Tipe-tipe Kepemimpinan yang Buruk dan Ciri-ciri Pemimpin yang Baik

Tipe-tipe Kepemimpinan yang Buruk dan Ciri-ciri Pemimpin yang Baik
Di setiap perusahaan tentu ada atasan baik dan atasan buruk. Ibarat peran dalam film pasti ada peran baik yang jadi jagoan dan ada peran antagonis yang jadi penjahatnya (lho kok jadi ngomongin film).

Atasan yang baik biasanya memiliki gaya kepemimpinan yang dihormati oleh orang banyak.

Sedangkan pemimpin yang buruk tentu menjadi atasan yang menyebalkan buat anak buahnya dan tidak dihargai, selalu menjadi momok dan bahan gosipan anak buah.

Baca juga: Kalimat-kalimat yang Jangan Diucapkan Atasan Kepada Bawahan

Namun, tidak semua atasan yang menyadari apakah gaya kepemimpinannya akan membawa dampak positif atau malah merugikan buat orang banyak.

Posting berikut ini kami sajikan untuk kita yang berposisi sebagai pemimpin agar bisa instrospeksi dan belajar menjadi pemimpin yang baik dan dihormati oleh karyawan.


Ciri-ciri Kepemimpinan yang Buruk

1. Merasa dirinya lebih tinggi dan seperti ada peng-kasta-an dalam perusahaan. Semua harus hormat dan tunduk padanya.

2. Hanya bisa memerintah dan memberikan tugas, kemudian tinggal menagih hasilnya saja. Tipe atasan seperti ini tidak ada kemauan untuk mengembangkan anak buahnya.

3. Anti kritik. Atasan seperti ini hanya mau diberi masukan yang baik-baik saja, dan sulit menerima saran maupun kritikan. Seringkali pemimpin model begini terlambat untuk mengantisipasi permasalahan dan menjadi sadar ketika semua sudah fatal.

4. Selalu mencari kambing hitam dan tidak mau disalahkan. Bos macam ini hanya bisa menyalahkan orang lain atau anak buahnya. Ketika melakukan kesalahan jarang mengucapkan kata “maaf”, bahkan malah menuding kiri-kanan.

5. Jarang menghargai pendapat atau ide dari orang lain. Tak mau memberi kesempatan pada karyawan untuk menyampaikan gagasan maupun ide. Cenderung satu arah dan selalu mau menang sendiri dalam suatu rapat atau perdebatan.

6. Lebih sering berkomunikasi dengan manajemen tingkat atas, dan membatasi komunikasi dengan anak buah. Cenderung menjaga jarak dan berkomunikasi seperlunya saja dengan anak buah.

7. Ketika bawahan mengalami kesulitan dalam pekerjaan, jarang mau membantu dan ikut memikirkan solusi yang terbaik. Pokoknya asal terima beres.

Baca juga: 7 Hal Penting Yang Harus Dilakukan Dalam Mengelola Tenaga Kerja

Dari ciri-ciri kepemimpinan yang buruk di atas, kita bisa membandingkannya dengan tipikal atasan yang baik di bawah ini:


Ciri-ciri Atasan yang Baik

1. Bersikap rendah hati dan selalu menggunakan kata “kami”, bukan “aku” dalam berinteraksi dengan atasan yang lebih tinggi atau antar atasan di lain divisi. Atasan semacam ini selalu membantu anak buahnya agar dapat bekerja dengan maksimal, paling tidak memberikan motivasi dan saran-saran demi pengembangan karyawan dan perusahaan.

2. Bisa mendelegasikan tugas dan wewenang kepada bawahan secara jelas dan benar. Selalu memastikan agar anak buah dapat mengerti dan melaksanakan tugasnya dengan benar. Bila anak buah kurang terampil, atasan semacam ini tidak segan untuk melatihnya.

3. Terbuka dengan segala masukan dan kritikan dari siapapun, baik yang bersifat positif maupun negatif. Menerima gagasan ataupun ide dengan menelaahnya lebih dalam dan membandingkan ide atau gagasan karyawan lain yang mungkin lebih bagus. Pemimpin semacam ini cenderung lebih demokratis dan mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan.

4. Tidak malu meminta maaf apabila melakukan kesalahan dan terbuka untuk dikoreksi demi kebaikan bersama dan kepentingan perusahaan.

5. Komunikasi yang kondusif tidak hanya dilakukan kepada atasan di atas tingkatnya saja. Namun, juga kepada bawahannya selalu membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan seluruh anggota team. Dalam berkomunikasi dan pergaulan, tidak membeda-bedakan derajat sosial.

Itulah beberapa ciri pemimpin yang baik dan pemimpin yang buruk. Semoga bisa kita jadikan introspeksi diri ketika kita menduduki jabatan yang memiliki wewenang untuk memimpin beberapa orang karyawan.

Pemimpin yang baik selalu bisa menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja, sehingga anak buah merasa nyaman dan betah bekerja bersama pimpinannya dan dengan sendirinya memiliki kesediaan untuk menampilkan performa kerja terbaiknya.

Sumber:
http://forum-mikomunitas.blogspot.com/2013/08/7-tujuh-perbedaan-atasan-yang-baik-dan.html
Gambar:
yeaind.wordpress.com


Related Posts

Tipe-tipe Kepemimpinan yang Buruk dan Ciri-ciri Pemimpin yang Baik
4/ 5
Oleh