Ternyata Banyak Istirahat dapat Meningkatkan Produktivitas Kerja

Ternyata Banyak Istirahat dapat Meningkatkan Produktivitas Kerja
Sejenak, cobalah pikirkan pola kerja anda sehari-hari. Di era serba modern ini, terutama pada kota-kota besar, mayoritas pekerja memang merasa kewalahan akibat pekerjaannya.

Walau anda sudah bekerja dengan keras, namun volume kerja terus saja menumpuk dan seolah-olah tak akan pernah habis.

Kondisi di atas pun semakin diperparah dengan anggapan bahwa seseorang semakin bekerja keras, maka ia adalah pegawai yang mempunyai performa prima dan hebat di bidangnya.

Sebenarnya, tak selamanya anggapan tersebut dapat dibenarkan. Sebab, produktivitas dan kualitas seorang pekerja tak dapat dinilai hanya dari lamanya dia bekerja.

Baca juga: 4 Rutinitas di Pagi Hari Agar Makin Produktif

Bahkan, baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa produktivitas justru dapat ditingkatkan dengan lebih banyak meluangkan waktu untuk istirahat, bersantai, dan berlibur. Pasti anda merasa heran bukan?

Memang, waktu libur yang banyak adalah sebuah ide yang kerap kali dianggap bertentangan dengan etika kerja yang berlaku pada sebagian besar perusahaan. Downtime tetap dianggap sebagai waktu yang terbuang percuma.

Sebenarnya, yang terjadi jika anda menghabiskan waktu lebih banyak di kantor, dan pulang terlambat hingga waktu tidur anda pun juga akan semakin larut.

Hal ini akan dapat menguras energi anda dan membuat anda semakin kelelahan. Dalam sebuah studi terhadap hampir 400 orang karyawan, para peneliti menemukan fakta bahwa tidur terlalu pendek (atau kurang dari 6 jam setiap malam) merupakan salah satu sebab pekerjaan anda menjadi keteteran.

Baru-baru ini sebuah studi di Harvard memperkirakan bahwa perusahaan yang mengalami kerugian hingga 63 juta dollar per tahun diakibatkan karena karyawan yang kurang waktu istirahatnya. Produktivitas menurun karena disebabkan kurangnya waktu tidur bagi karyawan.


Pentingnya Liburan dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja

Studi yang dilakukan oleh kantor akuntan Ernst dan Young pada tahun 2006 terhadap karyawan internal mereka menemukan bahwa ada peningkatan kinerja sebesar 8% dari setiap waktu 10 jam yang ditambahkan sebagai waktu libur mereka. Hal ini juga meminimalisir penyebab karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan.

Manusia tidak dirancang untuk secara terus-menerus mengeluarkan energinya. Sebaliknya, manusia hanya dapat menghabiskan dan memulihkan energi secara stimultan. Itulah mengapa restorasi berakar dalam fisiologi kita amatlah penting.

Pemain terbaik seperti atlet, musisi, dan aktor biasanya berlatih tidak lebih dari 90 menit (tanpa gangguan) lalu kemudian istirahat sejenak sebagai resep mujarab dalam memaksimalkan produktivitas.

Mereka mulai di pagi hari, mengambil istirahat di antara setiap sesi dan jarang bekerja selama lebih dari empat setengah jam pada hari-hari tertentu.

Menghindari kelelahan dan membatasi kerja pada jumlah yang tepat sehingga mereka benar-benar dapat pulih secara harian atau mingguan merupakan cara terbaik untuk memaksimalkan keuntungan dari praktik jangka panjang. (Dr. Ericsson).

Sumber:
http://female.kompas.com/read/2013/02/14/09045948/Mau.Kerja.Lebih.Produktif.Banyakbanyak.Istirahat?utm_source=female&utm_medium=bp&utm_campaign=related&


Related Posts

Ternyata Banyak Istirahat dapat Meningkatkan Produktivitas Kerja
4/ 5
Oleh