Perkembangan Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia

Indonesia baru mengenal dan mengembangkan psikologi sebagai ilmu di sekitar tahun 1950-an. Di tahun 1949, ketika kemerdekaan Indonesia diakui secara resmi oleh Belanda, dilakukan kegiatan-kegiatan psikologis dengan menerapkan tes-tes psikologik yang dilakukan oleh Balai Psychotechniek dari Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan RI.

Pemerintah mengadakan seleksi siswa untuk masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan Teknik, serta pengukuran psikometris guna keperluan penjurusan sekolah.

Pada tanggal 3 Maret 1953, didirikan Lembaga Pendidikan Asisten Psychologi, dan Balai Psychotechniek dari Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan RI di bawah pimpinan Prof. Dr. Slamet Iman Santoso. Lembaga tersebut dilebur ke dalamnya menjadi bagian Psikologi Kejuruan dan Perusahaan.

Lembaga Pendidikan Psychologi berkembang menjadi Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia hingga menjadi Fakultas Psikologi UI di tahun 1960-an. Kemudian, Bagian Psikologi Kejuruan dan Perusahaan sekarang ini telah menjadi Bagian Psikologi Industri dan Organisasi.

Psikologi industri yang merupakan cabang dari ilmu psikologi mulai berubah menjadi ilmu yang bisa dikembangkan teorinya melalui penelitian-penelitian.

Di tahun 2000 fakultas psikologi mulai bermunculan pada beberapa universitas negeri dan swasta di Indonesia. Banyak sekali bahan pengetahuan yang diperoleh oleh Indonesia dari adanya perkembangan psikologi industri dan organisasi yang telah maju di Negara-negara Barat.

Indonesia juga telah banyak mengadopsi berbagai hasil penelitian, teori-teori yang berkembang, serta metodologi dan perangkat peralatan yang canggih sebagai penunjang.

Di satu sisi, Indonesia juga harus tetap cermat dalam mengenali teori, aturan dan prinsip psikologi mana yang lebih sesuai untuk digunakan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan Indonesia.

Terutama dalam penggunaan alat-alat penelitian dan pengukuran. Tes-tes psikologi yang telah dilakukan oleh Negara-negara barat selain perlu diterjemahkan, juga perlu diadaptasi dengan kondisi yang ada di Indonesia.

Peluang yang terbatas untuk mengembangkan psikologi industri dan organisasi menjadi masalah lain yang harus dihadapi. Padahal suatu ilmu dapat berkembang apabila dilakukan penelitian-penelitian dasar dan terapan, serta diperlukan peluang untuk menerapkan teori yang telah ada.

Selama ini peluang masih dirasa kurang, baik untuk keperluan penelitian maupun dalam penerapan ilmu. Akibatnya, psikologi industri dan organisasi sebagai ilmu belumlah mengalami perkembangan yang berarti.

Beberapa faktor utama yang membuat peluang terbatas dalam mengembangkan ilmu psikologi industri dan organisasi antara lain:
1. Sulitnya untuk memperoleh dana penelitian, kalaupun ada hanya sedikit.
2. Kurangnya kesiapan sarjana psikologi untuk mengadakan penelitian.
3. Masih sedikitnya jumlah tenaga yang siap bekerja untuk menerapkan psikologi.
4. Terbatasnya kesediaan dan kemampuan perusahaan untuk menggunakan jasa-jasa psikolog.

Secara umum dapat dikatakan bahwa psikologi dan industri di Indonesia dewasa ini masih sebatas ilmu terapan dengan kegiatan utamanya pada pelaksanaan pemeriksaan psikologis (psikotes) yang bertujuan menyeleksi dan penempatan kerja karyawan, serta penyuluhan, bimbingan kejuruan, maupun pengembangan karir.

Akan tetapi kemungkinan-kemungkinan untuk pengembangan psikologi dan industri di Indonesia belum dapat dilakukan sepenuhnya.

Bidang terapan lain dalam ilmu psikologi dan industri ialah bidang pelatihan. Sudah cukup banyak sarjana psikologi terlibat dalam penyusunan dan pelaksanaan program-program pelatihan di perusahaan.

Sedangkan pada bidang konsultasi organisasi atau perusahaan penerapannya masih belum begitu banyak dilakukan. Bidang-bidang lain yang masih dirasa kurang dalam penerapan ilmu psikologi dan industri antara lain bidang psikologi kekayaan, serta penelitian dan perilaku konsumen.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi pembaca.

Sumber:
http://www.onpsikologi.com/2015/09/hakikat-psikologi-industri-dan-organisasi.html


Related Posts

Perkembangan Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia
4/ 5
Oleh