6 Tipe Pekerja yang Tidak Disukai Boss

Sebagai seorang karyawan, tentu menjadi hal yang wajar jika ingin disukai atasan.

Selain bisa memberi kenyamanan dalam bekerja di kantor, disukai atasan juga akan lebih mempermudah perjalanan karir di perusahaan tempat anda bekerja.

Maksud disukai di sini bukan dalam hal asmara atau percintaan yah, tapi lebih kepada hubungan profesional dalam pekerjaan dan produktivitas.

Banyak faktor yang dapat membuat anda disukai oleh atasan. Terkadang juga tergantung pada pandangan subyektif si atasan itu sendiri, jadi ada banyak kemungkinan kriteria yang membuat si boss menyukai karakter dan pekerjaan bawahannya.

Simak juga: Tipe-tipe Kepemimpinan yang Buruk dan Ciri-ciri Pemimpin yang Baik

Namun, untuk kali ini kami tidak akan berbagi tentang hal itu, justru kami akan berbagi kepada anda tentang tipe karyawan yang paling dibenci oleh atasan.

Ingat yah, bahwa tipe-tipe karyawan seperti ini bukan malah untuk di ikuti, namun harus anda buang jauh-jauh dari dalam diri jika masih ingin nyaman bekerja di tempat anda sekarang mencari nafkah.


1. Pemalas dan Sering Mengeluh

Tipe karyawan seperti ini mempunyai kebiasaan selalu mengeluh setiap mengerjakan tugas yang diberikan, kerap memprotes kebijakan perusahaan, dan tidak bersemangat saat bekerja atau kesal ketika harus kerja lembur.

Hmmmm.... (Gue banget nih kayaknya, hadeuuuuhhh). Jika anda juga termasuk tipe karyawan seperti itu, sebaiknya segeralah berubah.


2. Lebih Banyak Bicara daripada Bertindak

Karyawan model begini ini sebenarnya kekurangan motivasi kerja dalam dirinya, kegiatannya hanya mengajak setiap orang mengobrol, berkeliling ruangan kantor, dan tidak pernah benar-benar selesai mengerjakan tugasnya.

Kegiatannya di kantor hanya mengerjakan hal-hal tidak penting, seperti menelepon orang yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, bolak-balik ke toilet lebih dari 10 kali sehari, dan cenderung bergantung pada orang lain untuk membereskan pekerjaannya.


3. Penusuk dari Belakang

Duh, jangan salah sangka dulu gan (dikira Maho lagi). Maksudnya di sini adalah tipe karyawan yang suka menusuk rekannya dari belakang (walahhh, malah tambah makin salah persepsi nih).

Jadi, mereka yang cenderung melakukan “black campaign” semata-mata demi meraih kesuksesan dirinya sendiri termasuk dalam tipe karyawan yang ini.

Ia tidak ingin karyawan lain lebih berhasil darinya, sering menjelekkan orang di depan atasan, dan menyebar gosip yang negatif (gosip mana ada yang positif ya?) tentang karyawan lain.

Tipe karyawan seperti ini sangat sulit untuk diajak bekerja sama dalam sebuah tim, selalu sinis jika ada orang baru dalam perusahaan, apalagi jika orang tersebut lebih pintar, banyak pengalaman dan berpenampilan menarik, waduh bisa-bisa makin kebakaran jenggot tuh...


4. Suka Berbohong dan Mencari-cari Alasan

Tipe pekerja seperti ini tidak pernah mau bertanggung jawab dan tak pernah mau disalahkan terhadap masalah yang ditimbulkannya. Dengan berjuta alasan, dia akan cenderung melempar kesalahannya pada orang lain.

Banyak alasan bertele-tele bila terlambat masuk kantor dan sering mangkir bila mendapat tugas tambahan yang diberikan padanya.


5. Susah Beradaptasi

Untuk maju dan berkembang, setiap perusahaan terkadang harus melakukan sejumlah perubahan. Namun, ada juga karyawan-karyawan yang memang tidak pernah siap menghadapi perubahan. Tipe karyawan seperti inilah yang menjadi penghambat dalam perusahaan untuk berkembang.

Sulit beradaptasi dengan segala perkembangan dan inovasi baru, bahkan walau sudah diberikan pendidikan dan pelatihan kepadanya.

Ia cenderung memilih bekerja dengan caranya sendiri dengan metode lama yang dianggap perusahaan kurang efektif dan efisien. Hal ini pula yang membuatnya akan semakin tertinggal dengan rekan-rekan kerja yang lain.


6. Kurang Bisa Berkomunikasi dengan Baik

Berkomunikasi secara efektif menjadi masalah yang sulit diubah oleh tipe karyawan seperti ini. Karyawan kerap berkata dan bertingkah kurang sopan di lingkungan kerja. Bahkan tak jarang pula berlaku kasar kepada klien atau karyawan lain.

Mereka sulit untuk mengutarakan apa yang ada dipikirannya dengan lebih beretika sehingga mengakibatkan munculnya perilaku yang agresif dan defensif dalam dirinya.

Sering pula ia menjadi mudah stress dan frustasi dikarenakan saat menghadapi masalah dalam pekerjaan, dirinya cenderung diam dan enggan menanyakan solusi kepada atasan atau rekan kerja.

Nah, bagaimana? Sudah tahukan tipe-tipe karyawan apa saja yang paling tidak disukai atasan? Jika selama ini anda merasa tidak ada peningkatan dalam karir pekerjaan anda, bisa jadi tipe-tipe karyawan tersebut terdapat dalam diri anda namun selama ini tidak menyadarinya.

Sumber:
http://www.kaskus.co.id/thread/550a1d35bccb1791168b4569/?ref=homelanding&med=hot_thread
http://onthespot7langka.blogspot.com/2014/09/7-tipe-karyawan-yang-dibenci-atasan.html
Gambar:
www.teropongbisnis.com


Related Posts

6 Tipe Pekerja yang Tidak Disukai Boss
4/ 5
Oleh