Jangan Samakan Diet Sehat Remaja dengan Orang Dewasa

Jangan Samakan Diet Sehat Remaja dengan Orang Dewasa
Usia remaja merupakan masa di mana seseorang masih mengalami masa pertumbuhan, sehingga dalam melakukan diet untuk menurunkan berat badan juga tidak boleh sembarangan.

Namun, ternyata masih banyak remaja yang salah kaprah dengan menganggap melewatkan waktu makan adalah cara paling cepat untuk menjaga berat tubuhnya.

Menurut dokter Grace Judio-Kahl, seorang konsultan penurunan berat badan, menahan lapar karena ingin kurus tidak boleh dilakukan oleh remaja.

Sebaiknya para remaja diedukasi dulu tentang mengapa tubuh merasa lapar dan kapan merasa kenyang.

Baca juga: Dampak Buruk Langsung Tidur Sesaat Setelah Makan

Bila sedang lapar ya harus makan, jangan sampai tidak makan selama seharian dengan alasan sedang diet. Dan juga kalau memang sudah merasa kenyang sebaiknya berhenti makan.

Grace menambahkan pula bahwa remaja harus dipastikan ketika perut merasa lapar, bukan karena hanya keinginan makan semata.

Asupan yang dimakan pun harus disesuaikan dengan prinsip gizi berimbang. Meskipun sebenarnya para remaja tidak mempunyai pantangan makanan, namun disarankan untuk tetap mengurangi makanan dengan kandungan lemak yang tinggi, gula berlebih, dan juga makanan-makanan yang banyak mengandung minyak.

Makan-makanan yang manis pun tetap disarankan sebagai tambahan energi walaupun harus disesuaikan dengan aktivitas gerak yang dilakukan.

Asupan dengan prinsip gizi berimbang antara lain harus ada karbohidrat, mengandung protein dan juga konsumsi makanan buah dan sayur.

Tidak bisa seorang remaja ikut-ikutan diet seperti yang dilakukan mamanya, karena kebutuhan gizinya juga sudah berbeda.

Seperti kita ketahui bahwa tubuh akan menjadi lebih sehat dengan menerapkan pola makan yang sehat.

Sistem metabolisme tubuh pada remaja akan terganggu apabila melakukan diet yang terlalu ketat atau salah melakukan program diet, di samping itu pertumbuhan tulang malah jadi terhambat dan juga bagi remaja wanita akan dapat mengganggu siklus haid.

Kendati demikian, diet sehat tetaplah diperlukan bagi remaja untuk mencegah terjadinya obesitas. Sebab, obesitas akan terus terjadi hingga dewasa apabila dibiarkan, dan juga akan membiasakan mereka pada pola makan yang tidak sehat.

Tentu saja, obesitas pun bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit berbahaya tidak menular seperti diabetes, darah tinggi, dan penyakit jantung.

Cara paling baik adalah dengan membuat para remaja untuk lebih banyak berolahraga dan juga bergerak, seperti mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya.

Batasi juga aktivitas menonton televisi terlalu lama serta berada di depan komputer dan main game hingga berjam-jam, usahakan hanya dilakukan maksimal selama 2 jam dalam sehari.

sumber:
http://health.kompas.com/read/2015/03/26/071000523/Diet.Sehat.untuk.Remaja.Beda.dengan.Orang.Dewasa?utm_source=health&utm_medium=bp&utm_campaign=related&


Related Posts

Jangan Samakan Diet Sehat Remaja dengan Orang Dewasa
4/ 5
Oleh