Menikmati Pekerjaan Sebagai Karyawan FIFGROUP

Sebelumnya, kutegaskan bahwa tulisan ini bukanlah Success Story, tapi ini hanyalah kisah biasa dari seorang karyawan swasta yang ingin sedikit bercerita tentang perusahaan tempatnya bekerja.


Sehari-hari aku adalah karyawan di perusahaan swasta bernama PT FIFGROUP. Perusahaan yang beroperasi di bidang jasa pembiayaan (leasing) ini baru saja mengganti logo dan namanya (rebranding) dari FIF menjadi FIFGROUP di pertengahan tahun 2013 lalu.

Bagiku, FIFGROUP sangatlah luar biasa, perusahaan besar yang mempunyai lingkup nasional. Cabangnya berdiri di seluruh Kota di Nusantara.

Mengikuti jejak sukses 'bapaknya' PT Astra International, FIFGROUP senantiasa membukukan profit yang terus meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Perusahaan ini merupakan grup manajemen yang memiliki beberapa unit bisnis.

Awalnya, 24 th lalu FIF berdiri sebagai perusahaan yang hanya melayani jasa pembiayaan untuk pembelian sepeda motor merk Honda secara kredit.

Baca juga: Fungsi dan Tugas Pokok Surveyor pada Perusahaan Pembiayaan

Seiring perkembangan, saat ini FIFGROUP mempunyai 2 produk utama yaitu FIFASTRA dan FIFSPEKTRA.

FIFASTRA adalah layanan pembiayaan untuk sepeda motor baru khusus merk Honda dan beberapa merk tertentu sepeda motor seken berkualitas, sedangkan FIFSPEKTRA melayani pembiayaan multiproduk mulai dari elektronik rumah tangga, furnitur, laptop, komputer, sepeda, dan juga satu-satunya leasing yang melayani pembiayaan untuk kredit mesin fotocopy dan traktor tangan.

Melalui Visi nya "Menjadi pemimpin industri yang dikagumi secara nasional" dan Misi nya "Membawa kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat", aku yakin FIFGROUP akan selalu hadir dan berkembang untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat yang beranekaragam.

Itulah tadi sekilas tentang FIFGROUP yang menjadi pengantar pada tulisan ini. Selanjutnya aku akan bercerita tentang apa yang kukerjakan di perusahaan itu.



Bekerja Menjadi Seorang Penagih Tidaklah Mudah

Awal ku bergabung dengan FIFGROUP berposisi sebagai kolektor atau juru tagih pada salah satu cabangnya di Kota Pemalang. Informasi lowongan pekerjaan yang kudapat dari teman, tak kusia-siakan.

Mulanya ku bekerja dengan tujuan hanya mencari pengalaman juga seperti kebanyakan orang mengharapkan penghasilan untuk menopang kebutuhan hidup.

Pendapatannya lumayan, bahkan jika kita bisa melampaui target, insentif dengan jumlah yang besar pasti kita peroleh.

Pada kenyataannya, Kolektor atau juru tagih tidaklah 'se-angker' yang dibayangkan, justru di FIFGROUP kolektornya cenderung sopan, berpenampilan rapi dan lebih mengedepankan persuasifitas dalam hal penanganan terhadap konsumen.

Dari situlah image ku tentang seorang kolektor menjadi berbeda, ternyata tidak seperti banyak digambarkan oleh media.

Menurutku kebanyakan media cenderung melebih-lebihkan. Aku ya maklum saja, mereka tak begitu memahami bagaimana kondisi kerja seorang kolektor karena mereka tidak pernah melakukan pekerjaan tersebut dan juga tak pernah merasakan bagaimana jika berada dalam posisi seorang kolektor.

Faktanya, justru kebanyakan konsumen itu sendiri yang malah sulit diajak berkomunikasi sehingga menempatkan kolektor pada posisi sulit dan secara tidak sadar memancing emosi sang juru tagih.

Di bagian penagihan ini Aku mendapat tugas menangani angsuran konsumen yang belum dibayarkan melebihi batas akhir pembayaran mulai dari 4-30 hari keterlambatan dalam bulan berjalan.

Ketika ditagih, kebanyakan konsumen lebih sering memberi alasan ketimbang memberi uang buat bayar angsuran.

Padahal, keterlambatan pembayaran angsuran sebenarnya malah merugikan si konsumen sendiri, baik kerugian dalam hal timbulnya denda maupun kerugian akan tingkat kepercayaan perusahaan terhadap si konsumen yang kemudian berimbas pada sulitnya konsumen ketika akan mengajukan pembiayaan kembali di FIFGROUP atau perusahaan leasing dan perbankan lain.

Urusan tagih-menagih Ku akui memang kerjaku kurang maksimal. Sering aku tidak bisa menyelesaikan target yang diberikan.

Jika boleh 'ber-alibi', kegagalan ku bukanlah karena malas dan kurang berusaha dalam bekerja. Tapi banyak hal yang kurasa tidak sesuai dengan karakter dan kepribadian dalam diriku.

Jiwaku lebih senang melihat orang tersenyum puas karena sesuatu yang telah kulakukan ketimbang melihat orang sinis atau cemberut karena kehadiranku yang tidak diharapkan.

Disini ku menyadari bahwa aku telah gagal memberikan kinerja terbaik untuk perusahaan tempatku mengais rizki.



Mencoba Tantangan Baru Di Dunia Pemasaran

Kegagalan terkadang membuat orang menjadi pasrah, seperti halnya diriku. Status karyawan kontrakku jangka waktunya akan segera habis dan pastinya tak akan diperpanjang.

Perusahaan bukan tidak memberikan kesempatan. Tapi mungkin ini memang sudah jalanku, walaupun sudah berusaha keras tetap ku tidak bisa mencapai target. Akhirnya ku terima kenyataan, kontrak ku habis dan tidak diperpanjang.

Tapi aku masih punya harapan, bagian HRD memberi tawaran agar aku bisa terus bekerja, tapi tidak lagi di bagian penagihan, aku dipindahkan ke bagian pemasaran sebagai Sales SPEKTRA.

Dari sini aku mulai berusaha bangkit dari kegagalan. Dengan penuh keyakinan ku berusaha semampuku memulai sesuatu yang baru.

Hari itu, Supervisor mulai mengenalkan aku pada toko-toko yang menjadi mitra Spektra. Sesuai arahan pimpinan, aku harus selalu menjaga hubungan baik dengan mitra, karena mereka juga merupakan aset perusahaan.

Tidak hanya pemilik toko, tapi juga para pekerjanya. Karena dari mereka jua lah aku bisa mendapat aplikasi penjualan.

Ku mulai 'berjualan' pada lingkup kecil seperti keluarga, teman dan karyawan-karyawan di kantor. Bulan pertama memang cukup berat karena ibarat petani, ku harus 'membuka lahan garapan' untuk kemudian ku tanamkan 'bibit penawaran'.

Seperti dugaanku, banyak orang yang kutawarkan mengambil kredit belum mulai tertarik. Namun itulah marketing, prinsip ku menanam terlebih dahulu, selalu ada jeda waktu untuk kita menikmati buah hasilnya.

Saat ini, mereka mungkin belum terlalu butuh dengan produk kita. Minimal membuat mereka tertarik dulu, jika ketertarikan sudah ada, mereka akan merekam memori penawaran dalam ingatan, jangan lupa untuk meninggalkan nomor hp dan selalu berkomunikasi dengan calon konsumen.

Ketika suatu saat produk kita menjadi kebutuhan, pasti mereka akan kembali dan mulai membeli. Perkiraanku tidak meleset, konsumen mulai berdatangan di bulan berikutnya.

Aku kebanjiran order, tidak hanya dari toko tapi juga orang yang dengan sendirinya menghubungiku melalui telpon.

Servis terbaik selalu berusaha kuberikan tidak hanya kepada konsumen, tapi juga toko yang menjadi mitra.

Prinsipku adalah, kecepatan, ketepatan dan berusaha mengerti kebutuhan. Kepuasan batin selalu muncul ketika senyum puas hadir dari bibir konsumen juga tidak lupa saat kuterima uang gajian. Hehe.

Besarnya jumlah gaji yang kuterima tergantung dari jumlah penjualan. Jadi, semakin besar angka penjualan, semakin banyak pendapatan yang kuperoleh.

Tak jarang pula aku menerima bonus dari pemilik toko sebagai wujud kepuasan mereka dan banyak penjualan dihasilkan tokonya.



Keseriusan dan Keikhlasan Adalah Kuncinya

Suka dan duka pasti selalu ada di setiap pekerjaan, tinggal bagaimana cara kita bisa menikmati. Yang pasti, Aku selalu tahu caranya. Kini aku sudah tidak lagi menjadi sales Spektra.

Tak terasa saat ku menulis posting ini sudah 4 bulan bergabung dalam Team Credit, tepatnya di bagian COC.

Aku menganggapnya sebagai tantangan baru, dan aku harus siap dengan segala perubahan seperti ku ingat sebuah kutipan yang aku lupa siapa yang menulisnya "Jika ingin hidup bahagia, maka Anda haruslah orang yang menyukai tantangan."

Juga pada Nilai Team Perusahaan ada poin menyebutkan bahwa kita harus "Siap Berubah". Untuk kesekian kalinya, aku bersyukur atas semua Nikmat-Mu ya Tuhan.

Mungkin inilah jalanku, inilah harapanku dan inilah kesempatanku. Aku harus bisa membalas kekalahan dalam setiap kegagalan yang ku alami.

Bukan berarti sekarang aku telah menang, tapi lebih kepada kesempatan untuk ku mengejar ketertinggalan.

Seperti dugaanku, kesulitan pasti akan kutemui di awal ku menjadi COC, tapi aku juga yakin kalau semua pasti akan mudah pada waktunya.

Beberapa penyesuaian harus bisa kuhadapi, salah satunya adalah kebiasaanku sebagai pekerja lapangan, tentu ada kejenuhan muncul ketika bekerja di dalam ruangan.

Namun, kucoba yakinkan diriku bahwa kejenuhan hanyalah bagian dari egoisme diri. Kucoba membuang jauh kejenuhan itu dengan berbagai cara.

Salah satunya dengan mencoba cair dalam suasana. Apalagi aku mulai mengenal Rekan-rekan kerja dalam timku yang ternyata adalah orang-orang menyenangkan.

Mereka sangat tahu bagaimana cara menghapus kejenuhan. Selalu ada selingan di setiap penat, obrolan-obrolan ringan yang mampu menghadirkan tawa juga cerita dan curhat-an mengenai keluarga dan anak-anak membuatku banyak belajar tentang kondisi berumah tangga.

Kebanyakan dari mereka sudah berkeluarga, jadi mereka mampu menyikapi masalah secara dewasa. Dan juga yang paling kusuka selalu ada acara makan bersama di setiap kesempatan.

Tugas dan tanggung jawab sebagai COC menuntutku harus bekerja cepat dan tepat. Karena itulah inti dari pelayanan terhadap mitra dan juga konsumen. Kecerobohan maupun kelalaian sedikit saja tentu akan berakibat fatal.

Seakan tidak mengenal waktu, juga tidak mau tahu bagaimana ruwetnya kondisi saat orderan sedang ramai, tekanan malah datang bertubi-tubi dari dealler.

Mereka menuntut agar order bisa keluar hasil secepat mungkin, tak peduli apakah itu waktu istirahat kantor, ataupun waktu pulang kantor di sore hari.

Tapi kuanggap itu sebagai resiko pekerjaan, memang seperti itulah suasana kerja di tim kredit. Sangat menantang dan sangat menyenangkan.

Banyak hal yang kukagumi dari setiap personal di perusahaan. Terutama sosok para pimpinannya, coba kalian lihat bagaimana etos kerja mereka. Anda pasti akan berpikir kalau mereka ini adalah orang yang 'gila kerja'.

Tapi bukan itu maksudku, aku yakin mereka menganggapnya hanyalah bagian dari tanggung jawab. Tanggung jawab dalam memberikan kinerja yang terbaik untuk perusahaan.

Sebuah tanggung jawab, jika kita menjalaninya dengan penuh keikhlasan, tentu tidak akan menjadi beban.

Namun, keikhlasan saja tidaklah cukup, Keseriusan juga sangat diperlukan agar tanggung jawab lebih terarah dan tepat sasaran.

Semoga saja aku bisa seperti mereka. Orientasiku bukan semata-mata pada jabatan, tapi bagaimana keikhlasan dan keseriusan dalam bekerja dapat tertanam dalam diri, seperti yang telah para pimpinan lakukan untuk perusahaan.

Aku menyadari kapasitas pendidikanku, dan tak ingin terlalu tinggi dalam berambisi. Terpenting, hanya saat ini dan hanya di sinilah aku masih terus dapat menikmati tantangan demi tantangan, suka maupun luka, tekanan maupun dorongan serta berbagai macam pembelajaran yang bisa kudapatkan. Karena FIFGROUP sudah seperti keluarga. Keluarga untuk aku membangun masa depanku bersamanya.

Ditulis pada Oktober 2013


Related Posts

Menikmati Pekerjaan Sebagai Karyawan FIFGROUP
4/ 5
Oleh

3 komentar

31 Maret 2016 22.56 delete

Mantap ceritanya menginspirasikan banyak orang sukses terus ya mas

Reply
avatar
14 Juli 2016 12.41 delete

boleh tau gak job desk dari COC itu apa? karna buat nyusun skripsi bro

Reply
avatar