Terima Kasih Untuk Tamparan Pak Dosen

Browsing di situs kaskus.co.id (Ngaskus) memang asik, di dalamnya terdapat posting-posting yang menarik, menginspirasi, menambah wawasan dan pengetahuan. Inspirasi menulisku selalu datang ketika sedang membaca posting di dalamnya.

Seperti biasa, 'Hot Thread' menjadi kolom pertama yang ku lihat saat Ngaskus. Perhatianku langsung tertuju pada sebuah judul Hot Thread 'Sekali-sekali, mahasiswa memang perlu digampar!!!', judulnya provokatif namun saat membacanya malah buat aku jadi tertawa sendiri dan kemudian menyadari kalau ternyata mayoritas mahasiswa di Negeri ini memang seperti yang digambarkan pada posting tersebut (termasuk aku dulu. Hehe).

Nah, Sahabat penasaran ya seperti apa sih isi tulisan seorang dosen yang ingin menampar mahasiswanya tersebut, berikut cuplikannya...


====================================

Terima Kasih Untuk Tamparan Pak Dosen

Sekitar empat atau lima tahun lagi kamu bisa melanjutkan sekolah S2 di luar negeri dengan beasiswa.

Tentunya kalau kamu tidak hanya facebookan atau twitteran saja sampai lulus nanti. Merasa tidak pintar? Harus BELAJAR!!!

Kalau nulis email formal saja tidak bisa, kamu pasti tidak akan bisa S2 di luar negeri karena akan ditolak oleh profesor.

Jangankan nulis email buat profesor, nulis email ke dosen sendiri saja kamu belum bisa. Jangan tanya tips cara menghubungi profesor di luar negeri sebelum kamu ganti akun emailmu n!ennna_c4ntique@gmail.com itu!

Cara penggunaan tanda tanya, tanda seru tanda titik, spasi, angka, huruf besar, dan huruf kecil saja kamu tidak tahu.

Tidak usah bangga jadi Alay, karena Alay itu sama sekali tidak keren. Mending kamu belajar cara komunikasi yang baik.

Sok mengkritik kebijakan UN segala, dari cara menulis email saja kelihatan kamu tidak lulus Bahasa Indonesia kok. Karena apapun bidang ilmu kamu, akhirnya kamu akan berhubungan dengan MANUSIA yang beda usia dan latar belakangnya.

Bangga bisa software dan gunakan alat-alat canggih? Suatu saat kamu harus yakinkan MANUSIA akan skill itu.

Kamu orang teknik dan hanya peduli skill teknis? Kamu salah besar! Nantinya kamu akan jual skil itu pada MANUSIA, bukan pada mesin! Kamu kira orang teknik hanya ngobrol sama alat dan mesin?

Malas basa-basi sama orang tidak dikenal? 6 tahun lagi kamu diutus kantor untuk presentasi sama klien yang tidak kamu kenal.

Baca juga: Abu Vulkanik Sebagai Pengganti Pupuk

Malas belajar bikin presentasi? 5 tahun lagi bos kamu datang membawa setumpuk bahan dan berkata, "saya tunggu file presentasinya besok!".

Mahasiswa Senior, jangan bangga bisa mem-bully Mahasiswa Baru, 7 tahun lagi kamu diinterview sama dia saat pindah kerja ke perusahaan yang lebih bagus. Mahasiswa Senior, keren rasanya ditakuti Mahasiswa Baru? JANGAN!

Urusan kalian nanti bersaing sama orang-orang ASEAN dan internasional. Bisa bikin mereka takut tidak?

Minder karena merasa dari kampung, tidak kaya, tidak gaul? Lima tahun lagi kamu bisa S2 di negara maju karena IP, TOEFL dan kemampuan kepemimpinan, bukan karena kaya dan gaul!

Bangga bisa demo untuk mengundurkan jadwal ujian karena kamu tidak siap? Kamu itu mahasiswa negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, masa urusannya 'cetek-cetek' gitu sih?!

Tidak usah sok hebat lah demo nyuruh SBYudhoyono berani sama Amerika kalau kamu diskusi sama Mahasiswa Singapura saja tergagap-gagap.

Pejabat kadang bikin kebijakan tanpa riset serius? Sama kayak mahasiswa yang bikin tugas dalam semalam hanya modal Wikipedia.

Pejabat kadang menggelapkan uang rakyat? Sama layaknya mahasiswa yang lihat bahan di internet lalu di-copy di papernya tanpa menyebutkan sumbernya.

DPR kadang studi banding hanya untuk jalan-jalan saja? Sama seperti mahasiswa yang kunjungan ke industri lalu nyontek laporan sama temannya.

Alaah, pakai segala mengkritik kebijakan pemerintah, bikin paper saja ngopy file dari senior dan ubah judul, pendahuluan sama font-nya.

Tidak perlu lah teriak-teriak “jangan tergantung pada barat” kalau kamu belum bisa tidur jika tak ada BB deket bantal. Kampanye “jangan tergantung pada barat” boleh saja, tapi kampanye nya ya jangan di Twitter, Facebook, BBM, Path dan Email, memangnya itu bikinan Madiun?

Tentara kita tidak takut sama tentara Malaysia kalau kamu bisa kalahkan Mahasiswa Malaysia debat ilmiah dalam forum Internasional!

Tidak perlu beretorika menentang korupsi kalau kamu masih titip absen sama teman saat demo antikorupsi!

Gimana mau membela kedaulatan bangsa kalau waktu menerima kunjungan mahasiswa asing saja kamu tidak bisa ngomong saat diskusi. Memangnya mau pakai bambu runcing?

Kalau kamu berteriak “jangan mau ditindas oleh asing”, coba buktikan. Ikuti forum ASEAN atau Dunia dan buktikan di situ kamu bisa bersuara dan didengar

Kata-kata saya di atas memang SADIS. Maafkan jika ada yang tersinggung. FYI, saya juga banyak kesalahan saat mahasiswa. Pesan ini sebuah refleksi, sebagian dari pengalaman nyata dan berharap mahasiswa saya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Matur nuwun.



=================================



Semoga tulisan salah seorang dosen tersebut menginspirasi kita. Mohon maaf buat pak author karena ada beberapa kata dan kalimat yang sedikit aku ubah, semoga tidak mengurangi essensi dari tulisan tersebut.

Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Karena Mahasiswa adalah kaum intelektual yang seyogyanya menjadi ujung tombak dari perjuangan bangsa. Jika mental Mahasiswa nya saja sudah terindikasi KKN, bagaimana pejabat-pejabat Negara ini. Maju terus Mahasiswa Indonesia.

Salam Mahasiswa!!!

***

Sumber:
Kaskus.co.id


Related Posts

Terima Kasih Untuk Tamparan Pak Dosen
4/ 5
Oleh