3 Tips Penting Pengendara Motor Saat Menerobos Banjir

3 Tips Penting Saat Menerobos Banjir Bagi Sepeda Motor
Biasanya, genangan air akan timbul di jalan raya ketika hujan melanda di beberapa kota besar seperti Jakarta. Tak ada pilihan lain bagi pengendara khususnya sepeda motor untuk menerobos genangan air agar bisa cepat sampai tujuan.

Sebenarnya, tidak disarankan bagi kendaraan seperti sepeda motor untuk menerobos banjir. Ketika menerobos banjir, risikonya ialah air dapat masuk ke ruang pembakaran sepeda motor dan mengakibatkan water hammer.

Bagi Anda pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir, perlu memperhatikan beberapa hal penting, antara lain sebagai berikut:

1. Posisi Filter Udara

Terutama sepeda motor jenis matik, posisi air cleaner atau filter udara agak pendek dan didesain pada ketinggian tertentu.

Begitu inletnya melewati ketinggian air, maka air dapat masuk ke mesin. Air akan masuk terlebih dulu ke air cleaner dan tersedot ke masin sehingga mengakibatkan water hammer.

Posisi filter udara di masing-masing sepeda motor dapat berbeda-beda, tergantung tipe dan mereknya. Namun, hal yang pasti ialah pada jenis skuter matik, posisi filter udara lebih rendah ketimbang jenis motor lainnya.

Jadi, bila ingin menerobos banjir, pastikan ketinggian air berada di bawah air cleaner. Contohnya bagi motor-motor sport seperti CB, letaknya berada di bawah sadel, sedangkan motor matik posisinya berada di atas CVT.


2. Adanya Belt di Bagian Transmisi

Di samping itu, hal krusial lainnya pada motor berjenis matik ialah adanya belt di bagian transmisinya. Bila belt tersebut terendam air, maka motor akan kehilangan tenaga.

Meskipun kemungkinan air dapat masuk ke bagian belt cukup sulit, namun belt pada motor matik biasanya tidak terlindung 100 persen. Sehingga bila belt terendam air, losses atau hilangnya power pada motor akan dapat terjadi, tetap memutar, namun tidak mencengkeram dengan baik.


3. Jaga Putaran Mesin

Hal lainnya yang harus diperhatikan pengendara bila ingin menerobos banjir ialah jaga putaran mesin agar stabil di sekitar 2.000-2.500 RPM.

Jangan sampai motor Anda berhenti di tengah genangan air. Ketika pengendara melewati genangan pada kecepatan tertentu, genangan air akan terbelah. Namun akan berbahaya bila Anda berhenti di tengah banjir.

Biasanya, untuk mesin iddle putarannya berada di 1.500 RPM, sedangkan matic berada di 1.700 RPM. Usahakan untuk tetap membuka gas agar putaran berada di 2.000 – 2.500 RPM.

Oleh sebab itu, untuk sepeda motor bebek dan matik usahakan jangan sampai berhenti ketika berada di tengah banjir. 

Berbeda dengan motor sport, jenis motor ini tetap bisa main gas dan kopling agar putaran mesin tetap berada di titik aman meskipun motor berhenti di tengah genangan.

Sumber:
http://oto.detik.com/otofokus/read/2016/02/26/111500/3151669/1214/terobos-banjir-pakai-motor-matik-perhatikan-hal-ini


Related Posts

3 Tips Penting Pengendara Motor Saat Menerobos Banjir
4/ 5
Oleh