Cara Jitu Menagih Hutang

Cara Jitu Menagih Hutang
Tidak jarang ketika kita meminjamkan uang ke orang, untuk menagihnya malah mengalami kesulitan.

Entah itu karena adanya perasaaan sungkan, merasa tidak enak, takut dianggap tidak berperasaan, bahkan kadang kita lupa atau tidak sempat untuk menagih hutang tersebut.

Biasanya, bila ada teman atau saudara yang meminjam uang, harapan kita adalah orang itu akan mengembalikannya secara otomatis sesuai dengan yang dijanjikan.

Namun kenyataannya, setelah ditunggu-tunggu pada hari di mana ia menjanjikan pengembalian hutang, eh malah tidak kunjung datang, atau malah menghilang.

Baca juga: Lawan Sifat Konsumtif Untuk Kualitas Hidup Lebih Baik

Hal yang akan terjadi ketika kita meminjamkan uang kepada orang lain, ada 2 kemungkinan, yaitu uang akan kembali, atau hutang tersebut tidak akan pernah kembali.

Namanya berhutang, sudah menjadi hal yang wajib untuk si peminjam mengembalikan uang sesuai yang dijanjikan.

Akan tetapi, bisa saja dikarenakan berbagai hal pengembalian terhadap hutang tidak bisa tepat waktu sesuai yang dijanjikan atau malah berkurang dari jumlah yang dipinjam. Tapi masih mending sih, daripada tidak dibayar sama sekali.

Padahal niat kita ingin menolong teman atau tetangga yang memang benar-benar membutuhkan pinjaman uang, tanpa mengambil keuntungan sedikit pun dari hutang tersebut.

Tapi, bila dilihat dari segi keuangan dan investasi, maka sebenarnya kita mengalami kerugian. Sebab, ketika meminjamkan uang bisa berakibat bahwa kita kehilangan opportunity cost atau kesempatan untuk memberdayakan uang dan mendapatkan keuntungan dengan cara misalnya berinvestasi atau untuk modal usaha di tempat lain.


Tujuan Pemberian Hutang

Agar Anda tidak terjebak dan mengalami kesulitan dalam menagih hutang, maka Anda harus memiliki niat dan tujuan yang jelas dalam memberikan hutang itu sendiri.

Ada 2 tujuan utama yang bisa Anda jadikan acuan ketika memberikan hutang kepada orang lain, yaitu sebagai pertolongan atau sebagai investasi.

1. Memberikan Hutang Sebagai Pertolongan

Uang yang Anda pinjamkan kepada teman, kerabat atau tetangga dengan tujuan sebagai pertolongan biasanya berjumlah relatif kecil dan tanpa disertai “embel-embel” bunga pinjaman.

Anda memberikannya karena merasa kasihan, atau bisa juga untuk balas budi atas pertolongan yang pernah orang tersebut lakukan untuk Anda. Biasanya, hutang ini hanya diberikan kepada orang-orang tertentu yang memang dekat dengan kita.

Oleh karena itu, tidak ada suatu keuntungan apapun yang kita dapatkan dari pengembalian hutang. Sebab, pengembalian jumlah uang yang Anda terima tidak ada penambahan, dan Anda pun memang tidak berniat untuk meminta tambahan kepada si peminjam.

Ketika hutang ini tidak kembali, maka anggaplah seperti hadiah atau bentuk sumbangan kepada teman atau kerabat Anda.

Hutang dengan tujuan sebagai pertolongan memang tidak mengandung unsur untung maupun rugi. Motivasi Anda karena memang ingin menolong, jadi tidak perlu dipaksakan untuk meminjamkan uang apabila memang tidak mampu atau tidak mau.

Dalam memberikan hutang pun sebaiknya juga jumlahnya dibatasi agar jangan terlalu besar, sehingga nantinya tidak membahayakan kondisi finansial Anda ketika hutang tersebut ternyata tidak kembali. Syukur kalau memang ikhlas, tapi bila tidak, maka biarlah Tuhan yang akan memberi hukuman.

2. Memberi Hutang Untuk Tujuan Investasi

Pemberian hutang dengan tujuan investasi mengandung unsur untung dan rugi. Biasanya, jumlah yang dipinjamkan relatif besar dan adanya perhitungan bunga maupun bagi hasil yang menyertai pengembaliannya.

Ketika Anda mendapatkan keuntungan dari pengembalian hutang, maka segera pikirkan ke mana lagi Anda akan memberdayakan dana tersebut, apakah hendak disimpan saja di bank, atau diinvestasikan kembali pada orang yang sedang membutuhkan dana.

Namun, bila terjadi gagal bayar oleh si peminjam, maka Anda harus sudah membuat rencana untuk mengantisipasinya.

Dalam penagihannya pun Anda harus lebih sistematis. Artinya, ada semacam target dana dan target waktu agar hutang tersebut bisa kembali, minimal sebesar pokok hutang yang dipinjam. Kerugian yang Anda alami akan semakin besar bila hutang tersebut tidak kunjung dikembalikan.


Tips Jitu Dalam Menagih Hutang

Nah, bila memang tujuan Anda dari awal adalah meminjamkan uang sebagai investasi, maka Anda harus memiliki langkah antisipasi ketika si peminjam ternyata mengalami gagal bayar.

Terutama dalam hal penagihan hutang, haruslah sistematis dan tertarget. Namun, hutang yang dikembalikan tentu akan jauh lebih baik untuk Anda ketimbang yang tidak dikembalikan.

Terlepas dari bagaimana tujuan Anda memberikan pinjaman apakah sebagai bantuan atau sebagai investasi, pastinya Anda tetap mengharapkan pengembalian hutang dari si peminjam.

Apalagi bila tujuannya memang sebagai investasi yang jumlahnya bisa relatif besar. Berikut ini kami berikan tips dalam menagih hutang agar lebih efektif dan uang Anda bisa cepat kembali.

1. Lakukan Negosiasi

Pembayaran hutang yang tertunda bisa disebabkan oleh banyak faktor. Kenali dulu apa penyebabnya sehingga si peminjam tidak bisa mengembalikan hutang tepat pada waktunya.

Dengan mengenali penyebabnya, maka akan lebih memudahkan Anda dan si peminjam untuk menemukan jalan keluarnya.

Diperlukan adanya komunikasi yang baik sebagai jalan negosiasi antara Anda dan pihak peminjam agar kesepakatan yang menguntungkan (win-win solution) antara dua belah pihak dapat tercapai.

2. Membuat Jadwal Penagihan

Jika kesepakatan telah tercapai, maka langkah berikutnya yaitu melaksanakan penagihan. Buatlah jadwal tetap pembayaran hutang dan tentukan kapan batas waktunya.

Bila memang kesepakatannya adalah hutang dibayar dengan diangsur, maka jangan terlalu lama memberi batas akhir waktu mengangsur. Anda juga harus memberi ukurang terhadap kemajuan-kemajuan dalam penyelesaian hutang.

3. Lakukan Pencatatan

Selain membuat jadwal penagihan, Anda juga perlu membuat pencatatan yang rapi mengenai besaran jumlah hutang berikut saldo hutang yang tersisa dan juga cantumkan kapan tanggal pembayaran tersebut dilakukan.

Hal ini akan menjadi bukti tertulis dari jumlah angka hutang yang dipertanggungjawabkan.

4. Sampaikan Terima Kasih

Ketika hutang telah lunas, maka jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih dan tetap jaga hubungan baik dengan pihak peminjam. Sampaikan terima kasih atas kerjasamanya dalam penyelesaian hutang tersebut.


Itulah beberapa jenis atau tujuan dalam pemberian hutang kepada teman, kerabat, atau rekan bisnis. Begitu juga dengan tips dalam menagih hutang yang bisa Anda coba terapkan dalam menyelesaikan permasalahan hutang yang dipinjam teman kepada Anda.

Perlu Anda ketahui bahwa pemberian ancaman justru tidak akan menyelesaikan masalah. Malah berisiko terhadap hubungan baik Anda sehingga menimbulkan sikap antipati dan tidak kooperatif oleh pihak si peminjam. Bisa saja si peminjam malah nekat melarikan diri atau sengaja susah untuk ditemui.

Namun, tidak ada salahnya Anda memberikan peringatan secara diplomatis agar ada usaha yang serius oleh si peminjam dalam mengembalikan uang yang dipinjamnya kepada Anda.

Sumber:
http://kemandirianfinansial.blogspot.com/2014/12/kiat-sukses-menagih-hutang.html


Related Posts

Cara Jitu Menagih Hutang
4/ 5
Oleh