PT LEN Industri | Penyedia Alutsista yang Jarang Dikenal

PT LEN Industri | Penyedia Alutsista yang Jarang Dikenal
Mungkin baru sedikit saja orang yang mengenal profil PT Len Industri.

Padahal, perusahaan pelat merah ini merupakan perusahaan yang memiliki peran peting dan strategis dalam sejumlah bidang teknologi di Negeri ini, salah satunya terkait persinyalan kereta api.

Perusahaan yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini pula yang mengembangkan teknologi informasi (IT dan memproduksi beberapa alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI-POLRI.

Perusahaan hasil transformasi dari Lembaga Elektronika Nasional (LEN) ini juga mengembangkan teknologi pendukung untuk TV Digital. Produk-produk PT Len Industri tak hanya diperuntukkan untuk konsumsi dalam negeri, namun juga meluas ke negara tetangga.

Seperti Negara Timor Leste yang meminta PT Len membantu program TV digital di negara bekas integrasi wilayah RI tersebut.

Orang sering menyebut PT Len dengan Lembaga Elektronika Nasional. Padahal, sejak tahun 1991 pada era Presiden BJ Habibie, perusahaan ini telah berubah menjadi BUMN, masuk industri strategis dan merubah sedikit trade mark-nya menjadi PT Len Industri.

Abraham Mose, selaku Direktur Utama PT Len mengatakan, guna pengembangan perusahaan yang ia pimpin saat ini sedang membangun techno park di Subang, Jawa Barat. Selain unggul pada bidang pengembangan teknologi, perusahaan tersebut juga terus menorehkan keuntungan.


Tugas Utama dan Strategi Pengembangan Perusahaan

PT Len memiliki tugas utama dalam melakukan penelitian dan pengembangan, sehingga dapat dikatakan perusahaan ini adalah ‘core-nya’ di bidang pengembangan teknologi. Itu pula yang dijadikan ikon dari PT Len.

PT LEN Industri | Penyedia Alutsista yang Jarang Dikenal

Dalam mengembangkan perusahaan ini, Abraham Mose menjelaskan beberapa strategi salah satunya ialah mengubah budaya perusahaan dari sekadar meneliti menjadi profit center. Walau awalnya dirasa sulit, namun masih bisa tetap berjalan sampai saat ini.

Masing-masing unit bisnis diberi target profit, sehingga selain menjadi pusat pengembangan teknologi, di perusahaan ini juga terdapat bisnis development dan pengembangan market.

Jadi, dalam satu perusahaan tersebut memiliki beberapa unit bisnis, di antaranya: Pusat Pengembangan Teknologi (Pustekin), unit produksi, dan divisi pengembangan usaha bisnis yang melakukan analisa dan pengembangan pasar.


Bisnis Utama PT Len Industri dan Anak Perusahaan yang Dimiliki

Ada tiga bisnis utama yang dijalankan perusahaan, yaitu renewable energy, transportation dan energy, serta penugasan pengembangan untuk pertahanan dan ICT. Dari ketiga bisnis utama tersebut, terdapat tiga anak perusahaan yang berjalan di bawah naungannya, yaitu:
  1. PT Len Railway System. Bergerak di bidang sistem jalur perkereta apian yang baru-baru ini menyelesaikan produk persinyalan kereta api lintas Cirebon-Surabaya double track sejauh 471 kilometer mencakup lebih dari 50 stasiun. Semua teknologi maupun implementasi teknologinya juga dari PT Len.
  2. PT Surya Energy Indotama. Bergerak di bidang Renewable Energy, solar cell.
  3. PT El Trans Indonesia. Bergerak di bidang sistem navigasi, seperti baru-baru ini mengerjakan sistem navigasi di Bandara Hasanudin, Makassar. Selain itu, anak perusahaan ini juga melakukan diversifikasi bisnis, seperti minyak dan gas guna memonitor distribusi gas di Indonesia.

Bisnis lain yang dijalankan PT Len Industri juga mencakup transportasi dan energi, misalnya unit ICT dan unit elektronika pertahanan. Pada unit bisnis elektronika dan pertahanan, PT Len senantiasa bekerja sama dengan Kemenhan, TNI dan Polri.

Misalnya, di Angkatan Darat produknya berupa tactical communication, di Angkatan Laut ada combat management system, dan di Angkatan Udara ada alat pembaca radar. Sementara itu, PT Len juga membuat sistem pemantauan kepadatan lalu lintas untuk Kepolisian.

Selain itu, produk PT Len lainnya ada juga yang bekerja sama dengan Telkom dalam proyek trade in trade off. Proyek ini mengganti kabel tembaga menjadi fiber optic sehingga masyarakat bisa broadband akses semuanya.

Ada juga produk PT Len lainnya yaitu KTP electronic reader, alat yang digunakan untuk membaca KTP elektronik yang sebenarnya sangat bermanfaat dapat mempermudah proses, pelayanan jadi cepat, dan mencegah terjadinya pemalsuan.


Produk-produk Alutsista PT Len Industri

PT Len menjadi lebih spesifik ketika bicara mengenai pertahanan. Kemenhan menyebutnya dengan Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP).

Perusahaan ini menjadi satu unit khusus yang mendapat penugasan pemerintah untuk mengembangkan electronic system guna mendukung pertahanan.

Sementara sistem elektronik persenjataan yang diproduksi oleh PT LEN masih terbatas untuk TNI (AD, AL, AU) dan belum dikomersialkan untuk swasta atau negara asing.

PT Len juga sering melakukan koordinasi dan sinergi antar BUMN atau BUMNIK. Jadi, ketika ada penugasan dari PT PAL untuk kapal perang, maka platform yang digunakan adalah PT PAL, tapi combat system dipegang oleh PT Len.

Begitu juga dengan BUMNIK yang lain, jadi bisa saling mendukung.


Keunggulan PT Len dibanding BUMN Lain

PT LEN Industri | Penyedia Alutsista yang Jarang Dikenal
Menurut Abraham Morse, PT Len memiliki keunggulan, value dan kemampuan melakukan pengembangan teknologi. Sehingga yang menjadi ikon perusahaan ini adalah kemampuan pengembangan teknologi yang berdaya saing.

Perekrutan karyawan di perusahaan ini dilakukan dengan sangat selektif. Sumber Daya Manusia nya berasal dari kampus atau institut teknologi terkemuka di Bandung dan hanya 10-20 lulusan terbaik yang akan diambil.

Saat ini PT Len sedang membangun techno park di Subang. Pembangunannya tahun ini sudah mulai pada modul industri, industri pertahanan, industri transportasi, dan fasilitas produksi yang lain. Abraham Morse juga mengatakan kalau ia selalu punya mimpi, PT Len akan semakin dikenal masyarakat Indonesia sebagai kumpulan ahli elektronika dan memiliki industri yang bermain di pasar global.

Menurutnya, jika negara ini ingin mandiri secara teknologi, harus ada kemauan politik yang kuat dari pemerintah karena hambatan di bidang SDM sudah tidak ada lagi.


Sumber: http://analisis.news.viva.co.id/news/read/596035-kita-harus-mandiri-secara-teknologi/1
Gambar:
pena-abad.blogspot.com
www.indonesia.jobistan.co
bandung.bisnis.com


Related Posts

PT LEN Industri | Penyedia Alutsista yang Jarang Dikenal
4/ 5
Oleh