Tampilkan posting dengan label dunia kerja. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label dunia kerja. Tampilkan semua posting

Gunakan Jasa Desain Interior Kantor agar Ruang Kerja Lebih Nyaman

jasa desain interior kantor
Kenapa harus menggunakan jasa desain interior kantor? Karena mereka tahu betul bagaimana membuat ruang kerja menjadi lebih nyaman. Dan hasilnya tentu saja kinerja karyawan akan semakin produktif. Setidaknya itu alasan atau harapan utamanya.

Desain interior kantor menjadi semacam investasi yang tidak terlihat bagi produktifitas karyawan. Dan apabila kenyataannya demikian, maka tidak ada salahnya Anda lebih memperhatikan desain interior kantor agar tidak memberikan kesan membosankan dan tidak menarik.

Menggunakan jasa desain interior untuk kantor memberikan benefit yang besar. Selain lebih berpengalaman, mereka juga dapat memberikan estimasi biaya yang lebih akurat. Sehingga pengerjaan renovasi kantor bisa menyesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Apa yang mereka akan lakukan? Ada beberapa faktor yang sangat diperhatikan oleh penyedia jasa desain interior kantor, yaitu :


1. Bentuk furniture yang menarik.

Anda dapat melihat bentuk furniture di beberapa kantor perusahaan besar. Contoh saja Google dan Yahoo, perusahaan raksasa dunia yang memiliki interior kantor sedemikian rupa sehingga para karyawan merasa sangat homey berada di dalamnya. Selain mengutamakan fungsinya, perusahaan tersebut juga mempertimbangkan dari estetikanya seperti meja kerja yang berbentuk meja panjang dan digunakan beberapa karyawan sekaligus dalam satu tim. Belum lagi partisi yang bisa digunakan sebagai rak penyimpan buku atau file di mana partisi tersebut juga menjadi hiasan menarik di dalam kantor. Tentu saja ada banyak ide yang bisa digali oleh penyedia jasa desain interior kantor sesuai dengan luas kantor dan budget Anda.


2. Memperhatikan tata letak.

Ruangan kerja yang bagus adalah ruangan kerja yang tidak memberikan batasan baik antar sesama karyawan maupun dengan atasan. Meskipun demikian, bukan berarti tidak boleh ada sekat. Namun, sekat antar ruangan sebaiknya dibuat tidak terlalu tinggi. Hal ini akan membatasi satu ruangan tanpa menghambat komunikasi dan interaksi antar tim. Begitu juga dengan letak sekat tersebut, jasa desain interior kantor akan memastikan letak sekat tersebut tidak membuat semua orang yang ada di kantor bisa berlalu lalang dengan mudah. Dan ini pun berkaitan dengan sirkulasi udara. Jika sirkulasi udara baik, maka karyawaan pun akan penuh semangat.


3. Ornamen.

Sayang disayangkan jika kantor Anda penuh dengan tumpukan file dan kabinet yang membuat kantor sangat formal dan kaku. Sebaiknya ada ornamen yang membuat kantor terlihat lebih santai. Untuk masalah ornamen ini, Anda serahkan saja pada penyedia jasa desain interior kantor.


Nah, jadi Anda lebih mengerti mengenai manfaat menggunakan jasa desain interior kantor bukan? Apabila Anda membutuhkan konsultasi mengenai desain interior kantor, Anda dapat menghubungi 081380809198.

Persada Interior merupakan kontraktor interior yang melayani jasa desain interior sekaligus pengerjaan renovasi interior untuk rumah, apartemen, kantor, toko, dan tempat usaha lainnya. Kami juga menerima pesanan pembuatan furniture seperti kitchen set, meja kantor, lemari buku, rak tv, nakas, lemari pakaian, dan masih banyak lagi.

Tugas-tugas Kerja dan Kriteria Umum Menjadi Kepala Gudang

Salah satu jabatan yang biasa ada dalam sebuah perusahaan industri maupun jasa logistik ialah Kepala Gudang. Jabatan ini tidak hanya bertanggung jawab dengan urusan gudang saja, namun juga hal-hal lain yang berkaitan dengan pekerjaannya karena pekerjaan satu jabatan tidak dapat dipisahkan dengan jabatan yang lainnya.

Kepala Gudang merupakan salah satu jabatan fungsional dalam sebuah perusahaan baik dalam skala besar ataupun kecil yang secara umum memiliki tugas antara lain merencanakan, mengkoordinasikan, mengontrol, dan mengevaluasi semua aktivitas penerimaan, penyimpanan dan persediaan stok barang yang akan didistribusi.

Selain itu, posisi Kepala Gudang juga berkewajiban untuk memastikan semua operasional gudang berjalan lancar, serta menjaga stabilitas, kualitas dan kuantitas barang dengan baik hingga nantinya barang siap untuk didistribusikan.

Pada dasarnya, tugas dan tanggung jawab kerja Kepala Gudang hampir sama di semua bidang kerja perusahaan. Hal yang membedakan hanya teknis kerjanya saja. Misalnya, teknik kerja Kepala Gudang perusahaan pabrik makanan tentu akan berbeda dengan teknik kerja Kepala Gudang perusahaan swalayan.

Berikut kami uraikan tugas-tugas kerja jabatan Kepala Gudang secara umum di semua bidang perusahaan:
1. Menyusun perencanaan dari mulai pengadaan hingga distribusi barang.
2. Mengawasi dan mengendalikan operasional gudang.
3. Sebagai pemimpin bagi semua staff gudang.
4. Mengawasi dan mengendalikan semua barang yang masuk dan keluar sesuai dengan SOP perusahaan.
5. Mengecek barang yang diterima sesuai SOP.
6. Membuat laporan kerja pergudangan.
7. Memastikan stok barang sesuai dengan kebutuhan.
8. Melakukan pengawasan terhadap karyawan gudang agar sesuai dengan standar kerja yang telah ditetapkan.
9. Memastikan kelancaran aktivitas keluar dan masuk barang.
10. Membuat laporan semua transaksi keluar-masuk barang.

Tugas kerja bagian Kepala Gudang di atas adalah bersifat umum, lebih spesifik lagi biasanya tergantung pada kebijakan atau bidang industri masing-masing perusahaan.


Kriteria Umum Menjadi Kepala Gudang

Menjadi seorang Kepala Gudang tentunya bukan hal yang mudah, diperlukan pengalaman yang sesuai dengan bidangnya. Sebab, Kepala Gudang tidak hanya bertanggung jawab pada operasional gudang saja tapi juga bertanggung jawab terhadap kinerja para karyawan yang berada di bawah kewenangannya.

Berikut ini kami uraikan beberapa kriteria ideal untuk menjadi seorang Kepala Gudang:
1. Bertanggung jawab dan memiliki jiwa pemimpin.
2. Tegas, jujur, dan dapat dipercaya.
3. Berpengalaman dan menguasai dunia pergudangan.
4. Disiplin, dan teliti dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
5. Cekatan serta dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
6. Mampu memotivasi bawahan atau karyawan bagian gudang yang lainnya.
7. Berkemampuan komunikasi yang baik.
8. Berkomitmen dan memiliki motivasi kerja yang tinggi.


Demikianlah informasi yang dapat kami berikan kepada Anda mengenai tugas-tugas kerja, tanggung jawab, serta kriteria umum bagian Kepala Gudang.

Perlu diingat bahwa kebanyakan perusahaan akan memilih orang dengan pengalaman yang baik dalam bidang pergudangan untuk mengisi jabatan Kepala Gudang di perusahaannya. Jadi, setidaknya bagi Anda yang fresh graduate perlu bekerja di bagian pergudangan dahulu untuk bisa menjadi seorang Kepala Gudang.

Sumber:
http://www.jobdesc.net/job-desc/tugas-dan-tanggung-jawab-kepala-gudang.html

Peranan Psikologi Industri dan Organisasi Untuk Dunia Kerja

Psikologi Industri dan Organisasi telah berkembang pesat dan memberikan kontibusi besar untuk dunia kerja. Berikut ini kami akan berbagi mengenai peranan psikologi industri dan organisasi pada 4 key trends di dunia kerja untuk sekarang dan masa depan.


1. Revolusi Pada Hakikat Kerja

Organisasi di masa sekarang lebih terbagi dalam subunit yang lebih kecil, sehingga menekankan pada kerja tim dalam pencapaian target.

Pekerjaan menjadi lebih kompleks disebabkan adanya kemajuan teknologi yang pesat. Level hierarki lebih sederhana, jaringan kerja yang kuat, tempat kerja lebih fleksibel dan bisa dilakukan di mana pun.

Strategi efisiensi dan persaingan antar perusahaan mengakibatkan banyaknya pengurangan tenaga kerja. Loyalitas dan komitmen para pekerja terhadap organisasi kemudian mengalami penurunan.

Peran psikologi Industri dan Organisasi dalam hal ini:
- Membantu pekerja menghadapi perubahan, terutama perubahan teknologi dan struktural.
- Membantu organisasi untuk merancang sistem kerja yang lebih efisien dengan menciptakan struktur dan tim kerja yang baru dan lebih fleksibel.
- Mengurangi coping stress pekerja terkait adanya perubahan.


2. Meluaskan Fokus pada SDM dan Kebutuhan Pekerja

Diawali dengan studi Mayo dan The Human Relations Movement, membuat organisasi lebih berfokus dan responsif terhadap kebutuhan pekerja.

Dalam hal ini, psikologi industri dan organisasi memiliki peran:
- Melihat pekerja sebagai “pribadi utuh” bukan hanya sekadar pekerja.
- Menaruh perhatian pada perkembangan individual, coping stress, adaptasi pada perubahan, dan pemahaman akan peran emosi di tempat kerja.
- Coba memahami pengaruh antara kehidupan pribadi dengan kehidupan sosial pekerja di lingkungan kerja.


3. Adanya Peningkatan Keberagaman di Tempat Kerja

Kondisi masing-masing individu pekerja menambah keragaman di tempat kerja seperti gender, etnik, usia, budaya, perbedaan kemampuan, dan agama. Hal tersebut merupakan tantangan, namun juga bisa menjadi kekuatan dan peluang baru dalam meningkatkan produktivitas kerja.

Dalam hal ini psikologi industri dan organisasi memiliki peranan:
- Membantu organisasi untuk menghadapi tantangan dan perubahan yang terkait dengan keberagaman demografik dan kebudayaan.


4. Globalisasi Bisnis yang Semakin Meningkat

Dunia bisnis dan industri sekarang ini lebih berfokus pada pangsa pasar global dengan melakukan penempatan sub-perusahaan di luar negeri.

Dalam hal ini psikologi industri dan organisasi memiliki peranan:
- Membantu organisasi untuk menyiapkan pekerja yang akan ditempatkan di Negara lain.
- Membantu perusahaan dalam mengelola pekerja secara global.
- Membantu organisasi dalam beradaptasi dengan budaya lain.
- Memudahkan pekerja untuk mampu bekerja dengan pekerja yang memiliki latar belakang berbeda.

Sumber:
http://www.onpsikologi.com/2015/09/hakikat-psikologi-industri-dan-organisasi.html

10 Jenis Profesi yang Membuat Anda Dituduh Pengangguran

Akhir-akhir ini, kita mungkin sering mendengar istilah “Pengangguran Terselubung”. Istilah ini merupakan sebutan bagi orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan gaji yang stabil.

Lantas, bagaimana dengan pekerjaan yang sedang Anda geluti saat ini? Jangan-jangan, Anda merupakan salah satu dari para pengangguran terselubung yang kami maksud dalam posting berikut ini.

Terdapat dua jenis kelompok dari istilah pengangguran terselubung. Pertama, kelompok Setengah Penganggur Terpaksa. Kelompok ini bekerja di bawah jam kerja normal, dan masih mencari atau menerima pekerjaan lain.

Baca juga: 5 Langkah Mudah Menemukan Passion Anda Di Dunia Kerja

Sedangkan kelompok yang kedua adalah Setengah Penganggur Sukarela, kelompok ini bekerja di bawah jam kerja normal, namun tidak mencari atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain, contohnya tenaga ahli dengan gaji yang tinggi.

Nah, berikut ini kami akan mengulas tentang pekerjaan apa saja yang membuat Anda tetap dituduh sebagai pengangguran.

1. Makelar (Broker atau Dropshipper)

Bagi seorang calon pengusaha pemula, menjadi dropshipper merupakan pilihan yang simpel. Pekerjaan ini tidak perlu banyak modal, namun harus selalu terus mengasah insting bisnis dan mempertajam intuisi dalam melihat peluang pasar.

Tetapi, menjadi dropshipper kerap dituduh pengangguran oleh banyak orang. Bagaimana tidak, tiap hari kerjanya hanya chattingan, smsan atau telepon-teleponan untuk melayani pelanggan.

2. Professional Hobbies

Bagi sebagian orang, mengerjakan hobi dan dibayar merupakan pekerjaan terbaik di dunia. Namun, pada kenyataannya tidak seperti itu. Menggeluti pekerjaan sebagai professional hobbies merupakan salah satu cara paling rentan untuk dituduh pengangguran.

3. Professional Gamer

Dalam pandangan masyarakat Indonesia, memiliki pekerjaan sebagai gamer profesional merupakan hal yang dianggap aneh.

Meskipun begitu, industri game sebenarnya dapat dijadikan sebagai tambang uang yang besar. Namun, tidak semua gamer yang benar-benar menghasilkan uang sehingga Anda akan tetap dianggap pengangguran.

4. Desainer

Kualitas desain asal Indonesia banyak diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Enggak percaya? Hal ini disampaikan sendiri oleh Willix Halim, Vice President of Growth Freelancer.com yang merupakan situs freelance terbesar di dunia. Namun sayangnya, desainer yang bekerja mandiri kerap kali dituduh sebagai pengangguran.

5. Traveler (Backpacker)

Traveler, rider maupun backpacker merupakan jenis pekerjaan yang kerap dituduh pengangguran. Kerjaannya hanya ‘luntang-lantung’ enggak karuan, jalan-jalan dari kota ke kota seolah tak bisa kerja.

Padahal, traveler bisa memperoleh penghasilan dengan menjadi fotografer, penulis, atau reporter. Ada juga lho beberapa traveler yang memang dibayar oleh sponsor.

6. Youtuber

Beberapa tahun belakangan, mulai muncul suatu profesi yang disebut sebagai Youtuber. Tidak sedikit pula orang yang meminatinya sebagai sumber penghasilan.

Para Youtuber memperoleh uang dari para pengiklan di Youtube. Bahkan, beberapa ada yang menjadi tenar dan menjadi artis seperti Bayu SKAK dan Raisa. Namun, jenis pekerjaan seperti ini masih dianggap sebagai pengangguran yang kerjanya hanya nontonin video-video di Youtube.

7. Internet Marketer

Mungkin terdengar keren di telinga, tapi coba Anda mengatakannya pada orang tua berusia di atas 50 tahun. Mungkin Anda akan dikira sebagai “sales keliling”.

Bagi orang awam, jenis pekerjaan ini memang tampak seperti pengangguran. Bagaimana tidak, kerjanya di rumah hanya mainan laptop saja.

8. Blogger

Banyak tetangga yang bingung ketika blogger menerima gaji adsense di kantor pos lewat Western Union. Mereka akan tetap menganggap Anda pengangguran, karena kerjaanya hanya mengetik saja di depan komputer.

9. Game/App Developer Individu

Jenis pekerjaan ini bisa dibilang “susah-susah gampang”. Tapi jangan salah, karena sudah banyak pula yang mampu menghasilkan jutaan dengan menjadi app/game developer.

Kalau developer besar memang biasanya memiliki kantor dan team saat bekerja. Namun, bagi sebagian developer individu, mereka bekerja sendirian dan tetap memperoleh penghasilan. Hal inilah yang kerap membuat app developer individu dituduh sebagai pengangguran.

10. Penterjemah

Seorang penterjemah (translator) bisa melakukan pekerjaan di manapun asal masih terkoneksi internet. Berbagai dokumen yang perlu diterjemahkan biasanya akan dikirim via email untuk diterjemahkan sesuai pesanan.

Meski demikian, tak banyak orang yang memahami cara kerjanya sehingga beberapa translator memilih pekerjaan sambilan menjadi guru atau dosen karena khawatir dituduh sebagai pengangguran di lingkungan tempat tinggalnya.


Demikian informasi tentang 10 jenis profesi yang akan membuat Anda dituduh sebagai pengangguran. Lantas, apakah Anda termasuk dalam salah satunya?

Sumber:
http://ads.id/forums/showthread.php/228837-HOT-TOPIC-2016-Inilah-Jenis-Pekerjaan-Yang-Membuat-Anda-Dianggap-Pengangguran
Sejarah Perkembangan Psikologi Industri dan Organisasi

Sejarah Perkembangan Psikologi Industri dan Organisasi

Tercatat dalam sejarah, pendirian laboratorium psikologi pertama dilakukan pada tahun 1875 do Leipzig, Jerman, oleh Wilhelm Wundt. Titik ini merupakan awal perkembangan psikologi sebagai suatu ilmu.

Menyusul kemudian didirikanlah laboratorium psikologi lainnya, di Wuerzburg, Goettigen, dan Tubingen. Semua eksperimen yang dilakukan pun memakai metode-metode ilmiah yang sesuai dengan yang dipakai dalam ilmu pengetahuan lainnya.

Metode ilmiah bertujuan untuk memaksimalkan obyektivitas dari temuan yang dilaporkan. Sedangkan, penjelasan ilmiah adalah fakta empirik dari suatu spekulasi, jadi bisa dikatakan sebagai data obyektif daripada sebuah pandangan.

Baca juga: Perkembangan Psikologi Diferensial Dalam Bidang Industri

Suatu temuan bisa dikatakan sebagai sebuah ilmu apabila berhubungan dengan fakta-fakta yang dapat diobservasi, dilihat, didengar, dirasakan, diukur, dan dilaporkan.

Semua lembaga psikologi di atas mempelajari berbagai gejala psikis pada manusia, seperti proses pengenalan, pengamatan, ingatan, pikiran, dan lain-lain. Untuk mendapatkan hasil-hasil yang absah dan andal dibuatlah berbagai macam desain (rancangan) eksperimen.

Mereka tetap menerapkan dan mengembangkan teori, aturan-aturan, dan prinsip-prinsip dari psikologi umum yang berlaku untuk setiap manusia.

Penerapannya bisa dilakukan pada berbagai bidang psikologi seperti bidang pendidikan dan industri. Kemungkinan untuk menerapkan psikologi umum pada bidang industri sudah mulai tampak pada permulaan abad ke-20.

Kemungkinan penggunaan psikologi dalam periklanan juga sudah mulai dibicarakan oleh Walter Dill Scott di tahun 1901. Selanjutnya pada tahun 1903, Walter Dill Scott menerbitkan bukunya yang berjudul “The Theory of Advertising” yang menjadi buku pertama dengan pembahasan tentang psikologi pada aspek dunia kerja (Schultz, dalam Munandar, 2001).

Berikutnya di tahun 1913 terbit buku lainnya yang ditulis oleh Hugo Munsterberg dengan judul “The Psychology of Industrial Efficiency”, ia merupakan psikolog Jerman yang mengajar di Universitas Harvard.

The Psychology of Industrial Efficiency membahas bidang psikologi industri secara lebih luas. Meskipun sudah dikenali kemungkinan penerapan psikologi umum dalam perusahaan pada permulaan abad ke-20, pesatnya penerapan dan perkembangan bidang psikologi industri baru mulai terjadi dalam decade 1920-an.

Seorang sarjana teknik bernama Frederick Winslow Taylor yang merupakan pelopor gerakan scientific management, mencari cara-cara paling efisien untuk manusia dalam melakukan suatu pekerjaan. Ia menciptakan berbagai macam alat mekanik yang disesuaikan dengan struktur faal badan dan anggota badan manusia.

Di masa itu, para sarjana psikologi mulai bereksperimen bersama-sama dengan para sarjana teknik industri dalam menggarap obyek studi baru, yakni kesesuaian dan penyesuaian dari lingkungan kerja fisik, peralatan kerja dan proses kerja dengan keterbatasan kemampuan fisik maupun psikis manusia sebagai tenaga kerja.


Perkembangan Psikologi Industri dan Organisasi pada Perang Dunia II

Di masa Perang Dunia II mesin-mesin serta peralatan kerja dibuat semakin canggih dan majemuk. Dalam merancang berbagai macam mesin dan peralatan tersebut, para psikolog memegang peranan penting.

Para psikolog melakukan eksperimen untuk menemukan hukum-hukum dan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan untuk menyusun suatu proses kerja yang efisien, merancang dan membuat peralatan yang sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis manusia.

Bekerjasama dengan para sarjana teknik, para sarjana psikologi membantu berikan keterangan mengenai kepastian dan keterbatasan manusia dalam menggunakan peralatan canggih seperti kapal terbang dengan kecepatan tinggi, kapal selam, dan tank sehingga keterangan dari psikolog dapat digunakan untuk merancang peralatan canggih tersebut.

Para sarjana psikologi juga membantu para perancang teknik dalam merancang tata letak panel alat yang ada dalam mobil maupun pada kokpit kapal terbang. Dengan demikian, penggunaan panel dan kendali menjadi lebih mudah serta visual display seperti speedometer dan lain-lain mudah dilihat dan dibaca.

Pesawat telepon dengan tombol kenop merupakan hasil penelitian yang dilakukan sarjana psikologi industri yang menemukan bahwa dibandingkan dengan memutar angka, penggunaan tombol akan menjadi lebih mudah, cepat, dan cermat (Schultz, 1982).

Ilmu yang berkembang dari kegiatan tadi dikenal dengan nama ergonomic, atau perekayasaan manusia (human engineering) atau perekayasaan psikologi (engineering psychology).

Suatu penelitian yang mempelajari akibat dari aspek-aspek fisik lingkungan kerja terhadap efisiensi pekerja mulai dilakukan pada tahun 1924 di pabrik Western Electric, Hawthorne, Illinois.

Beberapa pertanyaan yang dicari jawabannya oleh peneliti antara lain:
1. Bila intensitas lampu penerangan ditingkatkan, apa akibatnya terhadap kinerja produksi?
2. Apa yang terjadi bila jam-jam istirahat diadakan?

Penemuan jawaban dari penelitian tersebut sangat menakjubkan bagi para peneliti dan manajer pabrik. Kajian Hawthorne menemukan bahwa kondisi sosial dan psikologis dari lingkungan kerja secara potensial memiliki arti yang lebih penting dibandingkan kondisi-kondisi kerja fisik.

Dari 2 pertanyaan di atas, jawaban yang ditemukan antara lain:

1. Mengubah intensitas lampu penerangan dari sangat terang hingga hampir gelap tidak mengurangi taraf efisiensi para pekerja. Ada faktor-faktor subtil yang menyebabkan para pekerja dapat mempertahankan taraf produksi meski dalam kondisi kerja yang hampir gelap. Namun dalam kasus lain, tingkat produksi mengalami kenaikkan ketika intensitas lampu penerangan dinaikkan.

2. Adanya jam-jam istirahat, makan siang bebas, jam kerja lebih pendek, hasil produksi justru mengalami kenaikkan. Namun, ketika semua perubahan tadi ditiadakan kembali, hasil produk juga tetap mengalami kenaikkan.

Hasil kajian tersebut membuka khasanah baru untuk dieksplorasi. Beberapa hal yang kemudian menjadi fokus dari penelitian antara lain mencakup:
- Mutu dan corak penyeliaan (supervision).
- Kelompok-kelompok informal antara pekerja.
- Sikap para tenaga kerja terhadap pekerjaannya.
- Pengaruh komunikasi dalam mempengaruhi dan menentukan efisiensi, motivasi, serta kepuasan kerja para pekerja.

Kegiatan lain pada bidang industri dimana teori, aturan dan prinsip psikologi umum diterapkan ialah pada kegiatan pelatihan dan pengembangan.

Kegiatan pelatihan dan pengembangan mulai dirasa amat penting ketika terjadi Perang Dunia II, dimana banyak perusahaan yang mengalami kekurangan tenaga terampil sehingga dirasa harus mengadakan pelatihan dalam industri.

Penerapan psikologi pada kegiatan penjualan mulai berkembang pesat pada tahun 1960-an. Manusia sebagai konsumen mulai diteliti perilakunya. Kebiasaan membeli dan proses pengambilan keputusan dalam membeli mulai dikaji dan dirumuskan aturan-aturan umumnya.

Melalui kegiatan promosinya, industri berusaha untuk mengambil hati konsumen menggunakan berbagai macam media massa seperti Koran, majalah, radio, televisi, dan lain-lain.

Penerapan teori, aturan, dan prinsip-prinsip psikologi memiliki pengaruh besar dalam perancangan kegiatan promosi tersebut.

Pada akhirnya di waktu yang bersamaan para sarjana psikologi mulai mempelajari organisasi sebagai suatu keseluruhan sebagai kelanjutan dalam meneliti hubungan antarmanusia dalam industri.

Penelitian tersebut mulai mencakup pada:
- Iklim dan budaya dari berbagai macam organisasi.
- Pola dan gaya komunikasi yang digunakan.
- Struktur sosial formal dan informal yang ditimbulkan.
- Pengaruh dan akibat dari keseluruhan poin di atas terhadap perilaku tenaga kerja.


Jadi, bila kita ingin meringkas proses perkembangan psikologi industri dan organisasi berdasarkan sejarah ialah sebagai berikut:

- WILHELM WUNDT (1879) – Laboratory, Leipzig, Jerman.

- WALTER DILL SCOTT (1911) – “Increasing Human Efficiency in Business” psikologi dalam periklanan, buku The Theory of Advertising membahas psikologi dalam dunia kerja.

- FRANK & LILLIAN GILBRETH – Time & MotionSstudies. (Prosedur dimana tugas kerja dipecah menjadi komponen-komponen sederhana berdasarkan pembagian waktu sehingga terbangun metode yang lebih efisien untuk mengerjakan tugas).

- Frederick Taylor (American Engineer) – Principles of Scientific Management (1911): Mencari cara efisien untuk melakukan pekerjaan dengan membuat alat-alat mekanik yang disesuaikan dengan struktur anggota badan, misalnya pesawat telepon dengan tombol tekan lebih baik daripada putar (ERGONOMI).

- HUGO M√úNSTERBERG (1913) - “Psychology & Industrial Efficiency”: Perang Dunia I (1914-1918) – Army Alpha project – Tentara menggunakan psikolog untuk proses rekrutmen.

- Journal of Applied Psychology (1917) – Jurnal I/O pertama: dokumentasi proyek Army Alpha & Beta.

- HAWTHORNE EXPERIMENTS:
1. Elton Mayo dan kelompoknya mengadakan penelitian di Pabrik Hawthorne di Western Electric Co. (1924-1932).
2. Mereka ingin meneliti hubungan antara faktor fisik dan produksi. (faktor penerangan dengan produksi), namun mereka malah menemukan hubungan antara faktor manusia dan sosial dengan produksi.
3. Studi ini merupakan peristiwa terpenting dalam sejarah Perilaku Organisasi.

Sumber:
http://www.onpsikologi.com/2015/09/hakikat-psikologi-industri-dan-organisasi.html
Perkembangan Psikologi Diferensial Dalam Bidang Industri

Perkembangan Psikologi Diferensial Dalam Bidang Industri

Bukan hanya psikologi umum yang perkembangannya didasari pada temuan-temuan eksperimen dan penelitian, tapi juga psikologi diferensial atau psikologi khusus.

Seorang sarjana Jerman, bernama William Stern memberikan dasar yang kuat pada ilmu psikologi diferensial ini. Bidang-bidang dan metode dari psikologis khusus diulas secara sistematik olehnya, dalam buku yang berjudul Die Differentielle, pada tahun 1900.

Dari psikologi khusus inilah kemudian berkembang menjadi psychotechniek atau yang dikenal dengan nama psikometri.

Baca juga: Perkembangan Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia

Psikometri merupakan cabang psikologi yang berupaya mempelajari dan mengukur gejala-gejala psikis yang khas dalam diri seseorang.

Cabang psikologi satu ini menekankan keunikan seseorang, menaruh perhatian pada adanya perbedaan antarmanusia yang diupayakan untuk dapat diukur dengan menggunakan alat-alat ukur yang kemudian dikenal sebagai tes psikologik.


Pengembangan Psikometri Menjadi Rangkaian  Tes Inteligensi

Awalnya, tes psikologik yang dikembangkan pada permulaan abad ke-20 ini mengukur inteligensi dan kemampuan mental lainnya dalam diri seseorang.

Tes inteligensi yang pertama dikembangkan oleh Binet dan Simon di Prancis. Tes inteligensi ini dilakukan sebagai pelaksanaan dari tugas pemerintah Prancis untuk mengembangkan alat ukur yang membedakan antara anak-anak dengan ingatan yang normal dengan ingatan yang lemah.

Tes inteligensi ini selanjutnya diadaptasi dan dikembangkan di Negara-negara lain di Eropa, juga di Amerika Serikat. Tes inteligensi dari Binet dan Simon dikembangkan di Amerika Serikat oleh Terman dan Merrill sehingga tes itu dikenal sebagai Terman-Merrill Intelligence Test.

Pada masa Perang Dunia I (1914), para sarjana psikologi di Amerika Serikat mendapat tugas untuk mengembangkan tes inteligensi yang dapat digunakan untuk menyeleksi anggota tentaranya.

Tes tersebut kemudian dikenal dengan nama Army Alpha Test, tes ini untuk calon tentara yang dapat membaca. Sedangkan bagi mereka yang buta aksara digunakan tes yang dikenal dengan nama Army Beta Test.

Psikometri berkembang dengan sangat pesat setelah Perang Dunia I. Banyak perusahaan yang sudah menggunakan tes-tes psikologik dalam menseleksi tenaga kerjanya.

Di samping tes inteligensi dan tes kemampuan, dikembangkan pula tes lain untuk mengukur kepribadian dan minat seseorang. Di era sekarang, tes-tes psikologik tidak hanya digunakan dalam seleksi tenaga kerja, tapi juga untuk penyuluhan dan bimbingan kejuruan dalam rangka rehabilitasi dan pengembangan karir tenaga kerja.

Perbedaan psikis antarmanusia ini kemudian ditekankan pula dalam program penyusunan dan penetapan insentif bagi para tenaga kerja dengan tujuan mereka dapat mempertahankan dan meningkatkan motivasi kerja.

Sejak Perang Dunia II berakhir, psikologi berkembang menjadi ilmu mandiri dalam upaya menjawab pertanyaan manusia dalam organisasi. Psikologi Differensial menjadi lebih berkembang di industri khususnya dalam kegiatan seleksi pegawai.

Penggunaan pengetahuan psikologi industri dan organisasi ditujukan untuk kepentingan dan kemanfaatan pihak-pihak yang terlibat.

Sumber:
http://www.onpsikologi.com/2015/09/hakikat-psikologi-industri-dan-organisasi.html
Perkembangan Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia

Perkembangan Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia

Indonesia baru mengenal dan mengembangkan psikologi sebagai ilmu di sekitar tahun 1950-an. Di tahun 1949, ketika kemerdekaan Indonesia diakui secara resmi oleh Belanda, dilakukan kegiatan-kegiatan psikologis dengan menerapkan tes-tes psikologik yang dilakukan oleh Balai Psychotechniek dari Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan RI.

Pemerintah mengadakan seleksi siswa untuk masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan Teknik, serta pengukuran psikometris guna keperluan penjurusan sekolah.

Pada tanggal 3 Maret 1953, didirikan Lembaga Pendidikan Asisten Psychologi, dan Balai Psychotechniek dari Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan RI di bawah pimpinan Prof. Dr. Slamet Iman Santoso. Lembaga tersebut dilebur ke dalamnya menjadi bagian Psikologi Kejuruan dan Perusahaan.

Baca juga: 5 Kesalahan Pola Pikir Karyawan Tentang Karir dan Keuangan

Lembaga Pendidikan Psychologi berkembang menjadi Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia hingga menjadi Fakultas Psikologi UI di tahun 1960-an. Kemudian, Bagian Psikologi Kejuruan dan Perusahaan sekarang ini telah menjadi Bagian Psikologi Industri dan Organisasi.

Psikologi industri yang merupakan cabang dari ilmu psikologi mulai berubah menjadi ilmu yang bisa dikembangkan teorinya melalui penelitian-penelitian.

Di tahun 2000 fakultas psikologi mulai bermunculan pada beberapa universitas negeri dan swasta di Indonesia. Banyak sekali bahan pengetahuan yang diperoleh oleh Indonesia dari adanya perkembangan psikologi industri dan organisasi yang telah maju di Negara-negara Barat.

Indonesia juga telah banyak mengadopsi berbagai hasil penelitian, teori-teori yang berkembang, serta metodologi dan perangkat peralatan yang canggih sebagai penunjang.

Di satu sisi, Indonesia juga harus tetap cermat dalam mengenali teori, aturan dan prinsip psikologi mana yang lebih sesuai untuk digunakan dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan Indonesia.

Terutama dalam penggunaan alat-alat penelitian dan pengukuran. Tes-tes psikologi yang telah dilakukan oleh Negara-negara barat selain perlu diterjemahkan, juga perlu diadaptasi dengan kondisi yang ada di Indonesia.

Peluang yang terbatas untuk mengembangkan psikologi industri dan organisasi menjadi masalah lain yang harus dihadapi. Padahal suatu ilmu dapat berkembang apabila dilakukan penelitian-penelitian dasar dan terapan, serta diperlukan peluang untuk menerapkan teori yang telah ada.

Selama ini peluang masih dirasa kurang, baik untuk keperluan penelitian maupun dalam penerapan ilmu. Akibatnya, psikologi industri dan organisasi sebagai ilmu belumlah mengalami perkembangan yang berarti.

Beberapa faktor utama yang membuat peluang terbatas dalam mengembangkan ilmu psikologi industri dan organisasi antara lain:
1. Sulitnya untuk memperoleh dana penelitian, kalaupun ada hanya sedikit.
2. Kurangnya kesiapan sarjana psikologi untuk mengadakan penelitian.
3. Masih sedikitnya jumlah tenaga yang siap bekerja untuk menerapkan psikologi.
4. Terbatasnya kesediaan dan kemampuan perusahaan untuk menggunakan jasa-jasa psikolog.

Secara umum dapat dikatakan bahwa psikologi dan industri di Indonesia dewasa ini masih sebatas ilmu terapan dengan kegiatan utamanya pada pelaksanaan pemeriksaan psikologis (psikotes) yang bertujuan menyeleksi dan penempatan kerja karyawan, serta penyuluhan, bimbingan kejuruan, maupun pengembangan karir.

Akan tetapi kemungkinan-kemungkinan untuk pengembangan psikologi dan industri di Indonesia belum dapat dilakukan sepenuhnya.

Bidang terapan lain dalam ilmu psikologi dan industri ialah bidang pelatihan. Sudah cukup banyak sarjana psikologi terlibat dalam penyusunan dan pelaksanaan program-program pelatihan di perusahaan.

Sedangkan pada bidang konsultasi organisasi atau perusahaan penerapannya masih belum begitu banyak dilakukan. Bidang-bidang lain yang masih dirasa kurang dalam penerapan ilmu psikologi dan industri antara lain bidang psikologi kekayaan, serta penelitian dan perilaku konsumen.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi pembaca.

Sumber:
http://www.onpsikologi.com/2015/09/hakikat-psikologi-industri-dan-organisasi.html

5 Kesalahan Pola Pikir Karyawan Tentang Karir dan Keuangan

Mungkin Anda pernah mengalami ketika baru pertengahan bulan, tapi kondisi keuangan sudah menipis dan khawatir kalau-kalau uang tersimpan tidak cukup hingga awal bulan di mana gaji bulanan Anda akan dibayarkan kembali.

Seringkali, sebagai karyawan kita terlena dengan berbagai kenyamanan yang ada, punya penghasilan tetap, bekerja di gedung ber-AC, bisa menikmati berbagai fasilitas yang diberikan oleh kantor dan lain-lain, semua itu kerap membuat kita memiliki pola pikir yang salah mengenai keuangan dan karir.

Lantas, apa saja pola pikir karyawan yang salah dan wajib dihindari tersebut? Simak ulasan kami berikut ini!

Baca juga: Ingin Kaya Di Usia Muda? Ikuti Tips Berikut Ini!


1. Menyepelekan Beberapa Pengeluaran Kecil

Makan siang, bensin, bayar parkir, jajan, mungkin kelihatan sepele. Tanpa disangka pengeluaran-pengeluaran kecil tersebut dapat menguras isi dompet. Coba saja Anda kalikan selama sebulan.

Mulai sekarang cobalah untuk lebih memperhatikan pengeluaran-pengeluaran kecil yang bila Anda kumpulkan sebenarnya dapat membuat kondisi keuangan Anda jadi lebih stabil.


2. Mengandalkan Sumber Penghasilan Hanya Dari Gaji Bulanan

Menerima gaji rutin setiap bulan mungkin dapat membuat Anda tenang. Tapi apakah gaji tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Anda selama satu bulan?

Ada baiknya Anda jangan berpuas diri, bukan mengajak Anda untuk serakah, tapi bukankah lebih baik bila Anda dapat membagi waktu dan mengoptimalkan keahlian untuk mengerjakan hal-hal yang bisa menghasilkan uang tambahan.

Apalagi di zaman dengan biaya kebutuhan hidup yang semakin tinggi, memiliki setidaknya dua sumber penghasilan merupakan pilihan cerdas.


3. Menganggap Kartu Kredit Sebagai Uang Ekstra

Saat ini, Kartu kredit memang dapat menjadi magnet bagi banyak orang. Namun, sering pula membuat karyawan lupa diri.

Banyak karyawan yang memanfaatkan kartu kredit sebagai solusi uang ekstra untuk memenuhi kebutuhan. Ini adalah pola pikir yang salah, sebab cara ini malah akan menjerumuskan Anda ke jurang utang yang lebih dalam.


4. Membangun Relasi Harus Ke Tempat Mahal

Membangun relasi bisnis bagi para karyawan merupakan hal yang penting. Namun, membangun relasi bisnis tidak pula harus pergi ke tempat mahal. Karena kita tidak pernah tahu “siapa bisa membawa kita ke mana”.

Hal terpenting ialah Anda harus bisa membaca karakter orang yang hendak kita jamu. Bila Ia adalah tipe orang yang nyaman makan di rumah makan, kenapa harus diajak makan ke hotel bintang lima?


5. Tidak Pernah Berpikir Tentang PHK atau Pensiun

Tidak sedikit para karyawan yang telah bekerja bertahun-tahun dan tanpa sadar terjebak di zona nyaman. Sehingga membuat dirinya enggan mencoba peluang yang lebih baik.

Anda harus ingat, kemungkinan perusahaan swasta tempat Anda bekerja mengalami kolaps tetaplah ada. Bagaimana kalau itu tiba-tiba terjadi, dan Anda harus mengalami PHK?

Oleh sebab itu, pikirkanlah tentang PHK dan masa pensiun sejak dini. Persiapkan diri Anda dengan menabung sedikit demi sedikit sebagai dana pensiun.

Jangan lupa untuk meng-update CV Anda untuk berjaga-jaga bila selanjutnya Anda ingin resign ke perusahaan lain. Anda harus terus mencari informasi tentang peluang karir yang lebih baik, namun tetap jaga etika profesional dengan perusahaan tempat Anda bekerja saat ini.


Tak ada jaminan bahwa dengan pekerjaan dan gaji yang besar akan membuat Anda lebih sejahtera, terutama di masa tua. Zaman telah berubah, kita harus lebih jeli melihat setiap peluang dan memanfaatkannya dengan baik sehingga Anda akan memiliki kehidupan yang lebih baik di masa tua.

Sumber:
google.co.id

Deskripsi Tugas dan Tanggung Jawab Kerja Marketing Funding

Dalam dunia kerja perbankan, ada salah satu bagian yang bernama Marketing Funding. Secara umum, definisi marketing funding berasal dari 2 kata, yakni marketing dan funding.

Arti kata marketing di sini merupakan rangkaian proses pemasaran produk atau jasa yang ditawarkan oleh bank. Sedangkan funding merupakan proses menghimpun dana dari masyarakat, atau dengan kata lain kegiatan membeli dana dari masyarakat.

Jadi, definisi dari marketing funding adalah suatu fungsi jabatan pekerjaan (dalam hal ini di sebuah bank) untuk memasarkan atau mempromosikan dan juga menghimpun dana dari masyarakat.

Baca juga: Deskripsi Umum Tugas dan Wewenang Bagian-bagian Kerja di Bank

Biasanya, seorang marketing funding akan diberikan daftar nama yang memiliki potensi untuk menitipkan dananya (menabung) pada bank.

Di dunia perbankan, posisi marketing funding juga sering dikenal dengan sebutan funding officer. Waktu kerjanya lebih banyak dihabiskan di luar kantor (kerja lapangan). Sangat jarang seorang marketing funding ditemui di dalam kantor.

Deskripsi tugas dan tanggung jawab kerja marketing funding akan kami jelaskan pada uraian berikut ini!


Tugas-tugas Marketing Funding

- Mencari dan menawarkan kepada nasabah (pihak ketiga) yang memiliki dana lebih untuk menyimpan dananya tersebut di bank dalam bentuk produk yang dimiliki oleh bank itu sendiri bisa berupa simpanan tabungan, simpanan giro, maupun simpanan deposito.

- Memperkenalkan, mempromosikan, dan memasarkan produk perbankan, serta memperluas jaringan (relasi) antar perbankan atau dengan pihak-pihak lain di luar perbankan itu sendiri.


Tanggung Jawab Kerja Marketing Funding

Tanggung jawab seorang marketing funding ialah pada pencapaian target bidang usaha funding (pendanaan). Bank akan memberikan target kepada marketing funding untuk menghimpun dana sebanyak-banyaknya dari nasabah.

Dana yang dihimpun tersebut akan dimasukkan ke dalam salah satu produk bank, bisa berupa simpanan tabungan, simpanan giro, maupun simpanan deposito.

Selanjutnya, dana yang telah dihimpun oleh marketing funding akan disalurkan kembali oleh bank melalui berbagai macam produk pinjaman kepada nasabah atau pihak lain baik secara individu, lembaga, maupun swasta yang prosesnya akan ditangani oleh bagian lain yaitu marketing lending.


Kemampuan Kerja yang Dibutuhkan Marketing Funding

Dalam melaksanakan pekerjaannya, seorang marketing funding harus memiliki beberapa ability atau kemampuan berikut ini:
- Kemampuan berkomunikasi yang baik.
- Kemampuan untuk menjaga hubungan baik dengan nasabah dan juga calon nasabah.
- Kemampuan menganalisa calon nasabah dari segi kebutuhan si nasabah itu sendiri.
- Interpersonal skill yang baik.
- Kemampuan untuk menjalin atau membangun jaringan (relasi) yang baik dengan berorientasi pada target yang telah ditetapkan.


Demikian informasi tentang tugas-tugas dan tanggung jawab kerja bagian marketing funding yang dapat kami sampaikan, bila Anda berminat untuk menjadi seorang marketing funding di bank maka diperlukan kemampuan dan pengalaman yang mumpuni dalam berkomunikasi, serta menjalin hubungan baik dengan konsumen.

Sumber:
http://www.jobdesc.net/job-desc/tugas-dan-job-deskripsi-marketing-funding.html

Deskripsi Umum Tugas dan Wewenang Bagian-bagian Kerja di Bank

Bekerja di dunia perbankan masih menjadi incaran para pencari kerja di Indonesia. Apalagi saat ini pekerjaan di bank untuk bagian tertentu bisa dimasuki oleh tenaga kerja dari berbagai jurusan program studi.

Berikut ini kami akan berbagi beberapa bagian-bagian kerja di bank beserta deskripsi tugas dan wewenang kerjanya secara umum.

1. Kepala Cabang

Tugas dan wewenang dari Kepala Cabang di suatu bank antara lain:

- Mengarahkan, mengkoordinasikan dan mengawasi tugas-tugas bawahannya.

- Mengawasi jalannya operasional di unit pelayanan yang menjadi tanggung jawab bawahannya.

- Melakukan fungsi manajemen personalia seperti pendelegasian wewenang, penilaian karyawan, dan pengendalian lingkungan kerja.

Baca juga: Deskripsi Tugas dan Tanggung Jawab Kerja Pegawai Administrasi Perkantoran


2. Kepala Bagian Operasional

Tugas dan wewenang dari Kepala Bagian Operasional antara lain:

- Mengawasi dan mengendalikan operasi bank agar terlaksana dengan baik.

- Menjalankan fungsi kepemimpinan pada bagian operasional.

- Menyusun anggaran atau rencana kerja pada bidang operasional.

- Melaksanakan program kerja sesuai dengan rencana anggaran kantor.


3. Head Teller

Tugas dan wewenang dari Head Teller antara lain:

- Melakukan pengarahan langsung, memonitor secara aktif dan mengkoordinasi seluruh jalannya transaksi yang ditangani teller, misalnya setoran, penarikan, pemindah bukuan, dan lain-lain.

- Memberi solusi jika terjadi masalah di counter dan apabila teller selisih melakukan balancing akhir hari.

- Memberikan offer rate atas transaksi yang melebihi wewenang teller.

- Memverifikasi dan mencocokan balancing akhir hari.

- Memeriksa cash box teller.

- Menyelesaikan pos-pos terbuka atau selisih yang belum tersesuaikan.

- Melaporkan transaksi valas kepada Kepala Bagian Operasional.

- Menentukan pembukaan counter tambahan sesuai dengan kebutuhan.


4. Customer Service Officer

Fungsi dasar dari customer service officer ialah memberi layanan kepada nasabah dalam hal memberikan informasi, menampung keluhan nasabah, cross selling, dan membantu nasabah dalam penyelesaian masalah.

Tugas Customer Service Officer (CSO)

- Melayani pendaftaran produk bank dan membantu menjawab pertanyaan nasabah mengenai produk atau jasa yang ada di bank bersangkutan.

- Menyelesaikan permasalahan atas komplain dari nasabah yang merasa tidak puas terhadap layanan atau produk bank.

- Melayani dan memenuhi harapan nasabah dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat.

- Melakukan beberapa pekerjaan administrasi seperti melakukan sistem filying atas berkas-berkas yang ada dalam tanggung jawab bank bersangkutan dengan benar dan rapi agar dapat dengan cepat ditemukan ketika suatu saat diperlukan.

Peranan Customer Service Officer (CSO)

- Membentuk persepsi nasabah terhadap kualitas layanan suatu bank dengan citra yang baik.

- Sebagai front office, CSO merupakan ujung tombak dalam pemberian layanan langsung kepada nasabah.

- Penghubung antara bank dengan para nasabah, terutama dalam membuka hubungan bank dengan nasabah-nasabah baru.

- CSO berperan sebagai Deskman, yaitu petugas yang membantu pelayanan berbagai aplikasi termasuk mengarahkan nasabah dalam pengisian formulir aplikasi serta bertanggung jawab atas kelancaran proses pelayanan tersebut.

- CSO merupakan komunikator yang menyampaikan kepada nasabah tentang produk maupun jasa yang ditawarkan oleh bank dan keunggulan dari masing-masing produk tersebut dengan penyampaian yang jelas, mudah dimengerti, serta menarik perhatian nasabah.


5. Teller

Fungsi teller secara umum ialah memberikan layanan transaksi baik bersifat tunai maupun non tunai kepada nasabah, dengan ruang lingkup sebagai berikut:

- Penerimaan dan pembayaran tunai atau non tunai dalam bentuk Rupiah maupun valuta asing untuk produk-produk perbankan seperti: tabungan (giro), deposito, kliring, kiriman uang dalam dan luar negeri, inkaso dalam dan luar negeri, bank note/traveler cheque, serta berbagai jasa pembayaran yang termasuk dalam pelayanan bank (misalnya: pembayaran listrik, telepon, PAM, dan lain-lain).

- Memeriksa kelengkapan transaksi yang sedang ditangani.

- Memeriksa saldo uang tunai teller pada cash box.

- Melaksanakan system failing dan arsip sesuai prosedur yang berlaku.

- Melayani nasabah dalam transaksi financial yang bersifat fisik.

- Pengaturan uang tunai dan penyelesaian proses transaksi.

- Verifikasi atau pencocokan tanda tangan pada formulir dengan dokumen asli untuk memastikan tanda tangan tersebut sah.

- Memeriksa kelengkapan formulir transaksi, keaslian dan pengisian warkat (cek atau bilyet giro) yang dilakukan oleh nasabah.

- Melaksanakan pengoperasian BDS (Brach Delivery System) dan IDS (Intergrated Deposit System).


6. Cash Vault

Cash Vault bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Operasional dalam menjalankan tugas-tugas sebagai berikut:

- Mengelola kas besar.

-  Melakukan penyetoran dan pengambilan uang tunai oleh teller.

- Memeriksa dan mengisi mesin ATM bersama Kepala Bidang Operasional.


7. Driver

Tugas kerja dari Driver antara lain:

- Menunjang kelancaran transportasi yang diperlukan kantor.

- Mengurus dan merawat mobil agar tetap bersih dan siap pakai.

- Melaporkan kerusakan kendaraan agar segera dilakukan perbaikan.

- Bersama petugas kantor dan satpam membawa uang setoran dari kantor cabang utama ke kantor cabang pembantu, atau sebaliknya.


8. Security (Satpam)

Tugas dari Security atau Satuan Pengamanan (Satpam) antara lain:

- Bertanggung jawab kepada Kepala Cabang dalam hal keamanan.

- Mengawasi dan menjaga keamanan dari kegiatan operasional kantor.

- Mengawal penyetoran dan pengambilan uang dari Kantor Cabang ke Kantor Cabang Pembantu.

- Selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya kejahatan yang dapat mengganggu kegiatan operasional.


9. Cleaning Service / Office Boy

 Tugas kerja dari Cleaning Service dan Office Boy antara lain:

- Menjaga kebersihan kantor secara keseluruhan.

- Membantu penyimpanan arsip dan dokumen nasabah.

- Sewaktu-waktu bila dibutuhkan, melakukan kegiatan pengiriman (kurir) dokumen ke Kantor Cabang Pembantu atau Kantor lainnya.

Sumber:
http://tulisanterkini.com/artikel/artikel-ilmiah/6701-tugas-dan-wewenang-bank-bca.html

4 Tips beradaptasi dengan kantor baru

4 Tips beradaptasi dengan kantor baru
Untuk kamu yang baru saja bekerja di kantor baru, apalagi kamu yang baru saja lulus atau freshgradute memang membutuhkan beberapa langkah dalam beradaptasi di lingkungan baru, terlebih lagi kamu akan berada di lingkungan dan suasana yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Di sini akan disampaikan beberapa tips yang mungkin bisa kamu terapkan untuk beradaptasi pada lingkungan kantor baru.


Baca juga: Cara Menghindari Utang Meski Gila Belanja

1. Datanglah lebih pagi dari waktu yang ditetapkan

Dengan kamu datang lebih awal dari waktu yang ditetapkan itu menunjukkan bahwa kamu memiliki kemauan yang baik untuk bekerja pada perusahaan tersebut. Selain itu hal tersebut dapat memberikan citra yang baik bagi kamu dari pihak perusahaan.


2. Berpakaian rapi

Banyak orang yang berkata bahwa pribadimu dapat dilihat dari cara berpakaianmu. Maka, ketika kamu baru memasuki hari pertama di kantormu sebaiknya kamu menggunakan pakaian yang rapi dan sopan.

Serta jangan lupa kamu memakai minyak wangi atau bahkan berdandan kembali sebelum masuk ke kantor.


3. Berikan senyum 

Selalu memberikan senyum kepada orang yang kamu temui mungkin bisa kamu lakukan. Hal tersebut dapat mengurasi rasa gugup kamu.

Selain itu, hal ini juga bertujuan agar kamu bisa beradaptasi dengan baik terhadap orang-orang di sekitarmu saat ini.


4. Tunjukkan semangat kerja

Dengan menunjukkan semangat kerja yang tinggi, dapat membuat kamu lebih relax dalam mengerjakan pekerjaan kantormu saat ini.

Semangat kerja yang baik dapat ditimbulkan dari tubuh yang sehat. Jika kamu terlalu disibukkan dengan pekerjaanmu sehingga membuat kamu  tidak memiliki waktu untuk aktifitas lain, maka dengan menggunakan kartu kredit dapat membantumu.

HaloMoney dapat membantu kamu membandingkan dan menemukan kartu kredit yang cocok untuk kebutuhanmu.

Source : Blog HaloMoney

Deskripsi Tugas dan Tanggung Jawab Kerja Pegawai Administrasi Perkantoran

Deskripsi Tugas dan Tanggung Jawab Kerja Pegawai Administrasi Perkantoran
Administrasi perkantoran merupakan proses dokumentasi pengoperasian kantor sehari-harinya. Tugas dari administrasi tersebut biasanya menjadi tanggung jawab dari manajer yang wewenangnya didelegasikan kepada pegawai administrasi perkantoran.

Berdasarkan struktur operasi umum organisasi dan kompleksitas tugas yang berhubungan dengan operasi pada umumnya, tanggung jawab pegawai administrasi perkantoran akan berfokus pada keterlibatan dalam pengelolaan berbagai fungsi di lingkungan perusahaan.


Tanggung Jawab Utama Pegawai Administrasi Perkantoran

Salah satu tugas utama pegawai administrasi perkantoran ialah pengelolaan berbagai urusan karyawan yang terkait dengan kantor.

Baca juga: Deskripsi Tugas dan Wewenang Staf Administrasi Akademik di Perguruan Tinggi

Biasanya, pegawai administrasi perkantoran bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap staf kantor, dan memastikan bahwa setiap karyawan yang ada pada lingkup kerjanya memiliki sumber daya yang kompeten dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Selain itu, pegawai administrasi perkantoran juga difungsikan untuk memecahkan masalah, memberik dukungan dan bantuan kepada karyawan apabila selama penyelesaian tugas yang dikerjakannya mengalami kendala atau situasi yang tidak biasa.

Pegawai administrasi perkantoran diberikan pula tanggung jawab untuk melakukan evaluasi karyawan, merekomendasikan kenaikan gaji, dan juga memberikan pelatihan atau pengetahuan mengenai pekerjaannya di kantor agar karyawan dapat meningkatkan hubungan kerja dengan pemilik perusahaan.

Seiring dengan pengelolaan dan pemberian dukungan kepada karyawan, pegawai administrasi perkantoran harus melibatkan diri dalam koordinasi untuk perbaikan peralatan atau fasilitas kantor serta menyiapkan dan mengirimkan permintaan barang-barang baru yang dibutuhkan sebagai sumber daya dalam bekerja.

Seringkali pegawai administrasi perkantoran juga dibebankan tugas untuk mengelola perlengkapan kantor seperti kertas, alat tulis, pita printer, atau barang lain yang sering dipakai di kantor.

Dengan dana yang telah dianggarkan dan perencanaan dana bagi periode anggaran selanjutnya, laju operasi kantor akan dijaga oleh pegawai administrasi perkantoran.

Pemilik perusahaan biasanya mengharuskan pegawai yang menduduki jabatan administrasi perkantoran minimal berpendidikan D2 atau di atasnya dari jurusan yang berhubungan dengan fungsi umum bisnis pada lembaga pendidikan terakreditasi, namun hal ini bergantung pada ruang lingkup keterlibatan administrasi perkantoran yang akan diembannya.

Pada perusahaan berskala besar dengan lingkungan kantor yang kompleks, pegawai administrasi perkantoran mungkin akan membutuhkan gelar S1 sesuai dengan bidang studi yang ditempuhnya.

Kendati demikian, banyak perusahaan yang lebih menyukai untuk mempromosikan karyawan dari dalam perusahaan dengan dibekali pelatihan dalam mengerjakan tugas-tugas administrasi perkantoran.

Cara ini biasanya akan membuat manajemen perusahaan membantu karyawannya untuk melanjutkan pendidikan dan memperoleh gelar S1 sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dijalaninya.


Tugas-tugas Pekerjaan Pegawai Administrasi Perkantoran

Tugas-tugas pegawai administrasi perkantoran bisa bervariasi dan berbeda di masing-masing perusahaan, namun ada beberapa tugas utama yang membutuhkan kemampuan dasar untuk menempati jabatan ini.

Di antara kemampuan utama yang harus dimiliki pegawai administrasi perkantoran ialah komunikasi dan organisasi. Selain itu juga kemampuan untuk melakukan hubungan telepon dengan baik, kemampuan tulisan dan berbicara juga menjadi kemampuan yang sangat vital.

Sebab, pegawai administrasi perkantoran akan sering melakukan korespondensi dengan orang-orang penting baik dari lingkungan internal maupun eksternal perusahaan.

Kesuksesan dalam menduduki jabatan sebagai pegawai administrasi perkantoran juga harus didukung dengan kemampuan organisasi yang baik, karena nantinya jabatan ini akan bertanggung jawab di hampir banyak pekerjaan yang menjadi tugas-tugasnya.

Berikut ini kami uraikan beberapa tugas pegawai administrasi perkantoran yang utama.


1. Menjawab dan Melakukan Panggilan Telepon

Menjawab dan melakukan panggilan telepon merupakan tugas utama yang diperlukan bagi pegawai administrasi perkantoran.

Kemampuan menjawab telepon yang baik, suara yang ramah dan penekanan pada hal-hal penting yang perlu disampaikan harus bisa dikuasai dengan baik oleh orang yang berada pada posisi pekerjaan ini.

Pegawai administrasi perkantoran akan sering melakukan pembicaraan bersama konsumen, atasan, penyalur, dan kalangan profesional lainnya.

Menjawab pertanyaan, mengetahui alamat, dan meneruskan panggilan telepon ke atasan atau wakil perusahaan lain akan menjadi tugas Anda sehari-hari.


2. Penjadwalan Acara dan Kegiatan Kantor

Pegawai administrasi kantor biasanya juga akank bertanggung jawab untuk menjadwalkan pertemuan atau acara yang akan diadakan di perusahaan.

Tidak hanya penjadwalan pada satu orang saja, kemungkinan Anda juga akan bertanggung jawab pada penjadwalan keseluruhan staf yang ada di kantor.

Misalnya, pengaturan janji dengan klien atau merencanakan pertemuan dan rapat mingguan para staf kantor. Dalam beberapa situasi, berfungsi pula sebagai asisten pribadi manajer atau Atasan Anda.


3. Komunikasi Mewakili Perusahaan

Pada beberapa situasi, Anda juga akan dimungkinkan sebagai suara perusahaan. Sering berbicara atas nama atasan atau perusahaan Anda.

Oleh sebab itu, dibutuhkan kemampuan interpersonal yang baik untuk dapat melaksanakan tugas ini. Anda tidak hanya akan berkomunikasi dengan orang-orang di lingkungan perusahaan saja, tapi juga di luar perusahaan.

Bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi-informasi penting perusahaan yang perlu disampaikan untuk karyawan maupun dunia luar.

Komunikasi mewakili perusahaan dapat berlangsung secara tatap muka, melalui surat, via telepon, faksimile, maupun lewat email.


4. Entri Data ke Dalam Database Perusahaan

Seorang pegawai administrasi perkantoran mungkin akan bertanggung jawab untuk membuat dan memelihara data lembar kerja serta memasukkan informasi ke dalam database perusahaan. Namun hal ini bergantung pada profesi dan jenis perusahaan Anda.

Misalnya pegawai administrasi perkantoran pada perusahaan konstruksi, menyimpan data lembar kerja dari supplier dan harga material mungkin akan menjadi salah satu tugas pekerjaannya.

Input data dan penyimpanan berbagai catatan rinci mengenai informasi konsumen seperti alamat, nomor kontak, alamat email, dan catatan layanan lainnya juga akan menjadi tugas-tugas pegawai administrasi perkantoran.


5. Pengorganisasian dan Pengarsipan

Tugas ini merupakan kategori yang paling inklusif dan sangat penting. Administrator harus mampu memberi sentuhan organisasi dan efisiensi pada seluruh sumber daya kantor dan aspek penting lainnya pada perusahaan.

Pengorganisasian serta pemeliharaan sistem pengarsipan yang teratur dan efisien juga menjadi tugas penting dari pegawai administrasi perkantoran.


Deskripsi Pekerjaan Pegawai Administrasi Perkantoran

Pegawai administrasi perkantoran memiliki cakupan berbagai fungsi kerja yang luas. Di antaranya yang paling pokok ialah bertanggung jawab dalam operasionalisasi, organisasi dan tugas-tugas yang terdiri atas semua fungsi dari penanganan sumber daya manusia hingga menjaga keseimbangan aset dan keuangan, bergantung dari seperti apa kebijakan dan kondisi pekerjaan dari perusahaan yang bersangkutan.

Tanggung jawab yang diemban oleh pegawai administrasi perkantoran mencakup berbagai kegiatan organisasi yang sejalan dengan visi dan misi perusahaan.

Tugas-tugas seorang pegawai administrasi perkantoran memang cukup banyak, di samping harus menjalankan fungsi administrasi, juga sebagai pembangun hubungan baik antara para karyawan dengan manajemen/pemilik perusahaan.

Mengawasi fungsi staf dan memastikan produktivitas tetap terjaga dan melakukan pemeriksaan kualitas kerja juga bisa termasuk dalam pekerjaan pegawai administrasi perkantoran.

Membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antara karyawan dan perusahaan serta mempertahankan kedekatan dan kolaborasi yang efektif dalam organisasi juga menjadi tugas kerja jabatan ini.

Keahlian dan spesialisasi yang dibutuhkan oleh pegawai administrasi perkantoran merupakan kemampuan bekerja sendiri dan juga bekerja dalam sebuah tim.

Kualifikasi pendidikan dan pengalaman adalah aspek penting yang akan menunjang kemampuan pegawai administrasi perkantoran dalam bekerja dan membangun perusahaan.

Sumber: Google.co.id

Deskripsi Tugas dan Wewenang Staf Administrasi Akademik di Perguruan Tinggi

Deskripsi Tugas dan Wewenang Staf Administrasi Akademik di Perguruan Tinggi
Berikut ini akan kami bagikan kepada Anda mengenai deskripsi tugas dan wewenang Staf Bagian Administrasi Akademik, sebuah posisi jabatan yang biasanya ada pada lembaga pendidikan tinggi, seperti Universitas, Akademi, Sekolah Tinggi, dan lembaga perguruan tinggi lainnya.


Tugas-tugas Staf Administrasi Akademik Perguruan Tinggi

- Membantu semua pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan kegiatan administrasi akademik demi kelancaran jalannya proses pendidikan di perguruan tinggi.

Baca juga: Deskripsi Singkat Pekerjaan Bagian Administrasi Tata Usaha Sekolah

- Melaksanakan dan membantu kegiatan yang berkaitan dengan pendaftaran mahasiswa baru, heregistrasi mahasiswa, pemrograman mata kuliah, pencetakkan absensi kuliah mahasiswa, pembagian KHS (Kartu Hasil Studi), dan pengecekkan nilai hasil ujian ketika ada komplain dari mahasiswa.

- Mengarsipkan semua dokumen yang berhubungan dengan akademik, seperti Buku Laporan Registrasi, Buku Laporan Wisuda, dan semua KHS dari berbagai Fakultas maupun Jurusan di tiap-tiap semester.

- Menerima, mendokumentasikan, dan mengarsipkan nilai mata kuliah dosen pengampu mata kuliah dari semua fakultas dan jurusan.

- Mengarsipkan dokumen-dokumen berupa fotocopy nilai (transkrip alumni beserta ijazahnya) serta memberikan ijazah dan transkrip asli kepada alumni yang bersangkutan.

- Melaksanakan tugas pengetikan surat-surat keterangan seperti keterangan masih studi, keterangan beasiswa, keterangan perpustakaan, keterangan lulus, keterangan cuti studi, keterangan mutasi studi, pemrosesan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

- Pengetikkan surat keputusan mengenai susunan kepanitiaan kegiatan yang berhubungan dengan bagian administrasi akademik.


Wewenang Staf Administrasi Akademik Perguruan Tinggi

- Bekerja sama dengan staf administrasi akademik lain maupun staf unit kerja di bagian lain dalam lingkup perguruan tinggi yang bersangkutan.

- Melaporkan hasil kegiatan dan bertanggung jawab kepada Kepala Sub Bagian Administrasi Pendidikan dan Pengajaran serta Kepala Bagian Administrasi Akademik.


Itulah sekilas mengenai deskripsi tugas dan wewenang pegawai bagian administrasi akademik yang ada di perguruan tinggi. Semoga bermanfaat.

Sumber: 
Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UIN Malang.

Struktur Organisasi Perusahaan Secara Umum dan Deskripsi Kerja Masing-masing Posisi

Sebuah perusahaan memiliki struktur organisasi yang menggambarkan interaksi, tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian atau posisi yang diduduki oleh seorang karyawan.

Struktur organisasi tersebut memuat alur perintah yang mengidentifikasi jabatan pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing karyawan atas semua kegiatan kerja maupun komunikasinya dengan unit lain dalam lingkup perusahaan tersebut.

Baca juga: Pentingnya Employee Engagement Dalam Menentukan Kesuksesan Perusahaan


Berikut ini merupakan penjelasan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing posisi tersebut:


Direksi

Direksi biasanya terdiri dari satu orang direktur utama, tiga orang wakil direktur utama, dan enam orang direktur.

Tugas utama Direksi:

- Memimpin perusahaan secara umum, dan menentukan usaha dalam mengelola perusahaan.

- Memegang kendali dan kuasa secara penuh serta bertanggung jawab dalam pengembangan perusahaan secara keseluruhan.

- Menentukan kebijakan yang akan dilaksanakan perusahaan, dan melakukan penjadwalan seluruh kegiatan perusahaan.

Tanggung jawab Direksi:

- Mengelola usaha perseroan sesuai Anggaran Dasar perusahaan

- Mengevaluasi kinerja operasional dan keuangan perseroan serta meninjau strategi dan hal-hal penting lainnya.

- Membahas dan menyetujui hal-hal yang membutuhkan perhatian dengan segera.


Direktur Utama

Tugas dan Tanggung Jawab Direktur Utama:

- Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan bidang administrasi keuangan, kepegawaian, dan kesekretariatan.

- Mengkoordinasikan serta mengendalikan kegiatan pengadaan peralatan dan perlengkapan.

- Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.

- Mengontrol uang pendapatan, dan hasil penagihan piutang perusahaan.

- Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Dewan Direksi dan bertanggung jawab kepada Dewan Direksi.

- Memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif.

- Bekerja sama dengan MD atau CEO untuk menawarkan visi dan imajinasi di tingkat direksi.

- Memimpin rapat umum dan memastikan pelaksanaannya sesuai tata tertib, adil, serta memberi kesempatan bagi semua jajaran untuk memberi kontribusi secara tepat. Pengarah diskusi ke arah consensus, serta menjelaskan dan menyimpulkan tindakan maupun kebijakan yang dihasilkan.

- Bertindak sebagai perwakilan organisasi dalam berhubungan dengan pihak di lingkup eksternal perusahaan.

- Mengelola bagian terkemuka dalam menentukan komposisi dari board dan sub-komite, sehingga efektivitas dan keselarasan dapat tercapai.

- Menjalankan tanggung jawab dari direktur perusahaan sesuai dengan standar etika dan hukum, sebagai referensi dalam standar dokumen kebijakan direktur yang mungkin akan digunakan.


Direktur

Tugas-tugas Direktur:

- Menetapkan prosedur kegiatan perusahaan pada tiap-tiap manajemen untuk mencapai tujuan yang perusahaan.

- Menetapkan tujuan dari tiap-tiap manajer yang ada di perusahaan.

- Mengkoordinir dan mengontrol kegiatan-kegiatan dari manajer dan pertanggungjawabannya secara periodik.

- Menentukan besaran gaji karyawan, melakukan pengangkatan, pemberhentian dan mutasi karyawan.

- Membuat dan menetapkan kebijakan operasional perusahaan untuk jangka pendek.


Tanggung Jawab Direktur:

Sebagai pimpinan perusahaan, Direktur bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan karena Direktur lalai dalam menjalankan kepengurusan sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan yang tertera dalam Anggaran Dasar.

Sesuai dengan UU No. 4 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, atas kerugian PT, direktur dapat dimintakan pertanggungjawabannya secara perdata.

Namun, bila kerugian diderita bukan karena kelalaian Direktur dalam menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan yang tertera dalam Anggaran Dasar, maka Direktur tidak dapat dituntut secara perdata atas kerugian tersebut.


Direktur Keuangan

Tugas-tugas dan Tanggung Jawab Direktur Keuangan:

- Direktur keuangan dapat membentuk organ setingkat di bawahnya dengan jumlah yang ditetapkan atas persetujuan Dewan Direksi.

- Mengawasi operasional bidang keuangan perusahaan, dan melakukan pengecekan lapangan mengenai bagian keuangan.

- Meminta pertanggungjawaban dari tiap-tiap bagian pada tingkat di bawahnya.

- Menetapkan prosedur pelaksanaan tentang keuangan secara rinci, dan mempertanggungjawabkan kegiatan yang ada di bagian keuangan.

- Menetapkan standar pekerjaan lapangan guna menjamin tidak adanya kebocoran dalam lingkup bagian keuangan.


Direktur Personalia

Tugas-tugas dan Tanggung Jawab Direktur Personalia:

- Pengendalian kebijakan pegawai dan pengembangan sistem perencanaan personalia.

- Pelaksanaan kebutuhan kepegawaian dan administrasi.

- Pembinaan dan pengembangan staff administrasi.


Manager

Tugas-tugas dan Tanggung Jawab Manager:

Mengintegrasikan berbagai macam variabel seperti karakteristik, budaya, pendidikan dan sebagainya ke dalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian. Mekanisme yang diperlukan guna menyatukan variabel di atas antara lain sebagai berikut:
- Pengarahan yang meliputi pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
- Membuat rancangan organisasi dan deskripsi pekerjaan.
- Melakukan seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
- Mengembangkan sistem komunikasi dan pengendalian.
- Membuat sistem reward dan punishment bagi karyawan.


Manager Personalia

Tugas-tugas dan Tanggung Jawab Manager Personalia:

- Pengorganisasian serta perencanaan program dan pengendalian Unit Personalia.
- Membuat alur proses administrasi seluruh kegiatan personalia.
- Melakukan proses dan prosedur rekrutmen karyawan seperti searching, interview, test and selection.
- Melakukan remuneration management, yaitu struktur dan skala gaji, basic salary, allowance, incentive, dan overtime.
- Mengembangkan sistem penilaian kinerja karyawan.
- Membuat dan mengurus seluruh perizinan ketenagakerjaan.
- Melakukan promosi, mutasi, demosi, dan PHK terhadap karyawan.
- Mengendalikan karyawan tetap, kontrak, harian, maupun magang.
- Mengurus perjalanan dinas karyawan baik di dalam atau luar negeri beserta fasilitasnya.
- Melakukan training dan evaluasi.
- Mempersiapkan medical, hospital, asuransi, dan dana pensiun bagi karyawan.
- Mengatur benefit dan fasilitas karyawan.
- Mengembangan sistem penyediaan data karyawan, surat-surat dan form administrasi kegiatan personalia.
- Membuat dan mengembangkan sistem dokumentasi tenaga kerja yang efektif.
- Membuat dan mengembangkan sistem pelaporan seluruh kegiatan personalia.


Manager Pemasaran

Tugas dan Tanggung Jawab Manager Pemasaran:
- Bertanggung jawab penuh dalam menjalankan fungsi dan tugas sebagai kepala bagian pemasaran kepada direktur.
- Melaporkan hasil kerja bagian pemasaran kepada direktur secara berkala.
- Menetapkan prosedur operasional dan informasi yang lebih efisien kaitannya dengan pemasaran yang dilakukan perusahaan.


Manager Produksi

Tugas dan Tanggung Jawab Manager Produksi:
- Bersama-sama dengan bagian lain untuk mengatasi dan mengantisipasi berbagai masalah yang berkaitan dengan produksi.
- Membawahi beberapa bagian pada tingkat di bawahnya, seperti PPC, Produksi, Pembelian, Gudang, dan lain-lain.
- Bersama-sama dengan supervisor menangani masalah produksi di pabrik.
- Bertanggungjawab langsung kepada direktur dan membuat laporan secara berkala.
- Melakukan konsultasi kepada direktur secara berkala untuk mencapai keselarasan pelaksanaan tugas.
- Mengarahkan setiap bagian di bawahnya untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan perusahaan.


10. Divisi Regional

Tugas dan Tanggung Jawab Divisi Regional:
- Mengelola asset perusahaan dan menjalankan bisnis secara benar sesuai arah dan tujuan perusahaan.
- Menyepakati target kinerja dengan direksi dan beroperasi sebagai unit usaha yang memberi keuntungan untuk perusahaan.
- Menjalankan kebijakan dan prosedur baku yang telah ditetapkan oleh Head Office (Kantor Pusat).
- Menciptakan dan meningkatkan nilai tambah perusahaan bagi pemilik modal, dan calon penanam modal.

Sumber:
rahayuevendy.wordpress.com

Tanggung Jawab Dalam Melaksanakan Tugas Rutin Karyawan Bagian Finance Staff

Tanggung Jawab Dalam Melaksanakan Tugas Rutin Karyawan Bagian Finance Staff
Tanggung jawab dari seorang karyawan bagian Finance Staff (Staff Keuangan) ialah segala hal yang berkaitan dengan aktivitas keuangan perusahaan.

Jabatan Finance Staff mempunyai tugas utama yaitu melakukan pengaturan, transaksi, dan membuat laporan keuangan perusahaan.

Laporan yang dibuat Finance Staff harus dipertanggungjawabkan kepada Manager Keuangan. Seseorang yang berada di posisi ini harus memiliki sikap kedisiplinan, kejujuran, ketelitian, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Baca juga: Deskripsi Kerja Bagian Finance Manager

Sebab, akan sangat fatal bila terjadi kesalahan dalam hal-hal yang menyangkut keuangan perusahaan. Berikut ini kami akan jelaskan mengenai deskripsi pekerjaan Finance Staff secara lebih rinci.


Tanggung Jawab Utama Finance Staff

Finance Staff memiliki tanggung jawab utama untuk mengatur dan sebagai pelaksana aktivitas keuangan perusahaan.


Tugas-tugas Finance Staff:

1. Mengatur keuangan perusahaan.
2. Melakukan transaksi keuangan perusahaan.
3. Mencatat semua transaksi keuangan ke dalam program keuangan perusahaan.
4. Melakukan pembayaran kepada supplier.
5. Berhubungan dengan pihak internal maupun eksternal perusahaan terkait dengan aktivitas keuangan.
6. Melakukan penagihan kepada pihak customer atau klien.
7. Mengawasi dan mengendalikan aktivitas atau transaksi keuangan yang terjadi di lingkup perusahaan.
8. Membuat laporan terkait aktivitas keuangan perusahaan.
9. Menerima dokumen dari vendor baik internal maupun eksternal.
10. Memverifikasi keabsahan dokumen.
11. Entry SAP.
12. Mengevaluasi budget dan anggaran.
13. Membuat laporan manajemen keuangan kepada induk perusahaan.
14. Melakukan accure pendapatan dan biaya pada akun-akun tertentu.
15. Menyiapkan dokumen penagihan invoice atau kuitansi tagihan beserta kelengkapannya.
16. Melakukan koordinasi dan rekonsiliasi dengan unit lain.


Banyak orang yang salah kaprah dan menganggap bahwa jabatan Finance Staff sama dengan Akunting. Padahal keduanya terdapat perbedaan prinsip, tugas dan tanggung jawab dalam bekerja.

Finance memiliki otorisasi untuk menerima dan mengeluarkan uang, baik itu uang kas (dipegang kasir), maupun uang-uang yang ada di bank, deposito, serta investasi keuangan lainnya. Selain itu, finance staff juga harus mampu mengatur uang kas yang dibutuhkan perusahaan.

Sedangkan seorang akunting atau akuntan mempunyai tugas utama yaitu mencatat, memeriksa, dan melaporkan semua transaksi keuangan yang terjadi di perusahaan. Selain itu, seorang akunting juga bertugas untuk menghitung besarnya pajak perusahaan.

Contoh sederhana misalnya ada tagihan atau biaya yang harus dibayarkan perusahaan, biasanya tagihan tersebut akan masuk ke akunting terlebih dulu untuk dicatat, setelah itu baru dibayarkan oleh finance.

Dengan demikian, terjadi kontrol internal yang akan menjamin uang perusahaan dipakai untuk transaksi yang semestinya.

Sumber:
http://indah201312237.weblog.esaunggul.ac.id/2013/10/11/tugas-rutin-staff-finance/

Deskripsi Kerja Bagian Finance Manager

Deskripsi Kerja Bagian Finance Manager
Finance Manager merupakan posisi jabatan yang memegang peranan penting dalam keuangan perusahaan.

Tanpa adanya pengelolaan keuangan yang baik, maka kelangsungan hidup perusahaan pun tidak akan berlangsung lama.

Berikut ini kami jabarkan mengenai tugas dan tanggung jawab seorang Finance Manager dalam sebuah perusahaan.


Tujuan Jabatan Finance Manager

Seorang Finance Manager harus ada dalam sebuah perusahaan dengan tujuan untuk merencanakan, mengembangkan, dan mengendalikan fungsi keuangan dan akuntansi di perusahaan.

Baca juga: Perbedaan Tugas Kerja Bagian Accounting dan Finance

Informasi keuangan yang komprehensif dan diberikan dengan tepat waktu oleh Finance Manager akan membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan untuk mendukung pencapaian target finansial perusahaan.


Tanggung Jawab Utama Finance Manager

1. Menjalakan fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan guna menghasilkan laporan keuangan yang diperlukan perusahaan dengan akurat dan tepat waktu.

2. Mengendalikan dan mengkoordinasikan perencanaan, pelaporan, dan pembayaran kewajiban pajak perusahaan agar akurat, efisien, dan tepat waktu serta sesuai dengan aturan pemerintah yang berlaku.

3. Manajerial arus kas perusahaan (cashflow), terutama dalam mengelola hutang dan piutang perusahaan. Sehingga ketersediaan dana untuk operasional perusahaan dan kesehatan kondisi keuangan dapat dipastikan dengan baik.

4. Merencanakan dan mengkoordinasikan perancangan anggaran perusahaan, dan mengontrol penggunaan anggaran tersebut agar dapat menunjang kegiatan operasional perusahaan secara efektif dan efisien.

5. Merancang dan mengkoordinasikan pengembangan sistem dan prosedur keuangan serta akuntansi perusahaan. Pelaksanaannya pun harus dikontrol agar semua proses dan transaksi keuangan berjalan secara tertib dan teratur sehingga berbagai risiko keuangan yang ada dapat diminimalisir.

7. Melakukan perencanaan dan mengkoordinasikan analisa keuangan agar dapat memberi masukan kepada pimpinan perusahaan dari sisi keuangan dalam membuat keputusan bisnis yang tepat, baik kaitannya untuk kebutuhan investasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan lainnya.

8. Melakukan perencanaan dan konsolidasi perpajakan dalam lingkup perusahaan untuk memastikan efisiensi anggaran dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan.


Indikator Dalam Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Finance Manager

1. Ketepatan waktu penyerahan Laporan Keuangan
2. Akurasi laporan keuangan
3. Ketepatan waktu penyerahan laporan pajak
4. Akurasi dan kelengkapan dokumen
5. Efisiensi
6. Cashflow
7. Rasio keuangan
8. Anggaran Perusahaan
9. Budget variance
10. Tingkat risiko keuangan perusahaan
11. Hasil audit keuangan
12. Rencana keuangan
13. Rasio keuangan
14. Tax ratio
15. Tax compliance

Sumber: Scribd.com

Memahami Peran Manajemen Pembelian Dalam Perusahaan

Memahami Peran Manajemen Pembelian Dalam Perusahaan
Suatu perusahaan tidak akan bisa beroperasi dengan baik tanpa adanya fungsi dari kegiatan pembelian. Jadi, bisa dikatakan, bahwa kegiatan pembelian merupakan salah satu fungsi dasar dari sebuah perusahaan.

Pengelolaan dari fungsi pembelian haruslah dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Sebab, ruang lingkupnya sangat luas, tak hanya sampai pada bagaimana manajemen berhasil menerapkan suatu mekanisme barang secara tepat waktu dan sesuai dengan target harga, tetapi lebih jauh lagi ialah bagaimana strategi kemitraan antar perusahaan yang ditentukan oleh manajemen dapat berjalan secara efektif.

Baca juga: Pentingnya Employee Engagement Dalam Menentukan Kesuksesan Perusahaan

Meski dalam penerapannya tampak sederhana, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menjalankan fungsi pembelian, terutama kaitannya dengan karakteristik barang yang dibutuhkan dan faktor-faktor eksternal yang berhubungan dengan pihak perusahaan.

Oleh sebab itu, manajemen dalam pembelian adalah salah satu fungsi manajemen yang penting untuk diterapkan dalam sebuah perusahaan.


Pengertian Manajemen Pembelian (Purchasing Management)

Pembelian (purchasing) merupakan suatu proses pencarian sumber daya dan pemesanan barang maupun jasa guna menunjang jalannya fungsi produksi dalam kegiatan produksinya.

Departemen Pembelian (Purchasing Department) adalah bagian yang menangani atau melakukan kegiatan pembelian ini, atau ada juga yang menyebutnya dengan Bagian Pengadaan (Procurement Department).

Sedangkan pengertian dari proses pembelian sendiri adalah tindakan-tindakan dalam kegiatan pembelian yang dilakukan secara berurutan, atau kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan oleh Bagian Pembelian.


Peran Penting Kegiatan Pembelian Dalam Sebuah Perusahaan

Bagi perusahaan, Pembelian memiliki peranan yang sangat penting. Berikut ini 5 peran penting pembelian bagi perusahaan beserta penjelasannya:

1. Fungsi Pokok Dalam Kegiatan Bisnis

Terdapat 6 fungsi pokok yang dijalankan oleh perusahaan, antara lain:
- Creation Function: pencipta ide dan gagasan.
- Finance Function: perencana, pengumpul, pengelola, dan pengawas keuangan.
- Personnel Function: pengelola sumber daya manusia.
- Purchasing Function: pengadaan atau pembelian barang dan jasa.
- Converstion Function: pengubah bahan produksi.
- Distribution Function: penyaluran atau penjualan barang dan jasa yang telah dihasilkan.

Kelancaran operasi perusahaan akan terhambat tanpa adanya salah satu fungsi tersebut. Beberapa bagian dari fungsi tersebut boleh saja dirangkap oleh satu atau dua bagian tergantung skala perusahaan.

Namun, ke semua fungsi pokok di atas harus tetap ada dalam suatu perusahaan agar roda bisnis tetap dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

2. Elemen Pokok Dalam Proses Produksi

Tujuan dasar dari aktivitas suatu perusahaan adalah memperoleh laba yang maksimal, tentunya hal ini harus didukung dengan produksi, pengembangan atau ketersediaan stok barang yang dapat dipasarkan.

Tujuan tersebut akan mampu dicapai bila terjadi interaksi yang tepat dari 5 elemen produksi yang biasa dikenal dengan 5M, yakni Machines, Man Power, Materials, Money, and Management.

Materials merupakan bahan baku yang nantinya akan diolah menjadi produk yang siap dipasarkan. Tanpa adanya manajemen yang tepat dalam mengelola pembelian bahan-bahan tersebut tentunya akan memberi dampak buruk bagi kelangsungan bisnis perusahaan.

Barang-barang tersebut harus tersedia sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan, sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan waktu yang telah ditentukan, serta didapatkan dengan harga yang layak agar mampu menghasilkan keuntungan.

3. Bagian yang Bertanggungjawab dalam Outside Manufacturing

Pada umumnya, hasil produksi suatu perusahaan berasal dari 2 jenis sumber bahan baku, yaitu bahan baku yang dihasilkan sendiri atau dibeli dari perusahaan lain.

Bahan yang dibeli oleh bagian pembelian adalah bahan baku atau bahan setengah jadi. Hasil produksi suatu perusahaan nantinya akan dipengaruhi oleh bahan baku yang dibeli oleh bagian pembelian.

Jadi, bagian pembelian merupakan bagian yang bertanggung jawab atas Outside Manufacturing dan memiliki hubungan erat dengan bagian produksi yang bertanggungjawab atas Inside Manufacturing.

4. Peningkat Keuntungan Bagi Perusahaan

Bagian pembelian juga merupakan profit center bagi perusahaan karena ikut memberikan peranan dalam peningkatan keuntungan.

Meski pada awalnya bagian pembelian dianggap sebagai cost center, karena selalu mengeluarkan biaya bagi perusahaan, namun ketika bagian ini mampu menekan pengeluaran dari proses pembelian yang dilakukannya, maka keuntungan yang didapat perusahaan pun menjadi dapat ditingkatkan jumlahnya.

5. Fungsi Strategis Dalam Perusahaan

Fungsi pembelian memiliki peran yang strategis dan vital dalam perusahaan karena mempengaruhi tingkat keuntungan yang bisa didapat oleh perusahaan.


Prinsip-prinsip dalam Manajemen Pembelian

Prinsip dalam manajemen pembelian merupakan hal-hal pokok yang harus dijadikan pedoman atau acuan dalam pelaksanaan fungsi pembelian.

Adanya fungsi pembelian dalam suatu perusahaan akan mempengaruhi kepentingan fungsi-fungsi lainnya.

Oleh sebab itu, prinsip kerja dari manajemen pembelian harus dikelola sedemikian rupa agar mampu memberikan kontribusi yang besar demi keberhasilan dalam pencapaian tujuan perusahaan.

Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam menjalankan fungsi pembelian antara lain sebagai berikut:

1. The Right Quality

Kualitas barang yang diperlukan sesuai dengan ketentuan yang telah dirancang atau ditetapkan oleh perusahaan.

2. The Right Price

Nilai suatu barang yang dinyatakan dalam mata uang yang layak berlaku pada saat dan kondisi pembelian dilakukan.

3. The Right Quantity

Jumlah yang tepat dan benar-benar diperlukan oleh perusahaan pada waktu tertentu.

4. The Right Time

Barang tersedia setiap kali diperlukan atau sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Persediaan barang haruslah diperhitungkan dengan baik sehingga tidak menimbulkan biaya lebih besar untuk perawatan barang tersebut.

5. The Right Place

Barang yang dibeli atau diserahkan sesuai dengan tempat yang dikehendaki oleh perusahaan sebagai pembeli.

6. The Right Source

Barang berasal dari sumber yang tepat, yaitu apabila memenuhi prinsip-prinsip pembelian yang lain.


Demikian ulasan kami tentang pengertian dan peranan manajemen pembelian dalam suatu perusahaan, semoga bermanfaat untuk pembaca dan membantu Anda dalam memahami lebih jauh mengenai Purchasing Management.

Sumber:
http://www.hipopedia.com/2010/09/managemen-pembelian-purchasing.html

Deskripsi Pekerjaan Karyawan Bagian Purchasing

Deskripsi Pekerjaan Karyawan Bagian Purchasing
Seorang Purchasing memiliki tugas pokok dalam hal pembelian, baik barang maupun jasa.

Ketika sales meminta barang atau bertanya mengenai harga dari barang yang akan dijual, seorang purchasing harus dapat mencari harga barang terbaik dan juga memastikan ketersediaan barang tersebut hingga waktu tertentu.

Tidak semua sales butuh barang pada hari itu juga, kadang kala ada yang butuhnya pada 1 hingga 3 minggu kemudian.

Baca juga: Perbedaan Tugas Kerja Bagian Accounting dan Finance

Sebab, sales perlu membuat quotation dulu dengan customer, jika ada persetujuan dari pihak customer (buka PO), maka sales akan membuat SO (Sales Order).

Kemudian SO tersebut akan di-approve oleh atasan dan didistribusikan ke Admin Sales, Gudang, Produksi, dan juga ke sales yang sebelumnya membuka SO.

Pembelian barang tidak akan diminta oleh bagian Gudang jika masih terdapat stock barang, namun jika stock barang di Gudang kosong, maka informasi akan disampaikan kepada Purchasing untuk melakukan pembelian barang tersebut secepatnya.


Prinsip Pembelian Barang yang Harus Dimiliki Bagian Purchasing

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bagian Purchasing dalam melakukan pembelian barang antara sebagai berikut:

1. Harga Terbaik

Sebelum memilih barang dengan harga yang terbaik, maka harus dilakukan perbandingan harga satu barang dengan barang lainnya.

2. Kualitas Terbaik

Purchasing harus pandai memilih barang dengan kualitas dan harga terbaik. Percuma bila barang yang dibeli dengan harga murah ternyata barang tersebut berkualitas buruk.

3. Adanya Support Dari Supplier

Pastikan barang yang dibeli memiliki support yang bagus dari supplier. Sebab, di setiap pembelian perusahaan perlu yang namanya support yang baik dari supplier.

4. Sistem Pembayaran Dengan TOP Lebih Lama

Perhatikan bagaimana Term Of Payment yang ditetapkan supplier. Setiap perusahaan supplier tentunya memiliki syarat-syarat pembayaran yang berbeda.

Biasanya, perusahaan cenderung memilih supplier dengan TOP yang memberikan jangka waktu lama dalam pembayarannya.

Sebab, jika sistem pembayaran COD atau CBD maka perusahaan tersebut berisiko mengalami permasalahan dalam hal perputaran modal terhadap barang yang dibelinya.


Ketika bagian purchasing dapat menerapkan prinsip di atas, maka ia sudah bisa dikatakan membeli barang sesuai harapan perusahaan, baik dari segi harga, kualitas, support dan juga pembayarannya.

Sesudah barang dibeli, maka invoice (tagihan) akan datang ke bagian Purchasing. Biasanya, purchasing akan melengkapi semua syarat agar invoice dapat diserahkan ke finance dan pencairan pembayaran dapat dikeluarkan.

Syarat-syarat yang harus dilengkapi di antaranya ialah DP, tanda terima, PO, Buat Voucher Keluar, tanda tangan persetujuan dari atasan, hingga penyerahan tagihan ke bagian finance.

Tidak hanya sampai di situ saja, Purchasing juga harus membuat rekap pembelian dan melaporkannya ke bagian Accounting, Audit, dan kepada Pimpinan.

Mungkin tugas kerja bagian Purchasing yang telah diuraikan di atas bisa saja berbeda di masing-masing perusahaan. Namun secara garis besar, tugas kerjanya adalah seperti itu.

Mari kita tanamkan budaya kerja optimal baik dalam keadaan susah maupun senang. Tidak ada pekerjaan yang senang melulu, pasti suatu saat akan ada kesulitan yang dihadapi.

Dengan bekerja secara optimal, maka kita akan dapat mengatasi kesulitan tersebut dengan hasil kerja yang maksimal.

Sumber:
http://kkteguh.blogspot.co.id/2010/03/pekerjaan-seorang-purchasing.html