5 Penyebab Anak Sering Murung dan Coba Berontak

5 Penyebab Anak Sering Murung dan Coba Berontak
perfectogift.com
Sebagian besar Anak-anak mengalami perkembangan emosional yang relatif belum sempurna, sehingga mereka akan cenderung sensitif ketika menghadapi suatu masalah.

Oleh sebab itu, banyak anak-anak yang kemudian gampang muram dan marah-marah sepanjang hari.

Untuk mengatasinya, para orangtua memang sebaiknya mengetahui dulu apa saja yang menjadi pemicu dari kondisi anak yang sering murung maupun marah.

Karena, bila tidak diketahui pemicunya, bisa-bisa orangtua keliru dalam hal penanganannya dan malah membuat anak semakin murung dan bahkan ingin berontak.

Baca juga: 10 Cara Sederhana yang Ampuh Meningkatkan Kinerja Otak


1. Ucapan Negatif

Kata-kata atau kalimat negatif yang sering keluar dari mulut orangtua dapat membuat emosi mereka terganggu.

Bahkan, anak menjadi terpengaruh dan cenderung untuk meniru apa yang orangtua mereka lakukan dan ucapkan sehari-hari.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk Anda memilih kata-kata atau kalimat dengan bijak ketika berbicara di depan anak Anda.


2. Kurang Dihargai

Seorang anak membutuhkan apresiasi atas kemampuan baru maupun hal baik yang mereka lakukan. Bila anak mengalami kegagalan, berikanlah ia motivasi untuk memperbaikinya di lain kesempatan. Jangan malah Anda memarahi dan meremehkannya ketika anak mengalami kegagalan.

Sebagai orangtua memang sangat berat tanggungjawabnya, terutama dalam mengasuh dan mendidik anak.

Sering ingkar janji dan tidak menghargai usaha yang telah dilakukan anak Anda akan membuatnya merasa tidak dihargai dan bersedih.


3. Terlalu Mengekang dan Sering Mengancam

Seorang anak memiliki jiwa eksplorasi atau rasa keingintahuan yang tinggi, terutama di kalangan remaja.

Orangtua yang mempunyai anak berusia remaja, biasanya akan sering terlibat selisih paham satu sama lain.

Hal ini, bisa saja disebabkan rasa khawatir orangtua yang berlebihan kepada anak. Namun, sebagai orangtua perlu kita ketahui bahwa anak yang terlalu dikekang bahkan dengan suatu ancaman justru akan membuatnya nekat dan berbuat sesuatu di luar prediksi Anda.

Jadi, ketika melarang anak terhadap sesuatu, sebaiknya lakukan pendekatan yang baik, berikan pengertian dengan logika sederhana agar anak lebih memahami betapa besar cinta dan kekhawatiran orangtua kepadanya.


4. Membanding-bandingkan Anak

Setiap anak memiliki kepribadian dan kemampuan yang berbeda-beda. Sebagai orangtua, Anda mesti peka terhadap kondisi ini.

Membandingkan seorang anak dengan anak lain akan dianggap olehnya sebagai suatu yang sangat tidak adil.

Justru sebagai orangtua kita harus dapat meningkatkan kepercayaan diri si anak dan membantunya untuk dapat mengeksplorasi serta mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.


5. Permasalahan Keluarga

Sebelum bertengkar dengan orang lain, sebaiknya Anda pikirkan dulu. Jangan bertengkar di depan anak Anda, kesalahan yang sering terjadi adalah para orangtua bertengkar dengan orang lain maupun sesama suami istri dilihat dan didengar oleh si anak.

Seorang anak yang sering melihat atau mendengar ayah dan ibunya bertengkar tentu akan mempengaruhi kondisi psikologisnya.

Orantua saling berteriak dan memaki merupakan suatu perilaku yang buruk dan akan mengganggu perkembangan emosi anak Anda.

Seorang anak belum memiliki tingkat kedewasaan yang bisa memahami pokok permasalahan ketika orangtua bertengkar.

Hal yang sering terjadi, anak akan menjadi tidak betah di rumah. Dan mencari hal-hal negatif sebagai pelarian mereka.


Itulah beberapa penyebab anak sering murung di rumah dan akhirnya mencoba untuk berontak. Jangan sampai pola asuh yang kurang tepat membuatnya melakukan hal-hal yang di luar prediksi Anda.

Sumber:
http://female.kompas.com/read/2015/04/08/150916420/Lima.Hal.yang.Sebabkan.Anak.Sering.Murung


Related Posts

5 Penyebab Anak Sering Murung dan Coba Berontak
4/ 5
Oleh