Tips Perencanaan Keuangan Bagi Seorang Karyawan

Tips Perencanaan Keuangan Bagi Seorang Karyawan
Bagi anda yang saat ini bekerja sebagai karyawan mungkin pernah mengalami kondisi keuangan yang sulit ketika telah tiba di atas tanggal 20 tiap bulan.

Anda mulai mengencangkan ikat pinggang, mengurangi jatah makan siang, dan menolak ajakan teman untuk pergi makan ke cafe kesayangan.

Bahkan terkadang harus berhutang sama teman atau berhutang ketika makan di warung. Jangan-jangan hal tersebut sudah menjadi siklus keuangan anda tiap bulan?

Baca juga: Perencanaan Keuangan Bukanlah Membuat Anda Menjadi Kikir

Kebiasaan buruk pada pengelolaan keuangan bisa pula terbentuk karena rutinitas menerima gaji setiap bulan, dan THR atau bonus setiap tahun.

Hal ini akan membuat anda terlena dan akhirnya lalai dalam menjaga kondisi keuangan. Nah, itulah mengapa penting sekali untuk anda membuat anggaran bulanan guna membenahi keuangan pribadi anda.

Buatlah anggaran bulanan berdasarkan kebutuhan dan gaya hidup serta mengetahui penggunaan penghasilan bulanan pada setiap pos pengeluaran biaya hidup anda.


1. Dahulukan Pos Pengeluaran Tetap

Ketika menerima gaji bulanan anda, usahakan pos pengeluaran tetap anda dahulukan. Secara umum, pengeluaran rumah tangga bisa dikelompokkan menjadi pos biaya hidup, pos tabungan dan asuransi, pos cicilan hutang, dan pos rekreasi.

Dalam pengelolaan keuangan yang baik, dahulukan memenuhi pengeluaran untuk “pos biaya hidup”. Terutama pada pengeluaran rutin seperti makan, biaya listrik, biaya PAM, uang sekolah, gaji pembantu, dan lain-lain.

Buatlah rekening terpisah untuk masing-masing Pos, agar memudahkan anda memilah-milah Pos tersebut. Atau bila anda kesulitan bisa juga dengan menggunakan metode Amplop.

Bila uang sudah menipis di salah satu amplop, itu berarti anda harus mulai menghentikan pengeluaran di pos tersebut.

Dan jika pos sehari-hari selalu lebih besar pengeluarannya ketimbang pemasukan, tentu sebaiknya anda tidak mengambilnya dari pos lain.

Tujuan dari dibuatnya anggaran adalah agar semua uang yang anda keluarkan bisa terarah dan sesuai dengan rencana finansial anda. Realistis dan disiplin adalah kunci anggaran yang sukses.


2. Sisihkan Untuk Dana Darurat

Biasanya sebagai seorang karyawan, perusahaan sudah mengcover jika timbul biaya perawatan kesehatan.

Akan tetapi, terkadang plafon biaya yang diberikan perusahaan kurang mencukupi sehingga membuat anda mengeluarkan biaya tambahan dari kantong sendiri.

Nah, dana-dana tak terduga semacam inilah yang nantinya juga harus anda persiapkan apabila ada undangan resepsi, jenguk rekan kerja sakit, dan biaya lainnya.


3. Berhemat

Berhemat merupakan kunci utama bagi anda yang memiliki siklus tetap dengan penghasilan yang tetap pula. Berhemat tidak sama dengan pelit.

Hemat berarti membelanjakan uang anda sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan. Sesekali tidak mengapa apabila anda ingin memanjakan diri untuk membeli sesuatu yang mungkin sudah lama anda idamkan untuk memilikinya.


4. Atur Prioritas

Bagaimana jika pendapatan anda ternyata tidak sebesar rencana pengeluaran? Untuk itu penting sekali untuk anda membuat prioritas dalam mengelola keuangan anda. Setiap pendapatan yang anda terima, sebaiknya gunakan dengan alokasi sebagai berikut:

a. Zakat
Mengeluarkan zakat bila telah sampai nisab maka hukumnya wajib, khususnya bagi anda yang beragama Islam. Hati anda juga akan lebih tenang tentunya. Alokasi untuk zakat sebesar 2,5 % dari pendapatan.

b. Biaya hidup
Kebutuhan hidup merupakan yang utama dalam pos pengeluaran. Namun, usahakan agar alokasi dari biaya hidup tidak lebih dari 60 %.

c. Asuransi
Asuransi kadang banyak dilupakan orang, padahal asuransi sangatlah penting untuk menjaga keluarga kita dari berbagai risiko yang mungkin terjadi dan menimbulkan kerugian. Alokasi untuk asuransi sebesar 5%.

d. Dana Cadangan
Tabungan harus anda miliki karena sangat penting apabila ada kebutuhan dana darurat. Alokasinya sebesar 5%.

e. Tabungan dan Investasi
Tabungan dan Investasi merupakan dua hal penting yang harus anda miliki untuk kebutuhan masa depan anda. Alokasikan sebesar 10-15 %.

f. Angsuran hutang
Apabila anda masih memiliki kewajiban atau angsuran yang harus dibayar tiap bulannya, maka diusahakan agar porsinya tidak lebih dari 30%. Dan jika sudah terlanjur porsinya lebih dari 30%, maka alokasi yang bisa anda korbankan adalah biaya hidup.

Sumber:
http://kemandirianfinansial.blogspot.com/2014/12/mengelola-keuangan-bagi-karyawan.html


Related Posts

Tips Perencanaan Keuangan Bagi Seorang Karyawan
4/ 5
Oleh