12 Jurus Ampuh Dalam Menentukan Barang Dagangan Untuk Online Shop

Dalam pekerjaan apapun, planning (perencanaan) merupakan hal paling krusial yang harus kita miliki.

Jika planning yang kita miliki sudah baik, maka sebenarnya pekerjaan kita telah selesai setengahnya.

Nah, yang 50% lagi tinggal bagaimana aksi kita dalam melaksanakan semua yang telah direncanakan dengan matang dan meraup hasil yang memuaskan.

Sebuah planning bisa dikatakan cukup bagus bila memang berasal dari pengalaman orang lain yang terbukti telah berhasil.

Baca juga: Jenis-jenis Produk Paling Laris Dijual pada Toko Online

Sebab, dari pengalaman orang lain, maka kita akan mengetahui medan seperti apa yang akan dihadapi, berapa modal yang diperlukan, butuh waktu berapa lama, dan apa saja halangan maupun kemungkinan terburuk yang akan kita hadapi.

Sehingga kita akan lebih “siap” ketika ada suatu masalah dari bisnis atau pekerjaan yang dijalani dan sudah tahu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dalam bisnis online shop, jenis barang yang akan dijual sangatlah menentukan sukses atau tidaknya bisnis yang akan dijalani.

Planning yang tepat terhadap jenis barang dagangan online Anda nantinya akan dapat membuat online shop Anda tidak hanya sekadar survive saja, tetapi juga profitable dan bisa lebih berkembang dengan baik.

Tapi, sebelum kita menuju poin utama dalam menentukan barang dagangan yang tepat untuk dijual pada toko online, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat 10 daftar ide yang bisa kita jadikan acuan dalam menentukan produk kita nantinya.

10 daftar ide produk tersebut bisa diambil dari hobi yang menurut Anda menarik. Mengapa harus dari hobi?

Sebab, bila dipilih berdasarkan hobi, maka kita akan lebih mudah dan menikmati perjalanan setiap liku dari bisnis tersebut.

Misal, bila hobi Anda fashion, maka Anda dapat memilih beberapa pilihan barang seperti baju atasan, celana, gamis, sepatu, aksesoris fashion, tas, dan lain-lain.

Bila hobi Anda game, maka beberapa barang bisa dijadikan pilihan seperti pernak-pernik game, item game, stik analog, joystick, dan lain-lain.

Sedangkan bila Anda hobi memasak, maka bisa memilih beberapa produk seperti makanan, kursus memasak online, jualan bahan-bahan makanan, dan lain-lain.

Percayalah, tidak ada yang mudah dalam berbinis. Usaha online pun tidak kalah sulitnya dengan usaha offline.

Pada prinsipnya sama saja, usaha online maupun offline memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang “lebih” untuk bisa menjadi sukses.

Ada banyak ide yang dapat dijadikan bahan dagangan untuk toko online. Namun, pilihlah 10 ide produk yang sekiranya menurut Anda passionate terhadap barang tersebut.

Perkirakan kalau setidaknya Anda masih dapat berjualan produk tersebut hingga 5 tahun ke depan.

Jangan pikirkan kesulitannya dulu, jangan pikirkan Anda bakal rugi, atau berbagai sikap pesimistis lainnya.

Tapi pikirkan apakah Anda masih bisa berjualan barang tersebut hingga sekiranya 5 tahun ke depan, dan menjalaninya dengan “happy”.

Dari daftar 10 ide produk yang telah dibuat tadi, nantinya kita akan melakukan eliminasi satu-persatu hingga akhirnya ketemu produk apa yang paling tepat untuk Anda jual secara online, profitable dan mampu bertahan cukup lama.

12 Jurus Ampuh Dalam Menentukan Barang Dagangan Untuk Online Shop


Gunakan Microsoft Excel atau program Spreadsheet lainnya untuk mengetikkan 10 ide produk tersebut dan tempatkan ide produk masing-masing setiap satu baris serta tambahkan kolom “Point” untuk masing-masing ide produk.

Selanjutnya kita akan mulai melakukan analisis untuk mengeliminasi setiap produk yang kurang memiliki prospek bagus. Mengenai cara untuk analisis dan eliminasinya, ikuti step by step dari poin berikut ini:


1. Produk Dengan Omset Tertentu Di Setiap Penjualannya (+5 poin)

Amati produk mana saja yang sekiranya memiliki jumlah minimal order per sekali belanja untuk setiap konsumen sebesar Rp 100 ribu. Dan berikan poin +5 untuk setiap produk yang memenuhi kriteria tersebut.

Patokannya bukan pada jumlah item yang dibeli, namun pada omset yang masuk untuk setiap konsumen yang berbelanja produk tersebut.

Bisa saja konsumen membeli banyak barang, namun karena murahnya harga per item, jadi total omset yang masuk kurang dari Rp 100 ribu.

Di sini kita akan mencari ide produk yang mempunyai omset bila dijumlahkan rata-rata setiap konsumen akan menghabiskan uang sebesar Rp 100 ribu atau lebih, dan belum termasuk biaya ongkos kirim.


2. Produk Dengan Laba Kotor 20% Atau Lebih (+5 poin)

Dalam menentukan harga jual, sebaiknya jangan terlalu dipikirkan mengenai harga jual pesaing Anda. Soal itu nanti bisa disiasati dengan nilai tambah berupa pelayanan yang lebih baik.

Memang, laba tipis boleh-boleh saja, namun hal ini dilakukan bila Anda memang hendak melakukan penetrasi pasar demi menggaet konsumen baru, bisa saja Anda memakai strategi menurunkan harga. Tapi jika pelanggan sudah bertambah banyak, maka harga sedikit demi sedikit perlu Anda naikkan.

Dengan catatan, bila Anda ingin menerapkan strategi seperti ini, Anda harus benar-benar kuat modal, sebab besar kemungkinan keuntungan yang didapat dari penjualan per item akan sangat kecil, dan tidak dapat menutup biaya operasional.

Atau bisa juga strategi seperti ini dilakukan bila Anda memang menargetkan pasar Anda adalah para reseller, dalam arti Anda menjual produk-produk grosir dengan minimal kuantitas pembelian sekian item.

Walaupun keuntungan tipis per item-nya, namun kuantitas barang yang dibeli berjumlah banyak, sehingga berlaku kelipatan keuntungannya.

Akan tetapi, jika target Anda adalah konsumen akhir, maka usahakan laba kotor dari setiap penjualan item adalah 20% atau lebih.

Hitungan sederhananya, laba 10% untuk menutup biaya operasional, sedangkan 10% sisanya adalah laba bersih yang bisa Anda nikmati atau digunakan kembali untuk pengembangan usaha.


3. Produk yang Tidak Dimonopoli Oleh Penjual Besar (+2 poin)

Alangkah baiknya, karena kita tergolong pemain baru, maka masuklah pasar yang tidak dikuasai oleh satu atau dua penjual besar yang memonopoli pasar.

Dalam hal ini, para penjualnya bisa dikatakan terpecah-pecah, jadi Anda tidak terlalu sulit ketika hendak melakukan penetrasi pasar.

Untuk cara melihat apakah produk tersebut dikuasai oleh penjual besar atau tidak, maka coba lakukan riset dengan melakukan pencarian di Google terhadap kata kunci produk tersebut.

Misalkan tersedia banyak pilihan penjual dari keyword produk di Google, dan tidak ada satu penjual pun yang memonopoli pasar anak, artinya semua orang termasuk Anda dapat masuk ke pasar produk tersebut dan menjualnya secara online.

Nah, nantinya kita bisa membuat situs toko online dan merangking situs tersebut agar berada di urutan terdepan pada halaman pencarian Google.

Caranya yaitu dengan melakukan Search Engine Optimization (SEO). Untuk cara lebih detailnya, lain waktu akan kita bahas lagi bersama.


4. Produk Bersifat Repeat Order (+3 poin)

Poin selanjutnya adalah memilih produk yang bersifat repeat order, artinya produk tersebut diperlukan berkali-kali oleh konsumen atau tidak hanya sekali saja konsumen akan membelinya.

Dengan menjual produk yang bersifat repeat order, nantinya kita akan memiliki pelanggan tetap yang akan balik lagi untuk membeli produk tersebut.

Contoh dari produk yang bersifat repeat order misalnya produk-produk makanan, minuman, obat-obatan herbal, suplemen, pakaian, dan lain-lain.


5. Produk Memiliki Konsumen yang Bersifat Multiple Item (+1 poin)

Produk dengan konsumen yang membeli bersifat multiple item contohnya seperti produk kosmetik, produk perlengkapan olahraga, dan lain-lain. Jadi, sekali belanja konsumen bisa membeli beberapa item sekaligus.


6. Produk yang Bisa Diberikan Nilai Tambah Untuk Menghadapi Persaingan (+5 poin)

Bila Anda tidak bisa memberikan nilai tambah baru untuk pelanggan, maka disarankan untuk tidak masuk ke dalam persaingan usaha produk tersebut.

Adanya nilai tambah baru pada produk merupakan fitur yang akan membuat konsumen lebih memilih membeli kepada Anda ketimbang beli ke kompetitor Anda.

Terdapat banyak cara dalam menambahkan suatu nilai tambah pada produk, antara lain bisa berupa rasa yang lebih enak, pengiriman lebih cepat, garansi lebih lama dan klaim garansi yang mudah, harga lebih murah, atau daya listrik lebih hemat, dan lain-lain.

Apapun bentuknya, nilai tambah akan membuat Anda berbeda dengan para pesaing.


7. Produk Tidak Tersedia Banyak Di Daerah-daerah Lain (+4 poin)

Pada poin ini, pilihlah produk yang tidak banyak tersedia di tempat-tempat lain, jangan berjualan sesuatu yang bisa dibeli dengan mudah oleh orang-orang bahkan tersedia di depan rumah mereka.

Pilihlah produk yang orang tidak bisa dengan mudah membelinya di tempat lain, dan perlu usaha lebih untuk konsumen mendapatkan produk sejenis.

Nah, barang-barang seperti inilah yang akan sangat laku bila dijual secara online. Sebab, para konsumen agak kesulitan untuk mendapatkan produk tersebut secara offline.


8. Terdapat Musim Khusus Di mana Produk Akan Laku Keras (+3 poin)

Contoh dari produk seperti ini misalnya pakaian muslim, kue kering, parcel, Jersey, dan lain-lain. Online shop yang berjualan barang-barang tersebut biasanya akan kebanjiran order ketika suatu musim tiba, seperti musim ramadhan atau lebaran, dan musim bola.

Tidak harus musim lebaran saja, tapi bisa juga musim kenaikan kelas, atau musim valentine, dan lain-lain.


9. Memiliki Berbagai Tipe Barang Yang Dapat Dijual (+3 poin)

Banyaknya tipe barang yang dapat dijual pada produk tersebut lebih berpeluang untuk Anda menghasilkan penjualan.

Bahkan bisa juga konsumen melakukan repeat order. Contoh produk pada poin ini seperti perlengkapan bayi, atau pakaian anak.


10. Produk Mempunyai Pesaing (+4 poin)

Mengapa persaingan itu penting? Adanya pesaing menandakan bahwa pasar yang akan kita masuki jelas profitable dan mempunyai peminat yang banyak.

Para pesaing yang lebih dulu berjualan produk tersebut tentunya telah membuktikan bahwa mereka bisa berhasil dengan berjualan produk tersebut dan menghasilkan profit yang lumayan.

Tapi, Anda jangan minder dulu menghadapi para pemain lama, masuk saja ke pasar tersebut dan berikan nilai tambah kepada konsumen yang tidak terdapat pada para pesaing Anda.


11. Berat Rata-rata Produk Yang Dijual Di Bawah 2 Kg (+1 poin)

Oleh karena Anda berjualan secara online maka akan timbul biaya atau ongkos kirim di setiap pembelian yang konsumen lakukan.

Seperti kita tahu, semakin berat barang yang kita kirim, maka biaya pengirimannya pun akan semakin mahal, sebab biasanya perhitungan biaya pengiriman mengacu pada berat per kilogram dan jauhnya jarak yang ditempuh dari pengirim ke penerima.

Disarankan untuk mencari produk yang ringan-ringan saja. Setidaknya di bawah 2 kilogram.


12. Konsumen Dari Produk Tersebut Adalah Wanita (+2 poin)

Tak dapat dipungkiri, sebagian besar wanita hobi belanja. Menjual produk yang target marketnya wanita, kesempatan untuk mencetak laba lebih besar juga semakin terbuka lebar.

***

Nah, dari ke-12 poin di atas, maka jumlahkan semua score yang telah diberikan oleh masing-masing produk yang sudah kita buat daftarnya di awal.

Sekarang, kita akan menentukan seberapa besar peluang profitable dari produk yang akan kita jual tersebut.

Caranya yaitu dengan membuat jumlah score rata-rata dari masing-masing produk (total score 10 produk dijumlahkan semua dan dibagi 10), atau bisa dengan menggunakan rumus AVERAGE pada fitur di Spreadsheet Anda.

Produk yang total score-nya di bawah ANGKA RATA-RATA (AVERAGE), maka kurang profitable untuk Anda jadikan barang dagangan di toko online Anda. Pilihlah produk-produk yang memiliki total score di atas ANGKA RATA-RATA.

Produk-produk tersebutlah yang nantinya akan lebih profitable, memiliki pasar yang bagus dan menguntungkan.

Anda boleh memilih produk dengan total score tertinggi, atau memilih produk lain di bawahnya, namun untuk tahap permulaan sebaiknya jangan terlalu banyak memilih produk yang akan dijual. Cobalah salah satu atau maksimal 3 produk yang akan mengisi katalog dalam toko online Anda.

Selamat, sekarang Anda sudah punya suatu rencana mengenai produk apa saja yang hendak dijual pada toko online, selanjutnya tinggal bagaimana Anda menentukan strategi marketing, dan pe-ranking-an situs toko online Anda.

Traffic sangatlah penting dalam berjualan online, untuk mendatangkan traffic tersebut juga bukanlah hal yang mudah.

Sebaiknya, Anda memang menganggarkan dana untuk melakukan promosi baik melalui Google Adwords, Facebook Ads, atau memasang iklan pada situs lain yang memiliki traffic melimpah.

Dari beberapa panduan di atas, sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan. Yang terpenting adalah memilih produk yang memang sesuai dengan passion Anda, agar ketika mengalami jatuh bangun pada bisnis, Anda tidak mudah menyerah dan putus asa.

Selamat mencoba dan semoga sukses dengan bisnis toko online Anda!


Sumber:
http://ads.id/forums/showthread.php/211111-share-14-Faktor-Penting-Sebelum-Anda-Bisnis-Di-Online-Shop


Related Posts

12 Jurus Ampuh Dalam Menentukan Barang Dagangan Untuk Online Shop
4/ 5
Oleh