Peran Dan Fungsi Usaha Ritel

Peran Dan Fungsi Usaha Ritel
Ritel merupakan kata yang berasal dari bahasa Perancis, “retailler” yang artinya memotong atau memecah sesuatu.

Sedangkan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Ritel atau Eceran berarti secara satu-satu; sedikit-sedikit (tentang penjualan atau pembelian barang); ketengan.

Pengertian usaha ritel/eceran adalah semua kegiatan yang melibatkan penjualan atau pembelian barang/jasa secara sedikit-sedikit atau satu-satu langsung pada konsumen akhir yang digunakan untuk keperluan konsumsi pribadi, keluarga, maupun rumah tangga dan bukan untuk dijual kembali (keperluan bisnis).

Baca juga: Pengelompokkan Terhadap Persediaan Barang Dagangan

Usaha ritel atau eceran bukan hanya terbatas pada penjualan barang konsumsi, seperti makanan/minuman, deterjen, atau sabun, namun termasuk juga pada layanan jasa seperti jasa penyewaan mobil, atau jasa pangkas rambut.

Usaha ritel juga tidak harus dilakukan di toko, namun juga dapat dilakukan lewat telepon atau internet, ritel jenis ini disebut juga ritel/eceran non-toko.


Peran Usaha Ritel

Produsen menjual produknya kepada penjual grosir (wholesaler), selanjutnya grosir akan menjualnya lagi kepada penjual eceran/ritel (pengecer/peritel).

Pengecer adalah pedagang yang kegiatan utamanya menjual barang secara eceran (satuan) kepada konsumen akhir.

Bagi produsen, adanya pemasaran ritel sangat memiliki peran penting, sebab melalui para pengecer, produsen akan mendapatkan informasi berharga tentang produknya.

Produsen bisa mewawancarai para pengecer tentang pendapat konsumen mengenai segala sesuatu berkaitan dengan produknya, baik dari segi bentuk, rasa, daya tahan, maupun harga.

Di samping itu, produsen juga akan mengetahui bagaimana kondisi produk dari perusahaan pesaingnya.

Jalinan kerjasama yang baik dan saling menguntungkan harus dapat dijaga antara produsen dengan para pengecer.

Produsen bisa memasang iklan, mengadakan undian, atau memberi hadiah kepada konsumen melalui toko-toko pengecer. Terkadang ada pula produsen yang langsung memberikan hadiah bonus kepada para pengecernya.

Adanya usaha ritel ini merupakan pemenuhan kebutuhan ekonomis bagi para konsumen yang dilakukan dengan cara sebagai berikut:

1. Memberikan pasokan barang dan jasa ketika dibutuhkan oleh konsumen dengan sedikit atau tanpa penundaan. Usaha ritel biasanya bertempat di dekat rumah konsumen, sehingga tanpa perlu menunggu lama para pelanggan dapat dengan segera memperoleh produk yang dibutuhkannya.

2. Memudahkan konsumen untuk memilih serta membandingkan kualitas dan harga barang maupun jasa yang ditawarkan. Kebanyakan konsumen menginginkan lebih dari sekadar memperoleh barang yang diinginkan pada tempat yang nyaman. Tetapi juga menginginkan untuk bisa berbelanja di mana terdapat kemudahan dalam memilih serta membandingkan kualitas suatu produk, bentuk dan harga yang diinginkan.

3. Menjaga harga jual tetap rendah supaya dapat bersaing dalam memberikan kepuasan pada pelanggan.

4. Membantu dalam meningkatkan standar hidup masyarakat. Umumnya, produk yang ditawarkan dalam usaha ritel bergantung pada apa yang dikonsumsi atau dibeli oleh masyarakat. Upaya promosi yang dilakukan tak sebatas memberikan informasi kepada masyarakat tentang keragaman produk barang dan jasa, namun juga dapat membuat keinginan pelanggan untuk membeli jadi meningkat. Finalnya adalah adanya peningkatan standar hidup serta penjualan terhadap suatu produk.

5. Adanya usaha ritel memungkinkan para produsen memproduksi barangnya secara besar-besaran (produksi massal). Tanpa adanya sistem pengecer yang efektif dalam mendistribusikan produk yang dibuat, maka produksi massal tersebut tidak akan bisa dilakukan.

Secara keseluruhan, ritel memiliki peran penting terhadap jalannya perekonomian, yaitu sebagai pihak akhir (final link) pada suatu rantai produksi yang diawali dari pengolahan bahan baku, hingga distribusi barang/jasa kepada konsumen akhir.


Fungsi Usaha Ritel

Usaha ritel memiliki fungsi penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, antara lain dengan cara sebagai berikut:

1. Melakukan kegiatan usahanya pada lokasi yang nyaman dan mudah untuk diakses oleh pelanggan, seperti di sekitar pemukiman penduduk.

2. Memberikan beragam produk yang memungkinkan pelanggan dapat memilih produk yang diinginkannya.

3. Memecah produk berjumlah besar sehingga bisa dijual kembali dalam kemasan atau jumlah yang kecil sesuai kebutuhan konsumen.

4. Mengubah bentuk produk menjadi lebih menarik. Terkadang guna meningkatkan penjualannya, pengecer/peritel memakai promosi beli satu gratis satu. Dalam hal ini, pengecer akan mengemas produknya supaya menarik sehingga pelanggan lebih tertarik untuk membeli.

5. Menyimpan produk supaya tetap tersedia pada harga yang cenderung tetap.

6. Membantu dalam proses terjadinya perpindahan kepemilikan barang, dari produsen kepada konsumen akhir melalui sistem distribusi.

7. Memberikan informasi yang sangat membantu bagi para pelanggan dan juga ke pemasok.

8. Memberikan jaminan produk, layanan purna jual, serta turut menangani keluhan konsumen.

9. Memberikan fasilitas kredit maupun sewa. Misalnya seperti jasa rental mobil yang kegiatan usahanya menyewakan mobil. Atau toko komputer yang menyediakan fasilitas pembelian komputer maupun laptop secara kredit yang bekerja sama dengan pihak pembiayaan kredit elektronik.

Sekilas Tentang Usaha Ritel

Sekilas Tentang Usaha Ritel
Ritel merupakan kata yang berasal dari bahasa Perancis, “retailler” yang artinya memotong atau memecah sesuatu.

Sedangkan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Ritel atau Eceran berarti secara satu-satu; sedikit-sedikit (tentang penjualan atau pembelian barang); ketengan.

Pengertian usaha ritel/eceran adalah semua kegiatan yang melibatkan penjualan atau pembelian barang/jasa secara sedikit-sedikit atau satu-satu langsung pada konsumen akhir yang digunakan untuk keperluan konsumsi pribadi, keluarga, maupun rumah tangga dan bukan untuk dijual kembali (keperluan bisnis).

Baca juga: Beberapa Mall Dengan Kualitas dan Pelayanan Terbaik di Surabaya

Usaha ritel atau eceran bukan hanya terbatas pada penjualan barang konsumsi, seperti makanan/minuman, deterjen, atau sabun, namun termasuk juga pada layanan jasa seperti jasa penyewaan mobil, atau jasa pangkas rambut.

Usaha ritel juga tidak harus dilakukan di toko, namun juga dapat dilakukan lewat telepon atau internet, ritel jenis ini disebut juga ritel/eceran non-toko.

Usaha ritel yang berfokus pada penjualan barang sehari-hari, secara garis besar terdiri dari 2 cara, yaitu usaha ritel tradisional dan usaha ritel modern.

Usaha ritel tradisional memiliki ciri-ciri antara lain: sederhana, tempatnya tidak terlalu luas, jenis barang yang dijual tidak terlalu banyak, masih menggunakan sistem pengelolaan/manajemen yang sederhana, masih ada proses tawar-menawar harga dengan pedagang, belum mengutamakan kenyamanan konsumen dalam berbelanja, dan produk yang dijual tidak dipajang secara terbuka sehingga tidak mengetahui dengan jelas apakah pedagang mempunyai stok barang yang ia cari atau tidak.

Sementara itu, pada usaha ritel modern memiliki ciri-ciri yang sebaliknya, antara lain: jenis barang yang dijual cukup banyak dan bervariasi, tempat usaha cukup luas, sistem manajemennya terkelola dengan rapi, menawarkan kenyamanan berbelanja kepada konsumen, harga jual sudah pas (fixed price) sehingga tidak ada proses tawar-menawar lagi antara pembeli dengan pedagang, adanya sistem pelayanan yang mandiri, dan produk dipajang pada rak terbuka sehingga pelanggan bisa lebih mudah melihat dan memilih.

Penyebab Penghasilan Tidak Pernah Cukup dan Cara Mengatasinya

Penyebab Penghasilan Tidak Pernah Cukup dan Cara Mengatasinya
Mungkin Anda salah seorang yang merasa kalau selama ini gaji yang diperoleh dari kerja keras hanyalah “numpang lewat” saja.

Anehnya, perasaan seperti ini muncul bahkan ketika baru saja Anda beberapa hari yang lalu menerima gaji bulanan.

Seringkali kita mengeluh karena merasa penghasilan terlalu kecil sehingga susah sekali untuk bisa membeli suatu barang ini dan itu.

Biasanya, kenaikan harga akan menjadi sasaran kambing hitam untuk kita tuding sebagai biang keladi dari tidak mencukupinya penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Simak juga: Perencanaan Keuangan Keluarga Setelah Tak Lagi Jadi Karyawan

Memang ada benarnya, inflasi memiliki pengaruh terhadap kondisi keuangan kita. Namun kenaikan harga hanyalah salah satu faktor saja, bukan satu-satunya.

Sebab, ada pula orang yang bahkan sudah mengalami kenaikan gaji berkali-kali, namun tetap saja merasa kalau penghasilannya tak pernah cukup.

Terkadang, kita sendiri pernah mengalaminya, padahal baru saja menarik uang ratusan ribu rupiah dari mesin ATM dan menyimpannya di dompet.

Namun tak butuh waktu lama, tahu-tahu uang di dompet sudah hampir habis. Dan ketika menyadari hal tersebut, Anda mungkin sudah lupa digunakan untuk apa saja uang itu sehingga tahu-tahu sudah tinggal sedikit.

Penghasilan yang kita dapatkan seakan tidak dapat mengcover besarnya pengeluaran. Padahal, kita merasa tidak pernah berlebihan dalam belanja, atau dengan sengaja berfoya-foya menghamburkan uang.

Biasanya, hal yang sering terjadi adalah kita terdorong untuk berbelanja lebih banyak ketika penghasilan kita mengalami kenaikan. Sehingga berapapun kenaikan penghasilan seakan kita tidak pernah merasa cukup.


Beberapa Penyebab Penghasilan Tidak Pernah Cukup

Ada beberapa faktor atau penyebab umum penghasilan kita tidak pernah terasa cukup. Dengan mengenali penyebabnya, maka upaya dalam mengatasinya pun akan lebih mudah untuk ditemukan.


1. Kenaikan Harga Atau Inflasi

Secara alamiah, inflasi atau harga barang dan jasa akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Dampak yang jelas terasa adalah dengan jumlah uang yang sama, kita tidak lagi dapat memperoleh atau membeli barang dan jasa sebanyak tahun sebelumnya, karena ada penurunan nilai uang terhadap barang dan jasa tersebut.

Masalahnya, apabila penghasilan kita tidak bertambah, maka untuk bisa mendapatkan barang yang sama dengan jumlah yang sama uang kita tidak lagi mencukupi. Sehingga tentu akan berpengaruh pada tingkat kesejahteraan hidup kita.


2. Menganut Gaya Hidup Yang Di Luar Kemampuan

Gaya hidup yang di luar kemampuan finansial kita cenderung menjadi sumber dari hampir semua masalah keuangan dalam rumah tangga.

Sifat boros akan membuat kita membelanjakan uang di luar anggaran dan mengakibatkan defisit pada anggaran keuangan keluarga.

Di samping itu, kita juga perlu mewaspadai sejumlah pos pengeluaran yang jumlahnya melampaui kebutuhan, seperti tagihan telepon yang membengkak, busana dan aksesoris barang-barang elektronik yang tidak jelas esensinya, serta hadiah maupun sumbangan-sumbangan lingkungan.

Sebenarnya Anda boleh percaya atau tidak, banyak biaya dari pos pengeluaran tersebut bukanlah hal yang wajib.

Seperti membicarakan hal-hal yang kurang penting di telepon sehingga membuat tagihannya membengkak, atau setiap sebulan sekali membeli baju baru yang sebenarnya masih banyak baju-baju lama yang bagus dan bisa dipakai kembali.


3. Terjebak Hutang Yang Bunga-Berbunga

Tagihan kartu kredit yang disetorkan pada waktu minimal saja sudah membuat tagihan Anda membengkak, apalagi kalau Anda sampai terlambat membayarnya, tentu akan ada pula biaya keterlambatan.

Terkadang kita juga di nina bobokan oleh iming-iming barang kreditan dengan angsuran ringan. Tanpa kita sadari, banyaknya barang kreditan yang kita ambil membuat pengeluaran bulanan Anda jadi kian bengkak.

Sama halnya dengan benda-benda yang menggunakan sistem angsuran dalam hutang jangka panjang, seperti kredit sepeda motor, mobil atau rumah.

Seringkali orang memaksa untuk mengambil kredit dengan jangka waktu yang lebih pendek namun angsuran besar, dengan tujuan agar hutang bisa cepat lunas.

Akibatnya, pengeluaran untuk semua cicilan hutang bulanan kita jadi terlalu besar, dan mengakibatkan kebutuhan rumah tangga lainnya tidak lagi tercukupi oleh penghasilan yang kita dapatkan tiab bulannya.


4. Adanya Berbagai Pengeluaran Yang Di Luar Rencana

Pengeluaran yang di luar rencana ini misalnya sumbangan teman hajatan, membeli hadiah untuk seseorang yang ulang tahun, atau ketika ada saudara dekat yang mohon dipinjami uang.

Walaupun frekuensinya hanya sesekali, namun hal ini juga dapat membuat pengeluaran untuk kebutuhan penting lainnya jadi tak ter-cover.



Cara Mengatasi Penyebab Masalah Keuangan Di Atas

Dari keempat penyebab umum di atas, maka sekarang saatnya untuk memulai perubahan yang lebih baik pada perencanaan keuangan keluarga Anda. Ada cara-cara yang cukup efektif dalam mengatasi masalah keuangan di atas.


1. Buat Anggaran Belanja Bulanan

Berapapun jumlah penghasilan kita baik besar ataupun kecil, sangatlah penting untuk mempunyai rencana anggaran belanja bulanan.

Sebab, dengan adanya anggaran belanja bulanan, pengeluaran terhadap keuangan kita akan lebih terkontrol.

Kuncinya yang harus dipegang adalah bagaimana membuat anggaran pengeluaran bisa lebih kecil dibandingkan penghasilan. Serta biasakan untuk berbelanja hanya sebesar jumlah yang telah dianggarkan sebelumnya.

Patuh terhadap anggaran yang telah kita buat sendiri, agar kita bisa tetap berbelanja namun juga terhindar dari kondisi defisit.

Dengan dibuatnya anggaran keuangan pribadi, Anda juga dapat membuat pengelompokkan mana saja pos pengeluaran yang bersifat wajib, dan mana saja yang tidak wajib atau tidak menjadi prioritas untuk dikeluarkan.

Anda tidak perlu menghilangkan sama sekali berbagai pengeluaran tidak wajib tersebut, namun karena tidak menjadi prioritas, maka Anda akan lebih leluasa untuk mengurangi jumlahnya.

Untuk itu, penting sekali untuk Anda agar dapat membedakan mana pengeluaran yang sifatnya wajib, mana yang tidak wajib, dan mana yang benar-benar kebutuhan maupun hanya sebatas keinginan saja.


2. Cicilan Hutang Bulanan Mulai Dibatasi

Dalam aturan keuangan pribadi, ada rasio yang harus Anda pegang dengan baik, yaitu total semua pengeluaran untuk cicilan hutang bulanan jangan sampai melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan Anda.

Cicilan hutang tersebut bisa berupa cicilan rumah, angsuran mobil, kredit sepeda motor, maupun cicilan barang kreditan lainnya, usahakan agar jumlah total semuanya jangan sampai melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan Anda.

Jadi, dengan menerapkan aturan di atas, maka terdapat sisa 70% dari penghasilan yang bisa Anda pakai untuk membiayai kebutuhan lainnya, maupun sebagai dana cadangan dan investasi.

Semakin kecil porsi pengeluaran untuk cicilan hutang, maka akan semakin besar penghasilan bulanan yang bisa Anda sisakan.

Sehingga Anda mempunyai dana lebih banyak untuk berinvestasi yang nantinya dapat memperbaiki kondisi keuangan Anda di masa yang akan datang.


3. Membiasakan Diri Untuk Berinvestasi

Adanya inflasi memang di luar kemauan kita, terjadi secara alami dan tak banyak yang bisa kita lakukan terhadapnya.

Satu-satunya jalan untuk mengalahkan inflasi adalah dengan membuat harta yang kita miliki dapat berkembang biak dengan berinvestasi.

Pilihlah produk investasi yang tentunya memberikan return yang lebih tinggi dari asumsi tingkat inflasi.

Oleh sebab itu, mulai dari sekarang Anda harus memiliki anggaran untuk berinvestasi supaya penghasilan kita juga bisa bertambah dari keuntungan hasil investasi yang kita lakukan.

Namun, untuk berinvestasi memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Jadi, mulai sekarang Anda harus mulai menyisihkan 10% dari penghasilan untuk dikumpulkan menjadi dana yang siap untuk dialokasikan ke produk investasi.


4. Jangan Lupa Untuk Menyiapkan Dana Cadangan

Dalam mengatasi berbagai pengeluaran tidak terduga atau untuk kepentingan darurat, sebaiknya kita memang tidak mengambil dari gaji bulanan, karena gaji yang sifatnya rutin tersebut sebenarnya diperuntukkan sebagai pengeluaran yang juga bersifat rutin.

Untuk itu, Anda memerlukan dana cadangan untuk mengatasi berbagai pengeluaran darurat tersebut. Jadi, Anda harus memiliki pos tersendiri yang bersifat wajib untuk Anda alokasikan sebagai dana cadangan.

Namun, buatlah anggaran dana cadangan tersebut seolah-olah sebagai pengeluaran wajib yang memang harus Anda masukkan ke dalam rekening atau simpanan Anda.

Pisahkan simpanan yang memang dikhususkan untuk dana cadangan tersebut pada rekening yang berbeda.

Sehingga ketika tidak digunakan pada bulan ini, maka dana cadangan Anda tersebut tetap aman di rekening lain dan tidak mengganggu alur kas yang diperuntukkan sebagai pengeluaran rutin.

Apabila sewaktu-waktu dana cadangan tersebut terpakai, maka pemenuhan kebutuhan bulanan Anda tidak terganggu sehingga Anda tidak perlu “meminjam sana-sini” hanya untuk kebutuhan semata.

Perlu dicatat, bahwa pengajuan pinjaman yang penggunaannya diperuntukkan sebagai pemenuhan kebutuhan atau hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan usaha atau sesuatu yang produktif, maka sangatlah harus Anda hindari.


Demikianlah posting kami tentang bagaimana mengelola keuangan Anda agar tiap bulannya tidak selalu mengalami defisit. Semoga posting kali bermanfaat dan dapat meningkatkan kesejahteraan Anda di masa depan.

Sumber:
http://kemandirianfinansial.blogspot.com

Konsep Spiritualitas Yang Bisa Kita Petik Dari Pemikiran Google

Konsep Spiritualitas Yang Bisa Kita Petik Dari Pemikiran Google
Tahukah kamu kenapa Google tidak pernah membuat sebuah produk teknologi PC (Personnal Computer) yang canggih?

Atau apakah kamu tahu alasan Google tidak membuat Operating System untuk sebuah PC atau laptop?

Ya, mungkin sebuah pertanyaan yang sebenarnya penuh unsur filosofis namun jarang terlintas di benak kita tentang pola pemikiran Google.

Mengapa Google tidak membuat Operating System-nya sendiri untuk perangkat PC atau Laptop, atau lebih sederhana mengapa Google tidak berkeinginan merambah bisnis PC?

Baca juga: Menjadi Raksasa Kaya Dengan Mata Uang Baru Bernama ‘Data’

Perlu kita ketahui bahwa sebenarnya ada dua pendekatan global dalam dunia teknologi komputer. Pendekatan pertama, golongan yang percaya bahwa trend di masa depan adalah personnal computer.

Maksudnya, sebuah komputer di masa depan haruslah menjadi semakin canggih, semakin complicated, dan mempunyai resource atau kemampuan perangkat yang semakin hebat.

Sebabnya adalah sebuah aplikasi akan semakin canggih dan untuk menjalankannya butuh resource dan kemampuan dahsyat. Pada golongan inilah berada IBM, Microsoft, Macintosh dan kawan-kawannya.

Pada sisi yang berseberangan, adalah ORACLE.  Golongan ini beranggapan bahwa bukan sebuah PC yang harus menjadi semakin kompleks, melainkan sebuah server.

Server haruslah sangat digdaya, sedangkan sebuah PC atau LAPTOP hanya menjadi corong input dan display dari data yang diolah server.

Ide itulah yang kemudian dipakai oleh Google. Google tak membuat PC, juga tak terlalu getol membuat operating system, karena Google percaya bahwa trend masa mendatang adalah CLOUD COMPUTING, dimana orang-orang akan semakin tergantung kepada server.

Simpelnya, seseorang hanya butuh komputer atau perangkat dengan kemampuan kelas medium, asalkan bisa input data, dan bisa display. Inilah yang paling penting, yaitu dapat “Terhubung dengan internet”.

Maka kita bisa lihat semua produk Google seperti Google maps, Google satelite, Google sky, Street view, dan segala macam produk Google lain yang semuanya bisa dijalankan pada komputer kelas menengah, bahkan kualitas rendah sekalipun. Asalkan kita punya network yang kencang. Dan Google hanya membuat browser hebat untuk menjadi corong display dan inputnya, yaitu Chrome.

Coba kita bayangkan seandainya semua kemampuan google maps, semua data Google maps, semua kecanggihan grafik Google maps itu harus disimpan pada sebuah PC, kita butuh PC seberapa dahsyat?

PC kelas rendah sampai menengah tak akan sanggup menjalankan aplikasi itu. Tetapi, karena segala perhitungan dan algoritma google maps dijalankan oleh server, dan PC hanya menjadi display saja lewat browser, maka aplikasi yang sejatinya begitu kompleks itu menjadi terasa sangat ringan.

Bahkan handphone pun bisa membukanya. Sekali lagi, hanya jika kita punya koneksi internet yang cepat dan stabil tentunya.

Wah, ini hal yang sangat menarik dan marilah kita buka mata dan pikiran kita. “You know what?” sepertinya, kita bisa mengaplikasikan pemikiran dan strategi Google tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai macam masalah dan perhitungan yang sangat kompleks. Mulai dari masalah pekerjaan, rumah tangga, ekonomi, dan segala macam masalah lainnya dalam kehidupan ini.

Namun, pendekatan kita dalam mengatasi masalah itu selama ini adalah seperti golongan IBM yang merasa harus mengatasi segala masalahnya sendiri.

Akibatnya, kita harus memiliki PC yang demikian kompleks untuk memecahkan berbagai masalah tersebut. Sehingga malah membebani diri kita sendiri.

Sedangkan, hampir bisa dikatakan bahwa mungkin lebih dari 90% kejadian di dalam hidup ini sesungguhnya tak bisa kita kontrol sama sekali, dan setiap kejadian akan berbeda dengan kejadian lainnya yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya dalam hidup ini.

Jika kita ingin menghadapi semua masalah dengan perhitungan kita sendiri, maka sebenarnya bisa membuat kita gila dan depresi. Mengapa demikian? Sebab, perhitungannya luar biasa kompleks.

Maka tak ada salahnya meniru pemikiran dan strategi google. Karena sebenarnya kita hanya perlu kemampuan input data, dan kemampuan untuk display saja.

Selebihnya, biarkan kalkulasi dijalankan oleh Server Yang Maha Kuasa. Maka hidup kita akan menjadi lebih ringan.

Bila kita mengingat kembali dengan salah satu kutipan bijak dari aforisma Al-Hikam. “istirahatkan dirimu dari tadbir” kata Sang Bijak Ibnu Athoillah. Apa itu tadbir?

Tadbir adalah memastikan hasil usaha. Menghitung-hitung seandainya saya melakukan aksi begini, maka hasilnya PASTI begini.

Just do your part. Input datanya, selebihnya serahkan pada Sang Maha Server (meski kita tahu tak ada umpama bisa menggambarkan kekuasaan Sang Maha Pengatur).

Satu hal saja yang harus kita benar-benar jaga, yaitu “network”, koneksi yang sangat kencang dan stabil kepada Sang Maha Server.

Sumber:
http://ads.id/forums/showthread.php/220198-Mencontek-spiritualitas-google

5 Kelalaian Yang Dapat Memicu Terjadinya Kebakaran Di Rumah Anda

5 Kelalaian Yang Dapat Memicu Terjadinya Kebakaran Di Rumah Anda
Musibah kebakaran bisa mengintai siapa saja, tidak peduli apakah ia berada di kawasan padat penduduk atau bahkan di pedesaan sekalipun.

Kebakaran menimbulkan risiko kehilangan harta benda berharga atau dokumen penting, mengakibatkan cedera, bahkan kehilangan anggota keluarga atau nyawa Anda sendiri.

Untuk itu, penting sekali kita mengetahui hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan untuk dapat mencegah terjadinya musibah kebakarang.

Simak juga: Sekilas Pemahaman Tentang Teori Motivasi

Upaya pencegahan atas risiko kebakaran bukanlah hal yang sulit. Namun, kerap kali kelalaian kita dalam melakukan sesuatu hal yang justru dapat mengakibatkan kebakaran.

Simak beberapa kesalahan yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran berikut ini! Agar kita bisa lebih waspada dan dapat menghindari terjadinya musibah ini.


1. Meninggalkan Masakan

Meninggalkan masakan atau memasak tanpa adanya pengawasan adalah salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran.

Memasak yang paling berisiko menimbulkan kebakaran adalah saat menggoreng dan ditinggal begitu saja hingga kelupaan.


2. Meninggalkan Lilin yang Masih Menyala

Ketika terjadi listrik padam di malam hari, sering kita lupa untuk mematikan lilin untuk ditinggal tidur.

Walau kedengarannya sederhana, namun api tetaplah api. Lilin bisa saja tersenggol oleh hewan peliharaan Anda, atau ketika lilin habis, maka media yang dijadikan alas (bila terbuat dari bahan mudah terbakar) tentu berisiko untuk memicu terjadinya kebakaran.


3. Penggunaan Ekstension Kabel

Dalam memasang kabel, sebaiknya usahakan jangan memakai ekstension, sebisa mungkin pakailah stop kontak yang langsung berada di dinding.

Lebih dari satu alat elektrik yang terpasang pada satu ekstension dapat menyebabkan konsleting pada kabel dan memicu kebakaran.


4. Memakai Kable Dengan Kualitas Rendah

Penggunaan kabel dengan kualitas di bawah standar SNI tentu sangat berisiko, karena bila tidak kuat maka kabel bisa meleleh dan menimbulkan korsleting listrik yang dapa memicu percikan api.

Apalagi, panas dari kabel sangatlah mudah untuk menghasilkan api ketika bersentuhan dengan benda apapun.


5. Meninggalkan Rumah Dalam Waktu Lama Dengan Alat Listrik Menyala

Seringkali korsleting terjadi ketika rumah ditinggalkan sepi oleh pemiliknya selama beberapa hari. Sang pemilik mungkin lupa untuk mematikan salah satu peralatan elektronik di rumahnya, sehingga ketika kabel sudah sangat panas maka akan berisiko untuk mengakibatkan kebakaran.


Itulah beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran di rumah Anda. Sebaiknya hindari agar rumah Anda dan keluarga bisa lebih aman dari bahaya kebakaran. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Sumber:
http://lifestyle.liputan6.com/read/2256821/kesalahan-yang-bisa-akibatkan-rumah-terbakar

5 Animator Asal Indonesia Berkapasitas Internasional

Berbagai hal mungkin tidak kita ketahui tentang bagaimana membuat sebuah animasi, khususnya animasi di bidang perfilman.

Tentunya kita akan takjub ketika melihat proses dalam pembuatan sebuah film animasi. Film animasi menunjukkan bagaimana seseorang mendesain suatu karakter untuk dapat bergerak dengan halus dan tampak nyata sehingga karakter tersebut tampak hidup.

Disertai dengan jalan cerita yang menarik, lucu, sedih, dan menimbulkan kesan tersendiri pada orang yang menontonnya.

Beberapa film animasi juga membuat para penggemarnya selalu mengenang film tersebut bahkan hingga beberapa tahun sesudahnya.

Baca juga: 99 Tokoh Sejarah Ekonomi yang Terkenal di Dunia

Mungkin bagi segelintir orang menganggap bahwa pembuatan film animasi adalah hal yang mudah, namun bila dengan seksama kita melihat proses pembuatan film animasi, ternyata membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Jalan cerita, desain latar, serta tokoh yang dihadirkan dalam film animasi diupayakan untuk menghadirkan storyboard dari film animasi tersebut agar terlihat menyatu.

Tapi, tidak sedikit pula orang yang penasaran terhadap siapa saja sosok dibalik pembuatannya. Tentunya banyak dari kita yang mengira kalau para animator dengan otak brilian tersebut hanya berasal dari Jepang atau Amerika saja.

Ternyata kita salah besar, karena beberapa animator asal Indonesia juga turut berperan besar dalam proses pembuatan film-film animasi terkenal.

Berikut ini kami akan berbagi kepada Anda, beberapa sosok animator Indonesia yang ikut terlibat dalam pembuatan film animasi dunia.


1. Rini Sugianto

5 Animator Asal Indonesia Berkapasitas Internasional


Salah satu sosok animator asal Indonesia yang telah sukses menembus hingga level dunia adalah Rini Sugianto.

Bagaimana tidak, Anda tentu tahu film “The Adventures of Tintin” dan film “The Avengers” bukan? Rini Sugianto adalah animator yang terlibat langsung dalam pembuatan dua film tersebut.

Bukan hanya itu saja, dirinya juga terlibat dalam pembuatan animasi film “The Hobbit: The Desolation of Smaug” dan juga “Teenage Mutant Ninja Turtle”.

Dalam film-film tersebut, ia bertugas untuk menghidupkan karakter utama dalam film dengan jenis photorealistic, dan juga membuat karakter yang diciptakan tersebut bisa tampak nyata.

Ke depannya, Rini juga mengatakan akan ada rencana untuk mengerjakan sejumlah proyek film superhero lagi, namun ia belum dapat menceritakan tentang detailnya.

Lulusan Academy of Art University, San Francisco ini mengaku memperoleh banyak pengalaman dari dunia animasi yang digelutinya.


2. Griselda Sastrawinata

5 Animator Asal Indonesia Berkapasitas Internasional


Berawal dari hobi menggambarnya, siapa sangka Griselda kini menjadi animator kelas dunia. Sejak kelas 2 SMA, ia pindah ke Amerika Serikat dan menamatkan sekolahnya di Negeri Paman Sam tersebut.

Lulus SMA, ia melanjutkan ke Art Center College of Design di Pasadena, AS. Sekarang, Griselda bekerja di salah satu studio film animasi besar, yaitu Dreamwork.

Selain itu, ia berprofesi pula sebagai pengajar di almamater kampusnya untuk ilmu komunikasi visual.

Ia juga terlibat dalam pembuatan beberapa film animasi yang cukup terkenal seperti Kungfu Panda, Shrek, dan Monster Aliens Inc.


3. Andre Surya

5 Animator Asal Indonesia Berkapasitas Internasional


Animator satu ini adalah salah satu lulusan Perguruan Tinggi dalam Negeri yang sukses mendunia. Pendidikan yang diperolehnya pada jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Tarumanegara, Jakarta, Ia kembangkan dengan maksimal, sehingga ia berhasil bekerja di perusahaan Lucas Film di Singapore.

Perusahaan ini didirikan oleh George Luvas, sutradara film Star Wars. Andre Surya juga sangat berperan dalam beberapa pembuatan film Hollywood seperti Iron Man, Iron Man 2, Star Trek, Terminator Salvation, Transformers: Revenge of the Fallen, serta Indiana Jones and The Kingdom of the Crystal Skull.

Kini, setelah sukses 10 tahun bergelut di dunia pembuatan animasi skala internasional, ia pun kembali ke Indonesia guna mengembangkan Enspire Studio, perusahaannya milik sendiri yang baru mulai berdiri.


4. Christiawan Lie

5 Animator Asal Indonesia Berkapasitas Internasional


Lulusan ITB ini berhasil memperoleh beasiswa full bright di jurusan Sequential Art atau komik di Savannah College of Art and Design.

Kemudian, ia berhasil ikut terlibat dalam beberapa pembuatan film animasi skala internasional, seperti Transformers 3, GI Joe, Starwars, Spiderman 4, dan Lord of The Rings.

Kemampuan yang hebat dalam menggambar memang dimiliki oleh Christiawan Lie, dibuktikan dengan karyanya yang kemudian dipilih dalam pembuatan GI Joe Sigma 6.

Sekarang ini ia mendirikan Caravan Studio di Indonesia, tujuannya agar dunia animasi di Indonesia semakin berkembang.


5. Michael Reynold Tagore

5 Animator Asal Indonesia Berkapasitas Internasional


Pria asal Surabaya ini merupakan salah satu orang yang dipercaya untuk membuat kostum-kostum Iron Man.

Dalam pembuatan film animasi Happy Feet 2, Reynold yang mengerjakan tampilan salju dan background datarannya.

Sedangkan pada film The Hobbit, tugasnya adalah memperhalus gambar komputer supaya penonton atau bahkan pembuatnya tidak dapat membedakan mana yang asli manusia, dan mana yang hanya manipulasi komputer.


Itulah, kelima animator asal Indonesia yang mampu membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia juga mampu berprestasi dan berkarya di dunia internasional.

Bagi Anda yang ingin bisa seperti mereka, pastinya tidak ada yang mustahil. Asalkan kita mau berjuang dengan keras dan berusaha pantang menyerah.


Sumber:
http://citizen6.liputan6.com/read/2277866/6-animator-indonesia-yang-mendunia

Perbedaan Sistem Bunga Dan Bagi Hasil Pada Bank Syariah

Mungkin, masih sangat banyak masyarakat umum yang belum memahami dengan baik konsep bagi hasil yang diterapkan oleh perbankan syariah. 

Secara keliru, mereka menganggap bahwa bagi hasil itu sama saja dengan sistem bunga, hanya namanya saja yang berbeda. 

Sesungguhnya tidaklah demikian. Konsep dan operasional bagi hasil pada bank syariah tidaklah sama dengan sistem bunga (riba).

Untuk itu, perlu kita sama-sama meluruskan kekeliruan yang terjadi terhadap konsep bagi hasil agar masyarakat bisa lebih jeli dalam memilih produk perbankan yang sesuai dengan syariah serta mendapatkan keuntungan yang lebih berkah.

Baca juga: Definisi Dan Jenis-jenis Bank

Dalam sistem perbankan syariah, terdapat 3 produk pembiayaan yang biasa dipraktikkan, antara lain bagi hasil, jual-beli, serta ijarah dan jasa. Dalam produk bagi hasil, terdiri dari mudharabah dan musyarakah.

Kemudian pada jual-beli terdiri dari produk ba’i murabahah, ba’i istisna, dan ba’i salam. Sedangkan pada jasa terdiri dari wakalah, kafalah, hiwalah, ijarah, ba’i at-takjiri, dan al-ijarah muntahiyah bit tamlik.

Perbedaan Sistem Bunga Dan Bagi Hasil Pada Bank Syariah
moeslimclub.blogspot.com


Jadi, bagi hasil dalam perbankan syariah hanyalah salah satu produk pembiayaannya saja. Namun, sekarang ini bank syariah di Indonesia lebih banyak yang menerapkan produk jual-beli, khususnya jual beli murabahah dan istisna.

Dalam bank syariah memang sistem bagi hasil menjadi ciri khas utamanya, namun sebenarnya belumlah diterapkan secara menyeluruh dalam operasional bank syariah.

Sebab, bagi hasil (mudharabah dan musyarakah) memang hanyalah salah satu dari konsep fikih muamalah.

Kendati demikian, walaupun bagi hasil belum diterapkan secara dominan, namun secara total praktik sistem bunga (riba) sudah dapat dihindari dalam bank syariah.

Terdapat beberapa perbedaan mendasar yang perlu diketahui dalam penerapan sistem bunga dan bagi hasil.

Dari sejumlah perbedaan ini, diharapkan telah cukup bagi kita dalam memahami bagaimana operasional dengan sistem bunga, dan bagi hasil tersebut.


1. Bagi Hasil Ditentukan Berdasarkan Keuntungan, Sedangkan Bunga Berdasarkan Pokok Hutang

Pada sistem bunga, penentuan besarnya bunga telah ditetapkan sejak awal tanpa mempedulikan keuntungan dan kerugian yang dialami pihak peminjam maupun nasabah. Sehingga besarnya bunga sejak awal sudah diketahui berapa yang harus dibayarkan.

Misalnya, Tuan A meminjam uang di bank konvensional sebesar Rp 20 juta dengan jangka waktu pelunasan selama 12 bulan.

Besar bunga yang telah ditetapkan oleh pihak bank dan harus dibayarkan tuan A sebesar 24 % per tahun.

Dengan demikian tuan A harus membayar atau mengembalikan total pinjamannya tersebut sebesar pokok hutangnya (20 juta) beserta bunga (4,8 juta), jadi Rp 24.800.000 atau Rp 2.066.667 setiap bulannya.

Sedangkan pada sistem bagi hasil, penentuan jumlah besarnya bagi hasil tidak ditetapkan sejak awal, sebab tergantung pada untung rugi dengan pola nisbah (rasio) bagi hasil.

Maka, besarnya bagi hasil yang harus diberikan oleh peminjam kepada bank baru diketahui sesudah ada keuntungan yang didapat.

Misalnya, tuan A menerima pembiayaan mudharabah sejumlah Rp 20 juta dengan jangka waktu pelunasan selama 12 bulan.

Besarnya bagi hasil yang harus dibayarkan kepada pihak Bank syariah belum diketahui sejak awal. Kedua belah pihak hanya menyepakati porsi bagi hasil misalkan sebesar 80% bagi hasil dan 20% untuk bank syariah.

Pada bulan pertama tuan A memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp 1.000.000, maka bagi hasil yang disetorkannya kepada bank syariah adalah:
20% x 1.000.000 = 200.000
Jadi, bagi hasil yang harus dibayarkan oleh tuan A adalah sebesar Rp 200.000 ditambah dengan pokok pinjaman.

Pada bulan kedua, keuntungan tuan A meningkat menjadi Rp 1.500.000, maka bagi hasil yang harus disetorkan kepada bank syariah adalah:
20% x 1.500.000 = 300.000
Jadi, besarnya bagi hasil yang harus dibayarkan tuan A adalah sebesar Rp 300.000 ditambah dengan pokok hutang.

Pada bulan ketiga, keuntungan tuan A terjadi penurunan, yaitu sebesar Rp 750.000, maka bagi hasil yang dibayarkan pada bulan tersebut adalah
20% x 750.000 = Rp 150.000
Jadi, bagi hasil yang harus dibayarkan tuan A pada bulan tersebut adalah sebesar Rp 150.000.

Dengan begitu, besarnya bagi hasil cenderung berfluktuasi dari waktu ke waktu, tergantung dari besar kecilnya keuntunga yang didapat oleh si penerima modal (mudharib) atau pengusaha. Hal tersebut tentu saja sangat berbeda dengan sistem bunga.


2. Risiko Kerugian Ditanggung Bersama

Dalam sistem bunga, ketika terjadi kerugian pada usaha yang dijalankan si peminjam maka kerugian tersebut hanya ditanggung oleh si peminjam saja, pembayaran hutang dan bunga tetap sama sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian.

Sedangkan bila mengacu sistem bagi hasil, ketika pihak peminjam mengalami kerugian pada usaha yang dijalankannya, maka hal tersebut ditanggung bersama oleh peminjam dan pemilik modal atau pihak bank syariah. Jadi, pihak bank syariah menanggung kerugian tenaga, waktu serta pikiran.


3. Nasabah Memperoleh Keuntungan Dari Pendapatan Yang Diperoleh Bank Syariah

Jumlah pembayaran pada sistem bunga kepada nasabah (penabung) bersifat tetap, artinya tidak meningkat sekalipun bank mengalami peningkatan pendapatan, karena persentase bunga sudah ditetapkan secara pasti tanpa bergantung pada untung rugi.

Sementara pada sistem bagi hasil, besarnya pembagian keuntungan yang diterima nasabah (pemilik dana) akan meningkat apabila bank juga mengalami peningkatan pendapatan. Jadi disesuaikan pula dengan peningkatan besarnya keuntungan yang diperoleh pihak bank syariah.


4. Sistem Bunga (Riba) Sangat Dilarang Dalam Agama

Perlu Anda ketahui bahwa larangan untuk memakan harta riba sebenarnya terdapat pada semua agama samawi.

Bunga (riba) dilarang dengan tegas dalam agama Islam, bahkan juga dilarang dalam agama Yahudi maupun Nasrani.

Namun, di sini kami tidak akan membahas tentang ayat demi ayat yang mengatakan pelarangan tersebut, silahkan Anda cari tahu pada Kitab Suci Anda masing-masing.


Itulah, keempat perbedaan yang semoga dapat membuat Anda lebih memahami tentang konsep bagi hasil dalam sistem perbankan syariah.

Tapi semua kembali lagi ke diri kita masing-masing. Semuanya tentu didasari dengan niat, dan semoga kita semua dijauhkan dari memakan harta riba.

Sumber:
http://www.kompasiana.com/sewilarasatii/perbedaan-bunga-dan-bagi-hasil_5517dde9a333114c07b661f3

Tips Sederhana Agar Bank Menyetujui Pengajuan KPR Anda Dengan Mudah

Salah satu cara efektif untuk Anda dapat mempunyai rumah dengan biaya terbatas adalah dengan mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Namun, harus disertai dengan kemampuan finansial yang memadai bila Anda ingin mengajukan KPR.

Banyak orang yang dalam pengajuan kredit pembelian rumah kemudian ditolak oleh Bank dikarenakan tidak memiliki kemampuan finansial yang memadai.

Simak juga: Panduan Mengajukan Pinjaman Untuk Renovasi Rumah Ke Bank

Untuk itu, pada posting kami kali ini akan berbagi sejumlah tips untuk memudahkan Anda dalam pengajuan KPR dan memiliki peluang yang lebih besar untuk disetujui oleh pihak Bank.


1. Persiapkan Kelengkapan Dokumen Persyaratan KPR

Pihak Bank akan menetapkan sejumlah syarat yang mesti dipenuhi oleh para pemohon KPR, salah satunya yaitu kelengkapan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kondisi finansial Anda.

Kelengkapan dokumen yang memenuhi syarat akan memberikan nilai positif kepada Anda, karena hal ini menandakan keseriusan Anda dalam pengajuan.

Jangan sekali-kali Anda melakukan manipulasi data, seperti mengubah data usia dan tanggal lahir, atau mengubah besarnya penghasilan bulanan. Hal ini  justru akan memberikan reputasi yang buruk terhadap riwayat kredit Anda.

Rekening Koran juga merupakan salah satu dokumen yang penting untuk dilengkapi dalam pengajuan KPR, pihak Bank biasanya akan melihat catatan rekening tabungan Anda sebagai bukti bahwa memang ada penghasilan masuk dan aliran keuangan bulanan yang memadai.

Apabila gaji yang Anda terima secara tunai, maka sebelum digunakan sebaiknya Anda simpanlah terlebih dulu di Bank.

Di samping itu, akan lebih mempermudah proses pengajuan KPR bila Anda mengajukan kredit pada Bank tempat Anda memiliki simpanan rekening.


2. Lakukan Perbaikan Terhadap Performa Keuangan Anda

Dalam mengajukan KPR, tentunya Anda harus sudah merencanakannya secara matang dan sejak jauh hari agar sebelum mengajukan KPR Anda dapat memastikan sebelumnya bahwa Anda tidak pernah mempunyai masalah dengan kredit apapun.

Jika ternyata Anda telah masuk black list di Bank Indonesia, maka Anda harus segera melunasi semua hutang-hutang yang ada sebelum melakukan pengajuan KPR.

Perlu Anda ingat, bahwa Bank Indonesia mempunyai data semua catatan kredit yang pernah Anda lakukan, baik di Bank, leasing maupun lembaga keuangan lainnya yang bekerja sama dengan BI Checking.

Sebab, banyak sekali para pemohon yang ditolak pengajuan KPR nya dikarenakan sering terdapat tunggakan dari pembayaran kredit-kredit yang ia lakukan sebelumnya.

Hal ini tentu akan menurunkan reputasi Anda karena sering mengalami kecacatan dalam pembayaran kredit sebelumnya.

Tips Sederhana Agar Bank Menyetujui Pengajuan KPR Anda Dengan Mudah
blog.duitpintar.com


3. Ketahui Kemampuan Bayar Anda

Sekarang ini telah dikeluarkan oleh Bank Indonesia kebijakan baru dalam Kredit Pemilikan Rumah, salah satu kebijakannya ialah para pemohon kredit harus memberikan down payment dalam pengajuan kepemilikan rumah dan down payment (DP) tersebut tidak boleh dibiayai oleh Bank.

Setiap pemohon KPR wajib menyiapkan sejumlah dana sebagai DP yaitu sebesar 30 persen dari harga jual rumah atau sesuai kebijakan yang diberlakukan oleh pihak Bank.

Jadi, bila Anda hendak membeli rumah dengan KPR seharga Rp 300 juta, maka dana yang harus Anda siapkan sebagai DP minimal sebesar Rp 90 juta.

Apabila dana yang Anda miliki belum mencukupi untuk membayar DP tersebut, maka sebaiknya keinginan untuk mempunyai rumah ditunda dulu sampai dana yang tersedia telah mencukupi. Hal ini perlu dilakukan agar Anda tidak kecewa ketika pengajuan KPR Anda ditolak oleh Bank.

Pada dasarnya bank sudah mempunyai kebijakan tersendiri dalam menetapkan besarnya angsuran yang harus Anda bayarkan.

Biasanya, disesuaikan pula dengan kesepakatan saat pengajuan kredit atau berdasarkan keputusan Bank dengan melihat kemampuan bayar Anda.

Besarnya jumlah DP dan angsuran tesebut tidak bisa Anda tentukan sendiri, harus sesuai dengan syarat dan ketentuan kredit yang telah Bank tetapkan.

Cicilan angsuran yang ditetapkan oleh Bank biasanya selalu berdasarkan harga jual rumah, besarnya uang muka, masa waktu kredit, dan rasio penghasilan bulanan Anda.

Besarnya rasio ini pun akan ditetapkan oleh pihak Bank, kisarannya di antara 30 sampai 40 persen dari penghasilan bulanan Anda.

Artinya, semua jumlah tanggungan kredit Anda (termasuk tanggungan kredit di tempat lain) tidak boleh lebih dari 40 persen penghasilan bulanan Anda.

Meskipun Anda menjanjikan 70 persen penghasilan Anda untuk membayar cicilan, pihak Bank akan tetap berpegang sesuai angka rasio yang sudah mereka perhitungkan sebelumnya.

Bank mempunyai kewenangan dan hak untuk menolak pengajuan KPR Anda jika melebihi batas rasio yang telah mereka tetapkan.

Tentunya pihak Bank sudah mempunyai cara tersendiri yang sesuai kebijakan yang berlaku dalam dunia perbankan untuk mengetahui kondisi finansial Anda.

Jangan sampai Anda melakukan manipulasi kredit terhadap pengajuan KPR tersebut, sebab bisa berakibat buruk untuk perekonomian keluarga Anda ke depannya.


4. Mencoba Pengajuan KPR di Beberapa Bank

Trik semacam ini kerap dilakukan oleh pemohon KPR untuk menghindari lamanya kepengurusan kredit oleh salah satu pihak Bank.

Selain itu, juga bisa menambah peluang kredit untuk disetujui. Jadi, memang kebijakan internal suatu Bank bisa terdapat perbedaan.

Mencoba mengajukan KPR tidak hanya di satu Bank saja akan memperbesar peluang Anda untuk dapat mengetahui disetujui atau tidaknya pengajuan KPR Anda.

Hal positif lainnya adalah jika seluruh permohonan kredit Anda disetujui, maka Anda punya kebebasan untuk memilih Bank mana yang akan digunakan sebagai pembiayaan atas KPR Anda.

Tentunya Anda punya banyak pilihan dalam menentukan Bank mana yang menurut Anda dapat memberikan kualitas layanan kredit terbaik.

Namun, memang dalam melakukan cara ini, Anda akan kehilangan sejumlah uang sebagai biaya Appraisal dan pengurusan dokumen-dokumen kelengkapan pengajuan KPR.


5. Jaga Reputasi Anda Kepada Pihak Bank

Ketika pengajuan KPR Anda telah disetujui, maka Anda harus menjaga reputasi kredit yang Anda lakukan. Jangan sekali-kali Anda melakukan pelanggaran atau wan prestasi terhadap kesepakatan yang telah dilakukan dengan pihak Bank.

Sebab, hal ini juga akan menjadi referensi dari Bank-bank lain, ketika terdapat cacat kredit yang Anda lakukan maka ketika Anda hendak mengajukan kredit-kredit lainnya di Bank lain pun juga akan terhambat.

Kepercayaan reputasi Anda di mata perbankan merupakan modal yang baik untuk kemudahan Anda ketika mengajukan kredit kembali di Bank tersebut atau Bank lain.

Membayar cicilan tepat waktu atau sebelum jatuh tempo, dan jangan sampai menunggak cicilan kredit merupakan hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk menjaga reputasi serta kepercayaan pihak perbankan atas nama Anda.


Demikianlah posting kami tentang tips dalam pengajuan KPR agar berpeluang besar untuk disetujui oleh Bank.

Semoga bermanfaat dan membuat Anda cepat mendapatkan rumah idaman yang nyaman untuk Anda dan keluarga.

Sumber:
http://citragrahacemerlang.com/index.php?module=artikel&act=Selanjutnya&id=%201

7 Karakter Unik Mahasiswa Yang Menjadi Temanmu Di Kampus

7 Karakter Unik Mahasiswa Yang Menjadi Temanmu Di Kampus
Mahasiswa adalah tingkatan tertinggi dalam jajaran para pelajar. “Maha” itu kan artinya “paling tinggi”.

Jika diibaratkan sebuah level dalam permainan, maka “maha” merupakan tingkatan yang paling tinggi.

Dalam menempuh pendidikannya, berbagai hal sudah dilewati seorang mahasiswa mulai dari tahapan siswa di Taman Kanak-kanak (TK), SD, SLTP, SLTA, hingga tingkatan pada waktu menjadi mahasiswa yang bisa dibilang sebagai suatu pembelajaran paling rumit dari semua tingkatan akademik yang ada.

Tapi, semua kembali ke diri kita masing-masing. Rumit tidaknya masa-masa menjadi mahasiswa tergantung bagaimana pembawaan diri kita ketika menjadi seorang mahasiswa.

Baca juga: 7 Penyebab Mahasiswa Mengalami Kegagalan Dalam Kuliahnya

Nah, berikut ini kami akan berbagi beberapa tipe atau karakter mahasiswa yang sering mengisi bangku-bangku di ruang perkuliahan.


1. Mahasiswa Yang Selalu Serius

Tipe mahasiswa seperti ini selalu terkesan serius dalam memperhatikan apa yang dosennya katakan di depan kelas.

Ambisi mereka adalah mengejar IP yang tinggi sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki, jadi mereka mempunyai prinsip anti kerja sama dan anti gotong royong ketika menghadapi suatu ujian perkuliahan.

Tidak peduli apakah mata kuliah yang sedang mereka ikuti di kelas itu mata kuliah favorit mereka apa bukan, mereka tetap serius dalam menyimak apa yang dosen katakan. Bahkan, mereka sangat aktif dalam mencatat dan bertanya.

Semangat belajar mereka memang luar biasa, bahkan cenderung seperti kutu buku. Tapi, sebaiknya Anda jangan terlalu berharap kepada tipe mahasiswa satu ini ketika ujian tiba, karena mereka terkenal sangat pelit dalam “berbagi” jawaban.


2. Mahasiswa Yang “Setengah-setengah”

Mungkin, tipe mahasiswa ini bisa dibilang merupakan turunan dari tipe yang pertama. Hanya saja, mereka akan serius ketika memang benar-benar dalam keadaan “mood” yang baik. Dan kelihatannya pun mereka hanya akan serius pada mata kuliah yang menjadi favoritnya saja.

Tipe mahasiswa seperti ini tidak terlalu ambisius dalam mengejar IP tinggi, asalkan IP mereka tidak di bawah 3,00 sepertinya dirasa sudah cukup.


3. Mahasiswa Aktivis

Tipe mahasiswa satu ini sangat misterius, kadang muncul di kelas, kadang “ngilang”. Eh, enggak tahunya lagi ikut demo di depan kantor pemerintah.

Hampir di setiap struktur kepanitiaan dalam acara kampus pasti ada namanya, mereka memiliki idealisme yang tinggi tentang membangun sebuah negeri idaman.

Tapi anehnya, ketika ada tugas atau ujian kok malah “nyontek” ya? Bukankah itu sama halnya dengan mengkorupsi pelajaran? Hehe.

Tipe mahasiswa seperti ini kadang memang cukup populer di kampus, soalnya dia memang pandai berpidato, rajin bersuara, dan hampir di setiap acara kampus, wajahnya selalu mengisi “layar kaca”.

Namun, tidak sedikit dari tipe mahasiwa seperti ini yang akhirnya harus menyandang status sebagai “mahasiswa abadi” dikarenakan sudah belasan semester kuliah tapi tak kunjung rampung.


4. Mahasiswa Pencatat

Mahasiswa dengan tipe satu ini bisa dibilang memiliki ambisi juga dalam mengejar IP tinggi, namun mereka hanya berusaha untuk mencatat apa yang dosennya jelaskan saja.

Akan tetapi, tidak semua tipe ini menyimak benar-benar apa yang disampaikan dosen, mereka bisa saja menyalin catatan dari mahasiswa lain.

Biasanya, tipe seperti akan menggunakan catatannya untuk mengejar nilai. Ketika malam sebelum ujian, semua catatannya akan ia baca dan berusaha untuk dihapalkannya.

Tipe mahasiswa semacam ini jarang mencontek saat ujian, kecuali kalau benar-benar sudah mentok atau kepepet.


5. Mahasiswa Tukang Ngerumpi

Biasanya, tipe mahasiswa seperti ini akan memilih tempat di bangku paling belakang yang jarang dijangkau oleh dosen saat memberikan materi.

Di tengah-tengah jalannya perkuliahan, ia akan mulai melancarkan aksinya untuk ngerumpi ketika dosen mulai lengah.

Tipe seperti ini senang duduk berdekatan dengan kelompok rumpinya agar lebih mudah “membuat forum lain di dalam sebuah forum”.


6. Mahasiswa Tekno

Untuk tipe yang satu ini sangat sibuk dengan kebiasaannya dalam mengutak-atik peralatan elektroniknya, mulai dari smartphone, tablet, bahkan netbook yang dibawanya saat perkuliahan.

Ia hanya akan mementingkan masalah gadgetnya dan mengabaikan apa yang disampaikan oleh sang dosen.

Tak heran bila ujian tiba, mereka sering mendapatkan nilai buruk. Seringpula ia akan menggunakan senjata gadgetnya untuk “gugling” pada saat ujian di kelas.


7. Mahasiswa Tukang Tidur

Untuk tipe mahasiswa semacam ini, ada kemungkinan ia juga merangkap hansip atau security di sekitar tempat tinggalnya. Kecil kemungkinan mereka begadang karena terlalu banyak belajar.

Lebih masuk akal lagi, kalau mereka memang memiliki gangguan insomnia sehingga ia tidak pernah mendapatkan waktu tidur yang cukup di malam hari.


Nah, dari beberapa tipe di atas, kamu termasuk tipe yang mana nih? Hal terpenting apapun kesibukan kita di luar kampus, tetap utamakan kewajiban kita sebagai mahasiswa, jangan sampai kuliah terbengkalai dikarenakan kita tidak bisa membagi waktu dengan baik.


Sumber:
http://blognyavenny.blogspot.com/2013/02/7-tipe-mahasiswa-dalam-kelas.html

Cara Mudah Untuk Mendatangkan Pengunjung Blog Dari Luar Negeri

Cara Mudah Untuk Mendatangkan Pengunjung Blog Dari Luar Negeri
Tentunya bila kita memakai bahasa Indonesia pada blog, maka target visitor kita pun sebenarnya adalah masyarakat yang ada di Indonesia.

Namun, tidak menutup kemungkinan juga kita mendapatkan pengunjung dari luar negeri, sebab orang Indonesia yang tinggal atau berdomisili di luar negeri juga tidak sedikit kok, baik karena urusan bisnis, pekerjaan, atau pendidikan.

Nah, untuk mengetahui dari negara mana saja pengunjung blog kita berasal maka Anda bisa melihatnya pada halaman statistik di dashboard Blogger.

Di situ akan terlihat pengunjung blog kita berasal dari Negara mana saja, disertai dengan jumlah dan persentasenya.

Namun, biasanya tidak semua Negara ditampilkan, kalau tidak salah hanya yang berada pada 10 Negara teratas saja.

Di samping kita bisa melihatnya pada statistik di dashboard Blogger, kita juga bisa menambahkan widget yang berasal dari FLAG COUNTER untuk melihat dari Negara mana saja pengunjung blog kita berasal.

Baca juga: Tips dan Trik Blogging Di Blog SerbaCara.com

Mengenai cara pemasangannya cukup mudah kok, kita hanya tinggal meng-copy kode HTML yang diberikan pada situs FLAG COUNTER tersebut dan dipasang pada widget HTML di blog kita.

Tidak menutup kemungkinan ada juga lho orang bule yang tertarik membaca artikel di blog kita. Namun, ada syaratnya, pertama si bule memang bisa berbahasa Indonesia dan membaca artikel original kita dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan yang syarat yang kedua adalah blog kita harus sudah diterjemahkan dulu ke dalam berbagai bahasa.

Untuk syarat yang kedua, Anda memerlukan widget tambahan untuk dipasang pada blog, yaitu widget Google terjemahan yang ada pada bawaan Blogger.

Namun, untuk hasil terjemahan yang memakai Google translate memang biasanya kurang memberikan hasil yang baik atau kurang “readable”, jadi bisa dibilang struktur kata dan grammarnya kadang kurang memuaskan untuk dibaca dengan menggunakan bahasa asing.

Apalagi jika artikel-artikel yang tersedia di blog kita tidak ditulis dengan kaidah bahasa Indonesia yang sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Bisa-bisa orang bule pada ‘mabok’ deh baca artikel kita.

Walaupun demikian, tidak ada salahnya juga sih Anda berharap blog Anda yang berbahasa Indonesia dibaca oleh orang-orang bule.

Terutama bagi blog yang sebagian besar isinya banyak mengandung gambar. Karena tidak semua orang yang mengunjungi blog kita karena ingin membaca artikel di dalamnya, bisa jadi hanya ingin melihat gambar-gambarnya saja.

Namun, untuk bisa bersaing dengan situs-situs luar negeri yang memang berbahasa Inggris bukanlah hal yang mudah.

Untuk itu, agar situs Anda juga bisa terindex oleh perayapan mesin pencari dari luar negeri, maka Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini:
1. Men-submit url blog tidak hanya pada Google.co.id/addurl, tapi juga pada Google.com/addurl.
2. Blogwalking dan pasang backlink pada situs-situs luar negeri.
3. Men-submit pada situs directory berbahasa Inggris.
4. Menyebarkan URL postingan pada social media yang memiliki hubungan pertemanan dengan orang luar Negeri.

Nah, cara di atas sebenarnya sudah cukup efektif untuk bisa mendatangkan pengunjung yang berasal dari luar negeri walaupun blog kita berbahasa Indonesia. Tapi jangan lupa untuk memasang widget Google terjemahan di blog Anda. Selamat mencoba kawan.


Sumber:
http://sahabatblogger77.blogspot.com/2014/01/cara-agar-artikel-terlacak-di-situs-luar-negeri.html

Tiga Prinsip Dasar Mendesain Dapur Di Rumah Anda

Tiga Prinsip Dasar Dalam Mendesain Dapur Di Rumah Anda
Setiap proyek dalam mendesain suatu ruangan memiliki acuan yang berbeda-beda.

Seperti yang dikatakan oleh seorang arsitek Thomas Ahmann, ada banyak kebijakan yang bisa diterapkan antara klien dan desainer dalam merancang suatu ruangan.

Namun demikian, tetap ada beberapa prinsip mendasar yang dapat dijadikan panduan Anda dalam mendesain palet material maupun warna dari dapur di rumah Anda.

Baca juga: Perkiraan Biaya Beberapa Pekerjaan Penting Dalam Renovasi Rumah


Awali Dari Countertops

Fokus awal Anda dalam mendesain dapur ialah pada “countertops” atau meja dapur. Diperlukan pemikiran yang hati-hati ketika membuat atau memilih meja dapur yang sesuai dengan desain dapur yang Anda harapkan.

Menurut Ahmann, benda ini bisa menjadi yang paling besar dalam dominasi warna dan tekstur ruangan Anda.

Dalam memilih countertops, sebaiknya pilih yang awet dan gampang dibersihkan. Memilih countertops dari material granit atau komposit sangatlah direkomendasikan oleh banyak desainer interior.

Di samping granit atau komposit, Anda juga dapat memakai baja nirkarat, seng atau kayu alami sebagai alternatif.

Bila Anda menghendaki bahan yang ringan, maka pilihlah material yang hasil dan reflektif. Sementara itu, penggunaan ubin dengan ukuran besar akan meminimalisir bentukan garis ampas dan membuat permukaan meja dapur Anda lebih halus serta mudah untuk dibersihkan.


Pertimbangkan Palet Material Kabinet

Setelah memilih countertops yang tepat, selanjutnya adalah mempertimbangkan palet material kabinet yang akan digunakan.

Kabinet merupakan tampilan yang paling terlihat di dapur Anda. Kabinet pada tembok merupakan salah satu hal yang akan menjadi daya tarik pada dapur Anda.

Saat memilih kabinet, pertimbangkanlah material yang sederhana dan natural untuk diterapkan pada dapur Anda.

Batu dan kayu merupakan material yang paling disarankan. Selain itu, gunakan kabinet dengan warna yang cerah agar ruangan Anda tampak lebih terang dan terbuka.


Berikan Penyelesaian Tambahan Agar Seluruh Ruang Tampak Menyatu

Palet warna yang kontras merupakan salah satu kunci dalam mendesain dapur. Bila kita memilih counter yang dengan nuansa gelap, maka pilihlah backsplash atau panel di belakang kompor atau tempat cuci piring dengan warna yang cenderung cerah.

Pendekatan warna monochrome juga bole Anda lakukan, namun bila wanra pada countertop sudah terlihat menyala, maka sebaiknya pilihlah warna yang lebih kalem pada backsplash.

Sebaiknya Anda memilih warna backsplash yang kontras dengan warna pada countertop dan kabinet dapur Anda.

Untuk masalah lantai, biasanya akan disesuaikan dengan ruangan lainnya, namun sebaiknya pastikan dahulu kalau warna lantai tidak berseberangan dengan palet warna pada dapur Anda.

Hal lainya seperti peralatan memasak dan pencahayaan bisa mengikat keseluruhan desain dapur Anda.

Tentunya hal ini juga membutuhkan kecermatan yang halus dan tepat dalam memadukan material serta warna pada peralatan dapur yang akan digunakan.

Sumber:
http://properti.kompas.com/read/2015/01/26/112132421/Ikuti.Tiga.Tahapan.Dasar.Mendesain.Dapur

Beginilah Wujud Smartphone Pertama Di Dunia Yang Dibuat Pada Tahun 1992

Istilah smartphone (ponsel pintar) yang mulai dipakai pada era pertengahan tahun 90-an mengacu pada ponsel yang tidak hanya mempunyai kemampuan sebatas pada SMS dan panggilan telepon saja.

Tapi juga memiliki fitur lainnya yang dapat menunjang berbagai aktivitas kerja layaknya sebuah komputer.

Mungkin tidak sedikit dari Anda yang masih ingat ketika Nokia pertama kali mengeluarkan ponsel seri Communicator di tahun 1996 dengan fitur yang hampir mirip dengan sebuah komputer pada masa itu.

Memang tak dapat disangkali bahwa penanda kemunculan ponsel pintar di era digital sekarang ini memang diinspirasi dari kesuksesan Nokia Communicator.

Baca juga: 5 Tips Penting Yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Smartphone Baru

Walaupun kemudian namanya menjadi tenggelam dan membuat produsen kelas dunia lainnya kian bermunculan seperti Samsung dan Apple.

Namun, ternyata pembuat ponsel pintar pertama di dunia bukanlah berasal dari ketiga brand besar tersebut.
Beginilah Wujud Smartphone Pertama Di Dunia Yang Dibuat Pada Tahun 1992

Tren pemakaian istilah smartphone pada tahun 1995 ternyata telah diawali pertama kali pada tahun 1992.

Perangkat itu bernama Simon Personal Communicator yang merupakan produk besutan IBM.

Perangkat ini mempunyai fungsi jauh lebih canggih dibandingkan ponsel yang banyak beredar pada saat itu.

Simon merupakan ponsel pintar pertama yang mengkombinasikan fungsi telepon seluler dan PDA (Personal Data Assistant) dalam satu gadget.

Simon dibekali kecerdasan yang dapat digunakan melalui layar sentuh yang masih berbentuk monochrome dengan ukuran 4,5 inchi dan sebuah stylus yang digunakan untuk mengoperasikan semua fitur yang tersedia di dalamnya.

Bagaikan sebuah asisten pribadi berbentuk digital, Simon mampu melakukan pengiriman dan penerimaan email serta faksimile.

Di dalamnya juga terdapat fitur untuk menuliskan catatan kecil, pengingat, buku telepon, kalender, serta schedule aktivitas harian Anda.

Ukurannya memang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan smartphone yang beredar sekarang ini, namun Simon telah didukung dengan memori internal yang cukup untuk ditambahkan berbagai aplikasi-aplikasi besutan dari pihak ketiga.

Tidak hanya itu, tersedia pula slot untuk menambahkan memori khusus agar ruang penyimpanan ponsel pintar ini bisa lebih lega.

Walau tak setenar iPhone dan Android, menurut catatan Bloomberg Businessweek, IBM berhasil memasarkan produk smartphone ini dengan menjual lebih dari 50 ribu unit.

Ponsel pintar ini pada saat itu memang dibanderol cukup mahal, yaitu seharga US$ 899 dengan sistem kontrak, bukan hak milik, dan pasarnya pun juga diperuntukkan hanya bagi kalangan pebisnis kelas atas.

Sumber/gambar:
http://tekno.liputan6.com/read/2256004/bukan-samsung-atau-apple-inilah-smartphone-pertama-di-dunia

Penyebab Umum Terjadinya Kemacetan Dan Cara Mengatasinya

Penyebab Umum Terjadinya Kemacetan Dan Cara Mengatasinya
Terkadang ada pertanyaan dalam benak kita, kenapa sih bisa terjadi macet?

Apakah karena kurangnya infrastruktur? Atau kurangnya kesadaran para pengguna jalan untuk taat peraturan?

Atau justru petugasnya yang kurang tegas dalam menindak berbagai pelanggaran yang terjadi di jalan raya?

Kemacetan di Jakarta semakin hari kian tak terhindarkan, bahkan nampaknya sudah semakin parah.

Hal ini tentu saja membuat kita sebagai pengguna jalan baik kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum jadi merasa tidak nyaman.

Simak juga: Hemat Energi Merupakan Cara Efektif Membuat Bumi Lebih Hijau

Dampak dari kemacetan ini pun bisa beragam, seperti telat masuk kantor, masuk sekolah, atau telat sampai tempat tujuan, pemborosan waktu dan bahan bakar, bahkan seringpula menimbulkan emosi di antara sesama pengguna jalan yang akhirnya mengakibatkan perkelahian.

Nah, berikut ini akan kami ulas beberapa hal yang menjadi penyebab kemacetan. Semoga dari diketahuinya penyebab tersebut, akan segera ada solusi untuk mengatasi kemacetan tersebut.


1. Kurangnya Kesadaran Untuk Taat Berlalu Lintas

Seringkali, para pengendara kurang patuh dalam melaksanakan berbagai peraturan lalu lintas. Dari hal yang sepele saja, misal untuk berhenti saat lampu merah banyak yang tidak berada pada posisi yang semestinya, yaitu di belakang garis zebra cros.

Hal ini tentu saja mengganggu para pejalan kaki yang hendak menyeberang, selain itu juga akan menyulitkan kendaraan dari arah lain untuk belok arah karena sempitnya jalan yang akan dilalui kendaraan lain yang hendak melintas.

Di samping contoh kecil di atas, tidak jarang pula para pengendara berjalan sebelum lampu hijau menyala, tindakan ini tentu saja bisa mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

Angkutan umum pun banyak yang berhenti tidak pada tempatnya, yaitu di halte. Kerap kali mereka menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat, dan tidak mempedulikan akibat kemacetan yang ditimbulkan dari perilaku tersebut.


2. Infrastruktur Yang Kurang Memadai

Volume kendaraan yang tak sebanding dengan infrastruktur yang tersedia saat ini, termasuk luas jalan yang ada nampaknya memang kurang bisa mengakomodir pertumbuhan volume kendaraan setiap tahunnya.

Pertumbuhan luas jalan yang tersedia memang lebih kecil dibandingkan dengan pertumbuhan kendaraan baik mobil maupun sepeda motor yang kian membludak.

Namun demikian, memang untuk mengimbangi pembangunan luas jalan agar bisa mengakomodir pertumbuhan jumlah kendaraan memang bukan hal yang mudah.

Untuk itu, sebaiknya ada pembatasan jumlah kendaraan yang beredar agar infrastruktur dan volume kendaraan bisa lebih seimbang.


3. Kurangnya Ketegasan Para Petugas

Agar masyarakat lebih taat dalam berlalu lintas, tentunya dibutuhkan ketegasan dari para petugas untuk menindak para pelanggar lalu lintas yang tidak hanya akan menyebabkan kecelakaan tapi juga menambah panjang kemacetan.

Petugas tidak boleh tebang pilih dalam melakukan penindakan terhadap pengedara yang jelas-jelas melanggar peraturan lalu lintas.

Baik itu berasal dari kalangan menengah atas maupun kalangan menengah bawah. Entah itu pejabat, karyawan kantor, pengusaha, militer, bahkan anggota dari kepolisian itu sendiri. Kalau memang melanggar ya harus ditindak!


Dibutuhkan Peran Serta Semua Pihak Untuk Mengatasi Kemacetan

Solusi dalam mengatasi kemacetan yang tepat sebenarnya dikembalikan kepada diri kita masing-masing.

Jika kita menginginkan kelancaran dalam berkendara, maka dibutuhkan kesadaran dari diri kita untuk taat pada peraturan lalu lintas, dan juga kesadaran untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang tidak efektif (seperti menggunakan mobil pribadi yang hanya ada Anda sendiri di dalamnya). Kalau hanya untuk bepergian seorang diri, bukankah lebih baik menggunakan kendaraan umum saja.

Akan tetapi membangun kesadaran di masyarakat tentunya juga membutuhkan peran pemerintah untuk memperbaiki kualitas dan pelayanan yang baik kepada perusahaan jasa angkutan umum agar masyarakat juga bisa lebih nyaman ketika menggunakan kendaraan umum.

Di samping itu, budaya antri dan sikap untuk disiplin terhadap peraturan lalu lintas dalam berkendara juga harus benar-benar ditanamkan kepada para pengemudi.

Hal ini pun juga harus diimbangi dengan pembanguna infrastruktur yang memadai serta ketegasan para petugas dalam menindak setiap pelaku pelanggaran lalu lintas. Sehingga kesemrawutan yang menjadi biang utama kemacetan bisa lebih diminimalisir.

Sumber:
http://www.kompasiana.com/aryanggraeni/macet-penyebab-dan-solusinya_552ad72ef17e61bb48d623c5

Investasi Mana Yang Lebih Menguntungkan, Batu Akik Atau Emas?

Investasi Mana Yang Lebih Menguntungkan, Batu Akik Atau Emas?
Seperti kita ketahui, fenomena batu akik memang sekarang ini sedang naik daun.

Peminatnya bahkan hingga ke berbagai kalangan, mulai dari tua maupun muda, serta mulai dari kalangan menengah ke bawah hingga kalangan atas.

Adanya beberapa jenis batu akik yang harganya sampai milyaran rupiah kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan para pebisnis.

Apakah bentuk investasi pada batu mulia ini bisa mendatangkan keuntungan yang besar atau tidak.

Baca juga: Usaha Tambal Ban Bisa Menjadi Peluang yang Menguntungkan

Memang, tak dapat dipungkiri bahwa banyak kalangan masyarakat kini menganggap bahwa batu akik bisa menjadi alternatif investasi yang menguntungkan.

Anggapan ini memang tidak salah, sebab batu akik saat ini memang sedang menjadi tren dan harganya pun terus mengalami pelonjakan.

Seperti yang dikatakan oleh Iskandar Husin, Direktur Ekseskutif Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) yang dipublikasikan di laman Okezone, menurutnya menjadikan batu akik sebagai alternatif investasi sangatlah dimungkinkan, sebab memang harga batu akik sekarang ini sedang tinggi, ada yang mencapai puluhan bahkan hingga ratusan juta rupiah untuk jenis batu tertentu.

Akan tetapi, walaupun batu akik bisa menjadi alternatif, batu akik tidak mempunyai patokan harga yang jelas baik secara nasional maupun internasional.

Inilah yang menjadi salah satu kekurangan investasi di bidang batu akik. Ada semacam ketidakpastian terhadap prospek penjualan batu akik di masa depan. Sehingga perubahan harga masih sangat mungkin terjadi sesuai dengan kondisi pasar.

Investasi Mana Yang Lebih Menguntungkan, Batu Akik Atau Emas?
Minat pada batu akik mempunyai kecenderungan yang subjektif.

Orang membelinya disebabkan karena atas dasar “suka” secara pribadi.

Kalau dilihat dari sisi keunikan, mungkin lebih kepada keindahan dan cara mendapatkannya yang sulit.

Walaupun untuk saat ini batu akik memang memperlihatkan penjualan yang cukup baik, namun untuk menjadi instrumen investasi berorientasi masa depan, nampaknya batu akik masih belum dapat menyamai prospek emas.

Emas mempunyai patokan harga yang diakui secara internasional. Bahkan, bank sentral di berbagai belahan dunia pun memakai emas sebagai bagian dari cadangan devisa Negara mereka.

Jadi bila Anda menginginkan instrumen investasi yang tak lekang oleh waktu, maka pilihlah emas, bukan batu akik.

Sumber:
http://economy.okezone.com/read/2015/02/01/320/1099931/plus-minus-investasi-batu-akik-vs-emas

10 Kesalahan Yang Biasa Dilakukan Ketika Mencuci Baju

10 Kesalahan Yang Biasa Dilakukan Ketika Mencuci Baju
Salah satu kegiatan rutin rumah tangga yang biasa dilakukan adalah mencuci baju.

Menaruhnya di laundry mungkin menjadi pilihan banyak orang karena tidak ingin direpotkan dengan urusan mencuci baju, selain itu dengan mencucinya di laudry pakaian juga nampak lebih rapi dan bersih dibandingkan dengan Anda mencucinya sendiri.

Kendati demikian, mencuci pakaian sendiri pasti pernah juga kamu lakukan.

Baca juga: Beberapa Hal Mendasar Tentang Jenis Jas Yang Perlu Anda Ketahui

Dan beberapa kesalahan berikut ini kemungkinan besar sering Anda lakukan ketika mencuci pakaian sendiri. Apa saja itu? Simak ulasan kami berikut ini!


1. Menyikat Noda Terlalu Keras

Ketika ada noda pada baju kamu, pasti inginnya kamu menyikatnya dengan kuat agar noda tersebut hilang.

Tapi bukan nodanya yang hilang melainkan kainnya yang malah rusak. Oleh karena itu, sebaiknya kita menggosoknya dengan lembut dan metodis.

Cucilah baju kamu sesegera mungkin, karena semakin lama Anda menunda untuk mencucinya, maka akan semakin sulit noda tersebut dapat dihilangkan. Untuk menjaga serat kain, kamu juga bisa membubuhkannya dengan detergen dari luar kain.


2. Menggunakan Detergen Terlalu Banyak

Terlalu banyak busa dalam cucian justru akan menahan kotoran dan membuatnya tertarik kembali pada pakaian sehingga kotoran tersebut malah terjebak di daerah-daerah yang tidak terbilas dengan bersih, misalnya seperti di bawah kerah.

Maka dari itu, pakailah detergen hanya setengah dari jumlah detergen yang biasa kamu pakai, lalu jika pakaian masih belum bersih seperti yang diinginkan, barulah kamu menambahkan kembali detergen tersebut secara bertahap. Terkecuali jika kamu mempunyai air keras.


3. Berlebihan Dalam Memakai Pemutih

Ketika kamu memakai pemutih, mungkin kamu tidak membutuhkannnya terlalu banyak untuk menghilangkan noda-noda seperti keringat, darah, atau air mata.

Bahkan, sebaiknya kamu hindari pemakaian pemutih dan menggantinya dengan irisan lemon. Oya, sebelumnya pisahkan pakaian-pakaian dengan noda pekat seperti kaus kaki atau celana di dalam panci besar.

Lalu rendam pakaian bersama irisan lemon tersebut dengan air mendidih selama beberapa menit.


4. Lupa Menutup Resleting

Gigi-gigi logam yang terdapat pada resleting bisa merobek pakaian halus atau pakaian berbahan tenun yang sedang kamu cuci berbarengan dengan pakaian beresleting tersebut.


5. Mencuci Kemeja Yang Masih Terkancing

Kancing pakaian yang masih terpasang akan mengalami tekanan ketika dicuci dan berisiko kancing terlepas dari pakaian. Jadi, sebelum mencucinya pastikan dulu bahwa kamu telah melepas semua kancing pada pakaian.


6. Cara Mencuci Yang Salah Pada Pakaian Berlabel “Dry-clean”

Sebagian besar pakaian yang berlabel “dry-clean” sebenarnya bisa dicuci dengan tangan dan langsung dikeringkan.

Label dry clean ini biasanya terdapat pada pakaian-pakaian dengan bahan berserat alami, seperti sutera dan linen.

Tes sederhana yang bisa kamu lakukan untuk memastikan warna pakaian tidak luntur adalah dengan membasahi kapas dengan detergen ringan dan oleskan pada jahitan tersembunyi untuk melihat apakah warnanya luntur atau tidak.

Bila tidak luntur, maka kamu dapat melanjutkan cuci pakaian dalam air sabun dengan menggosoknya sekali atau dua kali, kemudian segera bilas.

Setelah itu, gulung menggunakan handuk agar kelembabannya tetap terjaga. Meskipun begitu, tetaplah kamu perlu untuk mengikuti petunjuk pada label pakaian, agar pakaian bisa tahan lama dan tetap terjaga kualitas tekstur maupun warnanya.


7. Menggunakan Mesin Cuci Dengan Cara yang Salah

Ketika mencuci baju dengan mesin cuci yang pintunya dari atas, banyak orang terbiasa untuk mengisinya dengan air terlebih dulu, lalu sabun, barulah kemudian memasukkan pakaian kotornya.

Sebenarnya cara ini kurang tepat. Selama kamu tidak memakai pemutih, sebaiknya masukkan pakaian terlebih dulu, lalu air, dan terakhir barulah detergen.


8. Tidak Mengatur Posisi Mesin Cuci Dengan Benar

Disarankan untuk tidak meletakkan mesin cuci langsung di atas lantai, karena getaran dari mesin cuci tersebut dapat merusak lantai. Untuk mengurangi kerusakan tersebut, tempatkanlah bantalan di bawah kaki-kai mesin cuci.


9. Tidak Pernah Membersihkan Saluran Pengering

Walaupun setelah digunakan kamu langsung mengosongkan filter mesin cuci, namun serat yang menumpuk akan menyumbat saluran suatu waktu nanti.

Biasanya, pengering yang tersumbat ditandai dengan lamanya waktu untuk mengeringkan cucian walau hanya terdapat beberapa pakaian saja di dalamnya.

Lepaskan selang dari belakang mesin dan bersihkan dengan sikat gigi yang tidak terpakai untuk membersihkan filter serat paling tidak dalam jangka waktu setahun sekali.


10. Mengabaikan Kerutan Pada Pakaian

Pada mesin cuci modern sekarang ini mungkin pakaian memang tidak perlu dijemur lagi untuk dikeringkan.

Namun, ada beberapa jenis pakaian yang berkerut dan harus dibiarkan beberapa waktu untuk mengembalikan teksturnya.

Sebab kalau tidak, pakaian tersebut nantinya akan sulit untuk rapi kembali. Agar kerutan tidak semakin dalam, kebas-kebaskan pakaian setelah kamu mencucinya dengan bersih.

Sumber:
http://properti.kompas.com/read/2015/01/24/082159621/Hindari.10.Kesalahan.Saat.Mencuci.Pakaian

Perbedaan Desainer Interior Dan Arsitek Yang Perlu Anda Ketahui

Perbedaan Desainer Interior Dan Arsitek Yang Perlu Anda Ketahui
Ada kala Anda mengalami kebingungan ketika hendak merenovasi rumah, bingung antara harus menyewa seorang desainer interior atau seorang arsitek.

Memang disadari oleh beberapa orang kalau desainer interior juga mempunyai skill di bidang arsitektur.

Begitu juga dengan arsitek yang juga mempunyai cukup pengetahuan dalam bidang desain.

Namun, untuk memutuskan mana yang tepat untuk menangani renovasi rumah Anda, perlu diketahui dulu nih apa saja tugas dari desain interior maupun arsitek.

Baca juga: 10 Tips Dalam Membangun Rumah Agar Cepat Selesai


Tugas Desainer Interior dan Arsitek

Apabila Anda mendambakan sebuah penataan ruang yang indah, maka desainer interior bisa dikatakan sebagai orang yang tepat untuk menangani renovasi rumah Anda.

Sebab, kemampuan spasial yang kuat memang dimiliki oleh seorang desainer interior, dan juga keterampilan dalam mendesain estetika ruang yang segudang.

Secara profesional, dia sangat terlatih dalam perencanaan ruang untuk segala jenis bangunan termasuk ruang kantor maupun hotel.

Tugasnya adalah menjadi konsultan bagi klien untuk menciptakan rendering atau gambar desain yang fungsional.

Untuk ruang interior, desain yang dibuatnya memang lebih mengedepankan estetika. Nah, setelah desain tersebut disetujui, desainer akan menyulap ruangan tersebut menjadi tampak indah dan fungsional.

Terkadang, ada banyak pula ide-ide yang muncul untuk menciptakan keindahan dari benda-benda sederhana seperti cat, perabot, dan kain.

Sedangkan secara pemikiran, arsitek merupakan individu yang memiliki keunikan tersendiri. Di dalam pikirannya tersebut lebih banyak memuat angka-angka, garis, dan sudut.

Tugas arsitek adalah merancang segala jenis bangunan mulai dari rumah, hotel, tempat ibadah, rumah sakit, stasiun kereta, dan sebagainya.

Arsitek akan mulai menyusun rencana untuk desain Anda setelah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat.

Biasanya, arsitek memakai komputer dalam membuat rencana tersebut. Desain yang dirancang oleh arsitek tentunya menggabungkan fungsi, bentuk, keamanan, dan terutama kebutuhan si pemilik untuk jangka waktu yang panjang.

Seringpula desain yang dilakukan oleh seorang arsitek juga menggabungkan unsur fungsionalitas dan keindahan.

Jadi, seorang arsitek lebih mengedepankan pemikiran matematika dan logika yang kuat dalam mendesain suatu bangunan dan memastikan kestabilan bangunan tersebut.


Perbedaan Mendasar Dari Arsitek dan Desainer Interior

Sebenarnya kedua profesi tersebut memiliki keterampilan yang serupa untuk membuat bangunan lebih indah dan fungsional.

Selain itu, keduanya juga mempunyai keterampilan dalam desain rumah yang aman dan sesuai kebutuhan si pemilik rumah.

Akan tetapi, perbedaan mendasar dari kedua profesi ini ialah tugas arsitek merancang interior maupun eskterior lingkungan yang akan dibangun, sedangkan desainer interior hanya dikhususkan untuk menambah nilai estetika dalam ruangan yang telah selesai dibangun.

Tanggung jawab utama seorang arsitek terletak pada bagian luar bangunan, walaupun tidak menutup kemungkinan untuk dapat membantu dalam mendesain bagian interior sebuah ruangan.

Begitu juga sebaliknya, tanggung jawab desainer interior lebih utama pada kondisi di dalam gedung atau ruangan.

Jadi, kembali lagi pada kebutuhan dan skenario pribadi yang Anda miliki dalam sebuah bangunan atau ruangan.

Apabila Anda telah mempunyai struktur bangunan yang sesuai dan mencari seseorang yang handal dalam mendekorasi, maka Anda memerlukan jasa dari seorang desainer interior.

Sedangkan jika Anda ingin melakukan renovasi terhadap keseluruhan bangunan, maka jasa arsiteklah yang Anda butuhkan.

Namun, ketika Anda ingin membangun sebuah rumah dari awal, maka lebih disarankan untuk memakai jasa kedua profesi tersebut agar memperoleh hasil yang optimal.

Sumber:
http://properti.kompas.com/read/2015/04/28/154340821/Pilih.Arsitek.atau.Desainer.Interior.

5 Langkah Penting Dalam Pembelian Rumah Bekas Melalui KPR

5 Langkah Penting Dalam Pembelian Rumah Bekas Melalui KPR
Rumah bekas ditinggali (second) mempunyai beberapa kelebihan yang merupakan magnet tersendiri bagi sebagian orang yang hendak membelinya.

Tentunya si pembeli jadi dapat mengetahui kondisi dan taraf sosial dari para penghuni di lingkungan sekitar dengan membeli rumah bekas tersebut.

Sekarang ini, bila ingin membeli rumah bekas tidak harus secara tunai.

Anda juga bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk rumah bekas.

Tentunya ada perbedaan dalam pengajuan KPR rumah bekas dan rumah baru. Untuk itu, bagi Anda yang baru pertama kali hendak mengajukan KPR rumah bekas, maka sebaiknya memperhatikan beberapa langkah berikut ini!

Baca juga: Tiga Poin Penting Dalam Membeli Rumah Tinggal


1. Perkirakan Kemampuan Anda Dalam Membeli

Ada baiknya, sebelum membeli rumah bekas secara KPR, Anda menghitung pendapatan tiap bulan agar kemampuan untuk membayar cicilan rumah bisa Anda perkirakan.

Umumnya, perbankan akan menyetujui pengajuan KPR Anda apabila besarnya cicilan kurang dari 30% total penghasilan bulanan Anda. Pendapatan total yang dijadikan acuan adalah penghasilan gabungan Anda dan pasangan.

Misalnya, penghasilan total Anda dan pasangan tiap bulannya adalah sebesar Rp 7 juta. Maka pengajuan KPR yang akan disetujui oleh bank adalah KPR dengan besar cicilan di bawah 30% dari penghasilan total keluarga Anda, yaitu sebesar atau kurang dari Rp 2,1 juta.


2. Negosiasikan Harga Dengan Penjual

Pengajuan KPR yang hendak Anda lakukan sebaiknya setelah ada kesepakatan harga yang jelas dengan penjual.

Anda bisa melakukan negosiasi harga terlebih dulu dengan penjual sampai mendapatkan harga yang cocok sesuai kesepakatan.

Lakukan survei dahulu supaya hasilnya tidak terlalu jauh dari harga pasaran. Pihak bank juga nantinya akan melakukan survei dalam menentukan plafon atau batas kredit.

Jadi, pastikan harga sesuai atau tidak melenceng jauh dengan hasil survei yang dilakukan oleh bank. Nah, ketika telah selesai nego harga, barulah Anda dapat menyiapkan berbagai persyaratan dalam pengajuan KPR pada bank yang menjadi pilihan Anda.

Supaya proses persetujuan kredit tidak mengalami hambatan, sebaiknya penyerahan berkas persyaratan pengajuan kredit dilakukan dengan lengkap.


3. Periksa Kelengkapan Sertifikat dan Surat Rumah

Kelengkapan sertifikat dan surat rumah perlu Anda tanyakan kepada pihak penjual, kelengkapan tersebut antara lain IMB, PBB, serta dokumen-dokumen lain seperti KTP penjual, KK, Surat Waris, Surat Keterangan Kematian, dan lain-lain.

Segera buat salinan surat dan dokumen-dokumen tersebut, kemudian lampirkan saat pengajuan KPR demi kelancaran jalannya proses pengajuan KPR Anda.

Sementara untuk syarat pengajuan KPR rumah bekas sendiri, antara lain Fotocopy Sertifikat Hak Milik (SHM), Surat IMB, dan PBB tahun terakhir.


4. Akad Kredit Di Depan Notaris

Apabila berkas-berkas yang Anda serahkan dianggap valid dan bank menilai pengajuan KPR Anda layak disetujui, maka langkah berikutnya adalah melakukan akad kredit di depan notaris. Sesudah akad dilakukan,

Anda diharuskan membayar Uang Muka (DP) kepada penjual, dan sisa dari pembayaran rumah tersebut akan Anda bayarkan kepada bank dengan cara mengangsur sesuai dengan batas kredit yang telah disetujui.


5. Buatlah Perjanjian Tambahan Dengan Penjual

Agar posisi Anda lebih kuat dalam hukum, maka perlu adanya perjanjian tambahan dengan pihak penjual.

Terutama berkaitan dengan harga yang telah ditetapkan supaya tidak ada perubahan, dan juga berhubungan dengan waktu pengosongan rumah yang akan dilakukan oleh penghuni lama atau dalam hal ini adalah pihak penjual.


Demikianlah langkah-langkah yang perlu Anda ketahui ketika hendak membeli rumah bekas dengan sistem KPR. Perlu Anda ketahui bahwa pihak bank juga mempunyai beberapa kriteria yang bisa dibiayai dalam pengajuan KPR rumah second.

Di antaranya adalah perumahan tersebut harus memiliki akses jalan, dan bebas dari banjir.

Sumber:
http://citragrahacemerlang.com/index.php?module=artikel&act=Selanjutnya&id=%202