Pentingnya Membaca Informasi Nilai Gizi pada Makanan Kemasan

Pentingnya Membaca Informasi Nilai Gizi pada Makanan Kemasan
Oleh karena sebab kepraktisannya, banyak orang yang senang mengkonsumsi makanan kemasan.

Akan tetapi, kita pun tetap harus memperhatikan komposisi dan kandungan pada makanan jenis ini supaya kandungan gizi yang diasup tetap sesuai secara kebutuhan.

Perubahan atas Peraturan Kepala BPOM tahun 2005 tentang Pedoman Pencantuman Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan telah dikeluarkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI tahun 2011.

Peraturan ini berbunyi, “Setiap orang yang memproduksi pangan olahan yang mengandung gula, garam, dan lemak untuk diperdagangkan, wajib memuat informasi kandungan gula, garam, dan lemak, serta pesan kesehatan pada label pangan.”

Baca juga: Rahasia Sehat dan Berumur Panjang ala Orang Jepang

Kasubdit Standardisasi Pangan Khusus BPOM RI, Yusra Egayanti, S.Si, Apt, menerangkan bahwa informasi kandungan yang dicantumkan pada label harus mencakup gula total, natrium (garam) total, dan lemak total.

Pelaksanaan kewajiban pencantuman ini akan dilakukan secara bertahap dengan pertimbangan bahaya risiko kejadian penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi, yang ditetapkan peraturannya oleh Menteri Kesehatan.

Di samping itu, Informasi Nilai Gizi (ING) ini juga mencakup daftar kandungan zat gizi pangan pada label pangan sesuai dengan format yang baku dan menjadi bagian dari pelabelan pangan.

Yusra mengingatkan bagi Anda yang suka mengkonsumsi makanan kemasan, bahwa makanan kemasan dengan kandungan gula, garam, dan lemak, hukumnya wajib untuk menyertakan ING.

Jadi, pastikan bahwa Anda sebagai konsumen membiasakan diri untuk melihat adanya ING pada makanan tersebut sebelum mengkonsumsinya.

Disertai pula pernyataan bahwa pangan tersebut mengandung vitamin, mineral, dan atau zat gizi lainnya yang ditambahkan, dan juga dipersyaratkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang mutu dan gizi pangan, produsen wajib menambahkan vitamin, mineral dan atau zat gizi lainnya.

Maka, pada intinya informasi yang wajib dicantumkan pada label, antara lain takaran saji, jumlah sajian per kemasan, dan catatan kaki. Sedangkan zat gizi yang wajib dicantumkan antara lain energi total, lemak total, protein, karbohidrat total, dan natrium.

Hal ini perlu dibiasakan juga kepada para konsumen untuk selalu membaca label kemasan mengenai informasi gizi pada label makanan supaya bahaya dari risiko penyakit tidak menular dapat kita hindari.

Berikut ini adalah hal-hal penting yang harus diketahui konsumen tentang bagaimana cara membaca informasi pada label makanan:

1. Takaran saji: Volume atau Berat atau ukuran yang lazim pada makanan untuk satu kali konsumsi (misalnya: 35 gram atau 4 sendok makan).

2. Jumlah sajian per kemasan: Kandungan lebih dari satu takaran saji dalam satu kemasan. Cara menghitungnya yaitu dengan membagi berat atau isi bersih dengan takaran saji.

3. Energi: Dicantumkan dalam ukuran kilo kalori atau kilo Joule (1kkal = 4,2 kJ).

4. Lemak: Perhatikan jumlah lemak total! Namun akan lebih jika dicantumkan pula jumlah kandungan lemak jenuhnya, sebab lemak jenuh yang terlampau tinggi dapat meningkatkan kolesterol darah.

5. Natrium/Sodium (garam): Perhatikan jumlah kandungan garamnya! Hal ini sangat penting, terutama bagi penderita penyakit hipertensi (darah tinggi).

6. Karbohidrat: Tercantum informasi kandungan gula maupun serat pada bagian karbohidrat. Disarankan kepada konsumen untuk lebih mengurangi makanan yang mengandung banyak gula, dan memperbanyak asupan kaya serat.

7. Vitamin dan mineral: Perhatikan vitamin dan mineral yang memiliki fungsi penting dalam memelihara kesehatan tubuh, seperti vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi.

8. Persentase AKG (Angka Kecukupan Gizi): penentuannya berdasarkan diet 2000 kkal.


Nah, itulah kedelapan poin penting yang perlu konsumen perhatikan saat membaca informasi nilai gizi pada makanan kemasan.

Dengan adanya informasi nilai gizi yang tercantum pada label produk pangan olahan, tentunya akan membantu konsumen dalam memilih pangan apa saja yang sesuai dengan kebutuhan gizinya, sehingga kesehatan konsumen lebih terjaga dan terpelihara.

sumber:
http://www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Umum/Anjuran-Batas-Konsumsi-Gula-Garam-dan-Lemak-Menurut-Kemenkes


Related Posts

Pentingnya Membaca Informasi Nilai Gizi pada Makanan Kemasan
4/ 5
Oleh