Sudah Pernah Coba Makan Bawang Putih Utuh dan Segar?

Sudah Pernah Coba Makan Bawang Putih Utuh dan Segar?
image: saransehat.com
Jarang sekali ada orang yang mau mengkonsumsi bawang putih segar.

Aromanya yang sangat khas dan menyengat membuat orang lebih sering mengkonsumsi bawang putih dalam bentuk bumbu masak.

Kendati demikian, tidak ada salahnya kamu mencoba pertimbangkan untuk memakannya secara langsung dan utuh dalam bentuk segar bila ingin mendapatkan faedah yang lebih banyak dari bawang putih.

Sebuah penelitian yang dimuat American Chemical Society’s Journal of Agricultural and Food Chemistry mengungkapkan bahwa bawang putih segar mungkin bisa memberikan faedah lebih besar bagi kesehatan ketimbang bawang yang telah dicampur atau diolah bahan-bahan lain.

Baca juga: 10 Upaya Dalam Mencegah Kanker Payudara

Para peneliti Jepang tidak mau ketinggalan, mereka pun juga melakukan penelitian yang membandingkan bawang putih segar dengan bawang yang dilarutkan dalam air, dan minyak sayur.

Peneliti ingin mengetahui sejauh mana pengaruhnya terhadap bahan atau kandungan kunci dalam bawang putih yang disebut allicin dengan beragam metode penyajian ini.

Dalam bawang putih terdapat kandungan kimia aktif bernama Allicin yang merupakan penyebab mengapa tanaman umbi ini memiliki aroma yang sangat khas. Khasiat yang dimiliki oleh senyawa ini juga dikenal sebagai pembunuh kuman atau antibakteri.

Allicin membantu mengatasi infeksi dan melawan bakteri penyebab racun dalam makanan, itulah hasil dari sejumlah riset yang dilakukan pada senyawa ini.

Kandungan kimia ini juga dalam riset lainnya mengindikasikan dapat membantu mengatasi pembekuan darah dan dapat menghalau jenis kanker tertentu.

Walaupun banyak faedah yang dimilikinya, allicin juga dikenal rapuh dan dalam waktu cepat akan menguap.

Fakta inilah yang membuat para ahli bertanya apakah kandungan allicin dalam bawang putih dapat berubah dikarenakan berbagai metode penyimpanan atau penyajian yang berbeda.

Ditunjukkan dari hasil penelitian di sebuah laboratorium bahwa penyajian bawang putih segar cenderung menjaga kandungan allicin-nya lebih stabil daripada bawang putih yang diawetkan.

Bawang putih yang disimpan dalam minyak sayur pada suhu ruangan tercatat juga lebih buruk daripada bawang putih yang disimpan dalam air.

Setelah disimpan selama enam hari dalam air, kadar allicin dapat menurun hingga setengahnya, namun penyimpanan bawang putih dalam minyak sayur justru dapat menurunkan kadar allicin pada bawang hanya dalam beberapa jam saja.

Kadar kandungan kimia pemburu bakteri juga akan menurun seiring dengan berkurangnya kadar allicin.

Kendati demikian, para peneliti tetap yakin bahwa allicin berubah menjadi kandungan kimia lainnya yang tetap mempunyai faedah untuk kesehatan.

sumber:
http://health.kompas.com/read/2010/01/11/11085431/Bawang.Putih.Utuh.Lebih.Sehat?utm_source=health&utm_medium=bp&utm_campaign=related&


Related Posts

Sudah Pernah Coba Makan Bawang Putih Utuh dan Segar?
4/ 5
Oleh