Kilas Sejarah Aksi Buruh Peringati May Day dari Tahun ke Tahun

Kilas Sejarah Aksi Buruh Peringati May Day dari Tahun ke Tahun
waspada.co.id
Mungkin cukup banyak dari kalangan buruh yang tidak mengetahui tentang hari buruh, bagaimana sejarahnya dan mengapa selalu diperingati dari tahun ke tahun.

Hari Buruh pernah tidak diperingati di Indonesia ketika masa pemerintahan Orde Baru, bahkan dianggap aktivitas yang subversif.

Gerakan buruh saat masa Orde Baru memang lebih dikaitkan dengan gerakan dan paham komunis yang sejak terjadinya G30S pada 1965 menjadi sesuatu yang tabu di Indonesia.

Aksi untuk memperingati May Day semasa Soeharto berkuasa memang masuk kategori kegiatan subversif, sebab May Day kerap dikonotasikan dengan ideologi komunis.

Jelas, konotasi ini sebenarnya tidak pas, karena banyak negara-negara di dunia ini yang sebagian besar bukan penganut ideologi komunis, bahkan memiliki prinsip antikomunis menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional dan menjadikannya sebagai Labour Day.

Setelah berakhirnya masa Orde Baru, setiap tanggal 1 Mei kembali marak dirayakan dengan demonstrasi di berbagai kota oleh buruh di Indonesia, walaupun saat itu memang belum menjadi hari libur nasional.

Gerakan massa buruh setiap tanggal 1 Mei yang dimobilisasi memang dikhawatirkan bisa membuahkan kerusuhan, namun hal tersebut tidak terbukti.

Tidak pernah ada tindakan destruktif sejak peringatan May Day tahun 1999 sampai 2006 oleh massa buruh yang masuk kategori “membahayakan ketertiban umum”.

Justru tindakan aparat keamanan yang cenderung represif terhadap kaum buruh, sebab masih adanya paradigma lama yang dijadikan pedoman mereka, mengganggap bahwa peringatan May Day merupakan subversif dan gerakan komunislah yang mendalanginya.


Aksi Buruh pada May Day Tahun 2006

Pada tahun 2006, aksi May Day terjadi di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Lampung, Medan, Batam, Makassar, Manado, Denpasar, dan Samarinda.

Di Ibukota sendiri, unjuk rasa puluhan ribu buruh terkonsentrasi di beberapa titik seperti Bundaran HI, Gedung MPR/DPR, dan Istana Negara.

Buruh yang datang dan tergabung dalam aksi di Jakarta berasal dari berbagai serikat buruh di sejumlah kawasan industri di Jabodetabek.

Tujuan dari aksi mereka ialah untuk menolak revisi Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang dianggap lebih menguntungkan pihak pengusaha dan merugikan kalangan buruh.


Aksi Buruh pada May Day Tahun 2007

1 Mei 2007 di Jakarta, ribuan buruh, bersama dengan mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat turun ke jalan.

Pengunjuk rasa memadati berbagai titik di Jakarta, seperti kawasan Istana Merdeka, Gedung MPR/DPR, Budaran Hotel Indonesia, dan berbagai tempat lainnya di Ibukota.

Sementara di Bandung, aksi dilakukan para buruh di Gedung Sate kemudian bergerak menuju Polda Jawa Barat dan Kantor Disnakertrans Provinsi Jawa Barat.

Ribuan buruh juga berunjuk rasa secara bergelombang di Semarang sejak pukul 10.00 WIB. Start dilakukan dari depan Masjid Baiturrahman di Kawasan Simpang Lima, Kampus Undip Pleburan, dan Bundaran Air Mancur di Jalan Pahlawan, kemudian menuju gedung DPRD Jawa Tengah.

Sedangkan di Yogyakarta, ratusan buruh dan mahasiswa serta dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah di Kota Yogyakarta. Mereka berangkat dari titik simpul Tugu Yogya menuju depan Kantor Pos Yogyakarta.

Di Kota Palembang, aksi buruh berpusat di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera). Di Medan, sekitar 5 ribu buruh mendatangi DPRD Sumatera Utara dan Pengadilan Negeri Medan.

Di Kota Makassar, sekitar 2 ribu buruh mengawali aksinya dengan berkumpul di simpang Tol Reformasi.

Mereka mengawali dari tempat tersebut kemudian berjalan kaki menuju kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumoharjo.


Aksi Buruh pada May Day 2008

Aksi longmarch dilakukan oleh sekitar 20 ribu buruh menuju Istana Negara pada peringatan May Day 2008 di Jakarta. Mereka berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia sejak pukul 10 pagi.

Sementara itu tindakan represif oleh personel Polres Jakarta Selatan menghadang dan menangkap 187 aktivis Anti Otoritarian seusai demonstrasi di depan Wisma Bakrie ketika akan bergabung menuju Bundaran Hotel Indonesia.

Di Depok, personel Polres Depok menahan 5 truk rombongan buruh yang hendak menuju Jakarta. Di Yogyakarta, aksi buruh juga dihadang oleh Forum Anti Komunis Indonesia.

Aksi pada tahun 2008 dilakukan pula oleh pelbagai organisasi buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat dan Front Perjuangan Rakyat, diikuti pula oleh berbagai serikat buruh dan organisasi lain, seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Kesatuan Aliansi Serikat Buruh Independen (KASBI), Serikat Buruh Jabotabek (SBJ), komunitas waria, dan organisasi-organisasi mahasiswa lainnya.


Aksi Buruh pada May Day 2009

Hari buruh sedunia diperingati oleh belasan ribu buruh, aktivis dan mahasiswa dari berbagai elemen dan organisasi dengan melakukan aksi longmarch dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Negara, Jakarta. Front Perjuangan Rakyat (FPR) dan Aliansi Buruh Menggugat (ABM), menjadi dua organisasi payung yang tergabung dalam aksi ini.

Ribuan buruh yang tergabung dalam ABM dihadang dan tertahan sekitar 500 meter dari Istana oleh ratusan aparat Kepolisian.


Aksi Buruh pada May Day 2010

Ribuan pengunjuk rasa melakukan aksi bertepatan dengan Hari Buruh Internasional di Bundaran Hotel Indonesia di Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

Mereka kemudian bergerak dari Bundaran HI ke depan Istana Negara. Tuntutan mereka adalah jaminan sosial bagi buruh.

Penerapan jaminan sosial dianggap kalangan buruh saat ini masih terbatas, diskriminatif, dan berorientasi keuntungan.

Sempat terjadi kericuhan di depan Istana Negara, dan Polisi menangkap dua orang pengunjuk rasa untuk dimintai keterangan.


Aksi Buruh pada May Day 2011

Hari Buruh Internasional dirayakan oleh ribuan buruh Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Mereka menyerukan adanya kepastian jaminan sosial bagi para buruh di Indonesia sambil meneriakkan yel-yel perjuangan, dan berpawai menuju Istana Negara.


Aksi Buruh pada May Day 2012

Sejumlah tokoh serikat buruh diterima oleh Kapolda Metro Jaya, mereka merupakan aktivis yang terlibat langsung dalam penggerakkan aksi demo besar-besaran di Ibukota Jakarta menyambut Hari Buruh Internasional tahun 2012.

Pertemuan itu di sampaikan ketua aksi kepada wartawan sebagai apresiasi positif mereka kepada Polda Metro Jaya dan jajarannya yang telah mengawal aksi demo buruh, sehingga aks dapat berjalan lancar, tertib dan aman sampai selesai.

Mengenai tuntutan buruh yang hingga waktu tersebut belum tercapai, mereka akan terus memperjuangkannya dan tidak akan pernah berhenti.

Sementara itu Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. DR. Untung S. Rajab menyampaikan pada wartawan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh anggota serikat buruh, dimana aksi yang berlangsung bisa berjalan tertib dan tidak melanggar hukum.

Para buruh bisa memberi contoh, walaupun aksi mereka melibatkan puluhan ribu massa, tapi tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


Aksi Buruh pada May Day 2013

Pemerintah kemudian menjadikan Hari Buruh Internasional sebagai hari libur nasional yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, dan sesuai rencana kebijakan tersebut sudah dimulai pada tahun 2014.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Buruh


Related Posts

Kilas Sejarah Aksi Buruh Peringati May Day dari Tahun ke Tahun
4/ 5
Oleh