Sekilas Tentang Tiga Teknik Penting Dalam Analisis Manajerial

Ekonomi Manajerial (manajerial economics) merupakan terapan teori ekonomi dan perangkat analisis keputusan guna membahas cara suatu organisasi dapat mencapai tujuan dengan upaya yang paling efisien.

Di setiap organisasi baik berupa perusahaan pencari laba, maupun organisasi nirlaba (seperti lembaga pendidikan atau rumah sakit), atau badan pemerintah senantiasa dihadapkan dengan masalah keputusan manajemen.

Dengan menerapkan teori ekonomi dan perangkat ilmu keputusan, suatu organisasi akan dapat memecahkan masalah keputusan manajemen yang dihadapinya.

Menurut M. Hirschey (2003) Ekonomi Manajerial merupakan aplikasi teori dan metode ekonomi dalam proses pengambilan keputusan manajerial dan administratif.

Baca juga: Fungsi, Sarana dan Prinsip Manajemen

Jadi, ekonomi manajerial mengkaji dan mengembangkan prinsip-prinsip keilmuan yang bisa digunakan sebagai rujukan guna meningkatkan kualitas dan efektivitas pengambilan keputusan manajerial.

Dengan ekonomi manajerial, para manajer akan terbantu untuk memahami bagaimana determinan ekonomi mempengaruhi kinerja organisasi dan perilaku manajerial.

Teori dan metodologi ekonomi yang dibutuhkan oleh para eksekutif dalam pengambilan keputusan usaha akan bisa didapatkan dengan menggunakan ekonomi manajerial.

Konsep-konsep dan teknik-teknik yang biasa digunakan dapat dimanfaatkan dalam teori ekonomi serta teori pengambilan keputusan.

Beberapa topik yang dibahas antara lain meliputi optimasi ekonomi, analisis risiko, teori dan peramalan permintaan, analisis fungsi produksi, teori dan analisis biaya, analisis produk dan struktur pasar, analisis kebijakan harga, peraturan pemerintah dalam ekonomi serta perencanaan investasi.


1. Teknik Optimalisasi

Manusia mempunyai banyak kebutuhan dan lebih banyak keinginan, karena manusia memang terlahir sebagai mahluk yang tak pernah puas.

Di samping itu, sumber daya ekonomi selaku pemuas kebutuhan dan keinginan manusia yang tersedia relatif langka.

Dua hal inilah yang melatarbelakangi masalah kontradiktif yang terjadi dalam kehidupannya dan mengharuskan manusia untuk ‘memilih’.

Maka, manusia akan cenderung berupaya untuk menentukan pilihan yang terbaik sebagai solusi optimal dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya yang nyaris tak terbatas itu.

Lantas, seperti apa alternatif pilihan yang optimal itu? Konsep maksimalisasi tidaklah sama dengan optimalisasi.

Aspek manajerial mendefinisikan pilihan yang optimal sebagai solusi yang efektif dan efisien. Efektif berarti berdaya guna, sedangkan efisien bisa diartikan berhasil guna.

Pilihan yang efektif merujuk pada alternatif proses produksi guna mencapai output maksimal pada level pendayagunaan input yang besarannya telah ditetapkan.

Sementara pilihan yang efisien merujuk pada alternatif proses produksi guna mencapai besaran output tertentu dengan pendayagunaan input dengan jumlah minimal.

Optimalisasi dalam analisis manajerial mencakup terminology maksimalisasi output dan minimalisasi input atau biaya.

Pemahaman terhadap solusi optimal tersebut dapat diterapkan dengan baik pada kajian mengenai perilaku produksi maupun perilaku konsumsi.


2. Teknik Analisis Risiko

Di setiap kegiatan atau aktivitas yang dilakukan manusia, adanya risiko merupakan hal yang tak dapat dihindari. Begitu juga pada aktivitas organisasi maupun perusahaan.

Dalam setiap kegiatan pasti ada yang namanya ketidakpastian, dan hal inilah yang menyebabkan timbulnya suatu risiko.

Menurut William & Heins (1985), risiko dapat didefinisikan sebagai suatu variasi dari hasil-hasil yang bisa terjadi dalam periode tertentu pada kondisi tertentu.

Menurut Young Smith William (1995), risiko merupakan sebuah potensi variasi dari sebuah hasil. Sedangkan menurut Siahaan (2007), risiko adalah kombinasi probabilita dari suatu kejadian dengan konsekuensi atau akibat yang dapat timbul darinya.


3. Teknik Pendugaan/Peramalan

Peramalan atau prediksi ekonomi bertujuan untuk mengurangi risiko atau ketidakpastian yang dapat dihadapi suatu perusahaan atau organisasi dalam pengambilan keputusan operasional jangka pendek maupun dalam merencanakan pertumbuhan jangka panjangnya.

Terdapat berbagai macam variasi teknik peramalan, mulai dari yang sederhana dan murah hingga yang paling canggih dan mahal.

Manajer dapat memilih metode atau kombinasi dari metode yang paling sesuai dengan perusahaannya, merujuk pada pertimbangan semua keuntungan dan batasan dari berbagai macam teknik ramalan tersebut.

Peramalan kualitatif dalam didasari oleh survei terhadap rencana para eksekutif bisnis untuk rencana pengeluaran pembangunan dan peralatan, perubahan inventori, harapan penjualan, dan survei terhadap rencana pengeluaran konsumen.

Sedangkan ramalan penjualan bisa didasarkan pada jajak pendapat terhadap eksekutif perusahaan, tenaga penjual, dan konsumen perusahaan. Biasanya, meminta pandangan dari pejabat luar negeri atau orang-orang bisnis yang berhubungan bisnis yang dijalankan perusahaan tersebut.

Sumber:
http://googleartikel.blogspot.co.id/2011/04/bab-i-pendahuluan-1.html


Related Posts

Sekilas Tentang Tiga Teknik Penting Dalam Analisis Manajerial
4/ 5
Oleh