Lulusan Sarjana Keperawatan Memiliki Peluang Kerja Yang Terbuka Luas

Lulusan Sarjana Keperawatan Memiliki Peluang Kerja Yang Terbuka Luas
Nampaknya, di Indonesia sekolah Akademi Keperawatan (Akper) kian bertambah banyak saja.

Menjamurnya Akper di Indonesia membuat lulusan perawat D3 pun semakin banyak.

Namun, tidak demikian halnya dengan lulusan sarjana keperawatan yang bila dibandingkan dengan lulusan perawat D3, jumlahnya masih tergolong sedikit.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah lulusan sarjana keperawatan memiliki prospek dan masa depan lulusan yang bagus, mengingat lulusan perawat D3 saja sepertinya sudah cukup bila memang menginginkan profesi sebagai tenaga perawat di dunia kesehatan.

Simak juga: Keunggulan Kuliah Jurusan Farmasi Dan Peluang Kerja Yang Tersedia

Padahal, di banyak rumah sakit di Indonesia, lulusan sarjana keperawatan memiliki kebutuhan tenaga kerja yang cukup banyak.

Bukan hanya sebagai perawat, melainkan juga untuk mengisi posisi sebagai kepala keperawatan, kepala ruangan, maupun kepala seksi.

Tenaga kerja lulusan sarjana perawat juga cukup banyak dibutuhkan di luar negeri. Tidak hanya dibutuhkan bagi pelayanan kesehatan di rumah sakit, profesi perawat dibutuhkan pula sebagai caregiver untuk orang-orang jompo.

Dewasa ini, cukup banyak permintaan tenaga perawat mengalir ke Indonesia dari luar negeri, terutama dari Negara-negara Eropa seperti Inggris, Norwegia, Belanda, serta dari Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Saudi Arabia.

Akan tetapi, dikarenakan kondisi jumlah lulusan sarjana keperawatan memang masih sangat minim di Indonesia, kebutuhan yang cukup tinggi tersebut akhirnya tidak dapat terpenuhi seluruhnya.

Bahkan, tidak hanya dari segi kuantitas, dari segi kualitas agaknya sangatlah disayangkan bahwa ternyata Standar kompetensi keperawatan di Indonesia masih belum begitu baik, malah bisa dikatakan tidak diakui oleh dunia internasional.

Selain dikarenakan kemampuan bahasa Inggris perawat di Indonesia juga masih tergolong rendah (TOEFL, IELTS), keterampilan keperawatannya pun menurut mereka juga masih belum begitu baik.

Jika dilihat dari hasil skoring lembaga internasional, NCLEX (The National Council Licensure Examination), keterampilan lulusan keperawatan di Indonesia hanya memperoleh skor 40.

Skor ini masih tergolong cukup rendah, dimana tenaga kerja perawat yang dibutuhkan untuk bisa bekerja di Eropa skornya ialah sekitar 50 sampai 70, dan 70 sampai 80 untuk di Amerika Serikat.

Jika dilihat berdasarkan realita yang ada, sekarang ini dari 60% komposisi perawat, baru sekitar 6 hingga 10 persennya saja yang merupakan perawat profesional (Ners) atau lulusan sarjana keperawatan di Indonesia. Sedangkan, 90 hingga 94 persen adalah perawat yang berpendidikan D3 atau SPK.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa lulusan sarjana keperawatan mempunyai prospek kerja yang sangat terbuka luas, baik di dalam maupun di luar negeri.

Namun, bagi perawat yang ingin bekerja di luar negeri terlebih dulu harus lulus ujian N-CLEX, mempunyai sertifikat TOEFL dan IELTS tertentu yang sesuai dengan standarisasi internasional atau yang telah ditetapkan oleh masing-masing Negara tujuan.

Oleh sebab itu, bagi Anda yang telah menyelesaikan studinya pada taraf D3 keperawatan, disarankan untuk melanjutkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi yakni S1 Keperawatan.

Di samping itu, juga terus mengasah keterampilan keperawatannya sehingga mampu menjadi perawat profesional dengan keterampilan keperawatan yang berkualitas dan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.

Sumber:
http://maupendidikan.blogspot.com/2015/01/prospek-lulusan-sarjana-keperawatan.html


Related Posts

Lulusan Sarjana Keperawatan Memiliki Peluang Kerja Yang Terbuka Luas
4/ 5
Oleh