Hindari 6 Kesalahan Keuangan Berikut Untuk Orangtua Baru

Hindari 6 Kesalahan Keuangan Berikut Untuk Orangtua Baru
Berbagai konsekuensi tentunya sudah harus disadari dengan baik ketika suatu pasangan memutuskan untuk memiliki anak dalam waktu dekat, salah satunya ialah konsekuensi mengenai keuangan.

Kehadiran seorang anak merupakan anugrah dari Yang Maha Kuasa, sehingga kehadirannya selalu memberikan kebahagiaan tak ternilai bagi orangtua.

Namun, seringkali para orangtua baru hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan utama si buah hati saja seperti susu, makanan, pakaian, dan popoknya.

Simak juga: Mengatasi Masalah Keuangan Pasangan yang Tinggal Dengan Orangtua

Pasangan yang baru memiliki anak kadang lupa bahwa si kecil juga memerlukan perencanaan yang matang terhadap masa depannya agar lebih terjamin.

Sehingga perlu adanya perencanaan keuangan yang baik pula untuk mengawal si kecil dalam menyongsong pertumbuhan dan masa depannya.

Nah, berikut ini kami akan berbagi beberapa kesalahan yang harus orangtua hindari dalam merencanakan keuangan sejak mereka baru dilahirkan hingga siap untuk menyongsong masa depan.


1. Orangtua Tidak Punya Asuransi Jiwa

Memiliki asuransi jiwa sangatlah diperlukan oleh Anda dan pasangan, terutama ketika Anda telah menjadi orangtua.

Jadi, bila salah seorang dari Anda meninggal dunia, maka Anda dapat memastikan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan tetap dapat terpenuhi, terutama kebutuhan anak Anda.


2. Membayar Asuransi Jiwa Untuk Bayi

Sebenarnya, bayi tidak perlu dibelikan asuransi jiwa, asuransi jiwa perlu dimiliki apabila saat orang tersebut meninggal dunia maka akan membuat kondisi keuangan memburuk.


3. Menunda Tabungan untuk Kuliah Anak

Kebanyakan orangtua baru mulai menabung untuk biaya kuliah anak saat ia memasuki usia SMA. Hal seperti ini sebenarnya bisa dibilang terlambat.

Ketika anak baru lahir, maka saat itulah waktu terbaik mulai menabung untuk pendidikan anak Anda bahkan sudah harus direncanakan hingga ia kuliah nanti.


4. Melupakan Perencanaan Dana Pensiun

Kebanyakan orangtua menganggap bahwa ketika mereka sudah mampu menabung untuk biaya kuliah anak, maka keuangan mereka telah aman di masa depan.

Orangtua jadi lupa untuk memikirkan pula dana pensiun. Dan yang sering terjadi ialah anak Anda malah harus membiayai kedua orangtuanya di masa pensiun.

Mungkin hal ini telah menjadi kebiasaan di masyarakat sekitar kita, tapi alangkah lebih baik bila di masa pensiun Anda tidak membebani anak Anda agar ia juga bisa lebih fokus terhadap perencanaan keuangan anaknya (cucu Anda).


5. Pemborosan Dalam Berbelanja Keperluan Bayi

Kebanyakan orangtua berpikir apapun akan mereka keluarkan untuk memenuhi kebutuhan anak, terutama di saat-saat awal mereka dilahirkan. Padahal, sebaiknya tidak demikian.

Sebagai orangtua, tetap harus membuat rencana pengeluaran yang matang dalam membeli perlengkapan anak.

Mungkin sebagai orangtua pun Anda inginnya membelikan semua barang kebutuhan anak Anda serba baru.

Tapi satu hal yang perlu diingat, barang-barang tersebut sebagian besar hanya akan terpakai paling lama setahun.

Bahkan untuk pakaian, tidak sampai setahun pun Anda sudah harus membeli lagi. Karena pertumbuhan anak bisa lebih cepat dari yang Anda perkirakan.


6. Pilihan Sulit Antara Bekerja Atau Jadi Ibu Rumah Tangga

Beberapa wanita kurang bijak dalam memilih antara tetap bekerja, atau menjadi ibu rumah tangga saja. Seharusnya, sebelum Anda memutuskan hal tersebut pertimbangkan dulu dengan matang.

Apakah pendapatan pasangan Anda sudah cukup untuk memenuhi pengeluaran untuk anak? Bila cukup, maka menjadi ibu rumah tangga bisa menjadi pilihan yang tepat.

Akan tetapi, ketika hendak memutuskan di antara kedua pilihan sulit tersebut, ada sejumlah faktor keuangan yang perlu Anda dan pasangan perhatikan.

Salah satunya ialah keuntungan yang diperoleh ketika Anda memutuskan tetap bekerja, karena biasanya ada tunjangan kesehatan dari kantor untuk keluarga termasuk anak Anda. Jadi, biaya kesehatan anak pun menjadi lebih ringan.

Jadi, ada baiknya Anda membuat perbandingan apa saja keuntungan yang diperoleh dengan Anda bekerja atau berhenti dan menjadi ibu rumah tangga.

Sehingga keputusan paling tepat dan sesuai dengan kondisi keuangan keluarga Anda akan lebih mudah untuk ditentukan.

sumber
http://nuri-prudential.blogspot.co.id/2012/07/6-kesalahan-keuangan-yang-dilakukan.html


Related Posts

Hindari 6 Kesalahan Keuangan Berikut Untuk Orangtua Baru
4/ 5
Oleh