15 Langkah Membuat Marketing Plan yang Efektif

15 Langkah Membuat Marketing Plan yang Efektif
Seorang pemilik atau pengelola perusahaan tentunya menginginkan supaya brand dari perusahaan tersebut dapat dikenal sehingga semakin meningkatkan pula angka penjualan.

Dengan kegiatan marketing yang tepat, kesuksesan tersebut sebenarnya bisa diraih oleh perusahaan Anda.

Namun, untuk melakukan kegiatan marketing yang tepat, terlebih dahulu Anda harus membuat marketing plan.

Dengan adanya marketing plan, Anda akan lebih dimudahkan dalam proses berpikirnya.

Selain itu juga dapat mengevaluasi serta memperbaharui marketing plan yang sudah ada disesuaikan dengan feedback dari konsumen maupun hasil yang didapat dari penjualan.

Simak juga: 4 Hal Penting dalam Memilih Bisnis yang Mendatangkan Keuntungan

Berikut ini kami akan berbagi mengenai langkah-langkah dalam membuat marketing plan yang baik dengan mudah.


1. Membuat Executive Summary

Anda harus menjelaskan garis besar tentang seluk beluk perusahaan yang Anda jalankan dalam marketing plan yang dibuat.

Hal ini untuk memastikan bahwa pelanggan maupun semua pihak yang bekerja sama dengan Anda paham tentang perusahaan Anda.


2. Menentukan Target Konsumen

Target konsumen harus ditentukan pada marketing plan yang Anda buat. Hal ini berguna agar perusahaan Anda mampu memasarkan produknya kepada pelanggan dengan baik dan tepat sasaran.

Semakin spesifik, maka semakin mudah pula dalam menarik perhatian konsumen sasaran Anda. Penelitian kecil seputar customer behavior juga bisa Anda lakukan karena akan berguna untuk mengoptimalkan kegiatan marketing Anda.


3. Menjelaskan Unique Selling Preposition (USP)

Jelaskan dengan seksama apa saja yang menjadi keunikan dari produk yang Anda jual. Dengan adanya USP tentang produk maupun jasa yang dijelaskan pada marketing plan, pembanding antara produk dari perusahaan Anda dengan produk dari pesaing lain akan semakin jelas di mata konsumen maupun pihak yang bekerja sama dengan Anda.


4. Menetapkan Strategi Harga dan Positioning

Setelah Anda menentukan target market dan USP, selanjutnya dalam marketing plan Anda dapat menentukan positioning yang sesuai untuk produk yang Anda jual.

Range harga yang tepat juga bisa ditentukan untuk produk yang Anda jual sehingga image yang tepat untuk brand Anda akan dapat dibentuk.


5. Merencanakan dengan Jelas Kegiatan Distribusi yang Akan Dilakukan

Setelah harga dan positioning ditentukan, selanjutnya Anda dapat merencanakan kegiatan distribusi yang akan dilakukan untuk menjual produk tersebut.

Anda dapat memilih media berjualan atau kegiatan penjualan seperti apa yang cocok untuk dilakukan pada produk yang Anda tawarkan. Ini adalah salah satu langkah dalam marketing plan yang jangan sampai terlewatkan.


6. Menawarkan Apa yang Bisa Anda Berikan

Selain keunikan pada produk yang ditawarkan, Anda dapat pula memberikan penawaran tambahan kepada sasaran pelanggan, seperti paket dengan harga khusus, free trial, atau voucher belanja.

Dengan adanya penawaran tambahan yang terdapat pada marketing plan Anda, kapan waktu yang tepat untuk penawaran tersebut dilakukan bisa Anda rencanakan dengan baik.


7. Menyusun Daftar Keperluan Marketing

Anda harus memikirkan hal-hal apa saja yang akan dibutuhkan oleh tim pemasaran untuk memasarkan produk yang Anda miliki, susun daftar tersebut dalam marketing plan Anda buat untuk menggapai angka penjualan yang tinggi.

Biasanya, hal-hal yang dapat dijadikan media dalam kegiatan marketing antara lain brosur, kartu nama, dan juga website.


8. Menyusun Strategi Promosi

Kelancaran berjalannya kegiatan marketing perusahaan Anda nantinya akan ditentukan oleh strategi promosi yang sesuai dengan bidang perusahaan yang Anda jalankan.

Untuk itu Anda harus menyusun strategi promosi yang efektif dan dimasukkan ke dalam marketing plan yang Anda buat.

Misalnya, Anda bisa merencanakan untuk membuat iklan di televisi, press release di berbagai media baik offline maupun online, serta menyusun event-event apa saja yang akan diselenggarakan pada tempat dan momen yang sesuai dengan target pasar produk Anda.


9. Menyiapkan Strategi Online Marketing

Di era modern sekarang ini, jangan Anda sampai melupakan kegiatan online marketing, karena banyak sekali pengguna internet yang menggunakan internet dalam memenuhi kebutuhan informasinya.

Strategi-strategi yang bisa Anda lakukan seperti penggunaan keyword, Search Engine Optimation, atau memasang iklan berbayar pada sejumlah situs dengan traffik besar.

Selain itu, juga bisa Anda manfaatkan media sosial dalam kegiatan pemasaran Anda dan mencantumkannya secara detail pada marketing plan yang Anda buat.


10. Merancang Strategi Konversi Penjualan

Untuk menambah angka penjualan, Anda dapat menerapkan Conversion Strategy dalam marketing plan Anda.

Convertion Strategy merupakan suatu cara di mana Anda dapat mengubah calon konsumen yang potensial untuk kemudian memakai produk maupun jasa yang Anda tawarkan.

Dalam melakukannya, Anda bisa mengubah kata-kata agar menjadi lebih persuasif pada brosur maupun website Anda.

Di samping itu, Anda juga dapat menambahkan testimonial pada web atau brosur Anda untuk memperkuat social proof produk yang Anda tawarkan.


11. Menjalin Kerjasama dengan Pihak Lain

Untuk mencapai kesuksesan dalam penjualan produk, Anda dapat menjalin kerjasama dengan perusahaan lain dengan prinsip saling menguntungkan.

Caranya dengan mencari tahu berbagai perusahaan yang mempunyai produk maupun jasa yang sifatnya komplementer atau saling melengkapi dengan produk Anda.

Berikan mereka alasan yang meyakinkan agar mau bekerja sama dengan Anda. Dalam marketing plan yang Anda susun, buatlah rencana tersebut menjadi lebih detail.


12. Mencoba Strategi Refferal

Agar brand Anda semakin dikenal, jalankan strategi refferal pada produk Anda, sehingga setiap pelanggan akan menceritakan kepuasannya ketika memakai produk tersebut.

Tahapannya harus jelas dalam marketing plan yang Anda buat, seperti dengan memberikan hadiah atau penawaran khusus bagi para pelanggan yang kemudian mendatangkan pelanggan baru untuk Anda.


13. Merinci Setiap Strategi yang Digunakan Dalam Meningkatkan Penjualan Anda

Tentunya, dalam usaha meningkatkan penjualan, diperlukan strategi-strategi yang tepat untuk diterapkan pada usaha Anda.

Cantumkan strategi-strategi tersebut dalam marketing plan Anda, dan buatlah dengan rinci di setiap strategi yang Anda lakukan.


14. Menggunakan Retention Strategy

Dalam usaha mempertahankan pelanggan yang telah membeli produk Anda, gunakan retention strategy dalam pemasaran yang Anda lakukan.

Misalnya dengan mengirimkan newsletter setiap bulannya, atau memberikan hadiah kepada pelanggan dalam program loyalitas pelanggan.

Pastikan kalau Anda juga mencantumkannya pada marketing plan yang Anda buat, agar kegiatan pemasaran tetap berada pada jalur yang jelas.


15. Memperkirakan Rincian Rencana Anggaran

Dalam setiap perencanaan keuangan mungkin hasil akhirnya tidak akan tepat 100% setelah proses berjalan.

Namun, dengan adanya perkiraan rencana anggaran pemasaran dalam marketing plan yang Anda buat, secara garis besar Anda akan mendapat gambaran mengenai rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk suatu periode tertentu.


Dengan 15 langkah menyusun marketing plan tersebut, akan memastikan Anda menjalankan strategi marketing yang sesuai untuk brand produk Anda.

Selain itu, ada hal lain yang juga cukup penting dalam kegiatan pemasaran yang Anda lakukan, yakni desain pada berbagai perlengkapan dalam kegiatan pemasaran tersebut, seperti logo, kemasan, dan juga website sebagai landing page Anda.

Sumber:
http://blog.sribu.com/2014/05/16/marketing-plan-detail-dan-bagaimana-membuatnya/


Related Posts

15 Langkah Membuat Marketing Plan yang Efektif
4/ 5
Oleh