Tahapan dan Pendekatan Dalam Pengambilan Keputusan

Tahapan dan Pendekatan Dalam Pengambilan Keputusan
Begitu cepatnya perkembangan dunia bisnis membutuhkan perangkat kebijakan yang mampu mengantisipasi tiap detik perubahan dalam dunia bisnis.

Bila ingin meraih peluang di masa mendatang, seorang pengusaha haruslah memiliki kemampuan untuk bisa mengambil keputusan dengan cepat.

Pengambilan keputusan (desicion making) dalam etika bisnis yaitu melakukan penilaian dan menetapkan pilihan.

Beberapa perhitungan dan pertimbangan alternatif harus dilalui sebelum keputusan tersebut diambil. Tahapan yang dilakukan sebelum suatu keputusan diambil, antara lain meliputi identifikasi pokok masalah, menyusun alternatif pilihan, hingga sampai pada pengambilan keputusan yang terbaik.

Baca juga: Tips Mengatur Waktu di Tengah Mobilitas yang Tinggi

Pengambilan keputusan yang kita lakukan selalu dipengaruhi oleh apa yang kita percaya, pikirkan, dan rencana-rencana yang akan dilakukan. Inilah yang disebut dengan faktor internal dalam diri kita yang dapat mempengaruhi suatu pengambilan keputusan.

Selain itu, ada juga faktor eksternal. Dalam dunia bisnis, faktor eksternal ini ada dua hal, yaitu faktor yang erat kaitannya dengan bisnis dan faktor yang di luar soal bisnis.

Misalnya faktor yang erat kaitannya dengan bisnis ialah keputusan kita untuk mengikuti saran dari rekan kerja atau kita mempunyai cara tersendiri dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Sedangkan faktor eksternal yang di luar bisnis, misalnya iklim usaha yang sedang terjadi, makro ekonomi, nilai tukar mata uang, dan lain-lain.


Tahapan-tahapan dalam Pengambilan Keputusan

1. Menganalisa masalah, yaitu mendefinisikan atau mengenali masalah dari perbedaan hasil aktual dengan hasil yang diharapkan.

2. Membuat asumsi, yaitu memperhatikan struktural suatu permasalahan apakah terletak di dalam atau di luar tanggung jawab, secara personal apakah kita bersedia menerima risiko atau tidak, secara sumber daya apakah tersedia atau tidak, serta tingkat prioritasnya apakah urgen atau bisa ditunda.

3. Membuat alternatif pemecahan masalah, yaitu menyusun beberapa alternatif pemecahan masalah yang bersifat layak, efektif dan efisien.

4. Mengevaluasi alternatif, yaitu mengumpulkan data atau alternatif pemecahan masalah yang telah dibuat, dan mengevaluasinya apakah menolak atau menerima alternatif dari sudut kelayakan, efektifitas dan efisiensi.

5. Memilih dan menerapkan alternatif, yaitu memilih dan menerapkan alternatif yang telah dievaluasi. Dengan pertimbangan kelayakan, efektif, dan efisien, contoh keputusan yang bisa kita ambil, misalnya lebih baik menerapkan alternatif yang kurang layak daripada di luar kemampuan, lebih baik menerapkan alternatif yang kurang efektif daripada tidak bertindak, atau lebih baik menerapkan alternatif yang mahal daripada murah tapi tak bermutu.

6. Mengevaluasi hasil, yaitu melihat hasil yang didapat, jika sesuai harapan maka selesai. Jika belum sesuai, maka ulangi.


Pendekatan-pendekatan Etika Bisnis dalam Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan semata-mata bukan karena kepentingan pribadi dari seorang si pengambil keputusannnya. Beberapa pendekatan dalam pengambilan keputusan yang etis diantaranya adalah:

1. Pendekatan bermanfaat (utilitarian approach), yang didukung oleh filsafat abad ke 19, pendekatan bermanfaat itu sendiri adalah konsep tentang etika bahwa perilaku moral menghasilkan kebaikan terbesar bagi jumlah terbesar.

2. Pendekatan individualisme adalah konsep tentang etika bahwa suatu tindakan dianggap pantas ketika tindakan tersebut mengusung kepentingan terbaik jangka panjang seorang individu.

3. Konsep tentang etika bahwa keputusan yang dengan sangat baik menjaga hak-hak yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan.

Adapun hak-hak yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

- Hak persetujuan bebas. Individu akan diperlakukan hanya jika individu tersebut secara sadar dan tidak terpaksa setuju untuk diperlakukan.

- Hak atas privasi. Individu dapat memilih untuk melakukan apa yang ia inginkan di luar pekerjaanya.

- Hak kebebasan hati nurani. Individu dapat menahan diri dari memberikan perintah yang melanggar moral dan norma agamanya.

- Hak untuk bebas berpendapat. Individu dapat secara benar mengkritik etika atau legalitas tindakan yang dilakukan orang lain.

- Hak atas proses hak. Individu berhak untuk berbicara tanpa berat sebelah dan berhak atas perlakuan yang adil.

- Hak atas hidup dan keamanan. Individu berhak untuk hidup tanpa bahaya dan ancaman terhadap kesehatan dan keamanannya.

Setiap hari, bahkan pada level personal pun kita selalu dihadapkan pada berbagai hal yang mengharuskan kita mengambil keputusan dengan tepat dan cepat. Ada banyak keputusan pula yang kita buat setiap harinya dalam tataran pekerjaan.

Entah itu keputusan akan hal-hal kecil, maupun keputusan besar yang mempengaruhi kehidupan banyak orang. Bahkan jika keputusan tersebut menyangkut nasib orang-orang dalam sebuah perusahaan, tentu pengambilan keputusan yang cepat dan tepat sangatlah dibutuhkan.

Pengambilan keputusan dalam keseharian yang kita lakukan sebenarnya dapat melatih diri ketika dihadapkan dengan suatu persoalan. Semakin sering kita melatih diri kita, semakin cermat dan cepat pula kita dapat mengambil keputusan nantinya.

Jadi, persoalan yang kita hadapi setiap hari janganlah dihindari, setiap persoalan pasti ada cara penyelesaiannya. Sama halnya dalam dunia bisnis, ada begitu banyak peluang serta risiko yang menjadi konsekuensi dari setiap keputusan yang kita ambil.

Sumber:
http://chipachupz.blogspot.com/2013/10/pengambilan-keputusan-dalam-etika_25.html
http://majalahscg.com/read/16/kelanakota/Pengambilan-Keputusan-Dalam-Bisnis
Gambar: meyliaputri.blogspot.com


Related Posts

Tahapan dan Pendekatan Dalam Pengambilan Keputusan
4/ 5
Oleh