David Hume dengan Teori Perdagangan Internasional

David Hume dengan Teori Perdagangan Internasional
en.wikipedia.org
Pengetahuan hanya bisa diperoleh melalui pengalaman, begitulah pendapat seorang filsuf terkenal dunia bernama David Hume (1711-1776).

Dirinya merupakan tokoh yang juga memberikan beberapa sumbangan pemikiran ekonomi ketika disiplin ilmu ini baru saja berkembang.

Dampak uang terhadap ekonomi dan perdagangan antar negara merupakan hal yang menjadi sumbangannya dalam ilmu ekonomi.

Lahir di Edinburgh, Skotlandia, pada tahun1711, Hume adalah anak dari seorang tokoh yang juga cukup dikenal di negeri tersebut.

Namun, ayahnya ini telah meninggal sejak Hume masih anak-anak. Ia dibesarkan oleh ibunya dan memang ayahnya juga mewariskan uang yang banyak untuk keluarganya.

Baca juga: Thomas Mun (1571 – 1641): Perdagangan Luar Negeri ala Merkantilis

Karena itulah Hume mendapat pendidikan yang sangat baik, terutama melalui pengajar pribadi di rumahnya.

Untuk belajar sastra klasik kemudian ia mendaftar di Universitas Edinburgh. Namun, Hume tidak cukup puas dengan pendidikan yang diterimanya dan menetapkan untuk pergi ke Perancis dan keluar dari Universitas.

Di sinilah dirinya berhasil menjadi seorang filsuf terkenal. History of England yang terdiri dari enam volume (1757-1762) merupakan salah satu hasil karya filsafat yang berlimpah darinya.

Sebagai seorang ahli ekonomi, Teori uang dan teori perdagangan nasional disumbangkan oleh Hume. Dampak uang terhadap tingkat suku bunga, kegiatan ekonomi dan harga dianalisa oleh Hume dalam karyanya.

Hume pula yang mengemukakan bahwa negara-negara tidak akan mungkin mengalami ketidaseimbangan perdagangan dalam jangka waktu yang lama.

Hume juga mengemukakan suatu jawaban penting dari sebuah pertanyaan “Apa yang terjadi saat negara-negara kaya berdagang dengan negara-negara miskin?” Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah bahwa perdangan internasional akan memberi keuntungan pada kedua negara tersebut.

Bagi Hume, orang yang berdagang pantas dihargai karena ia cermat. Pengusaha lebih condong menyimpan penghasilan mereka dan menimbun modal.

Semakin banyak kapital atau modal maka akan menurunkan tingkat suku bunga dan mendorong pengusaha lain untuk meminjam serta kemudian mengembangkan kegiatan usaha mereka. Dan memberi efek pada tingakat persaingan dan penurunan tingkat keuntungan.

Lain halnya dengan pedagang, untuk mengkonsumsi lebih banyak barang maka tuan tanah kaya biasanya akan meminjam uang. Itulah sebabnya mengapa mereka dapat menaikkan tingkat suku bunga pinjaman karena kurangnya persediaan modal produktif.

Analisa yang dilakukannya tidak hanya menjelaskan fungsi dari pedagang atau pengusaha. Tapi juga membuahkan teori bunga, yang kini dikenal dengan “Teori dana yang dapat dipinjamkan” (Loanable Funds Theory).

Menurut Hume, suplai tabungan dan permintaan tabungan menentukan tingkat bunga. Hume pula yang mengalisa efek ekonomis dari perubahan di dalam persediaan uang.

Efek uang jangka pendek merupakan konsekuensi dari fakta bahwa harga tidak akan langsung mengalami perubahan. Lalu, Hume juga menganalisa dampak dari uang tambahan terhadap perdagangan internasional.

Hume memakai analisa tersebut untuk pengembangan dalam mekanisme aliran uang yang menjelaskan bagaima kekuatan ekonomi secara otomatis menuju ke posisi seimbang dalam perdagangan untuk semua negara.

Berangkat dari permasalahan yang dikemukakan oleh merkantilis dan isu-isu ekonomi yang berkembang pada waktu itu, Hume melakukan pengembangan analisis ekonomi dengan mengemukakan dampak dari uang dan perdagangan terhadap satu sama lain dan terhadap pertumbuhan ekonomi.

David Hume memiliki tempat di dalam sejarah ilmu ekonomi dikarenakan lebih dari sekedar usaha yang ia lakukan dalam analisis ekonomi. Hume merupakan tokoh transisional penting antara ekonom Inggris klasik dengan merkantilis yang akan mengikuti jejak-jejak Hume.

Memang dari pemikiran Hume lah mulanya konsep perdagangan internasional dikembangkan. Itu pula yang membuatnya disegani oleh ahli-ahli ekonomi seluruh dunia. Sehingga hasil pemikirannya tersebut banyak diikuti oleh seluruh negara di dunia sampai sekarang.

Karya-karya Hume
History of England (1757-62), London: T. Cadell dan W. Davies, 1802.
Essay. Moral, Political, and Literary, ed., T.H. Green dan T.H. Grose, 2 Vol., London: Longmans, Green, 1875.
Writing on Economics, ed., E. Rotwein, Madison, WI: University of Wisconsin Press, 1955.

Sumber:
http://e-je.blogspot.com/2009/04/david-hume-1711-76.html


Related Posts

David Hume dengan Teori Perdagangan Internasional
4/ 5
Oleh