5 Kesalahan Pola Pikir Karyawan Tentang Karir dan Keuangan

advertisments
advertisments

Mungkin Anda pernah mengalami ketika baru pertengahan bulan, tapi kondisi keuangan sudah menipis dan khawatir kalau-kalau uang tersimpan tidak cukup hingga awal bulan di mana gaji bulanan Anda akan dibayarkan kembali.

Seringkali, sebagai karyawan kita terlena dengan berbagai kenyamanan yang ada, punya penghasilan tetap, bekerja di gedung ber-AC, bisa menikmati berbagai fasilitas yang diberikan oleh kantor dan lain-lain, semua itu kerap membuat kita memiliki pola pikir yang salah mengenai keuangan dan karir.

Lantas, apa saja pola pikir karyawan yang salah dan wajib dihindari tersebut? Simak ulasan kami berikut ini!

Baca juga: Ingin Kaya Di Usia Muda? Ikuti Tips Berikut Ini!


1. Menyepelekan Beberapa Pengeluaran Kecil

Makan siang, bensin, bayar parkir, jajan, mungkin kelihatan sepele. Tanpa disangka pengeluaran-pengeluaran kecil tersebut dapat menguras isi dompet. Coba saja Anda kalikan selama sebulan.

Mulai sekarang cobalah untuk lebih memperhatikan pengeluaran-pengeluaran kecil yang bila Anda kumpulkan sebenarnya dapat membuat kondisi keuangan Anda jadi lebih stabil.


2. Mengandalkan Sumber Penghasilan Hanya Dari Gaji Bulanan

Menerima gaji rutin setiap bulan mungkin dapat membuat Anda tenang. Tapi apakah gaji tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda selama satu bulan?

Ada baiknya Anda jangan berpuas diri, bukan mengajak Anda untuk serakah, tapi bukankah lebih baik bila Anda dapat membagi waktu dan mengoptimalkan keahlian untuk mengerjakan hal-hal yang bisa menghasilkan uang tambahan.

Apalagi di zaman dengan biaya kebutuhan hidup yang semakin tinggi, memiliki setidaknya dua sumber penghasilan merupakan pilihan cerdas.


3. Menganggap Kartu Kredit Sebagai Uang Ekstra

Saat ini, Kartu kredit memang dapat menjadi magnet bagi banyak orang. Namun, sering pula membuat karyawan lupa diri.

Banyak karyawan yang memanfaatkan kartu kredit sebagai solusi uang ekstra untuk memenuhi kebutuhan. Ini adalah pola pikir yang salah, sebab cara ini malah akan menjerumuskan Anda ke jurang utang yang lebih dalam.


4. Membangun Relasi Harus Ke Tempat Mahal

Membangun relasi bisnis bagi para karyawan merupakan hal yang penting. Namun, membangun relasi bisnis tidak pula harus pergi ke tempat mahal. Karena kita tidak pernah tahu “siapa bisa membawa kita ke mana”.

Hal terpenting ialah Anda harus bisa membaca karakter orang yang hendak kita jamu. Bila Ia adalah tipe orang yang nyaman makan di rumah makan, kenapa harus diajak makan ke hotel bintang lima?


5. Tidak Pernah Berpikir Tentang PHK atau Pensiun

Tidak sedikit para karyawan yang telah bekerja bertahun-tahun dan tanpa sadar terjebak di zona nyaman. Sehingga membuat dirinya enggan mencoba peluang yang lebih baik.

Anda harus ingat, kemungkinan perusahaan swasta tempat Anda bekerja mengalami kolaps tetaplah ada. Bagaimana kalau itu tiba-tiba terjadi, dan Anda harus mengalami PHK?

Oleh sebab itu, pikirkanlah tentang PHK dan masa pensiun sejak dini. Persiapkan diri Anda dengan menabung sedikit demi sedikit sebagai dana pensiun.

Jangan lupa untuk meng-update CV Anda untuk berjaga-jaga bila selanjutnya Anda ingin resign ke perusahaan lain. Anda harus terus mencari informasi tentang peluang karir yang lebih baik, namun tetap jaga etika profesional dengan perusahaan tempat Anda bekerja saat ini.


Tak ada jaminan bahwa dengan pekerjaan dan gaji yang besar akan membuat Anda lebih sejahtera, terutama di masa tua. Zaman telah berubah, kita harus lebih jeli melihat setiap peluang dan memanfaatkannya dengan baik sehingga Anda akan memiliki kehidupan yang lebih baik di masa tua.

Sumber:
google.co.id

advertisments

Related Posts

5 Kesalahan Pola Pikir Karyawan Tentang Karir dan Keuangan
4/ 5
Oleh