6 Mineral Penting dalam Tumbuh Kembang Anak

6 Mineral Penting dalam Tumbuh Kembang Anak
Tumbuh kembang anak tentunya perlu ditunjang oleh zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral agar lebih optimal.

Namun, seringkali makanan yang anak makan sehari-hari tidak memenuhi kebutuhannya dalam hal gizi mikro tersebut.

Profesor Hardinsyah MS yang merupakan Guru Besar di Fakultas Ekologi Manusia IPB menyatakan, kurangnya zat gizi mikro akan memberikan dampak negatif dalam jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.

Dampak negatif tersebut antara lain keterlambatan pematangan tulang, anak rentan mengalami kekerdilan, serta keterlambatan kematangan seksual.

Baca juga: 8 Mikronutrien Penting yang Harus Tercukupi Pada Masa Kehamilan

Untuk mengatasi hal ini, pola konsumsi makanan sehari-hari perlu diperbaiki agar lebih sehat dan bervariasi sehingga bisa lebih secara keseluruhan meningkatkan status gizi anak.

Caranya yaitu dengan mengonsumsi sayuran dan pangan hewani yang dapat membantu tubuh untuk memenuhi kecukupan anak dalam asupan zat gizi mikro.

Salah satu zat gizi mikro yang penting untuk dikonsumsi yaitu mineral, fungsinya untuk memelihara kesehatan dan pencegahan terhadap berbagai macam penyakit.

Mineral adalah unsur esensial dalam pengendalian komposisi cairan tubuh dan sangat penting bagi fungsi normal sebagian enzim dalam tubuh. Enzim dan protein akan turut dibangun dengan baik dengan asupan mineral yang cukup.

Klasifikasi mineral dikelompokkan menjadi mineral utama (mayor) dan mineral tambahan (minor). Kalsium, natrium, kalium, fosfor, dan klorida merupakan kelompok mineral utama, sedangkan mineral minor di antaranya yaitu kromium, yodium, magnesium, besi, flor, mangan, zinc, dan selenium.

Berikut ini merupakan penjelasan dari jenis-jenis mineral yang penting untuk dapat dipenuhi dalam tubuh:


1. Kalsium

Kalsium adalah mineral dengan jumlah terbesar yang dibutuhkan oleh tubuh. Hampir 2 hingga 3 persen dari berat badan kita ialah berupa kalsium.

Di mana sebagian besar dari kalsium tersebut tersimpan di dalam tulang dan gigi, sedangkan sebagian kecil lainnya terdapat dalam darah. Pemeliharaan tulang dan gigi sangat dipengaruhi oleh fungsi kalsium.

Di samping itu, fungsi lain dari kalsium ialah membantu kontraksi dan relaksasi otot, menjaga fungsi hormon, pembekuan darah, sekresi enzim, penyerapan vitamin B12, membantu perkembangan sel-sel sarah dan otak serta mencegah pembentukan batu ginjal juga risiko terhadap penyakit jantung.

Guna terpenuhinya kebutuhan kalsium anak, berikanlah makanan-makanan dengan sumber terbaik kalsium, antara lain susu maupun produk susu lainnya (keju dan yoghurt), ikan, telur, kacang-kacangan dan sayuran berwarna hijau gelap.

Kandungan kalsium banyak terdapat pada susu. Memastikan anak minum susu secara teratur dapat membuat tulang mereka lebih kuat dan tumbuh dengan baik.


2. Zat Besi

Peranan zat besi sangat penting dalam pembentukan sel darah merah (hemoglobin) yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, dan lalu membawa karbondioksida keluar tubuh.

Fungsi otot, enzim, protein dan metabolisme energi juga didukung oleh zat besi. Tubuh yang kekurang zat besi akan mengalami anemia, sakit kepala, kelelahan dan kondisi lemas.

Anak-anak harus dibiasakan mengkonsumsi pangan yang menjadi sumber zat besi agar kebutuhan zat besi bagi tubuhnya dapat terpenuhi.

Panganan sumber zat besi antara lain susu dan produk olahan susu lainnya, sayuran berdaun hijau, kacang kedelai, buncis, kismis, daging sapi, ikan, unggas, kerang, dan unggas. 20 hingga 40 persen zat besi dapat diserap tubuh dari sumber pangan hewani dan 5 sampai 20 persen lainnya bisa diserap dari sumber nabati.


3. Yodium

Yodium mempunyai fungsi yang penting dalam tumbuh kembang anak, antara lain mengatur fungsi syaraf dan jaringan otot, memperkuat otot-otot, mengatur tingkat oksidasi dalam setiap sel pada jaringan tubuh yang aktif, dan mengatur peredaran darah.

Agar anak terpenuhi kebutuhan yodiumnya, berikan panganan dari berbagai hasil laut maupun hasil olahannya.

Misalnya seperti berbagai jenis ikan, udang, cumi, kerang, rumput laut maupun agar-agar. Daging dan susu bisa juga dijadikan pilihan.


4. Kalium, Natrium, dan Klorida

Ketiga mineral ini dapat larut dalam darah dan cairan tubuh lainnya, serta membuat cairan dalam tubuh tetap konstan.

Peran mereka juga sangat penting dalam transportasi glukosa ke dalam sel, tekanan darah, fungsi otot, dan juga irama jantung.

Kurangnya asupan ketiga mineral ini akan mengakibatkan mual, detak jantung tidak teratur, dan kecemasan.


5. Zinc (seng)

Di semua sel tubuh terdapat mineral satu ini, terutama di bagian kulit, rambut, kuku, dan mata. Zinc mempunyai peran penting dalam sintesis DNA dan RNA, insulin dan sperma, protein, serta membantu dalam metabolisme karbohidrat, protein, lemak, kemudian berperan juga dalam mengeluarkan karbondioksida, mempercepat pertumbuhan, penyembuhan, perawatan jaringan tubuh, dan mendukung fungsi indera perasa dan penciuman.

Kurangnya asupan zinc dalam tubuh akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan, kehilangan nafsu makan, rambut mudah rontok, dan lambatnya proses penyembuhan diri.

Para orang tua dapat memberikan anak asupan berbagai jenis pangan guna memenuhi kebutuhan zinc, seperti daging sapi, daging kamping, unggas, kepiting, lobster, kerang, maupun kacang-kacangan dan biji-bijian.


6. Selenium

Selenium memang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, namun demikian mineral ini memiliki manfaat yang sangat penting untuk kesehatan hati (liver).

Selenium banyak ditemukan dalam sayuran dan buah, kacang-kacangan, daging, ikan, susu dan produk susu lainnya, telur, unggas, bawang putih dan bawang merah, serta sayuran hijau. Sumber mineral ini hampir terdapat di semua makanan kecuali gula, minyak, dan lemak.

Sumber:
http://health.kompas.com/read/2013/10/18/0807519/ini.caranya.agar.anak.tak.kekurangan.mineral


Related Posts

6 Mineral Penting dalam Tumbuh Kembang Anak
4/ 5
Oleh