Pentingnya Merencanakan Keuangan Lebaran Tahun Depan Mulai dari Sekarang

Pentingnya Merencanakan Keuangan Lebaran Tahun Depan Mulai dari Sekarang
Bila kita melihat dari asal katanya, LEBARAN berasal dari kata “lebar” (usai), bisa juga berarti “lebur” (terhapus) dari semua dosa dan kembali pada kesucian, baik suci lahir maupun batin.

Dari situ kita bisa menganalogikan kalau lebaran berarti kembali ke titik nol manusia untuk mengawali lagi kehidupan “barunya”, tentu saja dalam menghadapi 11 bulan mendatang.

Diharapkan dengan adanya lebaran, secara keuangan atau aset harusnya kita telah berada di posisi lancar.

Simak juga: Tips Perencanaan Keuangan Bagi Seorang Karyawan

Tidak hanya stagnan dalam bentuk simpanan namun juga bertumbuh dalam investasi yang signifikan. Akan tetapi, hal ini mungkin hanya berlaku bagi mereka yang sudah merencanakan keuangannya dengan baik, jadi adanya prosesi lebaran tidak memiliki dampak negatif terhadap alur kas dalam keuangan keluarga.

Namun, berbeda dengan mereka yang belum terbiasa dengan perencanaan keuangan, stres akan melanda mereka ketika menjalani hari-hari di bulan Syawal, mengapa?

Karena adanya lebaran masyarakat terbiasa dengan gaya hidup “jor-joran” (habis-habisan). Sehingga ketika usai prosesi lebaran, mereka harus mengalami kondisi keuangan yang mulai kembali dari “nol”.

Hanya saja bagi sebagian besar karyawan, Lebaran di tahun 2015 ( 1436 H) ini posisi harinya bisa dikatakan pas, sebab di pertengahan bulan kita mendapatkan THR dan tanpa harus menunggu lama di akhir atau awal bulan sudah akan kembali mendapatkan gaji bulanannya.

Berarti kita masih dapat “bernafas” sejenak, bayangkan bila THR dan gaji bulanan tersebut disatukan?

Mungkin bagi Anda yang belum melakukan pengaturan keuangan dengan pola yang baik akan kehabisan uang untuk kebutuhan lebaran dan ongkos pulang mudik.

Nah, untuk itu penting sekali kita merencanakan pengaturan keuangan untuk lebaran tahun depan. Bahkan harus dimulai ketika lebaran tahun ini baru saja selesai.


Rencanakan Ramadhan dan Lebaran dari Sekarang

Merencanakan Ramadhan dan Lebaran mulai dari sekarang sangat penting untuk dilakukan bila Anda tidak ingin mengulangi kesalahan dalam pengelolaan keuangan di Ramadhan dan Lebaran sebelumnya.

Secara kalender masehi, apabila tahun depan lebarannya maju 10 hari dari hari lebaran tahun ini, maka momentum lebaran akan jatuh pada awal bulan Juli dan Ramadhan akan jatuh pada bulan Juni 2016.

Oleh karena itu, semua pengeluaran untuk tahun depan harus mulai kita hitung dengan melihat apakah ada kemungkinan aktivitas mudik untuk Anda di lebaran tahun depan.

Bagi Anda yang Ramadhan tahun depan telah pensiun, berarti asumsinya tak ada penghasilan atau mungkin Anda hidup dari uang pensiun atau uang yang sudah Anda investasikan sejak lama sebelumnya.

Kemudian, bagi Anda yang memiliki anak sudah masuk usia sekolah atau bahkan sudah ada yang duduk di perguruan tinggi, maka pengeluaran bulanan juga akan semakin besar sehingga tabungan Anda akan lebih banyak berkurang.

Sedangkan untuk Anda yang masih lajang, pastinya perencanaan keuangannya harus berbeda dengan yang sudah berkeluarga.

Harus ada daftar kemungkinan pengeluaran yang akan terjadi pada bulan Ramadhan dan Lebaran di tahun depan.


Manfaatkan Momen Ramadhan untuk Mendapatkan Pendapatan Ekstra

Ketika Ramadhan tahun depan tiba, sebaiknya Anda sudah memiliki rencana tentang upaya-upaya dalam mendapatkan penghasilan ekstra.

Jadi, setelah membuat daftar semua kemungkinan pengeluaran pada Ramadhan dan Lebaran tahun depan, berikutnya Anda juga harus membuat daftar alternatif pendapatan apa saja yang mungkin bisa Anda dapatkan pada momen Ramadhan di tahun depan.

Mungkin Anda bisa mencoba untuk membuka usaha yang potensial ketika Ramadhan tiba, seperti menjual makanan-makanan menjelang berbuka puasa, atau berjualan pakaian muslim, berjualan perlengkapan sholat, dan lain-lain.

Bila Anda kesulitan untuk melakukannya karena kesibukkan bekerja, mungkin Anda bisa berinvestasi kepada orang lain untuk membuka usaha tersebut.

Beberapa cara lain untuk bisa memperoleh pendapatan ekstra di bulan Ramadhan misalnya dengan mencari pekerjaan sampingan, menjual barang dan jasa, menjual keahlian, membuka usaha makanan, menjalankan usaha network marketing, ikut investasi bagi hasil atau melakukan melakukan investasi pendapatan tetap, bisa juga melakukan jual beli produk keuangan, dan lain-lain.

Cari dan temukan ide-ide untuk mendapatkan peluang meningkatkan pendapatan Anda di bulan Ramadhan. Tapi tetap harus ingat, ibadah bulan Ramadhan jangan sampai keteteran ya?

Intinya, semua usaha yang kita perbuat harus diniatkan untuk ibadah, dengan begitu semoga usaha yang kita lakukan tersebut mendapatkan berkah dan hasil yang maksimal.


Menabung atau Berinvestasi Secara Konsisten

Ada perbedaan mendasar yang harus kita ketahui tentang menabung dan berinvestasi. Menabung artinya, menyisihkan atau menyimpan uang kita untuk digunakan di masa depan.

Sedangkan berinvestasi artinya menumbuhkembangkan uang atau aset yang kita miliki agar nilainya meningkat di masa depan.

Bila Anda bukan seorang karyawan yang memperoleh THR di setiap Hari Raya, atau berjaga-jaga kalau ada PHK menjelang bulan Ramadhan, baik habis masa kontrak ataupun sebab-sebab lain, dan diprediksi tidak ada pesangon, maka menabunglah sedari sekarang secara konsisten untuk mempersiapkan bulan Ramadhan dan Lebaran Anda di tahun depan.

Ini merupakan langkah bijaksana, karena dengan begitu Anda berarti tidak menggantungkan hidup Anda dengan orang lain.

Apabila Anda membiasakan diri dengan langkah ini, maka bukan tidak mungkin suatu saat Anda dan keluarga bisa mencapai kemandirian ekonomi.

Biasakan setiap uang yang kita terima dari pendapatan bulanan, ditabung sebesar 10 atau 30 persen. Selanjutnya, setiap 3 atau 6 bulan, investasikan uang hasil tabungan tersebut ke dalam suatu instrumen investasi.

Tentu saja Anda bisa meminta nasihat dari ahli perencana keuangan untuk mendapatkan saran tentang instrumen investasi apa yang paling aman bisa Anda lakukan dengan kondisi modal dan keahlian yang Anda miliki.

Atau bisa juga Anda memilih investasi yang memang sesuai dengan hobi dan selera Anda, tapi tetap harus hati-hati dalam memilihnya.

Nah, mulai sekarang buatlah pola pengaturan keuangan yang terencana dan sistematis, jadikan kebiasaan tersebut untuk menuntun Anda mencapai impian-impian keuangan yang Anda dambakan bersama keluarga.

Sumber:
http://economy.okezone.com/read/2012/08/26/315/680784/kehabisan-uang-usai-lebaran-solusinya


Related Posts

Pentingnya Merencanakan Keuangan Lebaran Tahun Depan Mulai dari Sekarang
4/ 5
Oleh