Fungsi Tingkat Suku Bunga Dalam Perekonomian


Pada ekonomi yang mendasarkan mekanisme pasar, penentuan kuantitas barang dan jasa yang diproduksi dilakukan oleh pasar, yaitu konsumenlah yang mempengaruhi permintaan akan barang tersebut.

Mekanisme pasar berfungsi lewat harga. Harga memiliki fungsi alokasi faktor produksi ke arah produksi barang-barang yang lebih diminati oleh masyarakat sehingga produksi barang yang tidak disukai akan mengalami penurunan.

Sebagai contoh, misalnya produsen (petani) kopi tidak mudah untuk mengubah produksinya dari kopi menjadi teh. Oleh sebab itu, produsen teh akan meminta harga yang lebih tinggi kepada konsumen bila mereka ingin mendapatkan teh.

Kenaikan harga tersebut bisa dipandang sebagai ongkos ganti penggunaan faktor produksi dari kopi menjadi teh.

Lantas, bagaimana peranan tingkat bunga dalam perekonomian? Berikut akan kami jabarkan!

Terdapat dua masalah pokok yang mesti diselesaikan oleh setiap sistem ekonomi dalam suatu wilayah, antara lain:

- Berapa jumlah faktor produksi yang harus digunakan untuk menghasilkan beberapa barang berbeda pada waktu yang bersamaan. Contohnya, kayu jati gelondongan dapat dibuat kayu gergajian, meja, almari, atau kursi. Namun, bila mengacu pada sistem ekonomi pasar alokasi penggunaan kayu gelonggongan tersebut akan ditentukan oleh harga meja, kursi, atau kayu gergaji.

- Masalah alokasi penggunaan faktor produksi untuk menghasilkan barang yang akan digunakan sekarang, atau barang yang akan digunakan di waktu mendatang. Fungsi kedua inilah yang menjadi fungsi utama dari tingkat bunga, bagaimana alokasi faktor produksi tersebut digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dapat dipakai sekarang dan di kemudian hari.


Setiap kelompok masyarakat memiliki kecenderungan dalam melakukan alokasi faktor produksi untuk penggunaan sekarang maupun nanti. Namun, metode masing-masing masyarakat bisa berbeda antara satu dengan lainnya.

Misalnya, bagi masyarakat yang belum maju ada yang mendasarkan alokasi ini pada tradisi, yaitu dengan menyisihkan sebagian dari hasil yang diperoleh sekarang untuk penggunaan di waktu yang akan datang.


Tingkat Bunga Menurut Teori Klasik

Teori Klasik menyebutkan bahwa tabungan merupakan fungsi dari tingkat bunga. Semakin tinggi tingkat bunga, keinginan masyarakat untuk menabung juga akan semakin tinggi.

Pada tingkat yang lebih tinggi, masyarakat akan terdorong untuk mengorbankan konsumsi guna menambah tabungan. Demikian halnya dengan investasi yang juga merupakan fungsi dari tingkat bunga, hanya saja hubungan yang dimiliki bersifat negatif.

Tercapainya tingkat bunga yang seimbang (tidak ada dorongan untuk naik atau turun) dapat terjadi apabila keinginan masyarakat untuk menabung sama dengan keinginan pengusaha untuk melakukan investasi.


Tingkat Bunga Menurut Teori Keynes

Terdapat perbedaan pandangan yang dimiliki Keynes dengan Teori Klasik mengenai Tingkat Bunga. Menurut Keynes, tingkat bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang (pada pasar uang). Uang dianggap sebagai alat portofolio yang dapat diwujudkan dalam bentuk uang kas maupun surat berharga.

Risiko dan gain surat berharga ditentukan oleh tingkat bunga “rata-rata” dari berbagai macam surat berharga yang beredar di masyarakat.

Terdapat beberapa poin penting mengenai tingkat bunga menurut Teori Keynes, antara lain:

1. Teori tingkat bunga Keynes mempunyai hubungan yang negatif antara Tingkat Bunga vs Jumlah Uang.

2. Adanya spekulasi dalam fluktuasi tingkat bunga.

3. Pada tingkat bunga keseimbangan (req), keinginan memegang uang kas = jumlah uang.

4. Jika tingkat bunga di bawah keseimbangan, masyarakat menginginkan uang kas lebih banyak dengan menjual surat berharga. Penjualan surat berharga yang lebih banyak akan mendorong harga ‘surat berharga’ menjadi turun. Hal ini akan terjadi hingga keadaan kembali seimbang di mana keinginan memegang uang kas sama dengan jumlah uang beredar. Begitu pula sebaliknya.

Sumber:
Nopirin (1998), Ekonomi Moneter Buku I, BPFE UGM, Yogyakarta.
Iswardono (1999), Uang dan Bank, BPFE UGM, Yogyakarta.


Related Posts

Fungsi Tingkat Suku Bunga Dalam Perekonomian
4/ 5
Oleh