Perkembangan Ilmu Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia

Psikologi sebagai ilmu baru diperkenalkan melalui lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia menjelang Perang Dunia II.

Saat itu psikologi hanya diajarkan di sekolah-sekolah pendidikan guru. Baru ketika tahun 1953, didirikanlah Lembaga Pendidikan Asisten Psikologi.

Mulai saat itu, psikologi tidak lagi hanya menjadi ilmu yang diterapkan di bidang pendidikan, namun telah menjadi ilmu yang berkembang di Indonesia dan penerapannya dilakukan pada berbagai bidang kehidupan, baik keluarga, sekolah, pekerjaan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Psikologi industri dan organisasi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam perannya sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen, serta secara perorangan maupun kelompok, dengan maksud agar memperoleh temuan-temuan yang akan berguna untuk kepentingan industri dan organisasi.

Baca juga: Pemahaman Tentang Psikologi Industri dan Organisasi

Perkembangan psikologi di Indonesia, khususnya psikologi industri dan organisasi masih sangat terpengaruh oleh perkembangan psikologi dari Negara-negara barat.

Banyak buku pegangan dan buku acuan dalam perkembangan dan penerapan psikologi di Indonesia yang berasal dari Negara-negara Barat (dalam bahasa Inggris).

Pemahaman psikologi industri dan organisasi di Indonesia banyak yang menggunakan dasar pemikiran yang berasal dari literatur tersebut untuk membahas secara singkat bagaimana perkembangan psikologi industri dan organisasi agar bisa lebih mudah di pahami.

Seperti halnya pada ilmu-ilmu sosial lainnya, berlaku aturan-aturan dan temuan-temuan yang bersifat umum untuk semua orang di dunia.

Selain itu, terdapat pula aturan-aturan dan temuan-temuan yang ditemui dan dapat diterapkan pada kelompok manusia, atau bangsa tertentu saja.

Semula ilmu yang berhubungan dengan industri dan organisasi ini dinamakan psikologi industri saja fungsi pokoknya menerapkan ilmu psikologi pada bidang industri (termasuk bisnis).

Selanjutnya, ilmu ini berkembang menjadi ilmu yang mandiri dan berubah nama menjadi psikologi industri dan organisasi.

Organisasi yang dimaksud disini ialah organisasi formal yang mencari keuntungan dengan memproduksi barang atau jasa seperti industri, perdagangan, perbankan, biro akuntan, dan sebagainya.

Termasuk pula pada organisasi yang bertujuan bukan untuk mencari keuntungan seperti rumah sakit, badan-badan pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga pemasyarakatan, dan lain-lain.


Organisasi (Industri) Sebagai Suatu Sistem yang Terbuka

Organisasi (industri) sebagai sebuah sistem terdiri dari subsistem. Satuan kerja yang besar tersebut terdiri dari beberapa satuan kerja yang lebih kecil (subsistem) atau bagian.

Setiap bagian juga akan terdiri dari satuan kerja yang lebih kecil lagi (section), begitu seterusnya hingga ke satuan kerja yang paling kecil, yaitu tenaga kerja.

Semua komponen, subsistem, dan sistem berinteraksi dengan komponen, subsistem, dan sistem lainnya secara terus menerus, terjadi proses saling mempengaruhi dan hubungan saling ketergantungan antarkomponen, antarsubsistem, dan antarsistem.

Jika ada komponen, subsistem, dan sistem yang menonjol, akan memberikan dampak pada lingkungan dalam sistem tersebut.

Setiap sistem dalam organisasi industri merupakan sistem terbuka yang artinya menerima sesuatu dari dan melepas sesuatu dengan sistem yang lain.

Organisasi industri akan menerima masukan tertentu dari sistem lainnya, seperti informasi, bahan baku, peralatan, mesin atau tenaga kerja.

Begitu pula sebaliknya, ia menghasilkan produk yang akan dilepas, didistribusi, dan diterima oleh sistem lain.

Bila organisasi industri berhasil mendapatkan masukan yang diperlukan dari sistem lain, maka proses tukar-menukar tersebut akan terjadi terus menerus tanpa henti, juga ketika memberikan keluaran yang dapat diterima oleh sistem lain.

Eksistensi dari sistem tersebut dapat pula berhenti secara perlahan ketika gagal mendapatkan masukan yang diperlukan dari sistem lain dan atau bila keluarannya tidak dapat diterima atau ditolak oleh sistem lain. Jika demikian, maka organisasi industri dapat dikatakan bangkrut.


Objek yang Dipelajari Dalam Psikologi Industri dan Organisasi

Perilaku manusia sebagai tenaga kerja dan sebagai konsumen (komponen dari sistem) dalam interaksinya dengan organisasi (sistem) merupakan objek yang dipelajari oleh Psikologi Industri dan Organisasi.

Dengan kata lain, ilmu ini mempelajari perilaku manusia dalam kaitan sebagai fungsi batas sistem, dan proses produksi dalam sistem.


1. Perilaku Manusia Dalam Kiatan Fungsi Batas Sistem

Perilaku manusia yang dikaji dalam kaitan fungsi batas sistem, secara individu atau secara kelompok adalah:
- Sebagai pelamar/calon tenaga kerja (masukan untuk sistem).
- Sebagai tenaga kerja yang terlibat dalam proses pengadaan dan seleksi tenaga kerja yang memiliki peran batas (boundary role) dari masukan ke suatu sistem.
- Sebagai tenaga kerja yang terkait dalam proses pengendalian mutu, pemasaran dan penjualan yang mempunyai peran batas keluaran dari sistem.
- Sebagai konsumen, individu maupun perusahaan (penerima keluaran dari sistem).


2. Perilaku Manusia Dalam Kaitan Dengan Proses Produksi Dalam Sistem

Terkait dengan proses produksi dalam sistem, perilaku manusia dikaji secara perorangan atau kelompok sebagai tenaga kerja pelaksana (yang dikelola), dan tenaga kerja pengelola (manajer).


Adanya seleksi dan penempatan tenaga kerja, diharapkan organisasi akan memperoleh tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, skill, sikap, dan ciri-ciri kepribadian lain sesuai dengan yang dibutuhkan pada pekerjaan-pekerjaan dalam organisasi industri yang memerlukan tenaga-tenaga kerja tersebut.

Pelatihan orientasi, dan keterampilan diperlukan oleh tenaga kerja baru agar mereka mampu ikut serta dalam proses pengolahan bahan mentah dan/atau pengolahan informasi serta pengembangan karir mereka selanjutnya.

Kondisi kerja dan psikologi kerekayasaan akan membuat pekerja dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja fisik, mesin-mesin, maupun peralatan meski adanya keterbatasan kemampuan para tenaga kerja, dengan tujuan agar mereka mampu bekerja dengan efisien.

Peran seorang pemimpin sangat diperlukan untuk mengkoordinasikan dan mengarahkan tenaga kerja, guna mencapai tujuan kelompok kerjanya secara khusus, maupun tujuan umum dari organisasi.

Berbagai macam masalah dan konflik dapat saja muncul dikarenakan hubungan antar tenaga kerja dalam perusahaan, dan hal tersebut memerlukan suatu penyelesaian.

Berbagai teknik intervensi yang berkembang dalam organisasi akan dapat mengatasi semua masalah tersebut, sehingga efisiensi, dan efektivitas organisasi akan semakin baik.

Organisasi industri sebagai suatu sistem berada dalam proses pertukaran secara sambung-menyambung dengan sistem lainnya.

Tidak hanya memperhatikan masukan yang diperlukan, tapi juga harus memastikan bahwa produk atau keluaran yang dihasilkan bisa diterima oleh sistem lain.

Untuk itu, perlu adanya penelitian untuk memahami perilaku konsumen dalam kebiasaan membeli barang dan dalam proses keputusannya untuk membeli barang supaya organisasi industri dapat menjaring selera dan kebutuhan konsumen.

Sumber:
http://www.onpsikologi.com/2015/09/hakikat-psikologi-industri-dan-organisasi.html



Related Posts

Perkembangan Ilmu Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia
4/ 5
Oleh