Cara Menurunkan Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) dengan Pola Sehat

advertisments
advertisments

Cara Menurunkan Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) dengan Pola Sehat – Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang dapat menyerang siapapun. Hipertensi menyerang tanpa disadari oleh penderitanya karena diam – diam dan susah untuk di deteksi

Cara yang sering dilakukan untuk menjaga tekanan darah adalah dengan menjaga asupan garam yang masuk kedalam tubuh. Meskipun demikian, sebenarnya bukan hanya hal itu saja yang dapat dilakukan. Pola hidup adalah faktor yang penting untuk di jaga agar penyakit ini tidak hinggap tanpa disadari

Jika sobat penasaran dan ingin mengetahui hasil medis tentang tekanan darah sobat, sebaiknya cek secara berkala agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini

Tahapan dan Kategori Penyakit Hipertensi (Tekanan darah tinggi) 

Gejala hipertensi dapat diketahui jika dilakukan pengukuran tekanan darah. Angka pertama yang muncul dalam pengukukuran adalah tekanan darah sistolik. Maksudnya adalah tekanan arteri jika jantuk berdenyut. Selanjutnya, angka yang muncul kemudian adalah darah diastolik. Maksudnya adalah tekanan darah diantara detak jantung ketika jantung sedang istirahat. Tekanan darah normal adalah antara 120/80. Pasien akan dinyatakan hipertensi jika tekanan darahnya adalah 140-159 keatas.

Jika seseorang di diagnosis menderita hipertensi maka dokter biasanya akan menyuruh penderita untuk mengganti pola hidupnya dengan lebih sehat. Berdasarkan tekanan darahnya, bisa dikelompokan menjadi 5 kategori, yaitu :

1. Tekenan darah normal
Tekanan darah dinyatakan normal adalah jika memiliki tekanan antara 120/80. Kondisi ini berarti tubuh dalam kondisi baik dan semua organ tubuh dapat berfungsi sebagaimana mestinya

2. Preipertensi
Prehipertensi adalah masa dimana gejala – gelaja hipertensi mulai muncul. Hal ini ditandai dengan tekanan darah yang konsisten naik menjadi 120-139 / 80-89 mm Hg. Jika sudah dalam kondisi ini, kebanyakan akan menjadi hipertensi keculai penderita dapat mengbah pola hidup menjadi lebih baik dari sebelumnya dan melakukan pencegahan dini

3. Hipertensi tahap 1 (stage 1)
Tahap selanjutnya adalah hipertensi tahap 1. Kondisi ini terjadi jika secara konstan darah naik hingga 140-159 / 90-99 mm Hg. Pada tekanan darah ini, penderita akan di vonis menderita tekanan darah tinggi. Dokter akan menyarakan perubahan pola hidup yang baik untuk mengindari tekanan darah yang terus naik

4. Hipertensi tahap 2 (stage 2)
Kondisi selanjutnya akan ditingkatkan ke tahapan 2 jika penderita secara konstan tekanan darahnya naik melebihi 160/100 mm Hg. Dalam fase ini dokter akan memberikan kombinasi obat penurun tekanan darah dan memberikan pola hidup sehat yang harus dilakukan oleh penderita

5. Krisis hipertensi
Tahapan selanjutnya adalah krisis hipertensi. Kondisi ini adalah konsisi darurat yang membutuhkan penangan serius, hal ini akan berlaku jika penderita memiliki tekanan darah melebihi 180/110 mm Hg. Selain itu, pada fase ini penderita dapat mengalami sesak napas, nyeri dada dan punggung, mati rasa / kelemahan, masalah penglihatan dan kesulitan dalam berbicara.


Cara Menurunkan Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) dengan Pola Sehat 

Dalam kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi, konsumsi garam dan sodium memiliki peranan yang penting. Kontrol terhadap asupan dua hal diatas akan membuat darah memiliki tekanan yang normal. Selain itu pola hidup sehat juga sangat penting dalam menjaga tekanan darah. Berikut adalah cara yang perlu dilakukan untuk menjaga dan menurunkan tekanan darah

1. Pola Makan

Kebanyakan orang tidak terlalu memperhatikan kandungan makanan yang dikonsumsi sehari – hari. Kebanyakan hanya mempertimbangkan masalah harga atau rasa saja, padahal makanan adalah asupan untuk tubuh, maka yang paling utama adalah kadar komposisi nutrisinya

Tekanan darah akan sangat perpengaruh dan meningkat jika konsumsi garam dan sodium yang berlebihan terhadap tubuh. Untuk dapat mengendalikan tekanan darah maka dua hal ini perlu di kontrol

Mengontrol pola makan adan kadar sapuan makanan memang susah jika dilakukan di luar rumah. Cara paling mudah adalah dengan memasak sediri makana dirumah sehingga paham jelas apa saja yang ada dan dimasukan dalam makanan

Makanan cepat saji kebanyakan memiliki kadar sodium yang tinggi. Perlu diperhatikan bahwa makanan yang baik adalah yang memiliki kadar sodium antara 5% kebawah. Jika ada makanan yang memiliki komposisi sodium hingga 20% maha hindarilah, makanan ini berbahaya. Konsumsi yang baik untuk kontrol tekanan darah dalam tubuh adalah dengan memperbanyak asupan nutrisi potasium, magnesium dan juga serat

Selain garam dan sodium, batasi juga makanan yang banyak menganduk kecap asin, saus, dan cemilan berupa krupuk. Kebanyakan makanan sekarang yang dijual instan dan cepat saji memang kurang memiliki asupan yang baik, dan ini adalah salah satu masalah serius para orang tua yang susah mengkontrol jajanan anak - anaknya

Setidaknya, masakan yang ada dirumah lebih baik diturunkan kadar garam dan sodiumnya, agar tubuh yang sudah banyak mengkonsumsi makanan cepat saji diluar bisa diminimalisir ketika makan dirumah

Pola makan yang baik untuk penderita hipertensi adalah DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Empat makanan utama untuk pola makan para penderita hipertensi, antara lain :
  • Meningkatkan asupan nutrsi, biji – bijian, kacang – kacangan, unggas, dan ikan
  • Meningkatkan konsumsi buah - buahan, sayuran, dan susu rendah lemak 
  • Mengurangi konsumsi garam dan makanan manis 
  • Mengurangi makanan yang banyak mengandung lemah jenus, kolesterol dan lemak jahat 
 Baca juga : Buah dan sayuran yang efektif mengatasi darah tinggi

2. Kurangi konsumsi kafein

Dalam kalangan kedokteran, kafein memang masih diperdebatkan tentang pengaruhnya terhadap tekanan darah. Masalah peningkatan tekanan darah karena konsumsi kafein itu hanya berdampak sementara atau permanen masih belum final pembahasannya

Untuk mencegah, lebih baik dilakukan percobaan pengetesan tekanan darah setelah meminum segelas kopi. Jika ternyata tekanan darah meningkat hingga melebihi 10 poin, maka perlu menghindari konsumsi makanan berkafein

3. Jangan mengkonsumsi alkohol

Mengkonsumsi minumal beralkohol dalam jumlah sedikit bisa menurunkan tekanan darah, namun dalam jumlah yang banyak maka akan sebaliknya, yaitu meningkatkan tekanan darah. Peningkatkan tekanan darah yang disebabkan oleh alkohol bersifat permanen

Meskipun mengkonsumsi sedikit dapat menurunkan tekanan darah, namun jika ada penderita hipertensi sedang mengkonsumsi obat antihipertensi maka obat akan menjadi tidak berfungsi karena pertentangan dengan alkohol. Oleh sebab itu lebih baik jangan pernah mengkonsumsi alkohol karena lebih banyak berbahayanya, dengan alasan apapun

Selain dampak hipertensi, mengkonsumsi alkohol secara terus menerus juga akan meningkatkan resiko terserang obesitas (kegemukan). Lama kelamaan akan berbahaya untuk dapat terserang obesitas dan hipertensi

4. Menurunkan berat badan

Hipertensi erat kaitannya dengan masalah berat badan. Orang yang memiliki berat badan berlebih akan lebih tinggi resikonya untuk terserang hipertensi, meskipun tidak dipungkiri bahwa hipertensi juga dapat menyerang orang bertubuh kurus

Lebih baik lakukan penurunan berat badan jika memiliki tekanan darang tinggi. Semakin banyak berat badan yang berhasil diturunkan maka semakin banyak pula tekanan darah yang berhasil dikurangi. Selain berat badan, lingkar pinggang juga perlu diperhatikan. Lingkar pinggang yang gemuk juga menandakan banyaknya lemak yang dapat meningkatkan tekanan darah

5. Rajin melakukan olahraga

Melakukan olahraga dengan teratur sangat efektif untuk menurunkan tekanan darah. Jika kamu sedang tahap prahipertensi maka melakukan olahraga jogging dengan teratur selama 30 menit akan menghindarkan dari peningkatan tekanan darah hingga tahap hipertensi, sebaliknya tekanan darah akan berangsur menjadi normal kembali. Efek dari olahraga secara teratur akan terasa dalam waktu cepat, bahkan dalam satu minggu saja

Baca Juga : Beragam minuman untuk mengurangi darah tinggi

6. Hindari rokok

Jauhi produk tembakau, terutama adalah rokok. Tembakau memiliki kandungan nikotin yang tinggi. Nikotin adalah faktor pemicu untuk terjadinya peningkatan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah bisa mencapai 10 mmHg setelah 1 jam merokok

Jika anda adalah penderita hipertensi, mengindari rokok juga termasuk menhindari asap dari rokok tersebut. Seperti yang sudah banyak diketahui, menghisap asap rokok (perokok pasif) memiliki resiko yang lebih berbahaya dari perokok aktif

7. Hindari stress

Stress atau kecemasan yang berlebihan memiliki dampak negatif yaitu meningkatnya tekanan darah. Jangan terlalu berlebihan dalam memikirkan sesuatu dan dempatkanlah untuk berliburan, menjalin hubungan baik dengan keluarga, sodara, tetangga, dan kerabat

Jangan memikirkan banyak beban sendirian, hal ini sangat berpotensi menjadikan stress. Banyak bercerita kepada orang lain akan membuat beban menjadi lebih ringan dan terhindar dari stress

advertisments

Related Posts

Cara Menurunkan Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi) dengan Pola Sehat
4/ 5
Oleh