Waspada Banjir Serta Penanggulangannya

Waspada Banjir Serta PenanggulangannyaSecara sederhana, banjir dapat diartikan sebagai keadaan terlalu banyak air di sebuah lokasi yang biasanya kering (tidak terendam air).

Banjir dapat terjadi karena meluapnya air yang berlebihan di suatu tempat akibat hujan besar, peluapan air sungai atau jebolnya bendungan sungai.

Ketika musim hujan tiba, ada beberapa hal yang perlu kita waspadai akan kemungkinan datangnya banjir:
  • Terjadinya hujan terus-menerus dalam beberapa hari.
  • Lokasi tempat tinggal tidak terdapat cukup resapan air, seperti di kota atau di daerah sekitar hutan gundul.
  • Daerah tempat tinggal yang memiliki ketinggian lebih rendah dari daerah di sekitarnya, bisa dikatakan daerah ini adalah rawan banjir.
  • Bertambahnya debit air pada sungai di sekitar tempat tinggal kita.
  • Banyaknya sampah yang menghambat aliran air pada selokan atau parit di wilayah kita.

Baca juga: Merawat Sepeda Motor Saat Musim Hujan

Dari beberapa tanda-tanda kemungkinan terjadinya banjir di atas, tindakan-tindakan seperti membuat lubang serapan air, memperbanyak ruang terbuka hijau, dan perubahan perilaku untuk tidak lagi membuang sampah di sungai atau saluran air dapat kita lakukan dalam meminimalisir terjadi bencana banjir.

Karena seperti kita ketahui, banjir menimbulkan dampak yang cukup besar baik secara materil dan immaterial.


Dampak yang Ditimbulkan Oleh Bencana Banjir


  1. Kerusakan fisik termasuk infrastruktur seperti jembatan, mobil, bangunan, pasokan listrik, sistem selokan bawah tanah, jalan raya, dan kanal.
  2. Kontaminasi persediaan air bersih, baik air minum maupun untuk MCK.
  3. Penyebaran penyakit yang disebabkan kondisi tidak higienis terutama penyakit-penyakit yang menular melalui air.
  4. Kelangkaan persediaan makanan karena kegagalan panen dan distribusi kebutuhan pokok yang terhambat.
  5. Rusaknya pepohonan atau tumbuhan yang akan mati karena kondisi air berlebih.
  6. Kesulitan ekonomi. Rusaknya pemukiman dan infrastruktur tentu memerlukan biaya pembangunan kembali, dan biaya-biaya lain baik secara materil dan immateril, kerugian perusahaan atau pabrik yang tidak dapat beroperasi, serta berkurangnya pendapatan dari sektor pariwisata. Kondisi ini diperparah juga pada kelangkaan barang pokok yang akan mendorong kenaikan harga.



Penanggulangan Banjir

Pencegahan serta penanggulangan terhadap banjir tak dapat dilakukan oleh pemerintah atau perorangan saja. Harus ada komitmen dan kerjasama berbagai pihak dalam menghindarkan suatu daerah dari resiko banjir serta penanganan pada saat terjadinya banjir.

Partisipasi seluruh elemen masyarakat harus dilakukan secara terorganisasi dan terkoordinasi agar dapat terlaksana secara efektif.

Penanggulangan banjir dilakukan secara bertahap, dari pencegahan sebelum banjir penanganan saat banjir, dan pemulihan setelah banjir.

Tahapan tersebut berada dalam suatu siklus kegiatan penanggulangan banjir yang berkesinambungan mengikuti suatu siklus (life cycle), yang dimulai dari banjir, kemudian mengkajinya sebagai masukan untuk pencegahan sebelum bencana banjir terjadi kembali.

Pencegahan yang dilakukan juga harus secara menyeluruh, berupa kegiatan fisik seperti pembangunan pengendali banjir di wilayah sungai sampai wilayah dataran banjir dan kegiatan non-fisik seperti pengelolaan tata guna lahan, sosialisasi tanggap bencana, sampai sistem peringatan dini bencana banjir.


Sumber/gambar:
http://rizkynovi99.blogspot.com/2013/05/pengertian-penyebab-dampak-dan-cara.html
http://www.ykai.net/index.php?option=com_content&view=article&id=992:banjir-bagaimana-menghadapinya&catid=89:artikel&Itemid=121
http://9hkelompokbanjir.blogspot.com
http://gagasanriau.com


Related Posts

Waspada Banjir Serta Penanggulangannya
4/ 5
Oleh