisnis/2015/03/12/112428/setiap-tahun-setengah-juta-petani-beralih-profesi
Gambar: duniachybill.wordpress.com


Related Posts

Lima Masalah Pokok yang Membuat Pertanian di Indonesia Terus Merugi
4/ 5
Oleh