Selalu Menuruti Permintaan Anak, Akan Berbahaya untuk Masa Depannya

Selalu Menuruti Permintaan Anak, Akan Berbahaya untuk Masa Depannya
segiempat.com
Tentunya orangtua mana yang tega untuk menolak permintaan si kecil ketika menginginkan sesuatu dengan mata yang berkaca-kaca, senyum manis yang menampakkan rona merah di pipi gembilnya, disertai dengan suara memohon yang menyentuh hati.

Tanpa pikir panjang, Anda pun pasti akan memberikan apa yang anak Anda minta.

Pola anak meminta kepada orangtua dan lalu disetujui seperti ini seiring waktu akan menjadi komunikasi rutin hingga usia buah hati dapat dikatakan dewasa.

Namun, perlu para orangtua ketahui bahwa gaya asuh dan didik anak semacam ini sebenarnya bisa dibilang salah dan dapat membahayakan si anak nantinya.

Baca juga: Berbagi tentang Cara Merawat Anak Lewat Sosial Media

Oleh sebab itu, sebelum terlambat maka para orangtua sebaiknya berhati-hati dalam memberikan sesuatu kepada anak.

Anak yang selalu memperoleh segala hal yang mereka inginkan cenderung tumbuh menjadi pribadi yang temperamen dan kurang memiliki daya untuk lebih berusaha.

Zaman sekarang, banyak orangtua yang mempunyai pemikiran bahwa kebahagiaan anak adalah tanggungjawabnya.

Memang benar adanya untuk hal yang demikian, namun dapat diibaratkan apakah nantinya ketika anak menginginkan nilai bagus di sekolah, lalu harus orangtua yang menyelesaikan ujiannya?

Merupakan suatu tantangan bagi sejumlah orangtua untuk dapat mengatakan “tidak” kepada anak. Tetapi sebenarnya ini dapat menjadi kunci kesuksesan anak di masa mendatang.

Di sesi konseling keluarga, banyak orangtua yang tidak dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan anak.

Seperti contoh, pendidikan adalah kebutuhan anak yang harus dipenuhi orangtua, tapi mainan atau barang-barang mewah hanyalah keinginan yang tidak selalu harus dipenuhi.

Contohnya, sebuah kisah tentang seseorang yang mempunyai anak berpendidikan bagus, namun dalam mencari pekerjaan yang layak sangat susah untuk mendapatkannya.

Setelah satu tahun si anak tersebut lulus kuliah, ia hanya bisa bekerja sebagai pelayan restoran sekadar sambil terus mencari-cari pekerjaan yang diharapkan.

Lalu orangtuanya memberikan bantuan finansial guna membantu anak tersebut untuk makan dan membayar sewa tempat tinggal.

Hingga tiba di mana orangtua merasa sudah tak sanggup untuk memberikan bantuan finansial, yang terjadi ternyata si anak hanya bisa mengeluh dan marah ketika orangtua meminta ia supaya lebih berusaha keras mencari pekerjaan yang lebih baik.

Disarankan, ketika menolak permintaan anak, tak harus orangtua lakukan dengan bilang “tidak” secara langsung.

Tetapi, ada cara lain yang bisa dilakukan dengan lebih lembut dan menenangkan. Intinya adalah katakan bahwa sebenarnya Anda ingin memberikan apa yang anak minta, hanya saja Anda terlalu mencintainya untuk begitu saja membiarkan ia menghindar dari masalah tanpa dirinya sendiri mau berupaya untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut.

Sumber:
http://female.kompas.com/read/2015/01/02/143249320/Ingat.Tak.Semua.Permintaan.Anak.Harus.Dipenuhi.Orangtua


Related Posts

Selalu Menuruti Permintaan Anak, Akan Berbahaya untuk Masa Depannya
4/ 5
Oleh