Profil Adam Smith – Pencetus Ekonomi Kapitalis

Tahukah anda dari mana paham ekonomi kapitalis itu berasal dan siapa pencetusnya?

Sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang mengutamakan penumpukan modal secara besar-besaran. Paham ini muncul pada abad 18 di Eropa Barat dan mulai berkembang pada abad ke 19.

Adam Smith, dialah tokoh yang disebut-sebut sebagai Bapak Ekonomi Kapitalis, paham ekonomi dari negara-negara kaya di Amerika dan Eropa. Bagaimana biografi sang pencetus paham tersebut?

Posting berikut ini akan mengulasnya, tapi sebelumnya mungkin saya boleh meluruskan kalau dibuatnya posting ini bukan berarti saya ikut mendukung atau sepaham dengan ideologi Ekonomi Kapitalis.

Baca juga: 99 Tokoh Sejarah Ekonomi yang Terkenal di Dunia (Bagian 1)

Tapi maksud saya lebih kepada melihat sosok si Adam Smith dan bagaimana paham kapitalis ini mulai berkembang hingga begitu banyak negara yang menganut paham ekonomi tersebut.

Profil  Adam Smith – Pencetus Ekonomi Kapitalis
John Adam Smith atau lebih dikenal dengan Adam Smith, terlahir di Kota Kirkcaldy, Skotlandia pada 5 Juni 1723.

Melalui karyanya yang berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations atau lebih populer dengan sebutan The Wealth of Nations, Adam Smith mulai dikenal sebagai pelopor ekonomi kapitalis (ilmu ekonomi modern).

The Wealth of Nations adalah buku pertama yang menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan kapitalis dan perdagangan bebas.

Sebenarnya banyak kalangan yang beranggapan bahwa Wealth of Nations hanyalah penambahan yang biasa dari karya ekonom sebelumnya yaitu David Hume dan Baron de Montesquieu, teori hasil pemikiran Adam Smith hanyalah penggambaran trend sejarah menjauh dari mercantilisme menuju perdagangan bebas yang telah berkembang selama beberapa dekade dan telah mempunyai pengaruh nyata dalam kebijakan pemerintah.

Namun, yang menjadi poin penting dari buku ini adalah pengorganisasian pemikiran-pemikiran mereka secara luas dan buku ini juga tetap menjadi yang paling berpengaruh dalam bidang ekonomi hingga sekarang.

Smith percaya akan hak untuk mempengaruhi kemajuan ekonomi diri sendiri dengan bebas, tanpa dikendalikan oleh perkumpulan dan (atau) negara.

Sebagaimana setiap individu, maka, mengusahakan sebanyak apa yang ia bisa sehingga ia bisa menggunakan modal miliknya dalam mendukung insutri dalam negeri, dan juga untuk mengarahkan industri yang produksinya mungkin merupakan nilai terbesar, setiap individu buruh yang diperlukan untuk memasang nilai yang tepat dari masyarakat sebaik yang ia bisa.


Perjalanan Hidup Smith

Smith memasuki Universitas Glasgow pada usia 13 tahun, ia mulai belajar filosofi moral di bawah Francis Hutcheson. Di tempat ini lah, Smith mulai mengembangkan keinginan kuatnya akan kebebasan, akal sehat, dan hak kebebasan berpendapat.

Tahun 1748 ia mulai memberikan kuliah umum di Edinburgh di bawah bimbingan Lord Kames. Banyak dari perkuliahannya menyinggung retorika dan belles-letters, namun nantinya dia dia akan mengambil subyek dari “kemajuan dari kesejahteraan”.

Smith bertemu dengan David Hume yang merupakan seniornya terpaut sepuluh tahun pada sekitar tahun 1750.

Hubungan mereka dirasa memiliki kesamaan opini yang dapat ditemukan dalam detil dari tulisan mereka mencakup filosofi, sejarah, politik, ekonomi, dan agama menandakan bahwa berdua mempunyai paham intelektual yang dekat dan saling bersahabat dibanding orang lain.

Kuliah-kuliah yang diberikan Smith menyangkut etika, retorika, politik ekonomi, jurisprundens, serta “polisi dan keuntungan”. Dia mulai menerbitkan teori dari Sentimen Moral di tahun 1759 dan memasukkan sebagian kuliahnya di Glasgow.

Reputasi Smith mulai terbangun masa itu melalui karyanya tersebut yang menjelaskan ketergantungan komunikasi manusia pada simpati antara “agen dan penonton” (sang individual dan anggota masyarakat yang lain).

Empat belas tahun kemudian, analisanya pada evolusi bahasa terkesan superfisial, melalui penelitiannya yang lebih dalam pada bahasa primitif oleh Lord Monboddo. Hingga kemudian ia memilih untuk memberi perhatian lebih pada ekonomi dan jurisprudens di dalam kuliahnya.

Pada 1762 senat akademik dari Universitas Glasgow bertemu dalam titel Doktor Hukum Smith. Smith akhirnya pensiun dari keprofessorannya dan dari 1764-1766 berkelana bersama muridnya di Perancis, tempat dimana dia datang untuk menemui pemimpin intelektual seperti Turgor, Jean D'Alembert, Andre Morrelet, Helvetius dan, khususnya, Frangois Quesnay, kepala dari Sekolah Psiokrat yang karyanya sangat dihormati oleh Smith.

Dalam perjalanan pulangnya ke Kircaldy, Smith dipilih menjadi anggota Royal Society dari London dan dia mendedikasikan sepuluh tahun berikutnya pada magnum opusnya, The Wealth of Nations, yang muncul di tahun 1776.

Dalam buku ke V dari The Wealth of Nations, Smith berkomentar pada instruksi kualitas rendah dan aktivitas intelektual yang berjumlah sedikit dibandingkan dengan di Skotlandia.

Komentarnya bertujuan mengkritik orang-orang yang dianugrahi kekayaan dari kampus-kampus Oxford dan Cambridge, dimana pendapatan para profesor tidak berdasarkan pada kemampuan mereka untuk menarik murid, dan pada fakta bahwa orang-orang yang menyeru sebagai men of letter bisa menikmati kehidupan lebih nyaman dari seorang menteri di Church of England.

Tahun 1778 Smith diangkat untuk menduduki pos sebagai komisioner untuk cukai di Skotlandia dan tinggal bersama ibunya di Edinburgh. Dia meninggal pada 17 Juli 1790 di Edinburgh karena sakit keras dan dikuburkan di Canogatw Kirkyard.

Ia meninggalkan banyak catatan dan material yang tidak dipublikasikan, dan memang memberi wasiat untuk menghancurkan apapun karyanya yang tidak pantas dipublikasikan.


Pola pikir Smith dan Pengaruh dari Pemikirannya

Selain dari apa yang dideduksi dari karya-karyanya yang sudah diterbitkan, sangat sedikit yang diketahui tentang Adam Smith.

Kesaksian kontemporer menjelaskan Smith sebagai eksentrik tetapi intelektual yang ramah dan dermawan, mempunyai kebiasaan yang berulang tentang pidato dan memberi senyuman “ramah dan tanpa ekspresi”.

Di Oxford, Smith pernah menolak Kristen dan dipercaya kalau dia pulang ke Skotlandia sebagai Deis.

Analisa mendasar dari sebuah remark dalam The Wealth of Nations dimana Smith menulis kalau keingintahuan umat manusia tentang “fenomena luar biasa dari alam” seperti “generasi, kehidupan, pertumbuhan dan kematian dari mahluk hidup” telah membuat manusia untuk “memasukkannya dalam akal sehat mereka”.

Ekonom Ronald Coase, telah menantang pandangan kalau Smith merupakan seorang Deist, menyatakan bahwa, ketika Smith mungkin dihubungkan sebagai "Arsitek Besar Alam Semesta", sarjana lain telah "jauh melebih-lebihkan perluasan sampai di mana Adam Smith sudah memasuki sebuah keyakinan dalam sebuah Tuhan Pribadi".

Coase mencatat observasi Smith di mana: "Takhayul pertama-tama ditujukkan untuk memenuhi keingintahuan, dengan menghubungkan semua penampakan menakjubkan pada agensi tentang Tuhan".

Bagaimanapun, kepercayaan ini tidak bertentangan dengan Deisme, sebuah sistem kepercayaan yang memegang ide sekptis tentang Tuhan pribadi.

Smith sepertinya sudah merencanakan dua keterilmuan besar di tahun terakhirnya, satu dalam ilmu sains dan kesenian, serta satu dalam teori dan sejarah hukum.

The Wealth of Nations menjadi berpengaruh karena telah dengan keras membuat bidang ekonomi dan perkembangannya  ke dalam disiplin yang sistematis dan berdiri sendiri. Buku ini merupakan buku paling berpengaruh dalam subyek yang pernah diterbitkan.

Memunculkan perasaan baru dari kesusahan keadaan ekonomi dan kemiskinan yang diakibatkan oleh Perang Kemerdekaan Amerika. Para ekonom yang lebih muda, seperti Thomas Malthus dan David Ricardo fokus dalam memperbaiki teori Smith ke dalam apa yang dikenal dengan ekonomi klasik.

Pandangan Smith dianggap lebih akurat pada masa sekarang ini, memberi solusi pada kenaikan upah dengan kenaikan produksi.

Dalam The Wealth of Nations, Smith mengklaim kalau kepentingan pribadi sendiri (dalam pengaturan institusional yang berimbang) bisa menuju hasil yang menguntungkan dari segi sosial.

Ada semacam kontradiksi dengan Theory of Moral Sentiments-nya, yang menyatakan kalau simpati dibutuhkan untuk mencapai hasil yang menguntungkan secara sosial.

Dalam kasus manapun, ia sepertinya percaya kalau sentimen moral dan kepentingan pribadi akan menambah pada hal yang sama.

Smith menyimpulkan seperti: tangan-tangan tak terlihat tidak bisa beroperasi bila tidak ada masyarakat yang mengawali sebuah konstruksi awal pembagian sosial dari buruh dan efisiensi yang datang dengan manifestasinya.

Tangan-tangan tak terlihat dari pasar adalah pada tingkat tertentu, diwakilkan atas kemampuan dari manusia untuk bersimpati pada kepentingan pribadi yang harmoni dengan opini dari simpati.

Kemakmuran Negara (Wealth of Nations) dan yang lebih kecil pengaruhnya Teori Moral Sentimen, telah menjadi titik awal untuk segala pertahanan atau kritik atau bentuk kapitalisme, yang terpenting dalam tulisan Marx dan ekonomi manusia.

Karena kapitalisme laissez-faire seringkali dihubungkan dengan keegoisan tak terkontrol, ada gerakan baru yang menekankan filosofi moral Smith, dengan fokus simpati kepada seseorang.

Sebenarnya banyak dari teori Smith hanya menjelaskan tren sejarah dari merkantilisme dan menuju perdagangan bebas dimana telah dikembangkan selama beberapa dekade dan memiliki pengaruh signifikan dalam kebijakan pemerintah.

Bagaimanapun, karya Smith merangkum ide mereka secara komperhensif, dan juga menjadi salah satu buku paling berpengaruh dan penting saat ini dalam bidang ekonomi.

Smith percaya akan hak untuk memengaruhi kemajuan ekonomi diri sendiri dengan bebas, tanpa dikendalikan oleh perkumpulan dan/atau negara.

Teori ini sampai pada proto-industrialisasi di Eropa, dan mengubah mayoritas kawasan Eropa menjadi daerah perdagangan bebas, membuat kemungkinan akan adanya pengusaha.

Ringkasnya, buku The Wealth of Nations yang sekarang lebih dikenal sebagai model ekonomi klasik terdiri dari empat prinsip umum:

*) Penghematan, kerja keras, kepentingan diri yang baik, dan kedermawanan terhadap orang lain adalah kebajikan dan karena itu harus didukung.

*) Pemerintah harus membatasi kegiatannya pada pengaturan keadilan, memperkuat hak milik privat, dan mempertahankan negara dari serangan asing.

*) Di bidang ekonomi, negara harus mengadopsi kebijakan Laissez Faire nonintervensi yaitu perdagangan bebas, pajak rendah, dan birokrasi minimum.

*) Standar klasik emas akan mencegah negara mendepresiasi mata uang dan akan menghasilkan lingkungan moneter yang stabil di mana ekonomi bisa berkembang.


Tidak hanya prinsip-prinsip diatas, Smith juga menitikberatkan tiga karakteristik dari model ekonomi klasik, yaitu Kebebasan (freedom), Kepentingan diri (self –interest), Persaingan (competition). Smith menilai ketiga unsur itu akan menghasilkan “harmoni alamiah” dari kepentingan antara buruh, pemilik tanah dan kapitalis.


Karya-karya Adam Smith:
*) The Theory of Moral Sentiments (1759)
*) An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776)
*) Essays on Philosophical Subjects (diterbitkan setelah 1795)
*) Lectures on Jurisprudence (diterbitkan setelah 1976)

Sumber:
http://biografi-orang-sukses-dunia.blogspot.com/2013/11/biografi-adam-smith-pakar-ekonomi.html
http://museumbiografi.blogspot.com/2013/11/biografi-adam-smith-bapak-ilmu-ekonomi.html
Gambar: de.wikipedia.org


Related Posts

Profil Adam Smith – Pencetus Ekonomi Kapitalis
4/ 5
Oleh

2 komentar

15 Maret 2015 22.17 delete

blog nya informatif bro. keren.
mampir juga ke blog ane ya www.dorizo.ml

Reply
avatar
2 Agustus 2015 13.27 delete

oke masbro, makasi sudah berkunjung ke blog ini, salam kenal.

Reply
avatar