5 Cara Jitu Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga Dengan Cepat

Olahraga merupakan bagian yang sangat penting dalam pembakaran lemak dan kalori tubuh. Tak hanya itu, olahraga juga bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembentukan otot-otot tubuh.

Namun, seringkali kita dihadapkan dengan berbagai kesibukkan yang membuat waktu berolahraga menjadi terabaikan.

Tapi jangan khawatir, Anda juga tetap bisa lho menurunkan berat badan dengan beberapa cara berikut ini meskipun jarang berolahraga. Ingin tahu seperti apa caranya? Simak ulasannya berikut ini!

Baca juga: Alat-alat Canggih Untuk Membantu Jaga Kesehatan


1. Redupkan Lampu dan Putar Musik Lembut Saat Makan

Ternyata, ada kaitan erat antara meredupkan lampu dan musik dengan program diet seseorang. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cornell Brain Wansink, Ph.D, dibuktikan bahwa seseorang yang makan di tengah cahaya redup dan diiringi alunan musik lembut akan menjadi lebih tenang saat makan.

Sehingga orang tersebut akan mengkonsumsi makanan 175 kalori lebih sedikit dibandingkan mereka yang makan pada cahaya lampu terang dan musik yang menggelegar.

Jadi, sebenarnya ada dua hal yang terjadi ketika kita meredupkan lampu, yaitu makan lebih lambat dan kita akan merasa malas karena makanan yang tersaji sudah keburu dingin.


2. Gunakan Piring Berdiameter Lebih Kecil

Mengurangi porsi makan merupakan salah satu cara menurunkan berat badan yang cukup efektif. Namun banyak orang kesulitan untuk mengurangi porsi makannya sehari-hari. Nah, solusinya ialah dengan mengganti piring makan Anda dengan piring berdiameter yang lebih kecil. Menurut Dr. Wansink, cara ini akan membuat porsi makan Anda berkurang sebanyak 23 persen.


3. Sering Menimbang Berat Badan

Sering-seringlah menimbang berat badan Anda guna mengevaluasi sukses tidaknya diet yang tengah dijalani. Cara ini juga akan memberi pengaruh mental untuk terus berusaha menurunkan berat badan dan tidak berhenti di tengah jalan dari program yang tengah dilakukan.

Selama 7 hari berturut-turut timbanglah berat badan lalu hitung rata-rata berat badan harian Anda sebagai refleksi untuk langkah menurunkan berat badan selanjutnya.


4. Konsumsi Sarapan Sehat

Sarapan merupakan hal penting yang tak boleh diabaikan bila Anda ingin tetap semangat menjalani aktivitas seharian. Dengan mengkonsumsi sarapan sehat setiap hari juga akan membantu program menurunkan berat badan yang sedang dijalani menjadi lebih cepat.


5. Miliki Waktu Istirahat yang Cukup

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Marie Pierre St Onge, Ph D, asisten professor di Columbia University College menunjukkan bahwa orang yang lelah akan lebih banyak mengkonsumsi makanan dibandingkan mereka yang tidak lelah dan memiliki waktu istirahat yang cukup.

Hal disebabkan karena kurangnya waktu tidur akan membuat produksi hormon yang berfungsi untuk merangsang nafsu makan menjadi lebih meningkat.

Kurangnya waktu tidur tak hanya berpengaruh dalam hal fisik saja, secara psikologis juga ditemukan bahwa scan otak seseorang yang kurang tidur akan membuat mereka lebih senang untuk makan.


Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai cara jitu dan cepat dalam menurunkan berat badan tanpa olahraga, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

sumber: Google.co.id

Memilih Jenis Kamera CCTV Sesuai Kebutuhan Anda

Kamera CCTV memberikan manfaat bagi kita terutama dalam fungsi pengawasan sampai mengungkap kasus kejahatan.

Bagi Anda yang ingin memasang CCTV di rumah maupun tempat usaha, ada baiknya ketahui dulu jenis-jenis kamera CCTV berikut ini agar bisa memilih jenis mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.


1. Dome Camera

Dome Camera merupakan jenis kamera CCTV dengan bentuk bulat atau menyerupai kubah. Desainnya sederhana dan relatif sangat mudah dipasang sehingga membuat kamera CCTV jenis ini paling populer dan sering digunakan.

Baca juga: Alat-alat Canggih Untuk Membantu Jaga Kesehatan


Posisi mata kamera terhalang oleh lapisan dome sehingga membuat orang tidak bisa mengetahui arah mana yang sedang disorot oleh kamera tersebut.

Dome camera sangat cocok dipakai untuk pemasangan CCTV di dalam ruangan seperti di dalam rumah ataupun ruang kantor.


2. Standard Box Camera

Jenis kamera ini cocok digunakan untuk pemasangan di dalam maupun luar ruangan. Bentuknya kotak dan simpel. Jenis kamera ini dapat juga dipakai untuk kebutuhan surveillance jarak jauh.

Anda dapat menambahkan sebuah pelindung bila memasang kamera ini di luar ruangan dan dapat dijangkau oleh tangan.


3. Vandal Proof Camera

Vandal proof camera merupakan jenis kamera CCTV yang “anti-pengrusakan”. Kamera ini memang dibuat dengan bahan yang dirancang khusus sebagai pelindung kamera dari benturan. Namun kamera ini lebih cocok untuk dipasang dalam ruangan.


4. Waterproof Camera

Kamera jenis ini lebih sering digunakan untuk pemasangan outdoor. Bentuknya seperti peluru dengan desain casing yang dirancang khusus untuk bisa bertahan dalam berbagai kondisi cuaca seperti hujan, debu, maupun temperatur yang extreme.


5. Infra Red Camera

Pemasangan kamera infra red cocok untuk kondisi dengan tingkat pencahayaan yang kurang di malam hari. Pencitraan gambar yang ditangkap oleh kamera akan semakin jelas bila titik infra red di dalam kamera juga semakin banyak.


6. PTZ Camera / Speed Dome Camera

Jenis kamera ini merupakan kamera serba lengkap, dilengkapi lensa zoom yang bisa diperbesar sampai puluhan kali. Selain into juga memiliki mekanisme pan tilt berupa motorservo yang gerakannya sangat halus. Terdapat pula reeiver telemetry di dalamnya.


7. IP Camera

IP Camera merupakan jenis kamera yang dapat mengirimkan discrete streaming video melalui kabel UTP. Biasanya, dilengkapi dengan IP Addres. Penggunaan IP Camera memungkinkan kita untuk bisa mengakses langsung hasil rekaman lewat jaringan LAN/WAN tanpa harus memakai tambahan converter.


8. Covert Camera / Hidden Camera

Kamera CCTV jenis ini dimaksudkan untuk penggunaan tersembunyi sehingga orang tidak mengetahui keberadaan kamera tersebut. Ada bermacam bentuk yang beredar di pasaran, seperti bentuk smoke detector, jam dinding, lampu, bahkan pemancar air.

Sumber:
http://www.koesriantono.com/2015/07/istilah-istilah-kamera-cctv.html

Tak Mau Ketinggalan Pesawat? Lakukan 5 Tips Berikut Ini!

Ketika musim liburan tiba, kepadatan tidak hanya terjadi di jalur darat, namun juga jalur udara. Persiapkan keberangkatan dengan cermat agar tak ketinggalan pesawat karena membludaknya penumpang di bandara.

Terutama sepanjang periode Lebaran, bandara kerap dibanjiri penumpang. Pesawat memang menjadi pilihan transportasi mudik yang cepat karena tak perlu menghabiskan banyak waktu di jalan serta terbebas dari kemacetan.

Baca juga: 4 Kesalahan Membawa Bayi Naik Pesawat Yang Harus Dihindari

Agar Anda tidak terlambat dan ketinggalan pesawat karena padatnya arus mudik, berikut ini kami akan berbagi kepada Anda beberapa tips yang bisa dilakukan.


1. Ketahui Dengan Jelas Bandara dan Terminal Keberangkatan

“Keteledoran” dapat saja terjadi, terutama bila di kota tempat tinggalnya ada lebih dari satu bandara, seperti di Jakarta yang memiliki dua bandara, Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.

Tak hanya itu, ketahui juga terminal keberangkatan Anda agar nantinya ketika tiba di Bandara Anda tak menghabiskan waktu dengan berputar dari satu terminal ke terminal lainnya.


2. Sisihkan Waktu Lebih Banyak Ke Bandara

Pada periode liburan kali ini, sebaiknya Anda berangkat lebih awal agar waktu perjalanan ke Bandara dapat disisihkan lebih banyak sehingga Anda tidak terlambat dan ketinggalan pesawat.

Himbauan dari beberapa maskapai sebaiknya penumpang datang paling tidak tiga jam lebih awal untuk penerbangan domestik, dan empat jam lebih awal untuk penerbangan internasional. Berlaku untuk penerbangan pagi, siang, maupun malam hari.

Bahkan, walaupun Anda berangkat pada waktu dini hari, kendaraan biasanya sudah memadati area masuk bandara.

Dengan berangkat lebih awal, penumpang dapat mengikuti prosedur dan pemeriksaan Bandara tanpa terburu-buru. Mulai dari pemeriksaan barang, check in, hingga masuk gerbang keberangkatan.


3. Ketahui Rute Tercepat Ke Bandara

Sebelum berangkat dari rumah, cek dulu informasi kondisi jalan yang akan ditempuh dan perkirakan lamanya waktu perjalanan menuju bandara.

Anda dapat menggunakan aplikasi lalu lintas seperti Waze ataupun Google Maps untuk mengetahui rute terdekat dan tercepat untuk sampai ke Bandara.


4. Kendaraan Umum Bisa Menjadi Pilihan

Naik kendaraan umum seperti taksi atau bus Damri akan lebih mempercepat perjalanan Anda sampai bandara. Terutama saat musim arus mudik, kendaraan akan membludak dan sulit mencari parkir saat memasuki area bandara.

Anda tak perlu kuatir cari parkir bila menggunakan kendaraan umum dan dapat langsung masuk ke terminal keberangkatan.


5. Gunakan Layanan Online Check-in

Anda dapat melakukan online check in dari jauh hari sebelum keberangkatan melalui situs resmi maskapai maupun aplikasi smartphone.

Di Indonesia sudah banyak maskapai yang menyediakan layanan ini, misalnya Garuda Indonesia, Citilink, dan AirAsia.

Bila online check in sudah dilakukan, ketika tiba di bandara Anda tinggal mengantre pada konter tersendiri dan akan menghemat waktu dengan tidak mengantre bersama penumpang lain yang belum online check in.


6. Mengantre Di Konter Group Check In

Mengantre di konter group check in sangat disarankan bagi Anda yang pergi bersama rombongan. Namun kumpulkan terlebih dahulu semua identitas (KTP) serta bukti tiket pesawat (itinerary) dan delegasikan satu orang yang tiba lebih dulu di bandara untuk melakukan proses check in.


7. Hemat Waktu Saat Pemeriksaan Keamanan

Ketika sampai pada proses pemeriksaan keamanan, Anda diwajibkan melepas semua aksesoris mulai dari cincin, kalung, jam tangan, sampai ikat pinggang. Begitu juga dengan jaket, topi, dan kacamata hitam.

Sebaiknya masukkan barang-barang tersebut ke dalam tas ketika Anda sampai gerbang keberangkatan. Hal ini untuk menghemat waktu karena Anda tidak perlu menghabiskan waktu lama saat proses pemeriksaan keamanan.

Sumber:
http://travel.kompas.com/read/2016/07/03/080600527/Lakukan.5.Hal.Ini.Agar.Tak.Ketinggalan.Pesawat

Tips Sederhana Membersihkan Rumah Dari Tikus dan Kecoa

Kecoa, semut, dan tikus merupakan sejumlah hama yang sering kita jumpai di rumah. Mereka tak hanya membawa penyakit di sekitar kita, tapi juga tentu akan mengganggu kenyamanan rumah.

Sebenarnya, keberadaan tikus dan kecoa juga dapat disebabkan oleh ulah kita sendiri yang kurang menjaga kebersihan rumah.

Di mana ada sampah, atau sisa makanan yang tercecer di meja maupun lantai dan tidak segera dibersihkan, tentu akan mengundang kehadiran mereka.

Baca juga: Jangan Salah Paham Bila Suami Melakukan 5 Hal Berikut Ini!

Belum lagi bila banyak pakaian yang tergantung di kamar, nyamuk-nyamuk akan senang bersarang di sana. Nyamuk juga menjadi salah satu hama yang sering ditemui di rumah dan bisa menjadi berbahaya apabila dibiarkan.

Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk membersihkan hama-hama tersebut dari dalam rumah, antara lain:

1. Buang sampah secara teratur, bila perlu lakukan setiap hari agar sampah tidak menumpuk dan membusuk.

2. Segera bersihkan peralatan makanan kotor yang berserakan di meja makan maupun tempat pencucian.

3. Pakaian kotor sebaiknya jangan digantung, simpan di suatu tempat agar tidak mengundang nyamuk untuk bersarang di sana.

4. Lakukan penataan perabot yang tepat, misalnya tidak memberi sedikit ruang antara lemari dan tembok karena dapat mengundang kecoa bersarang di tempat tersebut.

5. Simpan peralatan makan di tempat tertutup seperti kitchen cabinet agar tidak menjadi sarang kecoa dan semut.

6. Bersihkan rumah secara teratur dan hindari menumpahkan makanan dan minuman ke lantai.

Nah, itulah tips singkat dan sederhana agar rumah bebas dari hama. Jadikan rumah Anda sehat dan nyaman dengan tidak membiarkan hama rumah senang bersarang di rumah Anda.

Sumber:
http://bisnis.liputan6.com/read/2280513/begini-cara-agar-rumah-bebas-tikus-dan-kecoa

4 Kesalahan Berikut Ini Harus Dihindari Dalam Memilih Niche Blog

Dalam membuat blog, memilih niche (topik) merupakan hal yang sangat penting dilakukan di awal. Salah langkah di awal, maka akan membuat perjalanan aktivitas “ngeblog” Anda menjadi berantakan.

Nah, pada posting kali ini kami akan berbagi kepada Anda hal-hal apa saja yang perlu dihindari saat memilih niche. Berikut ini 5 kesalahan fatal dalam memilih niche blog!



Baca juga: Pengertian dan Tujuan SEO Pada Sebuah Blog


1. Memilih Niche Pada Bidang yang Tidak Diminati

Hindari memilih niche bukan pada bidang yang kita minati. Apalagi kita tidak memiliki pengalaman apapun dalam bidang tersebut.

Sesulit apapun niche bila itu merupakan bidang yang kita minati, pasti kita akan selalu semangat mempelajarinya. Namun, semudah apapun niche bila kita memang tidak berminat tentunya akan membuat kita malas untuk terus update blog secara teratur.


2. Memilih Niche yang Tidak Kompetitif

Terlalu kompetitif memang akan membuat kita sulit untuk bersaing dengan blog-blog besar dan mapan. Namun memilih niche yang tidak kompetitif pun akan membuat blog kita sepi pengunjung.

Banyak cara untuk melihat apakah niche kita memiliki tingkat kompetisi yang tinggi atau rendah. Misalnya dengan menggunakan kotak pencarian Google, ketikkan niche tersebut dan lihat apakah pada hasil pencarian terdapat iklan adwords untuk niche tersebut atau tidak.


3. Memilih Niche Dengan Hanya Mengharapkan Penghasilan Besar

Semua orang pasti akan tergiur dengan niche yang dapat menghasilkan uang banyak. Memang tidaklah salah, tapi niche seperti biasanya memiliki tingkat kompetisi yang tinggi. Kita harus memiliki action plan yang matang, mental, dan biaya yang tinggi bila memutuskan untuk memilih niche tersebut.


4. Memilih Niche Dengan Lingkup yang Terlalu Luas atau Umum

Disarankan untuk memilih niche yang spesifik, karena niche yang terlalu luas atau umum akan membuat kita kesulitan untuk melakukan posting setiap harinya.

Contohnya, Anda memilih niche kesehatan. Sebaiknya pilih lagi niche yang lebih spesifik seperti aneka makanan sehat, atau cara pencegahan dan pengobatan suatu penyakit.


Nah, bagaimana dengan saran kami di atas? Semoga dapat bermanfaat untuk Anda yang ingin mengawali bisnis di dunia blog.

Sumber:
http://ads.id/forums/showthread.php/73933-share-Kesalahan-fatal-dalam-memilih-niche
Tata Cara dan Persyaratan Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor

Tata Cara dan Persyaratan Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor


Uji Tipe Kendaraan Bermotor merupakan pengujian yang dilakukan terhadap fisik kendaraan bermotor atau penelitian terhadap rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan sebelum kendaraan bermotor dibuat, dan/atau dirakit, diimpor secara massal atau dimodifikasi.

Sedangkan Uji Berkala adalah Pengujian Kendaraan Bermotor yang dilakukan secara berkala terhadap setiap kendaraan bermotor, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang dioperasikan di jalan.

Pengujian berkala kendaraan bermotor dilakukan pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika di daerah masing-masing.

Baca juga: Pengertian dan Seluk-Beluk Tilang

Kendaraan bermotor yang wajib melakukan Uji Berkala meliputi mobil penumpang, mobil penumpang umum, mobil bus, mobil barang, kereta gandengan, dan kereta tempelan.

Pemungutan retribusi pengujian kendaraan bermotor dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) setempat dengan kewenangan sebagai berikut:
1. Mengadakan pendataan wajib retribusi.
2. Menentukan penetapan retribusi.
3. Melaksanakan pemungutan retribusi.
4. Mengadakan pembinaan dan pelaporan.
5. Menyetorkan hasil pemungutan ke Kas Daerah.
6. Melaksanakan evaluasi dan pengawasan.

Setiap wajib retribusi diharuskan mendaftarkan usahanya kepada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika setempat paling lambat 30 hari sebelum kegiatan usahanya dimulai dengan menggunakan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD).

SKRD merupakan surat keputusan yang menentukan besarnya jumlah retribusi terutang yang dapat diambil di Dinhubkominfo setempat oleh wajib retribusi atau orang yang dikuasakan.


Tata Cara Memperoleh Tanda Uji Berkala Kendaraan Bermotor

Adapun tata cara untuk memperoleh tanda uji berkala kendaraan bermotor ialah sebagai berikut:

1. Pemohon mengajukan permohonan secara tertulis kepada Bupati melalui Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika di daerah masing-masing dan mendaftarkan kendaraannya dengan melampirkan STNK asli/fotocopy dan fotocopy KTP.

2. Kelengkapan persyaratan diperiksa oleh petugas yang telah menerima permohonan pendaftaran untuk selanjutnya petugas akan mengisi besarnya retribusi yang harus dibayar oleh pemohon dan menetapkan waktu pelaksanaan uji, selanjutnya menyerahkan formulir pendaftaran yang telah diisi kepada pemohon.

3. Pemohon membayar ke Bendahara Khusus Penerima dan menerima bukti pembayaran dalam bentuk Tanda Bukti Pembayaran.

4. Setelah melakukan pembayaran retribusi, pemohon menyerahkan kendaraannya beserta Formulir Laporan Hasil Pemeriksaan Kendaraan (FLHPK) kepada penguji untuk dilakukan pemeriksaan.

5. Penguji melakukan pemeriksaan dan menuangkan hasil pemeriksaan kendaraan ke dalam bentuk Formulir Laporan Hasil Pemeriksaan Kendaraan Bermotor.

6. Laporan hasil pemeriksaan kendaraan diserahkan oleh penguji ke bagian administrasi pengujian untuk diproses penerbitan dan pengeluaran tanda uji serta buku uji.

7. Kendaraan diserahkan kembali kepada pemohon/pemilik. Bagi kendaraan yang dinyatakan lulus uji, pemohon diminta untuk menyerahkan Tanda Bukti Pembayaran kepada bagian administrasi pengujian untuk mendapatkan tanda uji (berupa plat uji) yang akan dipasang pada plat tanda nomor kendaraan.

8. Sedangkan kendaraan yang dinyatakan tidak lulus uji, petugas penguji akan memberitahukan secara tertulis mengenai:
- Item yang tidak lulus uji.
- Alasan tidak lulus uji.
- Perbaikan yang harus dilakukan.
- Waktu dan tempat untuk dilakukan pengujian ulang.

9. Pemilik/pemegang kendaraan tidak diperlakukan sebagai pemohon baru dan tidak dipungut biaya pada saat pelaksanaan uji ulang.

10. Pengujian ulang dilakukan sesudah pemilik/pemegang kendaraan menunjukkan bukti pemberitahuan dari penguji sebelumnya, dan jika tidak lulus uji untuk ke 2 kalinya, maka akan diperlakukan sebagai pemohon baru.


Persyaratan Untuk Mendapatkan Tanda Uji

Ada beberapa kriteria dalam persyaratan untuk mendapatkan Tanda Uji, antara lain:

1. Pemohon Baru (Pertama Kali Diuji)

- STNK asli/fotocopy.
- Sertifikat regristasi uji tipe kendaraan, surat keterangan mutu karoseri, dan/atau surat keterangan perubahan bentuk kendaraan.
- Surat Persetujuan Izin Trayek/Izin Operasi untuk angkutan penumpang umum.
- Surat Tera Tanki untuk mobil barang berbentuk tanki.
- Surat Tera Argometer untuk mobil penumpang jenis taksi.
- Melampirkan spesifikasi teknis kendaraan.
- Memiliki bukti pelunasan pembayaran biaya uji.

2. Permohonan Uji Berkala Berikutnya (Perpanjangan)

- STNK asli/fotocopy.
- Buku Uji yang masih berlaku.

3. Penggantian Buku Uji dan/atau Tanda Uji

- Mengisi formulir permohonan.
- Fotocopy identitas (KTP) pemilik kendaraan atau yang dikuasakan dan menunjukkan aslinya.
- STNK dan tanda nomor kendaraan.
- Bagi kendaraan yang Tanda Lulus Uji-nya rusak, maka menyertakan Buku Uji atau Tanda Lulus Uji (yang rusak), sedangkan bagi yang hilang maka menyertakan Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian.

4. Numpang Uji Kendaraan Keluar

- Fotocopy jati diri pemilik kendaraan atau yang dikuasakan dan menunjukkan aslinya.
- Fotocopy STNK dan Buku Uji yang masih berlaku.
- Membayar biaya uji berkala.

5. Numpang Uji Kendaraan Masuk

- STNK dan Buku Uji asli yang masih berlaku.
- Surat Persetujuan Numpang Uji.
- Surat Tera Tanki untuk mobil barang berbentuk tanki.
- Surat Tera Argometer untuk mobil penumpang jenis taksi.

6. Mutasi Kendaraan Keluar

- Mengisi formulir permohongan.
- Fotocopy jati diri pemilik kendaraan yang masih berlaku dan menunjukkan yang asli.
- STNK yang masih berlaku.
- Surat Keterangan Fiskal Antar Daerah.

7. Mutasi Kendaraan Keluar

- Fotocopy jati diri pemilik kendaraan yang masih berlaku.
- Surat keterangan mutasi uji kendaraan bermotor, kartu induk pemeriksaan dan buku uji.
- STNK baru yang masih berlaku.
- Surat Tera Tanki untuk mobil barang berbentuk tanki.
- Surat Tera Argometer untuk mobil penumpang jenis taksi.


Tata Cara Pembayaran Retribusi Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor

Pembayaran retribusi Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor dilakukan berdasarkan penetapan dengan struktur dan besarnya tarif serta persil Wajib Retribusi.

Pembayaran retribusi yang terhutang harus dilunasi sekaligus dan disetorkan langsung oleh pemohon kepada bendaharawan retribusi daerah (SKRD) yang dibuat oleh bagian pendaftaran pengujian kendaraan bermotor pada seksi Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika di daerah masing-masing.

Begitu pula dengan sanksi administrasi, biaya pengganti tanda uji dan biaya pengganti buku uji, biaya numpang uji, dan biaya mutasi uji semua dibayarkan kepada Bendahara Khusus Penerima di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika di Kota masing-masing.

Tanda Bukti Pembayaran akan diberikan kepada Pemohon oleh Bendahara Khusus Penerima sebanyak rangkap dua, yaitu lembar asli untuk pemohon, dan lembar kedua untuk mengambil tanda bukti lulus uji dan buku uji setelah kendaraan sudah diuji dan dinyatakan lulus uji.

Sumber:
Google.co.id
Pengertian dan Seluk-Beluk Tilang

Pengertian dan Seluk-Beluk Tilang

Rupanya, banyak orang tidak suka dengan Polisi hanya karena pernah atau takut ditilang. Namun, tidak sedikit dari masyarakat yang ternyata tidak memahami apa itu tilang dan bagaimana seluk-beluknya.

Nah, berikut ini kami akan mengulas beberapa hal yang berkaitan dengan TILANG agar nantinya kita tidak salah kaprah lagi ketika ditilang oleh Polisi Lalu Lintas.

Tilang merupakan Bukti Pelanggaran. Fungsi dari Tilang itu sendiri ialah sebagai undangan kepada pelanggar lalu lintas untuk menghadiri siding di Pengadilan Negeri dan sebagai Tanda Bukti Penyitaan atas barang yang disita dari Pelanggar oleh Polisi Lalu Lintas.

Baca juga: Pengertian dan Jenis-jenis Retribusi Perizinan Tertentu

Beberapa jenis barang bukti yang boleh disita oleh Polisi Lalu Lintas antara lain SIM, STNK, STCK, dan Kendaraan Bermotor. Polantas dilarang menyita selain keempat jenis barang bukti tersebut.

Misalnya, bila Anda melanggar karena tidak membawa SIM maka STNK yang akan disita. Apabila tidak dapat menunjukkan SIM dan STNK maka Polantas akan menyita kendaraan Anda.

Masing-masing Buku Tilang diambil dan dicek kelengkapannya oleh Bintara Tilang Polsek dari Satuan Lalu Lintas Polres setempat.

Satu buku Tilang berisi 5 buah tilang, dan 1 buah Tilang Terdiri dari 5 lembar warna dengan ketentuan sebagai berikut:
- Warna MERAH / BIRU untuk pelanggar.
- Warna HIJAU untuk Pengadilan.
- Warna KUNING untuk arsip Kepolisian.
- Warna PUTIH untuk Kejaksaan.

Setelah diperiksa kelengkapannya, buku Tilang diberi stempel Kesatuan untuk menunjukkan Tilang tersebut digunakan oleh Kesatuan mana, dan juga diberi stempel Staff sebagai pengesahan.

Jadi, jika kita kena Tilang di jalan perhatikan stempel pada pojok kanan atas tilang tersebut untuk mengetahui Polisi Kesatuan mana yang telah menilang kita sehingga tidak terjadi kesalahan dalam hal penyelesaian Tilang dengan cara Titip Denda atau Titip Sidang bagi pengendara dari luar kota yang tidak memiliki cukup waktu mengikuti siding di kota tempat pelanggar kena Tilang.


Tips Menghadapi Tilang Saat Terjaring Razia Kepolisian

Beberapa hal yang perlu dilakukan ketika Anda kena Tilang antara lain sebagai berikut:

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Ketika Anda terjaring razia lalu lintas yang dilakukan oleh Kepolisian, jangan panik dan tetap tenang. Yakinkan diri Anda bahwa Tilang merupakan bentuk Tindak Pidana Ringan dengan sanksi yang umumnya diberikan ialah berupa Denda, bukan Penjara.

2. Parkir Kendaraan Di Tempat Aman

Ketika razia berlangsung kemungkinan akan ada banyak pelanggar yang terjaring, parkirkan kendaraan di tepi jalan yang aman, dan bagi kendaraan roda dua sebaiknya dikunci stang.

Petugas polisi saat itu lebih berkonsentrasi pada pemeriksaan kendaraan dan pengendara di jalan, jadi amankan kendaraan Anda untuk berjaga dari tangan-tangan jahil yang merugikan.

3. Pastikan Petugas Membawa Buku Tilang

Langkah ini diperlukan untuk membedakan mana Razia resmi atau bukan. Terkadang ada oknum nakal yang tidak membawa buku tilang dan hanya menakut-nakuti pelanggar ujung-ujungnya mengajak damai.

Bila Anda melanggar dan terkena Tilang, maka lakukan penyelesaian sesuai dengan prosedur yang ada.

4. Lakukan Alternatif Penyelesaian Tilang Sesuai Prosedur

Ada beberapa alternatif penyelesaian Tilang yang bisa kita tempuh dan akan kami bahas melalui ulasan berikut ini!

- Alternatif pertama ialah pengendara mengakui pelanggaran yang telah dilakukan dan akan menyelesaikan perkara Tilang di Pengadilan. Pelanggar akan menerima lembar Tilang berwarna MERAH.

- Alternatif kedua, pengendara mengakui pelanggaran yang telah dilakukan dan akan menyelesaikan denda Tilang di Bank BRI. Petugas akan menerapkan denda tertinggi pada lembar tilang sesuai dengan pasal yang dilanggar. Pelanggar akan mendapatkan lembar Tilang berwarna BIRU untuk kemudian membayar denda maksimal ke bank BRI. Tanda bukti pembayaran denda dibawa kembali ke satuan yang menilang untuk pengambilan barang bukti yang disita Polisi.

- Alternatif ketiga, pengendara mengakui pelanggaran yang telah dilakukan dan menitipkan denda kepada petugas Polri. Alternatif ini ditujukan untuk pelanggar dari luar kota yang tidak mempunyai waktu dalam menyelesaikan siding di Pengadilan maupun membayar denda di bank BRI. Bagi Anda yang memilih alternatif ini, pastikan petugas menulis identitas Anda di lembar tilang. Pelanggar tidak akan menerima lembar tilang karena barang bukti langsung dikembalikan pada saat itu juga. Ada baiknya pembayaran uang titipan denda dan penukaran barang bukti dilakukan di kantor Satlantas untuk menghindari kesan paksaan petugas kepada pelanggar.

- Alternatif keempat, pengendara tidak mengakui pelanggaran dan tidak mau tanda tangan, sehingga pelanggar akan menerima dua lembar tilang sekaligus, yaitu MERAH dan BIRU. Kasus akan diselesaikan di pengadilan dengan mempertemukan petugas yang menilang dan pelanggar yang merasa tidak bersalah. Memang tidak ada paksaan bagi pelanggar untuk menandatangani surat tilang, namun hal ini jarang terjadi karena ditujukan bagi pelanggar yang ingin mengajukan banding di pengadilan.


Nah, itulah beberapa alternatif penyelesaian tilang yang bisa Anda tempuh. Ketika Petugas menulis identitas pelanggar di lembar tilang, saat itulah penindakan telah dilaksanakan dengan benar. Sebab, terdapat nomor seri di setiap lembar tilang sebagai bukti bahwa Anda telah melakukan pelanggaran lalu lintas.

Hindari pikiran negatif terhadap petugas Kepolisian yang melakukan razia di jalan. Razia lalu lintas dilakukan demi ketertiban lalu lintas sebagai upaya untuk mengurangi terjadinya kecelakaan. Karena setiap kecelakaan lalu lintas pasti diawali dengan suatu pelanggaran.

Penyelesaian tilang melalui sidang di Pengadilan boleh diwakilkan atau dititipkan kepada keluarga, sahabat, maupun rekan Anda.

Bila surat tilang Anda hilang, lapor ke Polsek terdekat dengan membuat surat kehilangan dengan menyebutkan tanggal penilangan, barang bukti yang disita, dan identitas dari barang bukti tersebut. Bawalah surat kehilangan dari Polsek ke satuan yang melakukan penilangan sebagai ganti lembar tilang untuk pengambilan barang bukti Anda.

Ketahui dan patuhi peraturan lalu lintas yang berlaku di jalan, tertib jangan hanya karena takut ditilang, tapi yakinlah bahwa ketertiban harus dijaga untuk keselamatan jiwa kita saat berkendara.

Sumber:
http://pelayanmasyarakat.blogspot.com/2011/10/tilang.html
Pengertian dan Jenis-jenis Retribusi Perizinan Tertentu

Pengertian dan Jenis-jenis Retribusi Perizinan Tertentu

Retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan (organisasi).

Sedangkan Retribusi Perizinan Tertentu merupakan pungutan Daerah sebagai pembayaran atas suatu kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian izin kepada orang pribadi atau Badan (organisasi) yang dimaksudkan untuk pembinaan, pengaturan, pengendalian dan pengawasan atas kegiatan, pemanfaatan ruang, serta penggunaan sumber daya alam, barang, prasarana, sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga: Urutan Prosedur Pembuatan Baru Surat Izin Mengemudi (SIM)

Beberapa jenis Retribusi Perizinan Tertentu  antara lain:
- Retribusi Izin Mendirikan Bangunan
- Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol
- Retribusi Izin Trayek Angkutan Umum
- Retribusi Izin Usaha Perikanan


1. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan

Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) merupakan pungutan retribusi atas pelayanan izin mendirikan bangunan gedung dan bangunan bukan gedung kepada pemilik bangunan baik orang pribadi maupun Badan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi dan/atau merobohkan, atau merenovasi bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku.

 Objek Retribusi IMB adalah pemberian izin untuk mendirikan suatu bangunan yang meliputi kegiatan peninjauan desain dan pemantauan pelaksanaan pembangunannya agar tetap sesuai dengan rencana teknis bangunan dan rencana tata ruang, dengan tetap memperhatikan koefisien dasar bangunan, koefisien luas bangunan, koefisien ketinggian bangunan dan pengawasan penggunaan bangunan yang meliputi pemeriksaan dalam rangka memenuhi syarat keselamatan bagi yang menempati bangunan tersebut.

Tingkat penggunaan jasa Retribusi IMB diukur dengan rumus yang didasarkan atas perkalian antara faktor luas bangunan, ketinggian bangunan, guna bangunan, hirarkie kota/wilayah, jalan menurut fungsi dan sistem jaringannya serta kelas bangunan yang diberikan bobot (koefesien) yang ditentukan berdasarkan kebijakan di Daerah masing-masing.

Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif retribusi IMB didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian izin dengan besaran tarif ditetapkan sebesar 0,25% dari index harga bangunan.

Apabila terdapat perubahan izin maka akan dikenakan retribusi sebesar 50% dari besarnya tarif retribusi IMB yang telah dihitung dan ditetapkan sebelumnya.


2. Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol

Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol adalah pungutan retribusi yang dikenakan kepada orang pribadi atau badan atas pemberian izin untuk melakukan penjualan minuman beralkohol di suatu tempat tertentu.

Tingkat penggunaan jasa retribusi izin tempat penjualan minuman beralkohol diukur berdasarkan tempat dan jenis penjualan minuman beralkohol.

Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif retribusi didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian izin yang bersangkutan dengan biaya pemberian izin meliputi penerbitan dokumen izin, pengawasan di lapangan, penegakan hukum, penatausahaan, dan biaya dampak negatif dari pemberian izin tersebut.

Struktur dan tarif retribusi digolongkan berdasarkan jenis tempat penjualan minuman beralkohol yang besarnya ditentukan sesuai kebijakan di Daerah masing-masing dengan jangka waktu masa retribusi selama 1 (satu) tahun sama dengan masa berlakunya izin.

Pungutan retribusi sebagai pembayaran atas pemberian izin tempat usaha/kegiatan kepada orang pribadi atau badan di lokasi tertentu yang dapat menimbulkan ancaman bahaya, kerugian dan/atau gangguan, termasuk pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha secara terus-menerus untuk mencegah terjadinya gangguan, ketertiban keselamatan atau kesehatan umum, memelihara ketertiban lingkungan dan memenuhi norma keselamatan dan kesehatan kerja.

Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan perkailan Indek Penggunaan Jasa dan luas tempat usaha. Indek Penggunaan Jasa terdiri dari indek letak strategis, dan indek kriteria gangguan. Sedangkan luas tempat usaha dihitung berdasarkan jumlah lantai tertutup dan lantai terbuka yang digunakan langsung untuk kegiatan usaha.

Penetapan struktur dan besarnya tarif Retribusi didasarkan pada tujuan untuk menutup sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pemberian Izin Gangguan.


3. Retribusi Izin Trayek Angkutan Umum

Retribusi Izin Trayek Angkutan Umum merupakan retribusi yang dipungut atas pemberian izin trayek kepada badan untuk menyediakan pelayanan angkutan penumpang umum pada satu atau beberapa trayek tertentu.

Izin trayek diberikan kepada badan untuk menyediakan pelayanan angkutan penumpang umum pada satu atau beberapa trayek tertentu dengan tingkat penggunaan jasa retribusi diukur berdasarkan jumlah izin yang diberikan.

Struktur dan besarnya tarif retribusi izin trayek digolongkan berdasarkan jenis angkutan penumpang dengan jangka waktu masa retribusi selama 5 (lima) tahun.


4. Retribusi Izin Usaha Perikanan

Retribusi Izin Usaha Perikanan adalah retribusi yang dipungut sebagai pembayaran atas pemberian izin kepada orang pribadi atau badan untuk melakukan kegiatan usaha penangkapan dan pembudidayaan ikan.

Objek Retribusi Izin Usaha Perikanan terdiri dari:

a. Pelayanan Izin Usaha Perikanan Tangkap, meliputi: Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI).

b. Pelayanan Izin Usaha Pembudidayaan Ikan, berupa Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) di bidang pembudidayaan ikan.

Tingkat penggunaan jasa diukur berdasarkan tingkat usaha, jenis dan sifat usaha serta jumlah izin dengan besarnya tarif retribusi digolongkan berdasarkan jenis izin usaha perikanan yang diberikan.


Tata Cara Pembayaran Retribusi Perizinan Tertentu

Adapun tata cara dalam pembayaran Retribusi Perizinan Tertentu ialah sebagai berikut:
1. Pembayaran retribusi yang terutang harus dilunasi sekaligus.
2. Retribusi yang terutang dilunasi selambat-lambatnya 15 hari sejak diterbitkannya Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) atau dokumen lain yang dipersamakan.
3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pembayaran, penyetoran dan tempat pembayaran retribusi diatur dengan Peraturan Bupati di daerah masing-masing.

Apabila wajib retribusi tidak membayar tepat pada waktunya atau ada kekurangan pembayaran, maka akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 2% setiap bulan dari retribusi yang terutang atau kurang dibayar atau ditagih dengan menggunakan Surat Terutang Retribusi Daerah (STRD).

Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan Daerah diancam pidana kurungan paling lama 3 bulan atau pidana denda paling banyak 3 kali jumlah Retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar.

Sumber:
Google.co.id

4 Kesalahan Membawa Bayi Naik Pesawat Yang Harus Dihindari


Bagi Anda yang hendak berlibur atau kembali dari mudik dan baru pertama kali membawa bayi naik pesawat mungkin ada kekhawatiran si kecil bakal rewel atau sulit tidur selama dalam perjalanan.

Supaya perjalanan naik pesawat Anda dengan bayi berjalan lancar, ada baiknya ketahui dulu beberapa kesalahan yang sering dilakukan orangtua ketika membawa bayi naik pesawat sehingga kita bisa menghindari kesalahan tersebut.


Baca juga: Tips Mengatasi 5 Fobia yang Sering Dialami Para Pelancong

1. Memilih Jadwal Keberangkatan yang Salah

Anda harus mengubah kebiasaan Anda untuk mempertimbangkan harga ketika hendak memilih jadwal pesawat. Mulai sekarang pertimbangkan juga jam tidur anak.

Upayakan jadwal penerbangan dibarengkan dengan jam tidur siang atau malam bayi sehingga akan membantunya cepat terlelap saat berada dalam pesawat.

Kenakan pula bayi Anda pakaian yang nyaman atau bisa juga pakaian tidur agar dapat memberikan stimulus pada bayi untuk cepat terlelap di pesawat.


2. Tidak Membawa ASI Perah

Ketika membawa bayi Anda naik pesawat, membawa ASI perah merupakan salah satu pilihan yang baik dilakukan. Namun, Anda juga harus ketahui aturan mengenai membawa ASI perah ketika naik pesawat.

Misalnya untuk aturan penerbangan nasional, diperbolehkan membawa ASI perah di dalam kotak berukuran 30-40 cm atau sebanyak 1 liter.

Perhatikan pula keamanan wadah yang dipakai. Wadah harus tertutup dengan baik agar tidak tumpah. Bila perjalanan yang ditempuh cukup jauh, Anda juga dapat menitipkan ASI perah kepada pramugari untuk diletakkan dalam lemari pendingin pesawat.


3. Tidak Meminta Penjelasan Pramugari Tentang Keselamatan Bayi

Jangan sungkan untuk bertanya kepada pramugari perihal keselamatan bayi ketika berada di pesawat, termasuk saat pemasangan sabuk pengaman.

Bukan berarti dengan memangku bayi maka Anda akan aman selama di pesawat. Mintalah bantuan untuk dijelaskan tentang saat-saat emergency bila membawa bayi dalam pesawat.

Misalnya, ketika kadar oksigen di kabin menurun, pastikan diri Anda sendiri aman sebelum menyelamatkan anak, karena bagaimana mungkin Anda dapat menyelamatkan bayi bila diri Anda sendiri belum tentu selamat. Keselamatan merupakan hal yang utama untuk diperhatikan saat mengajak bayi naik pesawat.


4. Memaksa Bayi Anda Tertidur

Sebaiknya tak perlu memaksa anak tidur sepanjang perjalanan. Biasanya bayi memang akan sulit tertidur dikarenakan ruang yang sempit dan situasi pesawat yang tidak nyaman.

Siapkan selimut, mainan atau barang kesukaan bayi untuk membantunya tetap tenang selama di pesawat. Atau bisa juga sejenak berjalan-jalan di kabin pesawat agar membuat bayi Anda tenang.

Sumber:
http://travel.kompas.com/read/2016/07/09/120000027/4.Kesalahan.Orangtua.Saat.Membawa.Bayi.Naik.Pesawat

Panduan Melakukan Check-In dan Boarding Pass Kereta Api Dari Semarang

Implementasi program sistem check-in dan boarding pass mulai dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang di Stasiun Poncol dan Stasiun Tawang, Semarang.

Implementasi tersebut menyusul sistem yang sudah berhasil diuji coba dan diterapkan pada seluruh stasiun yang berada di wilayah PT KAI Daop 1, 2, 3, 5, 6, dan 7.

Baca juga: Tips Mengatasi 5 Fobia yang Sering Dialami Para Pelancong

Adanya penerapan Check-In dan Boarding Pass ini merupakan peningkatan pelayanan yang akan mempermudah para calon penumpang dan mengurangi risiko lolos boarding akibat tiket tidak valid atau salah tanggal.

Menurut Gatut Sutiyatmoko, Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, dengan adanya sistem baru ini, para calon penumpang yang sudah membeli tiket di channel eksternal dapat melakukan check in pada mesin check in mandiri di stasiun sejak 12 jam sebelum perjalanan hingga menjelang keberangkatan kereta api.

Bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menggunakan kereta api dari Stasiun Poncol dan Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah tak perlu bingung dengan sistem Check-In dan Boarding Pass tersebut.

Berikut ini kami akan berbagi mengenai cara melakukan check in dan boarding pass di stasiun kereta api, cara ini juga hampir sama atau berlaku di semua stasiun yang menerapkan sistem tersebut.


1. Cari Mesin Check-in Saat Sampai Stasiun

Bila Anda sudah membeli tiket kereta api, segera cari mesin check-in mandiri dan ketikkan kode booking yang tercantum pada bukti transaksi pembelian tiket.

Mesin akan mengeluarkan boarding pass yang di dalamnya tercantum nama dan ID penumpang, kode booking, nama KA beserta tujuan dan jadwal keberangkatan.


2. Pemeriksaan Boarding Pass oleh Petugas

Sesudah boarding pass keluar, itulah tanda bukti tiket Anda yang akan diperiksa oleh petugas stasiun. Siapkan kartu identitas sesuai dengan yang tertera di boarding pass.

Petugas akan memverifikasi boarding pass menggunakan perangkat scanner serta memeriksa kecocokan data dengan kartu identitas asli penumpang.


3. Pasca-pemeriksaan Boarding Pass

Setelah boarding pass diperiksa, Anda tinggal menunggu kedatangan dan waktu keberangkatan kereta api di ruang tunggu hingga ada pengumuman resmi dari pihak stasiun melalui pengeras suara.


4. Duduk Sesuai yang Tertera Pada Boarding Pass

Bila Anda telah berada dalam kereta api, pastikan cari tempat duduk sesuai dengan nomor gerbong dan kursi yang tertera di boarding pass.


5. Pemeriksaan Di Dalam Kereta Api

Simpan boarding pass dan jangan sampai hilang karena akan ada pemeriksaan kembali di dalam kereta api, Anda tinggal menunjukkan boarding pass tersebut kepada petugas.


Itulah langkah-langkah dalam melakukan check-in dan boarding pass ketika hendak melakukan perjalanan menggunakan kereta api dari Semarang.

Perlu diingat, bagi penumpang yang membeli tiket go show, sesudah mendapatkan tiket tetap harus melakukan check-in pada mesin check-in mandiri untuk mencetak boarding pass.

Bila boarding pass telah berhasil tercetak, maka penumpang bisa langsung menuju boarding gate untuk pemeriksaan identitas.

Sedangkan untuk stasiun-stasiun yang belum menerapkan sistem check-in, sistem cetak tiket fisik (tiket biru) tetap dilakukan menggunakan mesin Cetak Tiket Mandiri.

Sumber:
http://travel.kompas.com/read/2016/07/13/124218527/naik.kereta.dari.semarang.kini.pakai.check-in.dan.boarding.pass.ini.panduannya.

Tips Mengatasi 5 Fobia yang Sering Dialami Para Pelancong

Pada hakikatnya, travelling merupakan aktivitas yang memaksa kita untuk meninggalkan kenyamanan di rumah dan berani menghadapi sesuatu yang belum diketahui dalam perjalanan.

Tidak sedikit orang yang merasa khawatir terhadap berbagai hal yang akan mereka temui selama traveling, seperti kerumunan orang, atau pesawat terbang.

Bagi Anda yang memiliki suatu fobia saat traveling sebaiknya persiapkan diri untuk mengatasinya dengan melakukan beberapa tips yang kami bagikan berikut ini:

Baca juga: Berbelanja Barang Murah Berkualitas di Pasar Petisah – Medan


1. Fobia Terbang (Aerophobia)

Bagi Anda yang merasa takut ketika naik pesawat, bisa saja itu berasal dari klaustrofobia (fobia ketinggian) atau bisa juga Anda kehilangan kontrol.

The New York Times mengungkapkan beberapa penelitian yang menunjukkan ada sekitar 40% pelancong di dunia yang mengalami fobia terbang.

Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi Fobia Terbang, ada yang intensif dan ada pula yang instan. Misalnya, terapi personal, menjalani pengobatan kecemasan, atau program berbasis terapi.

Bagi Anda yang mengalami fobia terbang dengan tingkat yang tak terlalu parah, cara mengatasinya bisa dengan mengunduh aplikasi sederhana di smartphone Anda seperti Flying Without Fear dari Virgin Atlantic, melakukan meditasi, atau mengungkapkan ketakutan Anda pada awak kabin.


2. Fobia Laut (Thalassophobia)

Penderita Fobia Laut biasanya mengalami kecemasan akut ketika berlayar dengan kapal pesiar, terbang melintasi lautan, atau sekadar berada di pinggir pantai.

Fobia Laut dapat membuat pelancong enggan berkunjung ke tempat-tempat wisata pantai, atau ke seberang benua yang jauh.

Ada berbagai hal yang dapat menimbulkan Fobia Laut pada seseorang, seperti takut bersentuhan dengan hewan-hewan laut, takut tergulung ombak, atau terkena garam air laut.

Cara mengatasi Thalassophobia ialah Anda harus coba lebih banyak menghabiskan waktu berada di sekitar laut, dan memaksa diri untuk bersentuhan dengan air laut.

Cara lainnya ialah dengan mengajak teman untuk berenang di pantai atau bergabung dengan kelompok selancar dan mengikuti kegiatannya.

Sedangkan bagi penderita akut, cara terbaik ialah dengan segera menjalani terapi dengan tenaga medis profesional yang secara khusus menangani kecemasan.


3. Fobia Hewan (Zoophobia)

Bagi penderita Fobia Hewan, perjalanan wisata ke kebun binatang, menyaksikan kehidupan liar di taman nasional, atau menonton paus dan lumba-lumba menjadi saat-saat terberat dalam perjalanan.

Kecemasan Anda mungkin dapat berkurang bila menanaman fakta dalam kepala bahwa serangan hewan di seluruh dunia sangat jarang terjadi.

Misalnya saja seperti yang diungkapkan oleh Animal Planet, peluang seseorang diserang oleh hiu ialah satu berbanding 11,5 juta.

Namun, pilihan terbaik untuk orang yang menderita Zoophobia ialah dengan menjalani terapi bersama pihak medis yang berkompeten.


4. Fobia Kuman (Mysophobia)

Bagi pelancong yang menderita Mysophobia, kecemasan dapat timbul ketika pergi ke toilet umum, melihat penyangga nampan di belakang kursi pesawat, atau tidur di atas seprai hotel.

Sebenarnya ada tips sederhana agar Anda tetap merasa aman dari kuman, yaitu sering-seringlah mencuci tangan, minta kepada room service hotel agar mengganti seprai tempat tidur dengan yang baru, atau pastikan tempat tidur penginapan terbebas dari serangga sebelum Anda berbaring di atasnya.


5. Fobia Keramaian (Enochlophobia)

Ketika melakukan perjalanan wisata ke tempat-tempat yang cukup populer, terkadang antrian panjang atau kerumunan orang memang tak dapat dihindari, apalagi saat high season atau musim liburan.

Bagi Anda yang mengalami Fobia Kerumunan, hal yang paling mungkin dilakukan adalah dengan mengunjungi destinasi wisata populer ketika orang belum banyak berdatangan, misalnya sesaat setelah buka atau sebelum tutup, pada hari biasa, atau di waktu low season.

Namun, bagaimana dengan bandara atau stasiun? Tentu keramaian merupakan hal yang tak dapat dihindari.

Cara sederhana yang dapat Anda lakukan ialah dengan mencoba menenangkan pikiran, tarik nafas dalam-dalam, bicaralah pada diri Anda mengenai hal-hal yang positif, bersabar, dan menerima situasi.


Nah, itulah beberapa tips yang dapat dilakukan bagi Anda penderita kelima Fobia di atas. Hentikan berbagai pikiran negatif ketika hendak melakukan perjalanan.

Terutama bila tujuan Anda adalah berwisata, bayangkan berbagai hal seru dan menyenangkan yang akan dialami di tempat tujuan Anda nantinya.

Sumber:
http://travel.kompas.com/read/2016/06/29/230800427/5.Fobia.Saat.Traveling.dan.Cara.Mengatasinya?page=2
Urutan Prosedur Pembuatan Baru Surat Izin Mengemudi (SIM)

Urutan Prosedur Pembuatan Baru Surat Izin Mengemudi (SIM)

Dalam membuat SIM Baru, secara umum ada beberapa langkah yang harus kita lakukan. Berikut kami jelaskan urutan prosedurnya:


1. Fotocopy KTP Anda menjadi beberapa lembar sebagai kelengkapan dalam persyaratan dokumen yang akan dilampirkan bersama formulir permohonan.

2. Buat Surat Keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter, dan biasanya dapat dibuat di klinik Kepolisian atau di pusat pelayanan kesehatan lainnya.

3. Ambil dan isi formulir permohonan pembuatan SIM baru dengan lengkap dan benar untuk selanjutnya diserahkan ke petugas di loket yang telah disediakan pada kantor Satlantas. Biasanya, sekalian melakukan pembayaran biaya pembuatan SIM Baru. Tunggu sampai nama Anda dipanggil.

Baca juga: Persyaratan Pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Untuk Golongan Umum

4. Ketika nama Anda dipanggil, kemudian akan diminta untuk mengikuti ujian yang terdiri dari dua tahap, yaitu Ujian Tertulis dan Ujian Praktik. Pada kedua ujian tersebut jika tidak lulus, maka akan diberi kesempatan untuk mengulang ujian tersebut setelah tenggang 7 hari, 14 hari, dan 30 hari. Apabila Anda mengulang dan kembali tidak lulus / tidak mengulang / tidak datang kembali, atau tidak ada keterangan biasanya uang pembayaran biaya SIM akan dikembalikan.

5. Bila Anda berhasil lulus pada Ujian Tertulis maupun Ujian Praktik, selanjutnya akan diminta menunggu panggilan lagi untuk melengkapi data diri, tandatangan, sidik jari, dan difoto secara elektronik atau digital.

6. Tahap terakhir ialah menunggu hingga nama Anda dipanggil untuk mengambil SIM yang sudah jadi pada loket pengambilan SIM.


Semua tahap dalam membuat SIM di atas semestinya Anda ikuti dengan tertib. Jangan berkecil hati apabila gagal dalam ujian, terutama ujian praktik karena Anda akan diberi kesempatan untuk mengikuti kembali ujian tersebut setelah jangka waktu tertentu.

Surat Izin Mengemudi (SIM) wajib dimiliki oleh para pengemudi, karena sudah diatur dalam undang-undang. Selain itu juga menjadi bukti bahwa Anda memiliki kemampuan dan kemahiran dalam mengemudikan kendaraan bermotor di jalan demi keselamatan Anda, penumpang, dan juga pengguna jalan lainnya.

Sumber:
https://www.cermati.com/artikel/cara-membuat-sim-dan-biaya-pengurusannya
Persyaratan Pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Untuk Golongan Umum

Persyaratan Pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Untuk Golongan Umum

Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan salah satu dokumen penting yang wajib kita miliki apabila hendak mengemudikan suatu kendaraan bermotor.

Menurut Pasal 77 ayat 1 Undang-undang No. 22 Tahun 2009, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM), sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Di Indonesia, SIM merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada seseorang yang sudah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani maupun rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Baca juga: Prosedur Pengajuan dan Persyaratan Izin Trayek Kendaraan Angkutan Umum

Seperti sudah dibahas dalam posting sebelumnya selain ada SIM untuk golongan perseorangan, ada pula SIM yang untuk golongan umum.

Berikut ini kami akan berbagi informasi tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk golongan umum.


1. Syarat Pembuatan SIM A Umum

Persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:
- Batas usia minimal 20 tahun.
- Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Mengisi formulir permohonan.
- Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi, berkemeja kerah, bercelana panjang, dan bersepatu.
- Lulus ujian teori dan ujian praktik.
- Diwajibkan mengikuti klinik mengemudi untuk mendapatkan Surat Keterangan Uji Klinik Pengemudi (SKUKP).
- Harus sudah memiliki SIM A (perseorangan) minimal selama 12 bulan.
- Membayar biaya pembuatan SIM baru.

2. Syarat Pembuatan SIM B1 Umum

Persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:
- Batas usia minimal 22 tahun.
- Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Mengisi formulir permohonan.
- Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi, berkemeja kerah, bercelana panjang, dan bersepatu.
- Lulus ujian teori dan ujian praktik.
- Diwajibkan mengikuti klinik mengemudi untuk mendapatkan Surat Keterangan Uji Klinik Pengemudi (SKUKP).
- Harus sudah memiliki SIM B1 (Perseorangan) atau SIM A Umum minimal selama 12 bulan.
- Membayar biaya pembuatan SIM baru.

3. Syarat Pembuatan SIM B2 Umum

Persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:
- Batas usia minimal 23 tahun.
- Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Mengisi formulir permohonan.
- Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi, berkemeja kerah, bercelana panjang, dan bersepatu.
- Lulus ujian teori dan ujian praktik.
- Mengikuti klinik mengemudi untuk mendapatkan Surat Keterangan Uji Klinik Pengemudi (SKUKP).
- Harus sudah memiliki SIM B2 (Perseorangan) atau SIM B1 Umum minimal selama 12 bulan.
- Membayar biaya pembuatan SIM baru.

Sumber:
https://www.cermati.com/artikel/cara-membuat-sim-dan-biaya-pengurusannya
Prosedur Pengajuan dan Persyaratan Izin Trayek Kendaraan Angkutan Umum

Prosedur Pengajuan dan Persyaratan Izin Trayek Kendaraan Angkutan Umum


Berikut ini kami bagikan kepada Anda mengenai cara dan persyaratan pengajuan maupun perpanjangan izin trayek kendaraan angkutan penumpang secara umum. Semoga bermanfaat bagi para pengusaha jasa angkutan umum. Simak artikelnya di bawah ini!




Prosedur Penerbitan dan Perpanjangan Izin Trayek Angkutan Umum

1. Dinas menerima permohonan izin trayek baru.

2. Permohonan akan diteliti oleh Dinas dan setelah dinyatakan layak, maka diterbitkan Surat Pemberitahuan Informasi Trayek (SPIT) pengusahaan angkutan umum kepada Pemohon yang di dalamnya tercantum uraian kelengkapan persyaratan yang wajib dipenuhi dalam penerbitan Izin Trayek Baru.

3. Jika SPIT yang sudah diterbitkan tidak ditindaklanjuti oleh Pemohon selama 6 bulan terhitung sejak ditandatangani, maka SPIT tersebut dinyatakan gugur atau tidak berlaku lagi.

4. Apabila persyaratan seperti yang tercantum dalam SPIT telah dilengkapi oleh Pemohon, maka selanjutnya ditetapkan besaran retribusi yang wajib dibayar oleh Pemohon.

5. Kemudian Dinas akan menerbitkan Surat Izin Trayek Angkutan Penumpang Umum beserta turunan Izin Trayek berupa Kartu Pengawasan yang dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja terhitung sejak pembayaran retribusi.

6. Izin Trayek memiliki masa berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang bila telah berakhir.

7. Pemegang Izin Trayek diharuskan melakukan daftar ulang setiap 1 (satu) tahun sekali melalui perpanjangan Kartu Pengawasan dan pengajuannya dilakukan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum habis masa Izin Trayek.

Baca juga: Prosedur Pengajuan KIR


Persyaratan Izin Trayek Angkutan Penumpang Umum

A. Penerbitan Izin Trayek Baru

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Bagi perusahaan yang berbadan hukum diharuskan:
- Melampirkan salinan Nomor Pokok Wajib Pajak
- Melampirkan salinan Akte Pendirian Perusahaan.
- Melampirkan salinan Surat Izin Tempat Usaha.

3. Bagi perorangan hanya melampirkan salinan KTP.

4. Salinan Kartu Anggota Organda bagi perusahaan berbadan hukum maupun perorangan.

5. Melampirkan salinan STNK.

6. Melampirkan salinan Buku Uji Kendaraan Bermotor.

7. Melampirkan salinan Iuran Asuransi Jasa Raharja.


B. Perpanjangan Surat Izin Trayek / Kartu Pengawasan

1. Bagi perusahaan berbadan hukum diwajibkan melampirkan:
- Salinan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
- Salinan Akte Pendirian Perusahaan.
- Salinan Surat Izin Tempat Usaha.

2. Bagi perorangan hanya diharuskan melampirkan salinan KTP.

3. Melampirkan Surat Izin Trayek / Kartu Pengawasan Asli.

4. Melampirkan fotocopy Kartu Anggota Organda.

5. Melampirkan fotocopy STNK.

6. Melampirkan fotocopy Buku Uji Kendaraan Bermotor.

7. Melampirkan fotocopy Iuran Asuransi Jasa Raharja.


Pencabutan Izin Trayek Kendaraan Angkutan Penumpang Umum Oleh Dinas Perhubungan

Pencabutan Izin Trayek Kendaraan Angkutan Penumpang Umum oleh Dinas Perhubungan dilakukan apabila:

1. Tidak melakukan kegiatan wajib angkut selama 3 (tiga) bulan sejak izin dikeluarkan tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.

2. Pemegang izin tidak memenuhi ketentuan yang berlaku dalam surat izin trayek.

3. Pemegang izin tidak melaksanakan daftar ulang selama 2 (dua) kali berturut-turut.

4. Kendaraan yang dioperasikan tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

5. Melakukan pengangkutan melebihi daya angkut yang ditetapkan.

6. Tidak mematuhi ketentuan waktu kerja dan waktu istirahat bagi pengemudi.

7. Mempekerjakan pengemudi yang tidak memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan.

8. Tidak mematuhi ketentuan tarif angkutan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

9. Melakukan kegiatan yang mengganggu kepentingan, ketentraman, dan ketertiban umum.

10. Tidak sesuai dengan kondisi yang berdasarkan pertimbangan-pertimbangan lain yang obyektif.


Pencabutan Izin Trayek Atas Permintaan Pemilik

Pencabutan izin trayek yang dilakukan atas permintaan pemilik atau yang dikuasakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Mengisi formulir permohonan.

2. Melampirkan fotocopy KTP Pemohon.

3. Melampirkan bukti kendaraan telah dimutasi (Fiskal Daerah atau yang telah dikeluarkan SAMSAT).

4. Melampirkan fotocopy STNK yang menunjukkan warna plat kendaraan tersebut telah berubah warna menjadi hitam atau rubah bentuk.


Ketentuan Lain Dalam Pencabutan Izin Trayek Kendaraan Penumpang Umum

1. Pencabutan Izin Trayek dilakukan atas permintaan pemilik atau yang dikuasakan atau melalui proses peringatan tertulis sebanyak 2 (dua) kali berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 14 (empat belas hari).

2. Trayek Kendaraan dapat dicabut izinnya tanpa melalui proses peringatan apabila:
- melakukan aktivitas yang membahayakan keamanan Negara.
- Izin Trayek diperoleh melalui cara yang tidak sah.
- Kendaraan terlibat kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan terjadinya korban dengan luka fatal atau meninggal dunia.

3. Pencabutan Izin Trayek yang dilakukan berdasarkan ketentuan batas usia kendaraan masa berlakunya bisa diaktifkan atau diperpanjang kembali dengan memperhatikan karakteristik pelayanan jaringan trayek yang berlaku.

4. Ketentuan lebih lanjut tentang penetapan jaringan trayek yang dapat dilayani akan diatur melalui Keputusan Kepala Dinas setempat.


Balik Nama Kepemilikan Izin Trayek Angkutan Penumpang Umum

Balik Nama Kepemilikan Izin Trayek dilakukan apabila terjadi perubahan kepemilikan kendaraan bermotor dan/atau atas permohonan pemilik kendaraan. Pemilik baru mendapat hak masa izin trayek selama 5 (lima) tahun.

Berikut ini merupakan Tata Cara dan Persyaratan Perubahan / Balik Nama Kepemilikan Izin Trayek:
1. Dinas menerima permohonan perubahan / Balik Nama Kepemilikan Izin Trayek.
2. Persyaratan permohonan yang harus dilengkapi dan akan diteliti oleh Dinas antara lain:
- Surat Izin Trayek Asli.
- Kartu Pengawasan.
- Fotocopy KTP / Tanda Pengenal.
- Fotocopy STNK.
- Fotocopy Buku Uji Kendaraan Bermotor.
- Fotocopy Kartu Anggota Organda.
- Fotocopy Iuran Asuransi Jasa Raharja.

3. Setelah berkas persyaratan diteliti, Dinas menetapkan besaran retribusi Izin Trayek.
4. Dinas menerbitkan perubahan / Balik Nama Kepemilikan Izin Trayek.


Penggantian atau Peremajaan Kendaraan Angkutan Penumpang Umum

Berikut ini persyaratan yang harus dilengkapi dalam penggantian atau peremajaan kendaraan angkutan penumpang umum dengan kendaraan baru:
1. Pemohon mengisi formulir permohonan.
2. Pemohon melampirkan fotocopy KTP.
3. Melampirkan surat ubah bentuk kendaraan baru.
4. Pencabutan izin trayek kendaraan lama yang akan diganti/diremajakan.
5. Pencabutan Buku Uji Kendaraan Bermotor kendaraan lama yang akan diganti/diremajakan.


Persyaratan pertukaran lokasi operasi lintasan trayek kendaraan angkutan penumpang umum, antara lain:
1. Pemohon mengisi formulir permohonan.
2. Pemohon melampirkan fotocopy KTP.
3. Melampirkan surat ubah bentuk kendaraan baru.
4. Pencabutan izin trayek kendaraan lama yang akan diganti lokasi operasi lintasan trayek.
5. Pencabutan izin trayek kendaraan lama yang akan mengganti lokasi operasi lintasan trayek.


Untuk biaya perizinan biasanya tergantung kebijakan Pemerintah Daerah setempat. Semoga informasi di atas bermanfaat.

Sumber:
http://dishubkominfo.taa.co.id/index.php/web/layanan/detail/7/TATA-CARA-DAN-PERSYARATAN-IJIN-TRAYEK-KENDARAAN-ANGKUTAN-PENUMPANG-UMUM
Persyaratan Pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Untuk Golongan Perseorangan

Persyaratan Pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Untuk Golongan Perseorangan

Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan salah satu dokumen penting yang wajib kita miliki apabila hendak mengemudikan suatu kendaraan bermotor.

Menurut Pasal 77 ayat 1 Undang-undang No. 22 Tahun 2009, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM), sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Di Indonesia, SIM merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang diterbitkan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kepada seseorang yang sudah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani maupun rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil mengemudikan kendaraan bermotor.

Baca juga: Jenis-jenis Surat Izin Mengemudi (SIM) di Indonesia

Berikut ini kami akan berbagi informasi tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk golongan perseorangan.

1. Persyaratan Pembuatan SIM A

- Berusia minimal 18 tahun.
- Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Mengisi formulir permohonan.
- Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi (pria mengenakan kemeja berkerah dan bercelana panjang), serta memakai sepatu.
- Lulus ujian teori, ujian praktik, dan/atau ujian keterampilan melalui simulator.
- Membayar biaya pembuatan SIM baru.


2. Persyaratan Pembuatan SIM B1

- Berusia minimal 20 tahun.
- Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Mengisi formulir permohonan.
- Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi (pria mengenakan kemeja berkerah dan bercelana panjang), serta memakai sepatu.
- Lulus ujian teori, ujian praktik, dan/atau ujian keterampilan melalui simulator.
- Harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan.
- Membayar biaya pembuatan SIM baru.


3. Persyaratan Pembuatan SIM B2

- Berusia minimal 20 tahun.
- Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Mengisi formulir permohonan.
- Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi (pria mengenakan kemeja berkerah dan bercelana panjang), serta bersepatu.
- Lulus ujian teori, teori praktik, dan/atau ujian keterampilan melalui simulator.
- Memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya 12 bulan.
- Membayar biaya pembuatan SIM baru.


4. Persyaratan Pembuatan SIM C

- Berusia minimal 17 tahun.
- Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Mengisi formulir permohonan.
- Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi dan bersepatu.
- Lulus ujian teori, ujian praktik, dan/atau ujian keterampilan melalui simulator.
- Membayar biaya pembuatan SIM baru.


5. Persyaratan Pembuatan SIM D

- Berusia minimal 17 tahun.
- Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Mengisi formulir permohonan.
- Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi dan bersepatu.
- Lulus ujian teori, ujian praktik, dan/atau ujian keterampilan melalui simulator.
- Membayar biaya pembuatan SIM baru.


Nah, itulah persyaratan yang harus kita penuhi apabila hendak membuat SIM baru untuk golongan perseorangan. Persiapkan semuanya dan berangkatlah lebih pagi untuk menghindari lamanya antrian. Semoga bermanfaat!

Sumber:
https://www.cermati.com/artikel/cara-membuat-sim-dan-biaya-pengurusannya
Prosedur Pengajuan KIR

Prosedur Pengajuan KIR


KIR berasal dari kata “KEUR” merupakan istilah yang berasal dari bahasa Belanda yang dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis laik jalan.

Secara umum, kendaraan ber-Plat Nomor Kuning seperti taksi, mobil penumpang, bus, truk, mobil angkutan barang, dan rentcar wajib melakukan KIR/KEUR.

Namun, tak terbatas pada mobil Plat kuning saja, kendaraan yang digunakan untuk keperluan niaga, dan pariwisata juga harus melakukan Uji KIR.

Baca juga: Jenis-jenis Surat Izin Mengemudi (SIM) di Indonesia

Biasanya, Pelaksanaan Pengujian Kendaraan Bermotor di Unit PKB (Pemeriksaan Kendaraan Bermotor) dilakukan di Kantor Samsat Daerah atau di kantor Dishub (Dinas Perhubungan) setempat.

Pemeriksaan dilaksanakan oleh Penguji yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah dan harus dilakukan setiap enam bulan.

Pembuktian bahwa kendaraan telah dilakukan Uji KIR ialah dengan dikeluarkannya Buku KIR dan Bukti KIR yaitu Segel KIR yang ditempel di kendaraan ber-Plat Nomor Kuning dan biasa disebut dengan “peneng”.


Beberapa objek yang diperiksa pada saat pengujian KIR antara lain:
1. Sistem pengereman dan daya pengereman.
2. Lampu-lampu termasuk daya pancar lampu utama.
3. Emisi gas buang.
4. Dimensi dan bobot kendaraan.
5. Sistem kemudi beserta kaki-kakinya.
6. Speedometer.


Prosedur yang harus dipenuhi pada saat Pengajuan KIR Baru, antara lain:
1. Mengisi formulir permohonan.
2. Salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik kendaraan.
3. Salinan BPKB kendaraan.
4. Adanya Izin Trayek untuk Angkutan Umum.
5. Adanya bukti pembayaran biaya uji.
6. Adanya sertifikat uji type atau pengesahan rancangan bangun dan rekayasa kendaraan.
7. Membawa kendaraan ke unit pelaksana pengujian.
8. Prosedur tambahan disesuaikan dengan ketentuan di daerah masing-masing.


Prosedur yang harus dipenuhi dalam proses Perpanjangan KIR, antara lain:
1. Mengisi formulir permohonan uji.
2. STNK yang masih berlaku.
3. Buku Uji, jika hilang harus ada keterangan dari Polri.
4. Bukti pembayaran biaya uji.
5. Membawa kendaraan ke unit pelaksana pengujian.
6. Membayar biaya pengajuan dan perpanjangan KIR.
7. Prosedur tambahan disesuaikan dengan ketentuan di daerah masing-masing.

Sumber:
https://jebpartners.wordpress.com/2012/04/10/prosedur-pengajuan-perpanjangan-kir/

Fungsi Tingkat Suku Bunga Dalam Perekonomian

Fungsi Tingkat Suku Bunga Dalam Perekonomian


Pada ekonomi yang mendasarkan mekanisme pasar, penentuan kuantitas barang dan jasa yang diproduksi dilakukan oleh pasar, yaitu konsumenlah yang mempengaruhi permintaan akan barang tersebut.

Mekanisme pasar berfungsi lewat harga. Harga memiliki fungsi alokasi faktor produksi ke arah produksi barang-barang yang lebih diminati oleh masyarakat sehingga produksi barang yang tidak disukai akan mengalami penurunan.

Sebagai contoh, misalnya produsen (petani) kopi tidak mudah untuk mengubah produksinya dari kopi menjadi teh. Oleh sebab itu, produsen teh akan meminta harga yang lebih tinggi kepada konsumen bila mereka ingin mendapatkan teh.

Kenaikan harga tersebut bisa dipandang sebagai ongkos ganti penggunaan faktor produksi dari kopi menjadi teh.

Lantas, bagaimana peranan tingkat bunga dalam perekonomian? Berikut akan kami jabarkan!

Terdapat dua masalah pokok yang mesti diselesaikan oleh setiap sistem ekonomi dalam suatu wilayah, antara lain:

- Berapa jumlah faktor produksi yang harus digunakan untuk menghasilkan beberapa barang berbeda pada waktu yang bersamaan. Contohnya, kayu jati gelondongan dapat dibuat kayu gergajian, meja, almari, atau kursi. Namun, bila mengacu pada sistem ekonomi pasar alokasi penggunaan kayu gelonggongan tersebut akan ditentukan oleh harga meja, kursi, atau kayu gergaji.

- Masalah alokasi penggunaan faktor produksi untuk menghasilkan barang yang akan digunakan sekarang, atau barang yang akan digunakan di waktu mendatang. Fungsi kedua inilah yang menjadi fungsi utama dari tingkat bunga, bagaimana alokasi faktor produksi tersebut digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dapat dipakai sekarang dan di kemudian hari.


Setiap kelompok masyarakat memiliki kecenderungan dalam melakukan alokasi faktor produksi untuk penggunaan sekarang maupun nanti. Namun, metode masing-masing masyarakat bisa berbeda antara satu dengan lainnya.

Misalnya, bagi masyarakat yang belum maju ada yang mendasarkan alokasi ini pada tradisi, yaitu dengan menyisihkan sebagian dari hasil yang diperoleh sekarang untuk penggunaan di waktu yang akan datang.


Tingkat Bunga Menurut Teori Klasik

Teori Klasik menyebutkan bahwa tabungan merupakan fungsi dari tingkat bunga. Semakin tinggi tingkat bunga, keinginan masyarakat untuk menabung juga akan semakin tinggi.

Pada tingkat yang lebih tinggi, masyarakat akan terdorong untuk mengorbankan konsumsi guna menambah tabungan. Demikian halnya dengan investasi yang juga merupakan fungsi dari tingkat bunga, hanya saja hubungan yang dimiliki bersifat negatif.

Tercapainya tingkat bunga yang seimbang (tidak ada dorongan untuk naik atau turun) dapat terjadi apabila keinginan masyarakat untuk menabung sama dengan keinginan pengusaha untuk melakukan investasi.


Tingkat Bunga Menurut Teori Keynes

Terdapat perbedaan pandangan yang dimiliki Keynes dengan Teori Klasik mengenai Tingkat Bunga. Menurut Keynes, tingkat bunga ditentukan oleh permintaan dan penawaran uang (pada pasar uang). Uang dianggap sebagai alat portofolio yang dapat diwujudkan dalam bentuk uang kas maupun surat berharga.

Risiko dan gain surat berharga ditentukan oleh tingkat bunga “rata-rata” dari berbagai macam surat berharga yang beredar di masyarakat.

Terdapat beberapa poin penting mengenai tingkat bunga menurut Teori Keynes, antara lain:

1. Teori tingkat bunga Keynes mempunyai hubungan yang negatif antara Tingkat Bunga vs Jumlah Uang.

2. Adanya spekulasi dalam fluktuasi tingkat bunga.

3. Pada tingkat bunga keseimbangan (req), keinginan memegang uang kas = jumlah uang.

4. Jika tingkat bunga di bawah keseimbangan, masyarakat menginginkan uang kas lebih banyak dengan menjual surat berharga. Penjualan surat berharga yang lebih banyak akan mendorong harga ‘surat berharga’ menjadi turun. Hal ini akan terjadi hingga keadaan kembali seimbang di mana keinginan memegang uang kas sama dengan jumlah uang beredar. Begitu pula sebaliknya.

Sumber:
Nopirin (1998), Ekonomi Moneter Buku I, BPFE UGM, Yogyakarta.
Iswardono (1999), Uang dan Bank, BPFE UGM, Yogyakarta.