Ketahui Gejala Kanker Paru-paru Sejak Dini

Tidak ada manusia yang ingin terkena penyakit kanker. Karena kanker merupakan salah satu penyakit paling berbahaya di muka bumi ini.

Salah satu jenis kanker yang ganas dan paling sering ditemui adalah kanker paru-paru, sebagian besar penyakit ini berasal dari epitel bronkus, atau juga dikenal sebagai karsinoma bronkogenik. Gejala kanker paru-paru biasanya tidak terlalu jelas sehingga diabaikan dan ditunda pengobatannya.

Namun, penting untuk kita ketahui gejalanya agar dapat mencegah tumbuhnya penyakit berbahaya ini ke stadium lebih lanjut.

Baca juga: Penyebab Kehamilan Kembar dan Risiko Yang Dihadapi

Ketahui Gejala Kanker Paru-paru Sejak Dini
Berikut ini adalah beberapa gejala pada penyakit kanker paru-paru yang dapat kita ketahui dengan mudah.


1. Batuk

Batuk adalah gejala kanker paru-paru awal yang paling sering ditemui, sekitar 2/3 pasien mengalami gejala ini. Kanker paru-paru yang sudah lama berada di jaringan paru-paru biasanya menyebabkan iritasi saluran pernafasan dan batuk.

Seperti halnya batuk kering atau batuk yang parah serta batuk dengan frekuensi yang tinggi di waktu malam.


2. Hemoptisis

Hemoptisis merupakan peradangan yang disebabkan oleh tumor nekrosis, kerusakan kapiler mengakibatkan sedikit pendarahan yang sering bercampur dengan dahak, berselang atau terputus-putus.

Banyak penderita kanker paru-paru yang disebabkan oleh hemoptisis, terutama pada pria perokok, gejala ini akan terlihat jelas. Dahak atau batukberdarah, dan ada juga pasien yang bagian paru-parunya terlihat berubah.


3. Nyeri di Dada

Nyeri di dada juga merupakan gejala awal kanker paru-paru, sekitar 30% penderita kanker paru-paru mengalami nyeri di dada, akan terasa sangat nyeri, tempatnya tidak pasti, batuk meningkat dan terasa agak sesak saat bernafas. Jika sakit berlanjut maka kemungkinan kanker ada di selaput paru-paru.


4. Demam

Demam pada kanker paru-paru disebabkan oleh ukuran tumor yang besar dan menyumbat lobus obstruktif bronkial dengan berbagai tingkat, buruknya saluran tersebut mengakibatkan peradangan sehingga penderita akan mengalami demam tinggi.

Mungkin setelah pengobatan akan membaik, tapi tidak lama kemudian akan kambuh lagi.


5. Gejala lainnya

Selain gejala di atas, sesak di dada saat bernafas merupakan gejala paling umum lainnya yang sering ditemui. Kurang lebih 25% para pengidap kanker paru paru ketika melakukan CT Scan di rumah sakit atau diagnosis rontgen.

Ketika penyakit ini hanya menemukan lesi koin, tidak ada gejala kanker yang berarti yang dapat kita ketahui secara langsung.

Selain itu, ada beberapa gejala yang mungkin tampak jelas bila kita perhatikan dengan seksama, misalnya suara parau dan serak, batuk secara berulang dan terus menerus, pembengkakan pada leher dan bagian wajah, kelelahan ekstrim, penderita jadi cepat marah dan tersinggung, ujung jari menebal dan berat badan turun drastis tanpa alasan yang jelas.

Segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat dan melakukan pengobatan jika gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas mulai dirasakan. Semoga posting di atas bermanfaat.

Sumber:
  • http://www.asiancancer.com/indonesian/cancer-symptoms/lung-cancer-symptoms/?utm_source=gg-serp&utm_medium=cpc&utm_term=gejala%2Bkanker%20paru-paru&utm_content=gejala%2Bkanker%20paru&utm_campaign=co.id&gclid=CN_xuu6GqLoCFWFS4god5FMAkA
  • http://gejalakanker.org/gejala-kanker-paru-paru
  • http://kankerrparuparu.wordpress.com/

Terbang ke Brasil Bersama Bambang Pamungkas

Dalam rangka menyambut HUT FIFGroup yang ke-25 tahun pada Mei 2014 mendatang, perusahaan pembiayaan dengan produknya berupa FIFASTRA dan FIFSPEKTRA tersebut mengajak para konsumen terbang gratis ke Brazil bersama legendaris sepak bola Indonesia Bambang Pamungkas dalam program undian kredit berhadiah SAMBA (Sambut Brazil) 2014.


Caranya cukup mudah, hanya dengan mengajukan kredit sepeda motor Honda baik baru maupun bekas berkualitas melalui FIFASTRA atau kredit elektronik maupun perabot rumah tangga melalui FIFSPEKTRA selama periode Samba 2014, yang dibuka mulai tanggal 15 Oktober 2013 lalu hingga 15 April 2014 mendatang. Setiap aplikasi yang disetujui akan mendapatkan 1 poin undian. Sedangkan, bagi konsumen lama dan konsumen baru yang mengajukan pengambilan sepeda motor honda tipe matik akan mendapatkan ekstra bonus sebanyak 5 poin.

Program Samba kali ini sangat istimewa karena selain mengajak 25 orang konsumen terbang gratis ke Brasil juga memberikan puluhan bahkan ribuan hadiah menarik lainnya, seperti 25 TV LED 32 inc, 25 Tablet PC, 250 jaket ekslusive, dan 2.500 jersey bertandatangan Bambang Pamungkas.

Pada program Samba 2014 kali ini akan dilakukan pengundian sebanyak 2 kali, yaitu bulan Januari 2014 dan April 2014 sehingga kesempatan terbuka lebar bagi jutaan konsumen FIFGroup di seluruh Indonesia.

Untuk info lebih detail, masyarakat bisa melihat keterangan program ini di website resmi perusahaan www.sambutbrasil2014.com.

    Penanganan Pada Penderita Sirosis Hati

    Adanya anggota keluarga yang pernah terkena penyakit Sirosis Hati, membuat ku ingin mengetahui dan memahami bagaimana penanganannya pada si penderita.

    Posting yang ku tulis berikut ini adalah hasil resume dari beberapa artikel tentang penanganan pada penderita sirosis hati yang kudapat dari beberapa sumber di internet dan ingin membaginya dengan Anda.

    Penanganan Pada Penderita Sirosis Hati
    Sirosis Hati merupakan sekelompok penyakit hati kronis yang ditandai dengan kerusakan sel-sel hati oleh jaringan-jaringan ikat, diikuti dengan parut (fibrosis) dan sering disertai pembentukan ratusan benjolan (nodelus).

    Dengan kata lain, penyakit ini mengubah struktur hati dari jaringan hati normal menjadi benjolan-benjolan kera yang abnormal mempengaruhi regenerasi sel-sel hati sehingga berakibat kerusakan pada hati dan secara bertahap kehilangan fungsinya.

    Baca juga: Gejala dan Penyebab Sirosis Hati

    Pada sirosis dini biasanya ditandai dengan hati membesar, terasa kenyal, tepi tumpul dan terasa nyeri bila ditekan. Sedangkan, di tahap akhir sirosis terkait dengan banyak gejala.

    Sebagian besar merupakan akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati.

    Secara umum, kerusakan pada sel-sel hati tidak dapat direhabilitasi. Pengobatan pada penderita sirosis bertujuan untuk memperlambat kerusakan sel-sel hati lebih meluas dengan mencegah pembentukan jaringan parut lebih lanjut.

    Kecenderungan sirosis semakin memburuk jika penyebab yang mendasarinya tetap ada. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menghentikan penyebab sirosis tersebut, di antaranya:
    • Berhenti minum alkohol jika alkohol adalah penyebabnya.
    • Pengobatan untuk mengendalikan virus hepatitis.
    • Steroid atau obat penekan kekebalan lainnya untuk mengobati penyakit autoimun yang menyebabkan kerusakan hati.
    • Penghapusan kelebihan zat besi yang terjadi pada hemokromatosis.


    Berbagai pengobatan mungkin disarankan, tergantung pada tingkat keparahan sirosis dan gejala yang berkembang, antara lain:
    • Diet rendah natrium atau diuretik untuk mengurangi cairan yang terakumulasi dalam tubuh.
    • Obat-obatan yang dapat membantu mengurangi hipertensi portal.
    • Obat untuk mengurangi gatal.
    • Pengurangan cairan yang menumpuk di perut (ascites).


    Dalam masa pengobatan, diet cocok diterapkan pada penderita sirosis. Penderita hanya bisa mengkonsumsi minum-minuman seperti teh, sirup dan sari buah.

    Makanan yang dapat dikonsumsi adalah makanan yang halus atau mudah ditelan, tetapi tetap harus dalam pengawasan dokter atau ahli gizi. Lamanya diet yang dilakukan tergantung pada tahapan gejala sirosis hati yang berkembang.

    Makanan yang mengandung protein dapat diberikan, tetapi dalam jumlah terbatas dan dilakukan secara bertahap 20-60 gram protein/hari.

    Dalam memilih menu makanan bagi penderita sirosis hati, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini:
    • Hindari konsumsi makanan yang dapat menimbulkan penimbunan gas dalam lambung seperti singkong, ubi, kol, sawi, nangka, durian, lobak dan kacang merah.
    • Usahakan selalu mengkonsumsi makanan segar dan hindari makanan yang telah diawetkan, seperti ikan asin, kornet, hamburger dan sosis.
    • Pilih bahan makanan yang kandungan lemaknya tidak banyak seperti ikan segar, daging yang tidak berlemak atau ayam tanpa kulit. Makanan yang terlalu banyak mengandung lemak seperti daging, otak, santan kental, sumsum, dan usus sebaiknya dihindari.
    • Pilih sayuran rendah serat, seperti bayam, labu siam, buncis muda, kacang panjang muda, daun kangkung dan wortel.
    • Jangan mengkonsumsi masakan dengan bumbu-bumbu yang terlalu banyak, gunakan bumbu masakan dalam batas normal, seperti lengkuas, bawang merah, bawang putih, kunyit, salam, dan ketumbar asal tidak terlalu banyak.

    Tindakan harus segera dilakukan oleh dokter apabila kondisi pasien mengalami perdarahan usus sehingga muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui tinja. Berbagai teknik bedah dapat digunakan untuk menghentikan perdarahan dan mengurangi risikonya lebih lanjut.

    Dalam kasus yang parah dimana jaringan parut meluas dan hati nyaris tidak bisa berfungsi, maka transplantasi hati mungkin adalah satu-satunya pilihan.

    Pencegahan menjadi hal penting untuk dilakukan mengingat pengobatan yang dilakukan sebenarnya tidak dapat menyembuhkan, hanya memperlambat sirosis yang semakin meluas.

    Secara umum, penyakit Sirosis hati dapat dicegah dengan tidak mengkonsumsi alkohol serta menghindari risiko infeksi hepatitis C dan hepatitis B. Sirosis hati umumnya terjadi secara diam-diam (silent) sehingga sering tidak disadari oleh penderita.

    Sebaiknya kita lebih waspada terhadap penyakit ini dan melakukan pencegahan sedini mungkin.

    Sumber: Google.co.id

    Gejala dan Penyebab Sirosis Hati

    Adanya anggota keluarga yang pernah terkena penyakit Sirosis Hati, membuat ku ingin mengetahui dan memahami tentang gejala dan penyebab penyakit tersebut.

    Posting yang ku tulis berikut ini adalah hasil resume dari beberapa artikel tentang gejala dan penyebab sirosis hati yang kudapat dari beberapa sumber di internet dan ingin membaginya dengan Anda.

    Gejala dan Penyebab Sirosis Hati
    Sirosis Hati merupakan sekelompok penyakit hati kronis yang ditandai dengan kerusakan sel-sel hati oleh jaringan-jaringan ikat, diikuti dengan parut (fibrosis) dan sering disertai pembentukan ratusan benjolan (nodelus).

    Dengan kata lain, penyakit ini mengubah struktur hati dari jaringan hati normal menjadi benjolan-benjolan kera yang abnormal mempengaruhi regenerasi sel-sel hati sehingga berakibat kerusakan pada hati dan secara bertahap kehilangan fungsinya.

    Baca juga: Hati-hati Jamur Yang Membandel Pada Kaki

    Pada sirosis dini biasanya ditandai dengan hati membesar, terasa kenyal, tepi tumpul dan terasa nyeri bila ditekan. Sedangkan, di tahap akhir sirosis terkait dengan banyak gejala.

    Sebagian besar merupakan akibat dari jaringan hati fungsional yang tersisa terlalu sedikit untuk melakukan tugas-tugas hati.

    Gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita antara lain:
    • Sering merasa kelelahan dan tubuh menjadi lemah. Gejala ini menjadi tanda pertama dan satu-satunya.
    • Kehilangan nafsu makan yang disertai dengan penurunan berat badan, juga sering merasa mual dan ingin muntah.
    • Hati jadi membesar yang disebabkan oleh penumpukkan produk empedu dalam hati.
    • Pembentukan batu empedu dikarenakan kurangnya empedu dalam batu empedu.
    • Warna kuning yang tampak pada bagian kulit dan putih mata atau dalam istilah kedokteran disebut Jaundice, hal ini disebabkan karena penumpukan bilirubin.
    • Penumpukan cairan di perut (ascites) dan di kaki (edema) karena bocornya cairan dari aliran darah.
    • Mudah terjadi memar atau pendarahan.
    • Gatal-gatal karena penumpukan racun.
    • Pada kasus berat, terjadi gangguan kesehatan mental yang disebabkan oleh racun dalam aliran darah yang mempengaruhi otak. Hal ini dapat terlihat pada perubahan kepribadian dan perilaku seperti kebingungan, pelupa dan sulit berkonsentrasi.

    Lambatnya penyaringan racun yang disebabkan sirosis memungkinkan racun untuk tetap berada dalam aliran darah, mempengaruhi otak dan menyebabkan kebingungan mental (ensefalopati).

    Kemampuan Hati untuk memproses obat-obatan juga terpengaruhi. Pada tingkat biasa, hati tidak dapat menghapus obat dari darah sehingga obat bekerja lebih lama dari yang diharapkan.

    Sirosis bisa disebabkan banyak hal. Namun, penyebab yang paling umum adalah kebiasaan meminum alkohol dan infeksi virus hepatitis C. Sel-sel hati yang kita miliki berfungsi mengurai alkohol, tetapi terlalu banyak alkhohol justru dapat merusak sel-sel hati.

    Sedangkan, pada penderita yang terinfeksi kronis virus hepatitis C menyebabkan peradangan jangka panjang dalam hati sehingga mengakibatkan sirosis.

    Satu dari lima penderita hepatitis C kronis mengembangkan sirosis, tetapi hal ini biasanya terjadi setelah sekitar 20 tahun atau lebih sejak infeksi awal.

    Penyebab umum sirosis lainnya meliputi:
    • Infeksi kronis virus hepatitis B.
    • Hepatitis autoimun. Sistem kekebalan tubuh yang harusnya bertugas membuat antibodi untuk menyerang virus, bakteri dan kuman lainnya malah membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan sirosis.
    • Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga tekanan darah terhambat dan merusak sel-sel hati. Contohnya, sirosis bilier primer, primary sclerosing, dan masalah bawaan pada saluran empedu.
    • Non-alcohol steato-hepatitis (NASH). Kondisi dimana lemak menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis. Risiko ini biasanya berkembang akibat kelebihan berat badan (obesitas).
    • Reaksi parah terhadap obat tertentu.
    • Beberapa racun dan polusi lingkungan.
    • Infeksi tertentu yang disebabkan bakteri dan parasit.
    • Gagal jantung parah yang dapat menyebabkan tekanan balik darah dan kemacetan di hati.
    • Beberapa penyakit warisan langka yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati, misalnya penyakit Wilson (kondisi yang menyebabkan penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian tubuh lain) dan hemokromatis (kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh).

    Mendeteksi sirosis sejak dini memang agak sulit dilakukan karena pada tahap awal sirosis tidak menimbulkan gejala apapun sehingga pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya.

    Secara umum, kerusakan pada sel-sel hati tidak dapat direhabilitasi. Pengobatan pada penderita sirosis bertujuan untuk memperlambat kerusakan sel-sel hati lebih meluas dengan mencegah pembentukan jaringan parut lebih lanjut.

    Kecenderungan sirosis semakin memburuk jika penyebab yang mendasarinya tetap ada.

    Sumber: Google.co.id

    Bahaya Komplikasi Penyakit Sirosis Hati

    Adanya anggota keluarga yang pernah terkena penyakit Sirosis Hati, membuat ku ingin mengetahui dan memahami tentang penyakit tersebut.

    Posting yang ku tulis berikut ini adalah hasil resume dari beberapa artikel tentang Sirosis Hati yang kudapat dari beberapa sumber di internet dan ingin membaginya dengan Anda.

    Agar kita sama-sama mengetahui bahaya penyakit ini dan bisa mencegahnya karena Mencegah memang lebih baik dari Mengobati.

    Baca juga: Gejala Umum Penyakit Diabetes

    Bahaya Komplikasi Penyakit Sirosis Hati
    Sirosis Hati merupakan sekelompok penyakit hati kronis yang ditandai dengan kerusakan sel-sel hati oleh jaringan-jaringan ikat, diikuti dengan parut (fibrosis) dan sering disertai pembentukan ratusan benjolan (nodelus).

    Dengan kata lain, penyakit ini mengubah struktur hati dari jaringan hati normal menjadi benjolan-benjolan kera yang abnormal mempengaruhi regenerasi sel-sel hati sehingga berakibat kerusakan pada hati dan secara bertahap kehilangan fungsinya.

    Hati yang mengalami sirosis kelihatan berbenjol-benjol, berlemak, berwarna kuning jingga dan penuh parut. Kemungkinan lainnya hati jadi mengecil, berkerut dan keras.

    Peningkatan jaringan parut pada hati menimbulkan distorsi struktur hati yang normal sehingga menghambat aliran darah melalui hati dan menambah tekanan darah di perut.

    Bila dokter mencurigai pasien terkena sirosis, dia dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui adanya pembesaran hati dan penumpukan cairan. Kecurigaan sirosis terutama muncul bila pasien mengalami gejala dan terkena hepatitis kronis atau beriwayat peminum alkohol berat.

    Pemeriksaan darah dapat mengkonfirmasi kegagalan fungsi hati. USG dapat menunjukkan apakah ada kerusakan di hati pasien. Untuk mengkonfirmasi, biopsi (sampel kecil) dari hati dapat diambil untuk dilihat di bawah mikroskop.

    Jika penyebab sirosis tidak jelas, maka pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk memperjelas penyebabnya, misalnya dengan memeriksa antibodi virus hepatitis atau auto-antibodi yang mungkin telah menyerang sel-sel hati, kelebihan zat besi atau tembaga di dalam darah, dll.

    Klasifikasi sirosis yang sering dilakukan adalah sebagai berikut :
    1. Sirosis pascahepatits yang dapat terjadi akibat infeksi virus hepatitis B, hepatitis C atau hepatitis kronis aktif tipe autoimun.
    2. Sirosis alkoholik yang dapat terjadi akibat minum alkohol berlebihan. Penghentian minum alkohol dapat memulihkan penyakit ini.
    3. Sirosis biliaris primer, ditandai oleh peradangan kronis dan obliterasi fibros saluran empedu intrahepatik yang diperkirakan bersifat autoimun.


    Sebagaimana kita ketahui, Hati merupakan organ pada bagian kanan atas perut yang memiliki banyak fungsi, di antaranya:
    • Menyimpan glikogen (bahan bakar untuk tubuh) yang terbuat dari gula. Saat diperlukan, glikogen dipecah menjadi glukosa kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah.
    • Membantu proses pencernaan lemak dan protein serta memproduksi protein yang penting bagi pembekuan darah.
    • Mengolah berbagai obat yang kita minum dan membantu pembuangan racun dari tubuh.


    Sirosis menjadi sangat berbahaya karena mengganggu fungsi-fungsi kerja hati di atas. Selain itu, risiko kanker hati (hepatocellular carcinoma) juga dapat berkembang pada penyakit sirosis. Risiko bervariasi sesuai penyebab sirosis.

    Risiko terbesar adalah pada sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, diikuti dengan sirosis yang disebabkan oleh hemokromatosis.

    Selain itu, jaringan parut membatasi aliran darah melalui vena portal sehingga terjadi tekanan balik (dikenal sebagai hipertensi portal). Vena portal adalah vena yang membawa darah berisi nutrisi dari usus dan limpa ke hati.


    Normalnya, darah dari usus dan limpa dipompa ke hati melalui vena portal. Namun, sirosis menghalangi aliran normal darah melalui hati sehingga darah terpaksa mencari pembuluh baru di sekitar hati.

    Pembuluh-pembuluh darah baru yang disebut "varises" ini terutama muncul di tenggorokan (esofagus) dan lambung sehingga membuat usus mudah berdarah.

    Jika perdarahan usus terjadi, Anda mungkin muntah darah, atau mengeluarkan darah melalui kotoran (feses). Kondisi ini adalah darurat medis yang harus segera ditangani.

    Tes fungsi hati dapat mendeteksi perubahan yang mengarah pada disfungsi hati, seperti:
    • Kegagalan membuat cukup protein seperti albumin yang membantu pengaturan komposisi cairan di dalam aliran darah dan tubuh.
    • Gangguan fungsi berbagai macam enzim, metabolisme kolesterol dan faktor-faktor pembekuan empedu.
    • Gangguan penyimpanan energi (glikogen) dan metabolisme karbohidrat.
    • Kegagalan membuat bahan kimia yang cukup diperlukan untuk proses pembekuan darah.
    • Ketidaksempurnaan hati dalam mengolah limbah kimia dalam tubuh seperti bilirubin sehingga menumpuk di dalam tubuh.
    • Gangguan proses detoksifikasi obat, racun serta bahan kimia lainnya yang kemudian bisa menumpuk di dalam tubuh serta menghambat regulasi berbagai macam hormon.


    Mendeteksi sirosis sejak dini memang agak sulit dilakukan karena pada tahap awal sirosis tidak menimbulkan gejala apapun sehingga pasien sirosis ringan dan moderat mungkin menderita waktu yang lama tanpa menyadari penyakitnya.

    Penyakit ini tergolong sangat berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai penyakit fan gangguan metabolis, seperti edema, hipertensi portal, varises gastroesofagus, asietes, ikterus, koagulopati, splenomegali dan ensefalopati hepatis.

    Prognosis penyakit sirosis hati akhirnya meninggal akibat pendarahan varises masif atau ensefalopati hati.

    Minum Kopi Ternyata Menyehatkan

    Kopi merupakan minuman terfavorit di dunia. Banyak orang menjadikannya sebagai minuman ringan di kala santai atau sekedar untuk menghilangkan rasa kantuk.

    Aku juga termasuk penggemar kopi. Hampir setiap hari, dua sampai tiga cangkir kopi selalu kunikmati. Selalu ada perasaan nyaman dan melegakan di setiap cangkir kopi.

    Entah, mungkin karena memang sudah kecanduan atau karena ku percaya bahwa banyak manfaat yang bisa kudapat dari meminumnya. Muncul rasa penasaran dalam benakku, ingin tahu manfaat apa saja yang bisa didapat dari meminum kopi.

    Simak juga: Bahaya Sengatan Kelabang Dan Cara Mengobatinya

    Minum Kopi Ternyata Menyehatkan

    Sebagai salah satu Negara produsen kopi terbesar di dunia, hampir semua orang Indonesia menyukai kopi. Bahkan, ada sebagian kalangan yang mengenalkan kopi pada anaknya sejak bayi karena dipercaya dapat mencegah penyakit step atau kejang akibat panas terlalu tinggi.

    Namun, ternyata masih banyak sekali orang tidak mengetahui manfaat kesehatan yang didapat dari meminum kopi. Bahkan, mereka beranggapan jika kopi termasuk jenis minuman yang sangat tidak sehat.

    Memang benar, mengkonsumsi kopi secara berlebihan tidak baik bagi kesehatan. Tapi bukan hanya kopi, semua makanan atau minuman memang tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan.

    Menurut penelitian dari berbagai ahli, kopi memiliki kandungan antioksidan yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk mencegah pengaruh buruk radikal bebas. Sebagai gambaran untuk Anda, berikut ini beberapa penjelasan tentang manfaat dari meminum kopi.


    Mencegah Kanker

    Kandungan antioksidan yang cukup tinggi dalam kopi ternyata mampu mencegah tumbuhnya berbagai jenis kanker.

    Sebuah penelitian di Jepang menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi kopi 2 cangkir sehari berisiko 25 persen lebih rendah terhadap serangan kanker usus besar. Riset yang telah dilakukan secara konsisten juga menunjukkan bahwa kopi dapat mengurangi risiko kanker hati dan kanker payudara.


    Menurunkan Risiko Diabetes

    Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa mengkonsumsi kopi mampu menurunkan hingga 50 persen dari risiko Diabetes Tipe 2. Hal ini dikarenakan Asam klorogenat yang terkandung dalam kopi mampu menghambat penyerapan gula dalam saluran pencernaan.

    Selain itu, zat tersebut juga dapat merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang berperan sangat penting dalam pembentukan insulin. Dalam kopi juga terdapat zat trigonelin (pro vitamin B3) yang juga dapat memperlambat penyerapan glukosa.



    Mengurangi Risiko Liver

    Tingginya kandungan antioksidan serta kandungan kafein dalam setiap biji kopi dipercaya mampu mencegah sirosis hati dan beberapa penyakit hati lainnya.



    Mengurangi Risiko Serangan Jantung dan Stroke

    Sebuah penelitian melalui studi kasus terhadap sejumlah pria dan wanita telah menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam standar konsumsi yang baik ternyata tidak meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Sebaliknya, justru sedikit mengurangi sekitar 19 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi.



    Mengurangi Risiko Penyakit Parkinson

    Peminum kopi memiliki risiko terkena Parkinson setengah lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum kopi.


    Menghambat Penurunan Fungsi Kognitif Otak

    Studi atas 4.197 wanita di Perancis menunjukkan bahwa meminum setidaknya tiga cangkir kopi sehari dapat menghambat penurunan fungsi kognitif otak akibat penuaan hingga 33 persen pada wanita.

    Namun, ternyata manfaat yang sama tidak ditemukan pada pria. Mungkin hal ini dikarenakan tubuh wanita lebih peka terhadap kafein.


    Itulah beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dengan mengkonsumsi kopi. Namun, seperti yang sudah kita simak di atas bahwa konsumsi kopi secara berlebihan atau tidak sesuai anjuran dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

    Beberapa gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan antara lain: insomnia, jantung berdebar, sakit kepala, serta sakit lambung. Kafein sebagai kandungan utama kopi bersifat stimulan yang mencandu.

    Zat ini jika dikonsumsi secara berlebihan juga dapat mempengaruhi sistem kardiovaskuler seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Akan tetapi bagi kebanyakan orang, minum dua sampai tiga cangkir kopi setiap hari tidak memberikan dampak negatif tersebut.

    Oleh karena itu, anjuran bagi mereka yang biasa mengkonsumsi kopi lebih dari 2 cangkir sehari frekuensinya agar disebar di sepanjang hari.

    Sedangkan, mengenai hubungan konsumsi kopi dengan keguguran kandungan tidak memberikan kesimpulan seragam, tapi disarankan ibu hamil untuk menghidarinya atau tidak minum lebih dari satu cangkir sehari.


    Sekarang kita sudah tahu bahwa ternyata minum kopi itu menyehatkan, apakah Anda masih menganggap kopi sebagai minuman yang tidak sehat? Saatnya Anda berubah pikiran, tapi ingat ya, jangan terlalu berlebihan.

    Sumber:
    Ads.id

    Penanganan Pada Penderita Diabetes

    Diabetes Mellitus (DM) merupakan golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan atau tidak terkontrolnya kadar gula dalam darah sebagai akibat terganggunya sistem metabolisme dalam tubuh dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

    Terganggunya produksi hormon insulin dalam tubuh ini membuat tubuh kita tidak mampu mengubah makanan menjadi energi.

    Seseorang diketahui menderita Diabetes Mellitus jika terjadi peningkatan kadar gula dalam darah yaitu mencapai nilai 160-180 mg/dL. Hal ini juga dapat diketahui dari urine (air seni) seseorang yang mengandung glukosa sehingga sering dirubung semut.

    Baca juga: Pencegahan Penyakit Diabetes

    Kadar gula dalam darah normalnya berkisar antara 70-150 mg/dl. Namun, biasanya terjadi peningkatan setelah makan dan mengalami penurunan ketika bangun tidur di pagi hari.

    Orang dengan kadar gula dalam darah jauh di atas nilai normal dikatakan mengalami hyperglycemia, sedangkan kondisi dimana seseorang mengalami penurunan kadar gula darah di bawah normal disebut juga dengan hypoglycemia.

    Diabetes terdiagnosa apabila hasil pemeriksaan gula darah ketika seseorang berpuasa mencapai level 126 mg/dl atau lebih. Dan juga pemeriksaan gula darah 2 jam setelah puasa atau lebih mencapai level 180 mg/dl.

    Namun, jika pemeriksaan dilakukan secara random (waktu tidak tentu) dengan nilai kadar gula darah mencapai level antara 140 mg/dl dan 200 mg/dl maka diagnosa Diabetes dapat ditegakkan, terlebih jika mencapai level di atas 200 mg/dl.

    Penanganan Pada Penderita Diabetes
    Kebanyakan bagi penderita Diabetes tipe 1 pengobatan yang dilakukan adalah Therapi Insulin (Lantus/Levemir, Humalog, Novolog atau Apidra) secara berkesinambungan.

    Selain itu, bagi penderita diharuskan pula untuk berolahraga secukupnya serta melakukan kontrol menu makanan (diet). Sedangkan, bagi penderita Diabetes Mellitus tipe 2, penanganan dan pengobatannya difokuskan pada gaya hidup dan aktivitas fisik.

    Mengurangi berat badan, diet dan berolahraga sebagai upaya mengontrol kadar gula dalam darah merupakan kunci program pengobatan yang harus dilakukan. Pemberian obat tablet akan sangat diperlukan apabila program pengobatan di atas tidak mencapai hasil yang diharapkan.

    Bahkan, pemberian suntikan insulin juga turut diperlukan bila tablet tidak bisa mengatasi kontrol gula dalam darah.

    Suntikan insulin secara rutin memerlukan biaya tidak sedikit. Akan sangat memprihatinkan jika penderita diabetes merupakan golongan orang dengan ekonomi yang kurang mampu. Kebanyakan dari mereka hanya bisa pasrah terhadap penyakit mematikan ini.

    Namun, sebenarnya diabetes bisa juga diobati dengan memanfaatkan bahan makanan di sekitar kita yang dapat dijadikan obat alami penyakit diabetes, misalnya Brotowali dan Pare.

    Tidak hanya gaya hidup dan aktivitas fisik saja, bagi penderita Diabetes juga harus memperhatikan pola makannya. Konsumsi gula dalam jumlah sedikitpun bisa membuat kadar gula menjadi tinggi.

    Makanan sehat untuk penderita Diabetes disarankan yang rendah lemak jenuh, tetapi kaya akan serat. Kadar gula dan garam dalam makanan sehari-hari juga harus dikurangi. Berikut ini pola makan yang dianjurkan bagi penderita Diabetes:
    • Kacang-kacangan dan biji-bijian.
    • Makanan kaya serat yang banyak terdapat dalam buah dan sayuran.
    • Minum Susu rendah lemak.
    • Kurangi makanan dan minuman yang banyak mengandung gula dan lemak hewani.
    • Menghindari makanan-makanan cepat saji.

    Itulah sedikit penjelasan tentang penyakit Diabetes dan penanganannya. Mungkin ada di antara kita atau anggota keluarga kita yang mengalaminya, semoga bermanfaat untuk Anda dan keluarga. Ingatlah, peran keluarga juga sangat penting dalam proses penanganan penyakit Diabetes.



    ***