Solusi Mengatasi Penipuan Transaksi Online

Solusi Mengatasi Penipuan Transaksi Online
Hal yang sungguh menyakitkan ketika kita mengalami penipuan di internet. Biasanya, penipuan di internet terjadi pada transaksi jual beli online.

Harga murah memang kerap menjadi cara penipu di internet untuk dapat mengelabui calon korbannya.

Korban baru mulai sadar kalau dirinya telah ditipu ketika uang telah ditransfer namun barang yang dipesan tak kunjung datang.

Contact penjual menjadi susah dihubungi dengan berbagai macam alasan, hingga akhirnya pelaku menghilang dan sudah kabur entah kemana.

Baca juga: Tips Mengoptimalkan Sosial Media Sebagai Strategi Pemasaran Bisnis Anda

Bagi Anda yang menjadi korban tindak penipuan jual-beli di internet, berikut ini kami bagikan cara mengatasi penipuan online, kemungkinan uang Anda bisa kembali, atau paling tidak bisa membuat si penipu jera dan tidak mengulangi perbuatannya yang merugikan orang lain tersebut.


1. Simpan Bukti Transaksi dan Komunikasi Saat Membeli

Ketika melakukan pembelian secara online, upayakan untuk selalu menyimpan semua bukti transaksi dan juga bukti percakapan Anda dengan penjuald di perangkat Anda, baik melalui ponsel maupun komputer.


2. Berdoa dan Coba Berkomunikasi Secara Baik

Ketika Anda merasa telah ditipu dan uang telah ditransfer, berdoalah semoga saja uang Anda akan kembali, atau pelaku memang sedang mengalami kendala berkaitan dengan pengiriman barang.

Hubungi terus kontak penjual dan jika dalam waktu dua kali 24 jam kontak tidak direspon sama sekali, baru Anda lakukan langkah berikutnya.


2. Siapkan Semua Bukti Transaksi dan Komunikasi

Siapkan bukti transfer dan percakapan komunikasi Anda dengan si penipu, misalnya percakapan melalui SMS, BBM, YM, dan sebagainya.

Cari tahu lebih jauh tentang data si penipu seperti rekening bank tujuan transfer, nama, no hp, akun social media, dan foto (bila ada).

Bila kemungkinan ada korban lainnya selain Anda, cobalah untuk berkomunikasi dengan mereka dan koordinasikan langkah apa saja yang sudah mereka lakukan, serta bagaimana itikad dan cara pelaku untuk menyelesaikannya.


3. Buat Laporan Penipuan Ke Kepolisian

Di masa ini mungkin akan banyak orang yang menasehati Anda untuk mengikhlaskan saja, ada yang bilang percuma buang-buang waktu… pelaku gak akan tertangkap… dan lain-lain.

Tapi, upaya ini adalah untuk menimbulkan efek jera bagi para penipu di internet agar online trust jual-beli online di Negara kita menjadi lebih baik.

Anda harus yakin kalau Anda berada dalam posisi yang benar. Bila para penipu tersebut didiamkan saja, maka akan semakin banyak korban-korban lain yang dirugikan, karena ia akan merasa tindakannya itu aman-aman saja dan pasti akan menipu lagi.

Setelah semua data disiapkan, laporkan ke kantor polisi terdekat. Minta surat rekomendasi dari kepolisian untuk memproses blokir rekening penipu kepada bank.


4. Sampaikan Surat Rekomendasi Kepada Bank

Setelah Anda memperoleh surat rekomendasi dari kepolisian, laporkan rekening penipu ke kantor cabang bank terdekat. Sampaikan bahwa Anda telah ditipu oleh orang yang memiliki akun bank yang telah Anda kirimi uang.

Sertakan bukti transfer beserta surat laporan polisi (jangan lupa fotocopy terlebih dulu). Kemudian bank akan memproses permohonan Anda tersebut.


5. Lanjutkan Proses Hukum Bila Tak Ada Itikad Baik

Ketika bank sudah melakukan pemblokiran rekening pelaku dan tidak ada itikad baik dari pelaku untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan (mengembalikan uang Anda), lanjutkan proses hukum untuk memenjarakan pelaku.

Di sini pelaku telah melakukan tindak kriminal (cyber crime) terkait penipuan dan penggelapan.


Itulah langkah-langkah untuk mengatasi penipuan di internet dengan posisi Anda sebagai korban. Semoga bermanfaat dan mengurangi tindak penipuan melalui media internet.

Sumber
http://akbaralatas.com/cara-mengatasi-penipuan-onlineterbukti-uang-dapat-kembali/


Related Posts

Solusi Mengatasi Penipuan Transaksi Online
4/ 5
Oleh