Tips Memulai Bisnis Laundry Dan Memperoleh Loyalitas Pelanggan

Tips Memulai Bisnis Laudry Dan Memperoleh Loyalitas Pelanggan
Belakangan ini, banyak orang yang berminat untuk menggeluti bisnis laundry.

Bisnis rumahan dalam bidang jasa pencucian ini berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Memperoleh para pelanggan yang loyal merupakan salah satu tujuan dari bisnis ini.

Sebelum Anda memulai bisnis laundry, sebaiknya lakukan survey kecil-kecilan terhadap segmentasi pasar yang hendak Anda masuki, seperti mayoritas profesi penduduk di sekitar lokasi, rata-rata range usia, tingkat pendidikan, dan karakteristik calon konsumen.

Baca juga: Hal Penting Yang Harus Diperhatikan Dalam Memulai Usaha Laundry

Lokasi terbaik bisnis laundry adalah yang dekat dengan komplek perumahan, kost-kostan mahasiswa, dan rumah sewa karyawan/i.

Namun, keberadaan pesaing Anda juga perlu diperhitungkan. Buatlah daftar pesaing Anda di sekitar lokasi, kemudian analisis kekurangan dan kelebihannya.

Berikut ini kami akan menjelaskan pula beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam memulai bisnis laundry. Simak ulasannya berikut ini!


1. Lokasi Pendirian Bisnis Laudry

Dalam memilih tempat haruslah yang strategis dan ramai penduduk dengan kesibukan sehari-hari yang padat. Lokasi laundry yang strategis akan menentukan keberlangsungan usaha Anda ke depannya.

Bila lokasi rumah Anda memadai, bisnis ini bisa dilakukan di rumah sendiri. Namun, bila tidak sesuai dengan kriteria tersebut dan terdapat modal yang cukup, cobalah menyewa tempat di lokasi lain yang memadai.

Jika modal dihitung kurang cukup memadai, bisa saja Anda membuka usaha laundry di rumah yang mungkin tempatnya kurang strategis.

Namun biaya untuk delivery dan pemasarannya juga harus diperhitungkan. Jadi, meski lokasinya jauh dari keramaian Anda tetap bisa mendapatkan pelanggan dengan sistem antar jemput cucian.


2. Sesuaikan Jumlah Mesin Dengan Kebutuhan Operasional

Ketika akan membuka usaha laundry, ada baiknya Anda jangan terburu nafsu untuk membeli banyak mesin meskipun memang modalnya tersedia.

Di awal, satu mesin cuci dan satu mesin pengering (dryer) mungkin masih cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional.

Seiring waktu berjalan, pelanggan Anda tentu akan semakin bertambah jumlahnya, barulah Anda upayakan untuk membeli mesin lagi agar semua kebutuhan operasional dapat terpenuhi dengan cepat.

Sesuaikan pembelian mesin dengan budget Anda, bisa membeli mesin baru atau membeli yang bekas (second). Namun, Anda harus memilih mesin dengan cermat.

Tentu Anda tidak ingin mesin tersebut nantinya mengalami kerusakan di tengah padatnya orderan yang pasti akan menghambat operasional Anda sehingga berakibat pelanggan menjadi kecewa karena keterlambatan penyelesaian order.

Selain itu, kerusakan mesin juga akan menambah biaya untuk perbaikannya dan pengeluaran Anda jadi membengkak.


3. Perekrutan Pekerja

Dalam merekrut pekerja untuk usaha laundry Anda, sebaiknya pilihlah yang berdomisili dekat lokasi usaha.

Bila terdapat ruangan yang cukup, Anda bisa menyediakan tempat untuk menginap para pekerja. Jadi, ketika usaha laundry sedang ramai dan membutuhkan waktu kerja lembur, para pekerja tidak mengalami kesulitan karena harus pulang larut malam.

Sesuaikan jumlah karyawan dengan jam buka usaha laundry, jika waktu buka dari pagi hingga malam, sebaiknya gunakan 2 shift, pagi dan siang.

Batas jam kerja normal adalah 8 jam, belum termasuk waktu istirahat. Bila lebih dari 8 jam, maka masukkan jam tersebut sebagai waktu hitungan lembur bagi pekerja.

Penuhi hak mereka, bayarkan upah dan waktu lembur tepat waktu, bila perlu sediakan uang makan untuk mereka.

Untuk mendapatkan loyalitas pekerja memang membutuhkan pengeluaran yang besar, namun loyalitas pekerja merupakan aset terbesar dalam usaha Anda.


4. Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan

Memulai usaha laundry tidak hanya membutuhkan mesin dan pengering saja, tapi juga berbagai peralatan dan perlengkapan seperti meja setrika, kursi, keranjang baju, ember, rak, lemari, dan sebagainya.

Sesuaikan peralatan maupun perlengkapan tersebut dengan kebutuhan operasional Anda. Jangan lupa sediakan pula plastik transparan untuk baju, kantong kresek besar, tag gun, tag pin, alat tulis dan buku, nota, brosur, dan sebagainya.


5. Perlengkapan Kimia Laundry

Perlengkapan untuk kimia laundry ini meliputi deterjen, penghilang noda, softener, pelicin pakaian, parfum pakaian, dan lain-lain.

Pilih kimia laundry yang berkualitas baik, namun dengan harga yang sesuai. Hindari pemakaian deterjen biasa untuk mesin cuci bukaan depan (front loading) sebab dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin. Pakailah deterjen khusus (matic atau liquid) untuk usaha laundry Anda agar hasilnya lebih optimal.


6. Pemasaran dan Promosi

Setelah semua lengkap, maka bisnis laundry Anda telah siap dibuka. Publikasikan usaha Anda melalui pamphlet, spanduk, brosur, radio maupun internet.

Bergabunglah dengan grup-grup di facebook yang masih satu wilayah dengan Anda. Share tentang usaha Anda di grup tersebut.


Demikianlah tips dari kami dalam memulai bisnis laundry. Bila laundry sudah berjalan, selalu catat semua transaksi yang terjadi pada nota minimal rangkap tiga, satu untuk pelanggan, satu untuk pencatatan keuangan, dan satu lagi untuk cadangan kalau-kalau ada nota yang hilang.

Selamat mencoba.

Sumber:
http://budipratiko9.blogspot.co.id/2013/10/organisasi-bisnis.html


Related Posts

Tips Memulai Bisnis Laundry Dan Memperoleh Loyalitas Pelanggan
4/ 5
Oleh