Tips Ringan Berkendara yang Sering Dianggap Sepele Oleh Pengemudi

Tips Ringan Berkendara yang Sering Dianggap Sepele Oleh Pengemudi
Gambar ini hanyalah ilustrasi:
sumsel.tribunnews.com
Pagi ini ketika saya sedang mengantar adik berangkat sekolah menggunakan sepeda motor, hampir saja kami berdua celaka.

Penyebabnya tidak lain ialah seorang supir angkot (angkutan kota) yang mengemudikan angkot dengan seenaknya dan tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Pengalaman ini saya ceritakan untuk mengingatkan Anda agar lebih berhati-hati saat berkendara baik dengan sepeda motor maupun dengan mobil di jalan raya. Kronologisnya kira-kira seperti ini:

Saat itu saya tengah melaju dengan kecepatan lambat menggunakan sepeda motor di belakang sebuah angkot yang juga berjalan lambat (kira-kira 30 km/jam). Lebar jalan di pedesaan cukup sempit, sehingga sulit bagi saya untuk coba menyalip angkot tersebut.

Baca juga: Benarkah Polisi Lalu Lintas Berwenang Untuk Menilang STNK Telat Pajak?

Di posisi ini saya hampir saja menabrak angkot yang tiba-tiba berhenti mendadak tepat di depan saya, spontan saya juga mengerem mendadak.

Saya sangat kaget ketika angkot tersebut tiba-tiba berhenti dan hampir membuat saya celaka, dan yang lebih mengesalkan yaitu ternyata lampu rem di bagian belakang angkot tersebut tidak menyala, inilah kekesalan pertama yang menyulut emosi saya.

Ketika saya berhenti karena angkot di depan berhenti mendadak terlebih dahulu, tiba-tiba saja angkot tersebut berjalan mundur tanpa menghiraukan pengendara lain di belakangnya, sontak saja saya bunyikan klakson dengan keras dan agak lama “TiiiiiiNNNNnnnn...”.

Namun, tanpa bisa dihindari, angkot tersebut menabrak sepeda motor saya dari arah depan dengan berjalan mundur dan mengakibatkan motor saya ambruk.

Saya pun terjatuh, untungnya adik perempuan saya langsung melompat dari boncengannya sehingga ia tidak cedera.

Saya langsung sigap dan berdiri lalu menghampiri si supir angkot. Beberapa makian pun keluar dari mulut saya.

Saya: G***ok, matamu di mana? Enggak lihat di belakang ada motor apa? Mundur seenaknya, udah lampu rem enggak nyala, mundur juga enggak ngasih tanda. T***l, anj*ng. Sini turun loe, ban***t!

Supir Angkot: Maaf mas, maaf saya bener-bener enggak lihat. Saya lihatnya dari spion sebelah kiri. Sekali lagi maaf mas.

(memang posisi motor saya ada di belakang agak ke kanan hendak menyalip)

Saya: Bisa nyupir gak? Mana SIM loe sini gua liat! Lagian kalo mundur tuh semua spion kiri, kanan, tengah di lihat dulu semua aman gak! Trus, kalo mundur kasih tanda dong, jangan seenaknya aja!

Saya lalu bertanya pada adik saya,

Saya: kamu enggak apa-apa dek? Ada yang luka gak? Ada yang sakit gak?

Adikku: Enggak apa-apa mas, adik loncat tadi, enggak ada yang lecet kok.

Supir angkot: Maaf ya dek, maaf ya mas. Untung gak ada yang luka.

Saya: Lain kali hati-hati bang. Kasihan kalau sampai ada yang celaka.

Saya pun mendirikan sepeda motor dan mengecek apakah ada yang rusak atau lecet pada motor saya. Setelah dicek ternyata tidak ada masalah.

Masyarakat yang melihat pada berdatangan ikut memarahi supir angkot tersebut, karena jelas si supir angkot yang salah.

Tapi karena tidak ada yang luka dan si supir angkot juga sudah minta maaf, maka saya menganggap masalah tersebut selesai.

Sambil men-starter motor kami berdua pun kembali jalan dengan santai (walau jantung saya masih berdebar-debar). Alhamdulillah, Tuhan masih melindungi kami dari celaka dan dari perkara yang buruk.


Ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita petik dari kejadian tersebut:

1. Selalu berdoa ketika hendak berkendara.

2. Selalu cek kondisi kendaraan apakah semua dalam keadaan baik apa tidak, dan masalah lampu rem serta lampu sign yang biasanya dianggap sepele jangan sampai terlewatkan, pastikan semuanya dapat berfungsi dengan baik. Hal ini bukan hanya semata menyangkut keselamatan Anda, tapi keselamatan pengguna jalan lainnya.

3. Tetap konsentrasi dan fokus pada aktivitas mengemudi yang tengah Anda lakukan. Hindari menelpon, SMS apalagi cek social media saat mengemudi.

4. Kaca Spion berfungsi untuk visualisasi terhadap kondisi jalan di belakang kita. Jadi optimalkan fungsinya dengan baik, jangan hanya dijadikan pajangan saja atau pelengkap agar ketika ada operasi lalu lintas terbebas dari pelanggaran sehingga tidak kena tilang (ini adalah persepsi yang SALAH). Ketika mengendarai mobil, maka usahakan selalu melihat spion kiri, kanan, dan tengah agar Anda bisa melihat dengan jelas kondisi jalan di belakang Anda (jangan hanya melihat satu arah spion saja, tapi lihat semua spion yang ada).

5. Pastikan Anda dapat melihat dengan jelas arah jalan di depan maupun di belakang Anda. Selain itu juga pastikan Anda dapat terlihat oleh pengguna jalan lain dengan jelas ketika hendak melakukan manuver apapun di jalan raya, misalnya berbelok, parkir, atau berjalan mundur, maka pastikan memberi kode (lampu sign kanan/kiri menyala berkedip atau berkedip dua-duanya) sehingga pengendara lain bisa melihat dengan jelas arah dan tujuan dari kendaraan Anda.

6. Nyalakan lampu utama pada sepeda motor Anda (Insya Allah saya tidak pernah lupa), agar pengemudi lain dapat melihat posisi sepeda motor Anda dari kaca spion.

7. Utamakan keselamatan Anda, keselamatan penumpang, dan keselamatan para pengguna jalan lainnya. Lebih baik mengalah daripada celaka, dan tanamkan sikap bertenggang rasa antar sesama pengguna jalan serta etika yang baik dalam berkendara. Selalu ingatlah bahwa Anda punya keluarga yang menunggu di rumah, begitu juga dengan para pengendara yang lain, satu nyawa sangatlah berharga bahkan bisa menopang beberapa kehidupan (anak, istri, orangtua, dan keluarga) yang lainnya, jadi sayangilah bukan hanya nyawa Anda saja tetapi juga nyawa orang lain.


Itulah beberapa saran atau tips sederhana berkendara dari saya secara pribadi. Ketika kita berkendara di jalan raya, bahkan dengan berhati-hati sekalipun, risiko untuk mengalami celaka masih sebesar 50:50. Itupun bila kita sudah berhati-hati, apalagi kalau kita tidak berhati-hati?

“Kita sudah sangat hati-hati pun, belum tentu orang lain juga hati-hati”, jadi wapadalah, keselamatan tetap menjadi yang utama.


Penting:
Kecelakaan transportasi adalah pembunuh massal no. 1 dengan angka kematian setiap tahunnya bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan perang dan bencana alam.


Related Posts

Tips Ringan Berkendara yang Sering Dianggap Sepele Oleh Pengemudi
4/ 5
Oleh