Berwirausaha Tidaklah Semudah yang Dibayangkan

Berbagai tantangan yang tidak mudah harus siap dijalani oleh anda yang ingin berwirausaha. Tidak sedikit orang yang memilih untuk berhenti menjadi wirausahawan untuk kemudian melamar pekerjaan menjadi karyawan pada sebuah perusahaan dengan gaji yang rutin dan aman setiap bulan. Hal ini karena mental yang dimiliki masih belum begitu kuat.

Menjadi wirausahawan seharusnya anda sudah siap untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan terjadi.

Misalnya saja, penghasilan yang kecil dan kadang tidak menentu sementara biaya kebutuhan semakin tinggi dan harus tetap bisa anda penuhi.

Rasa tidak aman juga kerap menghantui dalam berwirausaha. Juga berbagai godaan yang bisa menggoyahkan komitmen anda dalam berwirausaha.

Simak juga: Jangan Ragu Mengatakan Mimpimu

Di samping itu, minimnya inovasi dan kreativitas yang dimiliki juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banyak usaha yang bangkrut.

Wirausaha adalah pilihan, dan tak cukup hanya bermodalkan keinginan belaka. Anda harus menetapkan langkah pasti dan teguh untuk menjalaninya.

Idealnya, apapun ujian, godaan, dan apapun hasilnya, komitmen dan konsistensi itu harus terus dijaga.

Belum lagi, tingkat persaingan usaha dan perilaku pasar sekarang ini semakin dinamis. Penting sekali untuk wirausahawan memiliki keyakinan serta cita-cita untuk terus berkembang dengan diawali dari langkah-langkah kecil.


Pandangan Agama Islam dalam Berwirausaha

Berwirausaha dalam pandangan Islam adalah bagian yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.

Karena manusia sebagai khalifah fil-ardh memiliki kewajiban untuk memakmurkan bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik.

Dalam Quran surat Al-Jumu’ah ayat 10 yang artinya: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan banyak-banyak mengingat Allah supaya kamu beruntung.

Seperti kita kenal pula bahwa Rasulullah merupakan pribadi yang terus mendorong semangat wirausaha dalam diri para sahabat.

Pada suatu waktu, Sa’ad bin Musa Al-Anshari menceritakan sebuah kisah, bahwa pada waktu Rasulullah SAW baru kembali dari perang Tabuk, beliau melihat tangan Sa’ad yang melepuh.

Kulitnya terlihat gosong kehitam-hitaman disebabkan terpaan sengatan matahari. Rasulullah bertanya padanya, “Kenapa tanganmu?”.

Sa’ad kemudian menjawab “Karena aku mengolah tanah dengan cangkul ini untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku”.

Rasulullah kemudian memegang tangan Sa’ad dan menciumnya sambil berkata, “Inilah tangan yang tidak pernah disentuh api neraka.”

Dalam riwayat lain, setelah mencium tangan Sa’ad, beliau bersabda, “Hadzihi yaddun yuhibuhallahu wa Rasuuluhu” yang artinya: “Inilah tangan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR At-Thabahari).

Walaupun Rasulullah pernah menjalani hidup dalam masa-masa sulit, namun beliau memiliki semangat untuk berkembang, kreatifitas dan usahanya untuk hidup mandiri adalah karakter dasar jiwa wirausaha.

Kejujuran beliau, ketekunan, dan pribadi beliau yang menyenangkan, semua hal tersebut merupakan modal yang mesti seorang wirausahawan miliki. Dalam dunia bisnis, semua yang dimiliki Rasulullah tersebut biasa disebut dengan personality.

Selama 25 tahun lamanya, Nabi Muhammad SAW mendedikasikan dirinya pada dunia wirausaha. Selama itu, kejujuran, kecerdasan, ketekunan, dan keuletanlah yang telah menjadikan beliau sebagai wirausahawan di jazirah Arab yang disegani.

Ada tujuh macam pertanyaan mendasar untuk membangun jiwa kewirausahaan yang selalu disampaikan oleh Ir. Ciputra dalam berbagai seminar dan pelatihan, berikut ini adalah daftarnya:

1. Apakah hasrat yang besar untuk menjadi seorang entrepreneur anda miliki?

2. Apakah anda melihat kesempatan besar untuk melayani pasar dan melihat sebuah peluang besar yang belum dilakukan orang lain?

3. Apakah produk inovatif anda miliki dan sulit untuk ditolak oleh prospek anda?

4. Apakah persaingan mampu anda menangkan secara efektif? Jangan hanya menjadi baik di barisan belakang, jadilah lebih baik di barisan depan. Namun, bila anda tidak mampu menjadi lebih baik, maka ciptakan perbedaan bisa menjadi pilihan.

5. Bisakah anda menghasilkan produk dan melakukan pemasaran dengan cara yang paling efisien? Ada sebagian kecil orang yang membeli karena mahal, dan sebagian besar lainnya membeli karena murah.

6. Tahukah anda bagaimana cara mendanai ide bisnis baru anda dan memberikan hasil terbaik namun dengan biaya termurah serta risiko terendah?

7. Sudah siapkah anda untuk menjalani tuntutan kerja yang keras, serta berani untuk menanggung risiko kegagalan dan kerugian?


Itulah ketujuh pertanyaan yang harus anda camkan baik-baik, jadikan pelajaran untuk secara terus menerus dikembangkan menjadi jiwa dan semangat entrepreneurship yang tangguh.

Di samping itu, untuk menjalankan usahanya, seorang wirausahawan tentu membutuhkan skill, baik berupa cakap dalam menjual serta integritas yang tinggi.

Keuletan, gigih, pandai, disiplin, pantang menyerah, dan memiliki pikiran yang terbuka, apakah semua itu dirasa sudah ada dalam diri anda?

Keberadaan para entrepreneur pada suatu negara akan mampu menumbuhkan perekonomian negara tersebut.

Untuk itulah, peran pemerintah sangat diharapkan guna memberikan hasil yang saling berkaitan dan bermanfaat satu sama lain.

Banyak cara yang sebenarnya bisa dilakukan pemerintah untuk mendukung perekonomian dengan meningkatkan jumlah wirausahawan di Indonesia.

Mempermudah izin dalam pendirian usaha, dan penyediaan modal usaha bagi para pengusaha disertai juga dengan pendampingan kepada mereka, kami rasa akan sangat banyak membantu kita para wirausahawan.

Sumber:
http://jemput-rizki.blogspot.com/2013/08/membangun-jiwa-dan-semangat-wirausaha.html



Related Posts

Berwirausaha Tidaklah Semudah yang Dibayangkan
4/ 5
Oleh