Jeff Bezoz, Dengan Ketekunannya Berhasil Membangun Amazon

Jeff Bezoz, Dengan Ketekunannya Berhasil Membangun Amazon
www.bryaneisenberg.com
Amazon.com, merupakan salah satu toko online terbesar di dunia, dan semua pengguna internet pasti mengetahuinya.

Tapi, mungkin tidak banyak yang mengenal Jeff Bezoz, sang pendirinya.

Siapa Jeff Bezoz, seperti apa kehidupannya di masa anak-anak hingga remaja, dan bagaimana prosesnya ia bisa membangun Amazon.com hingga bisa seperti sekarang ini?

Berikut ini kami akan mengulas tentang biografi singkat Jeff Bezoz, sang pendiri Amazon.com. Yuk, kita simak!

Baca juga: Belajar Tiga Hal Penting dari Warren Buffett

Jeff Bezoz dilahirkan pada 12 Januari 1964 di Albuquerque, New Mexico. Sejak kecil, kecerdasan dan ketekunan pria ini sudah terlihat.

Di usianya yang baru 3 tahun ia sudah memiliki inisiatif untuk membongkar tempat tidurnya yang berbentuk box dan ia melakukannya sendiri dengan obeng, hanya karena ia ingin mempunyai tempat tidur yang seperti orang dewasa.

Ketika sudah mulai bersekolah, para guru Jeff pun mengalami kesulitan untuk menghentikannya dari tugas yang sedang dilakukannya, karena ia memang sangat tekun dalam mengerjakan sesuatu dan tak ada yang dapat mengganggunya ketika ia ingin menggapai apa yang diinginkan dengan tangannya sendiri.

Preston Gise, kakek Jeff yang merupakan pengelola Komisi Energi Atom wilayah barat, di mana ia mempunyai tanggung jawab untuk mengelola laboratorium di Sandia, Lawrence Livermore, dan Los Almos pernah bercerita, kalau dirinya sering menghabiskan waktu musim panas di barat daya Texas bersama Jeff saat masih berusia 10 tahun.

Preston melihat cucunya memiliki bakat seorang ilmuwan muda seperti dirinya dulu. Lantas, kakeknya ini sering membantu Jeff dalam bereksperimen seperti membuat radio amatir Heatkit dan membantu Jeff dalam mengkoleksi berbagai macam benda ilmiah yang kadang membuat garasi rumah orangtua Bezos rusak karena ditempat itulah mereka melakukan berbagai macam eksperimen ilmiah.

Saat Jeff SMA, suatu perlombaan yang disponsori oleh NASA berhasil dimenangkannya dengan menulis makalah mengenai dampak ketiadaan gravitasi pada usia rata-rata lalat.

Kemudian saat liburan musim panas di tahun 1981, Jeff pernah bekerja sebagai juru masak di McDonald’s di Miami. Di situlah dirinya mulai mengenal pentingnya pelayanan terhadap pelanggan.

Lulus SMA, Jeff kuliah di Universitas Princeton. Awalnya ia mengambil jurusan fisika, namun kemudian memutuskan untuk pindah fakultas guna mendalami ilmu komputer. Ia pun berhasil lulus dengan gelar di bidang ilmu komputer dan teknik listrik.

Selepas dirinya lulus kuliah, Jeff bekerja di Wall Street. Sebuah jaringan komputer di bangunnya pada sebuah gedung perusahaan Fitel.

Dan tidak berapa lama dirinya diangkat sebagai wakil presiden direktur di D.E. Shaw & Co. Padahal saat itu dirinya baru menginjak usia 28 tahun.

David Shaw yang kala itu adalah bosnya meminta Jeff untuk meneliti berbagai peluang bisnis baru dan juga peluang bisnis baru di internet.

Jeff mulai berpikir untuk menjual sesuatu di internet. Daftar 20 barang terlaris yang dijual lewat surat dibuatnya.

Setelah mempelajari daftar tersebut, ia menyimpulkan bahwa buku berada di peringkat teratas dalam daftar tersebut.

Menurutnya, bisnis buku bisa menjadi bisnis raksasa, namun tidak ada perusahaan satu pun yang benar-benar mendominasinya.

Tidak adanya bank data pesanan melalui surat yang dapat memuat semua judul buku yang tersedia dalam jangka satu tahun mulai disadarinya.

Padahal, menurut Jeff itu merupakan sesuatu yang penting. Bank data yang terkomputerisasi dapat mengorganisasikannya dan bisa menjadi toko buku online yang bisa diakses melalui internet oleh semua orang di dunia. Ide ini diberitahukannya kepada Shaw selaku bosnya, namun sayangnya Shaw tidak tertarik.

Ia kemudian mendikusikan hal ini pada rekannya, MacKenzie. Mereka pun kemudian berinisiatif untuk mencobanya sendiri.

Jeff memikirkan nama apa yang cocok untuk usahanya ini. Dan menemukan nama Amazon.com sebagai nama yang cocok.

Arti dari nama ini menurutnya karena Amazon adalah sungai terbesar di dunia, dan melambangkan usahanya tersebut dengan harapan bisa menjadi toko buku dengan koleksi terbesar di dunia.

November 1994, Jeff bersama dengan beberapa rekannya, MacKenzie, Shel, dan Paul memulai kerjanya di sebuah garasi sempit yang kemudian diubahnya menjadi sebuah kantor.

Saat itulah ada dua masalah yang dialaminya. Masalah pertama adalah uang. Dengan uang, maka dirinya akan mampu membayar orang-orang yang akan membuat usahanya berjalan.

Maka, Jeff membentuk sebuah perusahaan dan mengangkat dirinya sendiri menjadi pendiri, CEO, dewan direksi, dan presiden direktur.

Masalah kedua adalah perangkat lunak. Software yang tersedia satu-satunya adalah untuk mengelola inventaris dan untuk memproses pesanan desain dalam bisnis pesanan via surat biasa. Namun, berkat kegigihan mereka semua, segala masalah bisa diatasi.

Sukses yang sangat cepat dialami Amazon.com, karena perusahaan ini sangat memudahkan para pengguna untuk mencari buku yang diinginkan.

Selain itu, produk yang dijual di Amazon.com juga lebih murah dari yang dijual di toko. Kesuksesan mereka hingga kini terus berlanjut, tidak hanya menjual buku saja, tapi juga aneka barang yang dibutuhkan dan sedang laris dipasaran.

Sekarang ini perusahaan mereka bahkan sudah dikenal luas sebagai Toko Online terbesar dan terlengkap di dunia.

Semoga kisah tentang Jeff Bezos tadi menginspirasi kita semua. Dan ingatlah bahwa kesulitan apapun bukanlah sebuah penghalang yang dapat menghentikan kita untuk terus maju, namun kesulitan tersebut adalah momen di mana kita bisa belajar lebih banyak untuk menjadi sukses.

Sumber :
http://collection27.blogspot.com/2011/12/jeff-bezoz-pendiri-amazoncom.html


Related Posts

Jeff Bezoz, Dengan Ketekunannya Berhasil Membangun Amazon
4/ 5
Oleh