7 Strategi Sukses Dalam Bisnis Ritel

7 Strategi Sukses Dalam Bisnis Ritel
Ritel merupakan kata yang berasal dari bahasa Perancis, “retailler” yang artinya memotong atau memecah sesuatu.

Sedangkan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Ritel atau Eceran berarti secara satu-satu; sedikit-sedikit (tentang penjualan atau pembelian barang); ketengan.

Pengertian usaha ritel/eceran adalah semua kegiatan yang melibatkan penjualan atau pembelian barang/jasa secara sedikit-sedikit atau satu-satu langsung pada konsumen akhir yang digunakan untuk keperluan konsumsi pribadi, keluarga, maupun rumah tangga dan bukan untuk dijual kembali (keperluan bisnis).

Baca juga: Sekilas Tentang Usaha Ritel

Usaha ritel atau eceran bukan hanya terbatas pada penjualan barang konsumsi, seperti makanan/minuman, deterjen, atau sabun, namun termasuk juga pada layanan jasa seperti jasa penyewaan mobil, atau jasa pangkas rambut.

Usaha ritel juga tidak harus dilakukan di toko, namun juga dapat dilakukan lewat telepon atau internet, ritel jenis ini disebut juga ritel/eceran non-toko.

Guna mendukung kesuksesan bisnis ritel yang Anda jalani, ada beberapa strategi yang perlu diperhatikan serta diterapkan secara berkesinambungan, antara lain sebagai berikut:


1. Pemilihan Tempat Usaha Yang Tepat

Pemilihan dan penentuan lokasi yang strategis sangatlah mendukung dalam kesuksesan bisnis ritel Anda.

Sebab, bisnis ritel memiliki target pasar konsumen langsung yang notabene-nya mengutamakan tempat yang dekat dengan rumah tinggal mereka, kantor atau tempat kerja mereka, maupun tempat-tempat yang sering dilalui oleh konsumen tersebut.

Selain itu, Anda juga harus melakukan desain tempat yang menarik, nyaman dan bila perlu fasilitas pendukung yang memadai.

Dalam bisnis ritel, lokasi menentukan prestasi. Menurut Guswai (2009), ada 10 panduan dalam menentukan lokasi usaha ritel, antara lain:
- Terlihat (visible)
- Kepadatan kondisi lalu lintas (heavy traffic)
- Di antara lokasi pemukiman (direction to home)
- Dekat dengan fasilitas umum (public facilities)
- Biaya sewa atau pembelian lahan (acquisition cost)
- Peraturan dan perizinan lokasi usaha (regulation)
- Kemudahan akses lokasi (access)
- Infrastruktur (infrastructure)
- Potensi pasar yang tersedia (captive market)
- Legalitas usaha (legality)

Kesalahan dalam penentuan lokasi bisnis ritel akan memberikan dampak jangka panjang, bahkan memperbesar risiko kebangkrutan usaha.

Ketika hendak memindahkan bisnis ke lokasi baru yang dinilai akan lebih menguntungkan juga bukanlah hal yang mudah, karena peritel harus mempertimbangkan biaya yang telah (akan) dikeluarkan seperti pemasangan listrik, jaringan sistem komputer, dekorasi bangunan (ruangan), perizinan, dan sebagainya.


2. Sediakan Produk Yang Sesuai Kebutuhan Konsumen

Strategi dalam menentukan produk yang akan dijual dalam bisnis ritel meliputi 4 faktor utama, antara lain:
- Estetika: desain, bentuk, model, warna, dan ukuran produk.
- Fungsional: disesuaikan dengan maksud dan tujuan produk.
- Psikologis Pasar: goodwill, dan brand yang dimiliki harus bisa memberi image positif kepada konsumen.
- Pelayanan yang mendukung dan menyertai dalam penjualan produk.


3. Ketersediaan Stok Barang

Guna memaksimalkan penjualan, maka dibutuhkan kesinambungan antara jumlah pembelian pelanggan dengan pembelian pengecer.

Serta konsumsi pelanggan dan kebutuhan persediaan barang dagangan pun harus seimbang. Ada 2 faktor yang penting untuk diperhatikan dalam penyediaan stok barang, yaitu banyaknya unit dalam satu jenis produk, dan jumlah ukuran yang tersedia dalam satu jenis produk.

Tentunya harus disesuaikan pula dengan kebutuhan konsumen untuk mempengaruhi kepuasan mereka.


4. Penentuan Harga Jual

Penentuan harga juga harus mempertimbangkan tingkat kerelaan konsumen serta target margin yang hendak dicapai oleh peritel.

Tingkat kerelaan konsumen artinya harga yang konsumen bayarkan untuk suatu barang dinilai wajar dan sebanding dengan kebutuhan mereka.

Sedangkan target margin yang hendak dicapai tentu harus diperhitungkan oleh si peritel itu sendiri, tentunya juga dengan menghitung semua biaya serta perputaran modal untuk satu jenis produk tertentu.


5. Cara Pelayanan Yang Tepat

Pelayanan juga merupakan faktor penting yang menentukan kesuksesan bisnis ritel Anda. Pelayanan yang tepat, berkesan dan mempunyai nilai potensial yang tinggi akan sangat mendukung banyaknya produk inti yang terjual kepada konsumen.

Dari pelayanan yang kita berikan kepada konsumen tentu diharapkan akan memberi nilai positif bagi kepuasan konsumen.

Terdapat dua aspek standar pelayanan yang perlu diperhatikan dalam bisnis ritel, yaitu pelayanan dalam hal fasilitas yang memadai dan pelayanan secara perilaku antara penjual (pramuniaga) dengan pembeli.


6. Perhatikan Momen Yang Tepat

Waktu atau momen merupakan hal yang tidak kalah penting, harus dipertimbangkan dengan tepat oleh peritel sehingga para pelanggan bersedia membeli barang yang mereka butuhkan pada tempat bisnis ritel Anda.

Dalam mempertimbangkan waktu atau momen tepat dalam penyediaan produk, maka ada 4 aspek yang bisa menjadi acuan, antara lain:
- Waktu kalender
- Waktu musiman (seasonal time)
- Waktu khusus (special gift item)
- Waktu pribadi (personal time)


7. Promosi Tertarget

Penggunaan media serta cara promosi yang tepat akan sangat mendukung kesuksesan dari bisnis ritel yang Anda jalankan.

Pesan-pesan yang disampaikan pada media promosi juga harus mampu menghipnotis target konsumen Anda agar melekat di pikiran mereka bahwa tempat belanja paling cocok untuk mereka adalah di tempat Anda.

Namun, jangan sampai berlebihan dalam menyampaikan promosi, harus sesuai dengan kenyataan dan kondisi yang ada pada toko maupun produk Anda, karena bila isi promosi tidak sesuai dengan kenyataan, maka konsumen bisa merasa tetipu dan hal ini akan menjadi bumerang buat Anda sendiri.


Demikianlah ketujuh strategi sukses dalam menjalankan bisnis ritel. Perlu Anda ingat juga bahwa suasana toko juga sangat berpengaruh pada minat beli konsumen di toko Anda.

Mungkin bisa dicoba dengan memasang alunan musik atau tata cahaya yang pas di toko Anda sehingga konsumen betah untuk berlama-lama di dalam toko sambil memilih barang yang mereka inginkan di toko Anda.

Di samping itu, bila hendak mempekerjakan orang untuk menjadi pramuniaga di usaha ritel Anda, maka rekrutlah orang yang mempunyai kualitas dalam pelayanan, sebab hal ini sangat menunjang kemajuan toko Anda ke depannya.

Seorang pramuniaga harus bisa bersikap ramah, murah senyum, dapat berkomunikasi serta menyampaikan informasi dengan baik, serta menjadi sahabat bagi para pelanggan yang datang ke toko Anda.

Sumber:
Google.com


Related Posts

7 Strategi Sukses Dalam Bisnis Ritel
4/ 5
Oleh